Duren Manis

Duren Manis
Kesepakatan


__ADS_3

Katty : "Boleh aku tetap disini?"


Jodi : "Aku sudah mau mengantarmu pulang, seharusnya kau ikut saja."


Katty : "Aku gak mau pulang malam ini."


Jodi : "Apa kau mau melanjutkan yang tadi? Aku tidak keberatan menemanimu."


Katty : "Bukan itu. Dirumah tidak ada siapa-siapa. Biarkan aku disini. Kau juga tidak rugi apa-apa. Aku akan bayar sewa kamarnya."


Jodi : "Jangan mengejekku. Duduklah."


Katty duduk di pinggir ranjang. Ia menarik selimut menutupi paha dan rok mininya. Jodi melihat hal itu dan menghubungi asistennya.


Jodi : "Bawakan pakaian wanita kesini. Ukuran standar, ach tidak. Dadanya agak besar sedikit. Kamar 405. Uang yang tadi juga sekalian. Dan bawakan bajuku juga."


Katty mengambil bantal menutupi dadanya.


Jodi : "Untuk apa ditutupi? Aku sudah lihat semuanya."


Katty : "Iya, aku tahu. Aku cuma gak nyaman."


Jodi : "Kalau kamu mau disini, aku juga akan disini."


Katty : "Kamu gak akan macam-macam kan?"


Jodi : "Aku hampir membayarmu, kenapa aku gak boleh macam-macam."


Katty : "Aku..."


Jodi : "Aku bercanda. Kau belum menjawab semua pertanyaanku. Tapi kalau kau bohong, jangan salahkan aku kalau macam-macam denganmu."


Katty : "Bagaimana kau akan tahu kalau aku bohong? Kita baru ketemu."


Jodi : "Aku yang putuskan kau bohong atau tidak."


Katty : "Itu sama saja kau mau macam-macam."


Jodi : "Astaga! Kau ini pengacara atau semacamnya? Bicaramu banyak sekali."


Katty : "Aku terbiasa berdebat."


Jodi : "Sebenarnya apa pekerjaanmu?"


Katty : "Aku penjual."


Jodi : "Kau menjual apa?"


Katty : "Apa saja. Kecuali tubuhku dan narkoba tentu saja."


Jodi : "Oh, kukira..."


Katty : "Dengar, aku bukan perempuan simpanan, bukan perempuan bayaran, bukan ******* atau semacamnya. Aku hanya penjual, ok."


Jodi : "Apa kau menjual rumah?"


Katty : "Ya."


Jodi : "Jual mobil?"


Katty : "Ya. Apapun yang bisa mendatangkan komisi. Aku hidup dari sana."


Jodi : "Dan hubunganmu dengan Pak Brian??"


Katty : "Aku menjual produk perusahaannya. Menjual semua produk dan jasa yang ia jual di perusahaannya."


Jodi : "Menarik. Kalau aku punya sesuatu untuk dijual, apa kau bisa membantuku?"


Katty : "Tentu saja. Asalkan komisinya bagus."


Tok, tok, tok! Jodi menoleh ke arah pintu kamar. Ia melihat jam dan beranjak membuka pintu.

__ADS_1


Seorang pria masuk ke dalam kamar dan meletakkan dua paper bag dan satu tas hitam diatas meja.


Jodi dan pria itu bicara sedikit berbisik dan pria itu segera keluar dari kamar.


Jodi mendekati paper bag, melihat isinya dan memberikannya pada Katty.


Jodi : "Itu bisa kau pakai besok. Setidaknya pahamu tidak akan terlihat sejelas tadi."


Wajah Katty memerah mendengar kata-kata Jodi. Bagaimanapun juga Jodi satu-satunya laki-laki yang sudah melihat seluruh tubuhnya.


Jodi : "Bisa malu juga. Kata-katamua sebelumnya terdengar sangat tidak tahu malu."


Katty : "Aku cuma..."


Jodi : "Diamlah. Kau mau uangmu atau tidak?"


Katty : "Kita tidak jadi bertransaksi, buat apa kau membayarku."


Jodi : "Kita bukan tidak jadi, tapi menundanya. Aku akan bayar DP-nya dan katakan kapan kau siap melakukannya."


Katty : "Apa kamu gak ngerti? Aku bukan menjual tubuhku."


Jodi : "Kita sudah melakukan kesepakatan dan itu tidak bisa dibantah lagi. Atau foto bugilmu akan tersebar di internet besok."


Jodi memperlihatkan foto-foto Katty diponselnya. Katty hampir berlari merebut ponsel Jodi.


Jodi : "Aku sudah mengirimnya ke e-mailku. Nich kalau kau mau hapus."


Katty : "Kau memang brengsek!!"


Jodi membuka tas hitam yang berisi uang tunai seratus lima puluh juta itu. Ia mengambil dua bendel uang senilai dua puluh juta dan melemparkannya keatas ranjang.


Katty : "Aku gak mau terima uang ini!"


Jodi : "Aku sudah memberimu DP, terserah kau terima atau tidak. Bukan aku yang rugi."


Katty : "Aaarrgggg!!! Orang stress!! Aku mau pergi!"


Jodi : "Apa kau pernah dicium?"


Katty : "Tentu saja pernah. Lepaskan aku."


Jodi : "Oh, ya."


Jodi menarik tengkuk Katty dan hampir menciumnya. Ia terkekeh geli melihat ekspresi ketakutan Katty.


Jodi : "Buka matamu atau kupaksa."


Katty membuka matanya,Β ia menatap mata Jodi yang sangat dekat dengannya.


Jodi : "Kalau kau merasa nyaman, aku tidak keberatan."


Katty segera bangun dari pangkuan Jodi.


Katty : "Aku akan bekerja untukmu. Katakan apa yang kau jual. Tapi aku gak mau melakukan itu denganmu."


Jodi : "Kenapa gak mau? Aku tampan, kaya, dan menawan. Kau sudah lihat tubuhku kan."


Katty : "Kenapa kau narsis sekali?!"


Katty memdengus kesal, ia kembali duduk diatas ranjang. Mengambil uang yang tergeletak disana.


Katty menghitung dengan uang ditangannya cukup untuk melunasi cicilan rumahnya selama 3 bulan. Tentu saja ia harus menambahkannya sedikit.


Selama tiga bulan ia bisa bekerja sedikit santai dan menabung. Tapi kalau harus menyerahkan kehormatannya pada Jodi, rasanya dirinya terlalu murahan.


Sibuk berpikir membuat Katty tidak sadar kalau perutnya berbunyi.


Jodi : "Hahaha, kau lapar?"


Katty : "Apa? Aku... kedengeran ya? Tadi aku hanya makan sedikit."

__ADS_1


Jodi : "Kau mau makan apa?"


Katty : "Nasi goreng dan es jeruk ya."


Jodi : "Mohon ditunggu."


Katty terkikik geli mendengar kata-kata Jodi yang mirip ojol. Jodi menelpon kebawah dan memesan makanan untuk mereka. Ia membuka lemari kamar dan meletakkan tas hitam dan paper bag ke dalam lemari itu.


Katty : "Jodi, aku kerja sama kamu ya. Aku bisa bantu marketing perusahaanmu."


Jodi : "Aku gak butuh, perusahaanku sudah punya tim marketing yang ok."


Katty : "Ayolah..."


Jodi : "Buat apa kamu susah kerja, jadi simpananku. Hidupmu akan terjamin."


Katty : "Aku bukan simpanan."


Katty melempar uang ditangannya pada Jodi. Ia kesal sekali sampai hampir menangis lagi.


Katty : "Sebarkan saja fotoku. Aku sudah biasa mendengar hinaan orang tentang pekerjaanku. Aku mau pergi."


Jodi menahan tangan Katty dan langsung memeluknya. Tangisan Katty pecah saat itu. Ia memeluk Jodi erat-erat meluapkan kesedihannya.


Jodi : "Maaf, ok. Aku hanya ingin kamu lebih waspada pada orang di sekitarmu. Mabuk-mabukan seperti itu tanpa dijaga orang yang bisa dipercaya."


Katty : "Aku kira ada Pak Brian. Dia selalu menjagaku. Tapi ternyata dia pergi meninggalkan aku sama kamu."


Jodi : "Mungkin dia percaya sama aku."


Katty : "Dia percaya pada orang yang salah."


Jodi : "Aku bukan orang yang salah. Situasi yang mendukungku untuk melakukannya. Kau ngerti sekarang?"


Katty : "Iya, aku gak akan ceroboh lagi."


Jodi : "Bagus. Ayo, makan. Eh, tapi makanannya belum datang."


Katty : "Jodi, makasih."


Jodi : "Sama-sama. Kita teman?"


Katty : "Ya, teman. Akan kupanggil kamu kalau aku mabuk lagi."


Jodi : "Hei, aku bukan bodyguardmu. Lain kali akan kuhukum kamu kalau nekat lagi."


Katty : "Kau tidak akan melakukannya kan, teman?"


Tok, tok, tok! Pesanan mereka akhirnya datang juga. Katty menghabiskan nasi gorengnya dengan cepat. Jelas sekali dia kelaparan.


Jodi : "Kau mau punyaku juga?"


Katty : "Nggak. Aku sudah kenyang."


Jodi : "Mandi dulu sana, baru tidur. Aku rasa ada bathrobe di kamar mandi."


Katty : "Ok."


Jodi menikmati makanannya sambil sesekali membalas chat dari Arnold. Bro-nya itu belum tidur sampai tengah malam hanya untuk memastikan dirinya baik-baik saja.


🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain β€˜Menantu untuk Ibu’, β€˜Perempuan IDOL’, β€˜Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya..


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


🌲🌲🌲🌲🌲

__ADS_1


__ADS_2