
Alex merapikan pakaiannya yang berantakan, ia tersenyum puas melihat Mia berjalan ke kamar mandi dengan pakaian berantakan. Alex berjalan ke meja kerjanya dan mengambil paket yang diletakkan Romi disana.
Alex membuka paket itu, keningnya mengkerut melihat beberapa foto Mia dan Romi yang sedang berpelukan di pinggir jalan. Pakaian mereka sama dengan saat sekarang, berarti baru saja foto itu diambil.
Ada juga sebuah FD, Alex mencolokkan FD itu ke laptopnya dan melihat link video. Alex meng-klik link itu yang terhubung langsung dengan video pertengkaran Mia dengan seorang wanita.
Tangan Alex menggeram marah melihat Mia dituduh sebagai pelakor. Ia membawa foto dan FD itu keluar ruang kerjanya dan bicara dengan Romi.
Alex : "Romi, jelaskan foto ini."
Romi : "Itu tadi waktu aku jemput Mia, seseorang menabraknya dan Mia hampir jatuh. Aku cuma menahannya biar gak jatuh."
Alex : "Apa maksud pengirimnya ya? Di FD ini ada link video pertengkaran Mia. Siapapun yang melakukan ini, tujuannya jelas sekali, mau menghancurkan rumah tanggaku."
Romi mengambil ponselnya dan memperlihatkan beberapa foto wanita yang mengikuti Mia tadi.
Romi : "Kau ingat siapa dia?"
Alex : "Angela?! Tapi, apa hubungannya dengan ini?"
Romi : "Aku yakin dia yang merencanakan video itu dan juga fotonya. Aku melihat mobilnya di dekat salon tempat Mia tadi. Ia lupa mematikan blitz kameranya."
Alex : "Angela... Dia pernah datang kesini kan? Waktu itu kita ada projek kerja sama dengan papanya. Tapi kami hanya ketemu saat itu dan waktu makan malam sama papanya."
Romi : "Gimana kalau kita jebak dia?"
Alex : "Caranya?"
Romi : "Tunggu dia muncul lagi, aku akan siap dengan rencanaku."
Alex : "Ok, ceritakan lagi detail kejadian tadi."
Romi : "Apa kau sedang cemburu? Padaku?"
Alex : "Hei, istriku itu wanita tercantik dan terseksi di dunia. Aku harus tahu detail apa yang terjadi sampai kau harus menyentuhnya tadi."
Romi melempar Alex dengan remasan kertas yang banyak berserakan di atas meja kerjanya. Tapi ia tetap menceritakan detail semua kejadian dari ia sampai di kantor dan akhirnya membawa Mia ke kantor Alex.
Alex masuk lagi ke ruang kerjanya dan mendapati Mia tertidur pulas di sofa. Ia mendekati Mia, mencium bibir Mia sampai ia terbangun.
Mia : "Maass... Aku ngantuk."
Alex : "Bentar aja, sayang. Aku perlu mendengar ceritamu tentang kejadian di salon tadi."
Mata Mia terbuka sempurna, ia bahkan belum cerita pada siapapun tentang wanita gila yang menuduhnya pelakor.
Mia : "Darimana mas tahu?"
Alex memperlihatkan semua foto dan link video pada Mia. Ia akhirnya menceritakan detail tentang kejadian yang ia alami tadi.
Mia : "Siapa wanita itu, mas?"
Alex : "Wanita di dalam mobil putih itu namanya Angela. Aku pernah kerjasama dengan papanya tahun lalu. Aku gak tahu apa alasannya melakukan ini, tapi aku tidak akan tinggal diam."
__ADS_1
Mia : "Aku jadi curiga apa mas punya fans club wanita gila, sejak kita nikah, ada saja yang menggangguku."
Alex : "Sayang, kau menikahi duda limited edition dengan high quality. Sebelum bertemu denganmu, banyak wanita yang mengejarku."
Mia : "Astaga nak, papamu mulai lagi..."
Alex : "Anak kita belum bisa mendengarmu, dia masih sebesar biji kacang hijau sekarang."
Mia : "Biar saja, udah ya mas. Aku ngantuk..."
Mia kembali molor, apalagi Alex terus mengusap rambutnya sampai ia benar-benar tertidur.
------
Beberapa hari kemudian, Alex terlihat bersiap-siap pergi entah kemana. Romi yang masuk ke ruangannya untuk minta ttd, memandangnya heran.
Romi : "Mau kemana kamu? Rapi banget."
Alex : "Ke rumah Pak Hary. Hari ini Jelita akan menikah."
Deg! Dokumen yang dibawa Romi meluncur jatuh dari tangannya. Ia menatap Alex lalu menatap dokumen yang berserakan.
Alex : "Apa kau tidak terima undangan pernikahannya?"
Romi : "Tidak."
Ada nada gemetar dalam jawaban singkat Romi. Ia berjongkok mengambil semua dokumen yang jatuh itu.
Alex : "Aku pergi dulu. Pak Hary minta aku jadi saksi nikahnya Jelita. Sorean aku balik ya."
Perasaannya sama seperti dokumen yang terjatuh di sekitarnya, berantakan. Ia mengusap kasar wajahnya agar tidak jadi menangis.
Romi berdiri dengan cepat, ia keluar dari ruang kerja Alex, meminta Wanda membereskan ruang kerja Alex dan pergi keluar setelah menyambar kunci mobil dan ponselnya.
Romi menekan dial untuk nomor Jelita, suara operator terdengar nyaring ditelinganya mengatakan pulsanya tidak cukup. Romi mengantongi ponselnya, ia berlari mendekati mobilnya yang terparkir di basement.
Dengan cepat Romi mengemudikan mobilnya menuju rumah Pak Hary, ia harus kesana atau ia akan menyesal selamanya.
Selang dua puluh menit, Romi hampir sampai di rumah Pak Hary ketika sebuah motor melaju kencang memotong jalan mobilnya. Romi yang terkejut, langsung banting stir ke kiri dan brak!
Mobil Romi menabrak trotoar dengan keras. Tidak ada kerusakan berarti pada mobilnya, tapi ban depannya tersangkut di trotoar dan ada asap keluar dari kap mobilnya.
Keadaan Romi didalam sana tidak terlalu baik, ia tidak memakai sabuk pengaman dengan benar. Kepalanya membentur setir mobil dengan keras sampai mengeluarkan darah.
Romi mengusap darah yang mengalir dari pelipisnya. Ia mengambil handuk kecil dari dashboard mobil dan menekan lukanya.
Beberapa orang yang melihat kejadian itu, segera membantu Romi keluar dari mobilnya. Ada orang yang menyodorkan air mineral dalam kemasan botol padanya.
Romi menegak air mineral itu dan mencuci tangannya yang berlumuran darah. Ia bangkit berdiri dan mengatakan dirinya baik-baik saja. Romi meminta seorang pengendara motor untuk mengantarnya ke rumah Pak Hary.
Ia sampai di depan rumah Pak Hary yang sudah ramai dengan deretan mobil mewah. Security tampak berjaga di depan rumah. Romi mencoba menyelinap masuk ke dalam rumah Pak Hary.
Ia bersembunyi diantara dekorasi yang menghiasi pintu gerbang dan pintu depan rumah Pak Hary. Suasana cukup hening di ruang tamu, tidak ada orang disana. Bahkan di ruang keluarga juga sepi.
__ADS_1
Samar-samar ia mendengar suara seseorang dari halaman belakang. Saat ia akan berjalan kesana, seseorang tampak berjalan menuruni tangga lantai dua. Romi tertegun melihat Jelita tampak cantik dengan balutan kebaya berwarna putih, riasan dan hair do.
Jelita tidak melihatnya berdiri di sudut ruangan. Romi berjalan cepat mendekati Jelita dan menarik tangannya. Romi menyudutkan Jelita yang sangat terkejut melihatnya datang.
Jelita : "Ro... Romi? Ngapain kamu kesini? Kepalamu kenapa?" Jelita terlihat khawatir melihat luka di kepala Romi.
Romi : "Katakan yang sebenarnya..."
Jelita : "Apa?"
Romi : "Malam itu, apa aku benar-benar melakukannya?"
Jelita : "Kau sudah bilang tidak mau tanggung jawab."
Romi : "Aku tidak... Tolong maafkan aku..."
Jelita : "Pergilah, kita tidak saling berhutang apa-apa."
Romi : "Tolong jangan kesana... Jangan menikah dengan orang lain."
Jelita : "Lalu aku harus menikah dengan siapa? Hanya dia yang mau bertanggung jawab."
Romi : "Aku akan menikahimu..."
Jelita : "Jangan bercanda..."
Jelita baru berjalan beberapa langkah dan Romi menarik tubuhnya. Romi mencium Jelita yang tidak bisa bergerak dalam dekapan Romi.
Mata Jelita mulai terpejam, ia menikmati ciuman Romi yang membuat tubuhnya bergetar. Setelah Romi melepaskannya, Jelita menundukkan wajahnya.
Romi : "Aku akan menikahimu. Tapi untuk sementara aku akan jadi pengangguran."
Jelita : "Kenapa?"
Romi : "Aku akan resign dari kantor Alex. Aku benar-benar tidak bisa mengkhianatinya tapi aku sangat mencintaimu. Aku bisa gila kalau kau menikah dengan orang lain."
Tiba-tiba Romi terdiam saat mendengar teriakan, Sah! Sah! dari halaman rumah itu. Ia menatap Jelita yang tersenyum menatapnya.
Romi : "Jangan bilang kalau itu ijab untukmu."
Jelita : "Memang bukan untukku. Hari ini pernikahan kakak sepupuku. Apa Pak Alex gak bilang?"
Romi menundukkan kepalanya, wajahnya terasa sangat panas karena sangat malu. Alex sudah mengerjainya dengan sangat baik tanpa celah.
Romi mulai merasakan sakit di kepalanya, perlahan tubuhnya meluncur turun dan jatuh terduduk. Jelita mencoba menahan tubuh Romi dan berteriak memanggil papanya.
------
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.
Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya...
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
--------