
Di
dalam villa private, Mia meletakkan tasnya di sofa yang sudah disediakan. Ia
mengedarkan pandangan melihat seisi villa yang lengkap dengan tempat tidur
ukuran queen, minibar dan televisi.
Dari
tirai yang dibuka Alex, Mia bisa melihat kolam renang ukuran sedang memenuhi
sebagian besar halaman private villa itu.
Alex
duduk di atas ranjang, merenggangkan tubuhnya.
Alex
: "Kau mau berenang sekarang?"
Mia
: "Emm... boleh. Aku ganti dulu ya."
Alex
: "Pakai yang merah ya."
Mia
: "Mas, kita cuma mau berenang kan? Mas gak..."
Alex
: "Aku sudah memberimu pilihan kan, bercerita atau bercinta. Pilih saja
yang kamu mau."
Wajah
Mia memerah lagi, ia berjalan ke kamar mandi sambil membawa paper bag yang
berisi bikini. Alex juga mengganti pakaiannya dengan celana renang.
Beberapa
saat kemudian, Mia keluar dari kamar mandi. Ia berjalan dengan santai melewati
Alex yang terpesona melihat penampilannya.
Bikini
two piece warna merah itu menutup area sensitif Mia dengan sangat pas. Mia
meletakkan pakaiannya di sofa dan berbalik menatap Alex.
Mia
: "Bagaimana? Bagus?"
Alex
: "Sempurna. Sesuai dengan bayanganku."
Mereka
berjalan sambil bergandengan tangan ke kolam renang. Setelah pemanasan ringan,
Mia bersiap dan byur! Riak air membasahi pinggiran kolam.
Alex
menyusul Mia dan berenang mengejarnya, memegang pinggang Mia dan mencium
bibirnya di dalam air.
Mia
mendorong Alex pelan, berenang ke permukaan.
Mia
: "Mas, aku pilih cerita aja. Mas jangan nakal ya."
Alex
: "Ok sayang. Kamu mau tau tentang apa?"
Mia
: "Boleh aku tahu tentang mamanya anak-anak?"
Alex
__ADS_1
: "Kau mau tahu tentang Selvi? Aku mulai darimana ya."
Alex
memulai cerita sejak mereka pertama kali bertemu di sekolah. Selvi yang dingin
tidak terlalu terkenal di sekolah sehingga Alex tidak mengetahui keberadaan
Selvi di sekolah itu.
Sampai
takdir mempertemukan mereka dan Alex jatuh cinta.
Alex
: "Apa kau tahu, Mia. Saat seseorang jatuh cinta pada seseorang, orang itu
bisa mencium bau apa istilahnya feromon ya. Itu semacam hormon yang menarik
lawan jenis. Aku mencium bau itu dari Selvi, membuatku gila untuk
mendapatkannya."
Mia
mengangguk, mereka sedang duduk di pinggir kolam renang, menikmati segelas jus
jeruk dingin.
Alex
: "Aku mulai mengejarnya, menunjukkan bagimana aku sangat mencintainya.
Sampai teman-temanku berpikir kalau aku sudah gila. Cinta memang bisa membuat
orang jadi gila kan?"
Mia
: "Dan akhirnya mb Selvi mau menerimamu mas."
Alex
: "Itu diluar dugaan, setelah lulus kuliah baru Selvi mau menerimaku.
Hampir 7 tahun, kau tahu itu sangat lama untuk mengejar seorang gadis. Tapi aku
melakukannya karena buatku sekali jatuh cinta, aku harus bersamanya."
Mia
manis."
Alex
: "Selvi terlalu mencintai anak-anaknya. Setelah kelahiran Rara, dokter
berpesan agar Selvi tidak hamil lagi. Aku hampir kehilangan dia saat melahirkan
Rara. Aku bilang pada dokter untuk memasangkan KB pada Selvi ketika ia
melahirkan."
Alex
meminum jus-nya, suaranya mulai tercekat mengingat bagaimana kepergian Selvi.
Mia menggenggam tangannya,
Mia
: "Mas, tidak usah di teruskan."
Alex
: "Sedikit lagi, entah bagaimana akhirnya Selvi hamil lagi. Usia
kehamilannya masuk 4 bulan saat itu dan aku baru menyadarinya. Terlebih lagi
Selvi terlihat baik-baik saja. Kami kira semua akan berjalan lancar. Sampai
saat si kembar lahir, Selvi tertidur dan tidak pernah bangun lagi."
Mia
menatap Alex yang sudah menatapnya dengan air mata berlinang. Mia memeluk Alex
erat, membagi kesedihannya.
Mia
: "Maafkan aku, mas. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih."
Alex
__ADS_1
: "Aku tidak pernah menceritakan tentang kepergian Selvi kepada siapapun
sedetail ini, Mia. Aku harap kamu mengerti seberapa penting dirimu untukku
sekarang. Aku benar-benar mencintaimu, dirimu. Bukan karena siapapun, termasuk
anak-anak."
Mia
: "Aku tahu, mas. Kamu yang sabar ya."
Alex
: "Sayang, mau makan siang? Atau kita pindah ke dalam sekarang. Aku harus
mengeluarkan sesuatu."
Mia
: "Mass...!!!"
Alex
: "Aku gak maksud kurang ajar, tapi boleh nanya, sebelumnya kamu pernah
ML?"
Mia
: "Gak pernah. Gak berani juga."
Alex
: "Trus?"
Mia : “Mas… jangan…”
Bisik Mia lirih di telinga Alex, menegaskan kalau dia belum mau ML
sekarang. Alex hanya mengelus punggung Mia,
Alex : “Makasih, sayang. Bisa kan pernikahan kita diadakan akhir tahun
ini?”
Mia : “Mama maunya kita nikah habis aku lulus kuliah, mas.”
Alex : “Habis ujian skripsimu, kita mulai persiapannya ya.”
Mia : “Mas gak sabaran banget ya… Aku masih mau ngrasain kerja.”
Alex : “Kamu kerja saja, atur waktu untuk aku, anak-anak dan
pekerjaanmu nanti. Tapi kalau kamu hamil, gimana?”
Mia : “Aku belum mikir sampai sana. Apa Rara gak malu punya adik bayi
lagi di umur segini?”
Alex : “Iya, ya. Kita harus pikirkan juga perasaan mereka.”
Kriiukkk…! Mia tertawa mendengar suara perut Alex, tubuhnya terguncang
diatas tubuh Alex,
Mia : “Hahaha… mas lapar ya. Pesen makanan sana.”
Mia mengambil pakaiannya di sofa dan masuk ke kamar mandi.
Alex memesan makanan untuk mereka berdua. Hari itu mereka menghabiskan
waktu berdua, saling bercerita tentang diri masing-masing. Terbuka tanpa ada
yang ditutupi, diantara keduanya.
Sampai akhir hari berganti malam pertanda long weekend akan berakhir
besok, mereka kembali pulang dengan hati yang saling terkait satu sama lain.
Tanpa tahu besok saat kembali ke kantor, Mia akan menerima kejutan yang tidak
akan pernah ia duga sebelumnya.
-------
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini,
jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan
IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
__ADS_1
--------