
Extra part 65 Riri & Ello
“Mungkin yang lo liat cuma gue pelukan sama Riri.
Gue terpaksa ngerobek baju dia untuk ngiket tangan sama kaki Riri. Dia
menggila, mulai ngraba-raba. Gue juga hampir dicium. Nggak dikasi megang,
langsung menggigit sama mencakar. Yang lebih parah, dia hampir benturin
kepalanya ke dinding gua. Apa yang dokter Nato bilang? Riri dikasi obat
perangsang yang sangat kuat. Dokter gila itu malah nanya kenapa gue nggak mau
bantu Riri,” jelas Dion jujur.
“Kenapa lo nggak bantu Riri?” tanya Ello yang
menahan tubuh Riri dengan kedua tangan dan kakinya.
“Gue bantu. Bantu ngiket tangan sama kakinya.
Pengennya gue bikin pingsan sekalian. Belum gue pukul, udah tidur duluan,” kata
Dion tanpa ragu mengatakan semua itu pada Ello.
Ello mengumpat pada Dion yang langsung ketawa
ngakak. Bisa-bisanya Dion tega mau memukul Riri sampai pingsan. Dion beralasan,
lebih baik seperti itu daripada Riri menyakiti dirinya sendiri.
“Serius nich. Lo pasti tahu alasan gue nggak mau
bantu Riri. Lagian lo kan udah dateng. Gue percaya lo bakalan cepet dateng,”
kata Dion.
“Gimana kalo gue nggak cepet dateng? Riri bisa
lumpuh, tau nggak lo?” tanya Ello.
“Kalo lo nggak dateng, gue mau ceburin Riri ke laut
lagi lah. Gue bawa berenang ke kapal.” Dion mulai mengatakan hal yang nggak
masuk akal.
Keduanya terdiam, larut dalam pikiran
masing-masing. Setelah bertahun-tahun hidup bersama-sama sejak mereka bertemu,
Ello tidak pernah meragukan Dion sedikitpun. Dion juga tidak pernah berbohong
tentang apa yang terjadi pada Ello. Keduanya memang bukan saudara kandung, tapi
sudah saling mempercayai seperti saudara kandung sendiri.
“Lo udah tahu siapa yang melakukan ini semua?”
tanya Ello.
“Ya. Mungkin dia sudah kembali. Firasat gue bilang
kalo ini belum berakhir. Aneh aja gitu. Gue gampang banget naik ke kapal
mereka, trus sembunyi di gua tapi mereka nggak nyari. Kayak ada sesuatu yang
nggak bener,” kata Dion mulai curiga.
Ello tidak menjawab, Dion malah mendengar
suara-suara khas yang biasa ia buat bersama Lili. Tepok jidat, Dion beranjak
dari duduknya lalu pindah ke meja bar. Ia perlu minum sesuatu untuk menjaga
kewarasannya. Bunyi ponselnya membuat Dion merogoh saku celananya, ada pesan
dari Kapten Bonbon.
“Dion, mereka sudah tertangkap. Tapi dokter itu
tidak mau mengatakan apapun. Dan sepertinya lo harus lihat postingan terbaru,”
ketik Kapten Bonbon.
Kening Dion berkerut, ada beberapa foto yang
dikirim Kapten Bonbon ke ponselnya. Itu foto dirinya saat berpelukan dengan
Riri di dalam gua. Tulisan yang tertera di atas foto itu membuat Dion sangat
geram.
“Istri tuan muda Angelo bermain api dengan pengawal
pribadinya.” #istrigatel #tuanmudaAngelo #nyonyamudaRiri #pengawalhot
selingkuh dan banyak hashtag lain yang lebih menyakitkan.
Dion segera membrowsing berita hot itu yang baru
saja rilis tapi sudah menjadi trending topik. Ada juga beberapa foto lain saat
Dion menggendong Riri masuk ke dalam gua. Dan bisa-bisanya pose yang terlihat
sangat intim.
Ponsel Ello dan Riri langsung berisik diatas meja
disamping tempat tidur. Dion hanya menerima dan membalas pesan dari kakek
Michael dan Nyonya Ratna. Dion melakukan panggilan v-call dengan mereka berdua
sekaligus. Pria itu menjelaskan apa yang terjadi saat Riri dan Ello sedang
liburan. Ia juga memperlihatkan apa yang sedang terjadi di kamar mandi melalui
ponselnya.
__ADS_1
“Mereka sudah melakukan itu sejak tiga jam yang
lalu, tuan besar, nyonya Ratna. Pelakunya sudah tertangkap, tapi beritanya
sudah terlanjur tersebar,” kata Dion dengan tenangnya.
“Kenapa kamu bisa ada di kamar mereka, Dion? Oh,
astaga. Mereka di dalam bathup selama tiga jam? Nggak pegel ya?” sahut Nyonya
Ratna yang malu sendiri melihat apa yang terjadi di dalam kamar mandi.
“Dion! Sudah cukup. Ini gimana penyelesaiannya?” tanya
kakek Michael yang ikutan malu.
“Seperti biasa, pah. Beritanya ditarik saja dan
suruh orang-orang fokus pada peluncuran produk terbaru kita,” kata Nyonya Ratna
selalu memberikan solusi yang tepat.
“Kamu yang urus, Ratna. Aku sibuk membantu cicitku
belajar,” kata kakek Michael yang memang sedang menjaga Donatello dan
Michaelangelo bersama Lili.
Dion bisa melihat Lili sedang duduk di belakang
kakek Michael. Mereka memang sedang sibuk membantu anak-anak belajar untuk
menghadapi ujian. Nyatanya kakek Michael tidak sesibuk itu, ia hanya duduk di
pojokan sambil terkantuk-kantuk dan berakhir ngorok. Pak Kim akan sibuk
mengambil bantal dan berjaga di samping kakek Michael.
Nyonya Ratna segera melakukan pembersihan untuk
berita miring tentang Riri dan Dion. Cukup sulit karena opini netijen yang
sudah terlanjur termakan skandal. Malah membuat berita baru yang lebih parah.
Setiap postingan tentang Riri dan Dion dihapus, ada yang mempostingnya lagi
secara beruntun.
Dion menggaruk kepalanya yang pusing. Ia
memperhatikan detail fotonya di dalam gua bersama Riri. Terlihat kalau saat
mereka berpelukan, Dion tidak memakai celana sama sekali. Sedangkan pria itu
hanya membuka sedikit baju selamnya untuk menghangatkan Riri. Ini harus Ello
sendiri yang memberikan klarifikasi karena dia yang melihat mereka berdua
pertama kali. Tapi bagaimana caranya, sedangkan Ello masih sibuk memuaskan
Riri.
Riri keluar dari kamar mandi.
Dion tidak menjawab, tidak juga menoleh sampai Ello
membaringkan Riri yang sudah tertidur lagi diatas tempat tidur. Ello mendekati
Dion yang sibuk memperhatikan foto-foto yang beredar di dunia maya. Pria itu
cukup shock melihat berita tidak benar itu terposting di salah satu sosmed.
“Apa-apaan ini?” tanya Ello sambil merebut
ponselnya dari tangan Dion.
“Ini yang gue takutkan. Nyonya Ratna sudah
memerintahkan untuk menghapus postingan ini, tapi setiap dihapus, malah semakin
banyak. Lo harus klarifikasi, gue masih pake baju selam waktu lo masuk ke gua,
kan?” tanya Dion memancing ingatan Ello.
“Ya, lo masih pake baju. Riri cuma pake bra sama
celana dalem doang. Ini kenapa fotonya jadi nggak pake baju gini?” tanya Ello
mulai marah.
“Ini kerjaan fans berat lo. Lo bisa tebak orangnya
kan?” tanya Dion.
Ello sangat marah, ia hampir melempar ponselnya
tapi tidak jadi. Ia memiliki rencana yang lebih baik untuk menghalau berita
palsu itu.
“Gue harus posting liburan ini sekarang. Suruh koki
ambilin makanan sama kelapa muda ya,” pinta Ello.
Dion beranjak dari meja bar lalu menelpon ke dapur
untuk memerintahkan koki menyiapkan pesanan Ello. Satu tray penuh makanan super
mewah dan juga minuman yang menyegarkan segera meluncur ke kamar Ello. Dion
membantu Ello mengatur pose yang pas untuk kedua pasangan suami istri itu. Ello
mengambil foto selfienya dengan latar belakang Riri yang masih tertidur diatas
tempat tidur. Sedangkan ia membawa satu slice pizza daging yang lezat.
Puas dengan hasilnya, Ello memposting foto itu di
akun sosmed-nya. Dengan caption, “Yank, makanannya udah dateng nich. Bangun
__ADS_1
dong.” Tidak lupa tag nama Riri dan hashtag liburan atau honeymoon sich.
Tentu saja postingan Ello langsung banjir like dan
komen. Netijen mulai terpecah, bingung antara berita Riri dan Dion bermain gila
atau keromantisan Ello dan Riri diatas tempat tidur mereka. Apalagi postingan
berita palsu dengan postingan Ello sama-sama berada di pulau yang sama.
Netijen dibuat bingung karena reaksi Ello yang biasa-biasa
saja terhadap berita miring tentang Riri dan Dion. Postingan Ello seolah-olah menjelaskan
kalau kehidupan rumah tangga mereka sangat harmonis dan juga bahagia. Dion dan
Ello juga berpose di meja bar, menikmati koktail bersama.
Foto-foto yang di posting Ello membuat berita palsu
itu langsung di cap HOAX. Banyak yang berkomentar kalau wanita di foto palsu
itu bukan Riri dan yang pria juga bukan Dion. Rencana jahat untuk menghancurkan
reputasi Riri sebagai menantu kakek Michael akhirnya gagal total.
“Tuch kan. Harus lo yang bales, pasti berita itu
dibilang HOAX.” Dion memperlihatkan postingan palsu itu sudah di blokir sosmed.
Setiap berita yang muncul tentang kebohongan itu langsung diblokir dan pelaku
penyebarannya langsung kena suspend sosmed.
“Tapi lo harus selidiki pelakunya. Gue mau pelakunya
ditangkap,” kata Ello.
“Kenapa nggak lo jebak pelakunya. Kita bikin berita
HOAX lain. Ah, lo liat aja dech kerjaan gue,” kata Dion dengan senyum liciknya.
**
Di sebuah rumah Elena yang dibeli Pak Brian dari
Katty, seorang wanita tersenyum lebar melihat berita yang disebarkannya tentang
perselingkuhan Dion dan Riri mendapat reaksi yang cukup menyudutkan keduanya.
Elena bermain-main dengan gelas minumannya. Tubuh wanita itu masih sintal
seperti sebelumnya. Bahkan dadanya tampak lebih besar lagi.
“Riri, sebentar lagi riwayatmu akan tamat. Biar
saja Angelo tidak bisa jadi milikku. Tapi hidupmu tidak akan pernah tenang.
Kasian sekali. Panggilan nyonya muda Riri sebentar lagi akan berubah jadi
j***** Riri. Hahahaha...\,” tawa Elena membahana di penjuru kamarnya.
Pak Brian sangat menyukai Elena sampai-sampai
termakan rayuan wanita itu untuk kembali ke negara ini. Tidak sedikit pengorbanan
yang harus dilakukan Elena untuk bisa mendapatkan kepercayaan Pak Brian lagi.
Pria itu meminta Elena menikah dengannya, tentu saja dengan perjanjian pranikah
yang sangat merugikan Elena.
Kalau sampai ketahuan Elena bermain gila dengan
pria lain, Pak Brian bisa menuntut Elena atas semua uang yang sudah ia berikan
pada wanita itu. Elena akhirnya menyetujui semua persyaratan, asalkan ia tetap
bisa menikmati kemewahan dan kemudahan dalam hidupnya.
Balas dendam Elena pun belum tuntas, ia kembali
merencanakan sesuatu yang jahat untuk Riri dan Ello. Ia ingin merusak rumah
tangga mereka yang bahagia karena Elena sendiri tidak bahagia dengan
pernikahannya. Pasalnya Pak Brian bukan hanya mencintai dirinya, tapi juga
masih bermain gila dengan wanita lain di luar sana.
Elena iri melihat Ello hanya setia pada Riri, ia
sedikit menyesal kenapa dulu tidak bersabar untuk bersama Ello. Mamanya yang
mendesaknya untuk mencari uang yang banyak. Padahal kalau ia menikah dengan
Angelo, cepat atau lambat, harta keluarga akan jatuh ke tangannya juga.
Wanita jahat itu kembali fokus pada ponselnya, ia
melihat komentar pedas netijen yang menghujat Riri dan Dion. Tanpa ia sadari,
Elena ikut membalas komentar pedas di salah satu komentar yang dikirim Dion
lewat akun palsu. Wanita itu lupa kalau akunnya belum ia rubah.
“Biar makin panas sekalian. Hahahaha...!!” Elena merasa
sangat senang.
Notifikasi masuk ke ponsel Dion, pria itu tersenyum.
Jebakannya berhasil, Elena masuk perangkap yang dibuat Dion. Ia melanjutkan
rencananya dengan mengirim berita lagi kalau saat itu di rumah besar sedang
ramai oleh wartawan yang ingin mengklarifikasi kebenaran berita tentang Riri
dan Dion.
__ADS_1