Duren Manis

Duren Manis
Terlalu malu


__ADS_3

dr. Merry kembali


lebih dulu dari Riri dan Mia. Ia duduk dengan baik, sebelum mulai bicara.


dr. Merry : “Saya


sudah melakukan pemeriksaan dengan teliti dan sangat yakin kalau nona Riri


masih perawan.”


Kakek : “Ooww...


Jadi, kalian tetap menikah kan?”


Elo menatap wajah


kakek yang tampak kecewa sekali, Alex berdehem melihat ekspresi kakek. Mia


kembali ke ruang tamu tanpa Riri.


Alex : “Mana Riri?”


Mia : “Dia malu


sekali dan merasa sedikit tidak nyaman. Aku suruh istirahat dulu, mas.”


Kakek : “Tapi Riri


masih tetap mau menikah kan?”


Mia : “Iya, pak


Michael. Sudah saya tanyakan tadi.”


Kakek : “Bagus


sekali. Kim, kita bisa kembali sekarang. Pak Alex dan Ibu Mia, kami permisi


dulu. Kami akan datang lagi untuk membawa seserahan dalam waktu dekat.”


Alex : “Baik, pak


Michael. Terima kasih sudah berkunjung ke rumah kami dan juga terima kasih


sudah membawa anak-anak liburan.”


Kakek : “Hahaha...


mereka bisa datang kapan saja. Kalian juga harus ikut, kita bisa mengobrol


lebih banyak lagi. Angelo, ayo.”


Elo : “Saya bisa


ketemu Riri, sebentar saja? Kakek duluan saja pulangnya.”


Rio dan Kaori yang


mendengar kakek akan pergi, segera ke depan untuk mengantar mereka.


Rio : “Kak Elo,


biar saya yang antar pulang, kakek.”


Kakek : “Bagus


sekali.”


Mia : “Pak Kim, Riri


menyampaikan ucapan terima kasih, sebenarnya dia ingin menyampaikan langsung


tapi kondisinya seperti ini. Kata Riri terima kasih sudah menolongnya saat


diculik.”


Pak Kim : “Sudah


tugas saya menjaga nona muda Riri, Ibu Mia.”


Mereka berjalan


keluar bersama-sama dan kakek pergi bersama Pak Kim dan limosin juga.


*****


Riri berada di


dalam kamarnya, ia merasa sangat tidak nyaman setelah dr. Merry memeriksanya.


Tapi ia sangat lega setelah mendengar hasilnya, dirinya masih utuh terjaga. Tok,


tok, tok. Riri menoleh menatap pintu kamarnya.


Riri : “Iya,


masuk.”


Riri kembali


menatap buku yang sejak tadi dibacanya. Ia duduk di atas ranjangnya, memakai


piyama tidur yang ketat dan masuk ke dalam selimutnya yang nyaman. Rambut


ikalnya yang panjang, tergerai bebas menutupi sebagian wajahnya.


Riri : “Mah, kakek


sudah pulang?”


Elo : “Sudah, Ri.”


Riri menoleh dengan


cepat, ia tidak menyangka kalau Elo yang sudah masuk ke kamarnya.


Riri : “Kak Elo...”


Riri spontan


menarik selimutnya menutupi pundaknya yang terlihat. Ia memalingkan wajah dan


menunduk malu.


Riri : “Kakak


ngapain disini?”


Elo : “Jadi...


tidak ada yang terjadi.”


Riri : “Iya, kak.


Apa kakak kecewa?”


Tidak mendengar


jawaban Elo, membuat Riri menoleh padanya. Mata Riri terbelalak melihat senyum


lebar Elo yang menambah kadar kegantengannya. Ia ikut tersenyum malu dan


kembali menunduk.


Elo : “Jangan


selalu menunduk di depanku. Aku tidak bisa melihat senyumanmu.”


Elo menyibak rambut


Riri dan mencium pundak Riri. Tangan Elo menarik dagu Riri agar mendekat dan


sebuah kecupan mendarat di pipi Riri.


Elo : “Kamu cantik


sekali, Ri.”


Riri : “Kakak juga


ganteng...”


Elo : “Jangan


panggil aku kakak lagi ya. Panggil mas.”


Riri : “Iya, mas.”


Elo : “Boleh


peluk?”


Riri : “Nanti ada

__ADS_1


yang masuk, mas.”


Elo : “Sebentar


aja, 5 menit.”


Riri hanya


mengangguk malu, Elo bergerak mendekati Riri dan memeluknya dari belakang.


Elo : “Besok kamu


kuliah ya?”


Riri : “Iya, mas.


Ntar malem balik ke asrama.”


Elo : “Ntar jalan


yuk.”


Riri : “Mau kemana,


mas?”


Elo : “Kita


dinner.”


Riri : “Iya, mas.”


Elo : “Kamu lagi


baca apa?”


Riri : “Buku yang


mas kasi waktu itu.”


Elo melepas


pelukannya dan duduk dibelakang Riri, ia menyandarkan tubuh Riri ke tubuhnya


dan mereka melanjutkan membaca buku bersama-sama.


*****


Mia mengintip ke


dalam kamar Riri, ia tersenyum melihat Elo dan Riri membaca buku bersama.


Ketika Mia ingin menutup pintu, Alex muncul di belakangnya.


Alex : “Mereka lagi


apa?” Alex bisik-bisik.


Mia : “Sstt... lagi


baca buku. Kita ke bawah aja.”


Alex : “Gak pa-pa


tuch dibiarin berduaan. Ntar setan lewat...”


Mia : “Mas tuch


setannya. Elo gak kayak mas ya. Pikirannya mesum melulu.”


Alex : “Uda berani


ya sama mas. Ayo, ikut.”


Alex menarik Mia


masuk ke kamar Rio dan menciumnya disana.


Mia : “Mas, ntar


Rio masuk!”


Alex : “Dia lagi


sibuk sama Kaori.”


Mia : “Tangan mas


tuch jangan pencet-pencet. Basah bajuku, mas.”


ribut, ntar Riri denger.”


Alex mencium Mia lagi


agar tidak berisik. Aktifitas mereka semakin panas sampai pintu kamar Rio


tiba-tiba terbuka,


Kaori : “Aaa...!


Maaf!”


Brak! Pintu kamar


Rio tertutup lagi.


Rio : “Ada apa?”


Kaori : “Mama sama


papamu didalam...”


Kaori berjalan


cepat menuruni tangga dengan wajah merah, Rio mengejarnya. Mereka berdua tadi


naik keatas karena Kaori ingin mengganti bajunya dengan baju yang mereka beli


di negara S.


Rio : “Mama papaku


ngapain di kamarku.”


Kaori : “Aku gak


tau... Ya, ampun malu banget!”


Rio : “Coba cerita


pelan-pelan...”


Kaori : “Kepo


banget sich kamu! Aku malu tau.”


Rio : “Ya, aku kan


perlu tau orang tuaku ngapain di kamarku.”


Kaori jadi gemes


dengan Rio, ia menarik lengan Rio dan berbisik padanya,


Kaori : “Mamamu


lagi nyusuin papamu.”


Rio : “Oooww...


Enak tuch.”


Kaori : “Enak,


enak... Lemper kali enak.”


Rio : “Aku juga mau


coba...”


Rio melirik dada


Kaori yang langsung memukulinya,


Kaori : “Awas aja


kalau kamu berani.”


Rio : “Addooww!!


Jangan pukul... Aku cuma bercanda.”


Saat Kaori sedang

__ADS_1


memukuli Rio, Alex dan Mia sudah turun dari lantai 2. Kaori langsung berhenti


memukul dan menunduk di samping Rio.


Rio : “Uda selesai,


pah?”


Alex : “Apanya?”


Rio : “Ngabisin


jatahnya si kembar...”


Rio nyengir lebar


menggoda papa dan mamanya. Apalagi melihat wajah merah Mia sejak turun tangga. Mia


ngibrit ke dapur, sementara Alex duduk di meja makan, menunggu Mia membuatkan


kopi untuknya.


*****


Sore harinya, Rio sedang


memasukkan barang-barang belanjaan Katty ke dalam mobilnya. Kaori juga ikut


membantunya. Rara dan Arnold sedang duduk di meja makan menikmati pisang


goreng. Elo dan Riri baru turun dari lantai 2, Mia senyum-senyum kearah mereka


berdua.


Mia : “Kalian gak


makan siang dulu?”


Riri : “Mas lapar


gak?”


Elo : “Lapar dikit.


Kita makan di apartmentku ya, mau?”


Riri : “Kakak masak


lagi?”


Elo : “Iya.”


Mia : “Ntar keburu


sakit perutnya loh, terlambat makan. Nyemil mau? Mama buat pisang goreng tuch


di meja.”


Keduanya memilih


menikmati makan pisang goreng sambil minum teh dulu. Sementara Rio dan Kaori


sudah selesai memasukkan semua yang mereka akan bawa.


Rio : “Ri, ada yang


ketinggalan, gak?”


Kaori : “Gak ada.


Yang didalem tinggal oleh-oleh untuk disini.”


Rio : “Loh, belum


kamu kasi toh?”


Kaori : “Kapan aku


sempat, coba.”


Rio : “Oh iya.


Bagiin sekarang aja.”


Kaori duduk di


ruang keluarga dan mengeluarkan beberapa benda dari dalam paper bag yang masih


tergeletak disana. Rio terkejut melihat hoddie dan kaos yang ia inginkan ada di


dalam paper bag itu.


Rio : “Buat aku?”


Kaori : “Iya. Yang


ini buat Riri dan parfum ini buat kak Mia sama om Alex. Oh, aku juga beliin


lingeri untuk kak Rara dan kaos yang ini untuk kak Arnold. Eh, kok aku gak beli


buat kak Elo ya?”


Elo : “Gak usah,


Ri. Buat kalian aja.”


Rio : “Gak usah


dibeliin, bisa beli sendiri. Hehe...”


Mia menyemprotkan parfum


ke bagian dalam tangannya dan menempelkannya ke leher.


Mia : “Harum


banget. Pinter kamu milihnya, Ri.”


Alex : “Iya, harum


banget. Ntar malem pake ya.”


Alex bisik-bisik


lagi ke telinga Mia, membuat istrinya tersenyum malu.


Rara : “Ini


lingerie muat gak ya?” Rara mengangkat tinggi lingerie itu dan


membolak-baliknya.


Arnold : “Ra,


jangan tinggi-tinggi ngangkatnya, aku salfok nich.”


Rara : “Tukar, mas.


Mas pake lingerie ini, aku pake kaos mas.”


Arnold : “Idih,


mulai deh iseng.”


Kaori : “Muat, kok


kak. Itu talinya bisa dilepas.” Arnold menarik tali yang dimaksud Kaori dan senyumnya


merekah.


Arnold : “Pake ntar


malem, ya.” Arnold berbisik pada Rara yang langsung merona.


Begitulah kesibukan


2 pasangan suami istri dan 2 pasangan kekasih di ruang keluarga Alex sore itu.


🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca


novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk


Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya


para reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak


ya..

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


🌲🌲🌲🌲🌲


__ADS_2