Duren Manis

Duren Manis
Bercerita atau bercinta


__ADS_3

Di


dalam villa private, Mia meletakkan tasnya di sofa yang sudah disediakan. Ia


mengedarkan pandangan melihat seisi villa yang lengkap dengan tempat tidur


ukuran queen, minibar dan televisi.


Dari


tirai yang dibuka Alex, Mia bisa melihat kolam renang ukuran sedang memenuhi


sebagian besar halaman private villa itu.


Alex


duduk di atas ranjang, merenggangkan tubuhnya.


Alex


: "Kau mau berenang sekarang?"


Mia


: "Emm... boleh. Aku ganti dulu ya."


Alex


: "Pakai yang merah ya."


Mia


: "Mas, kita cuma mau berenang kan? Mas gak..."


Alex


: "Aku sudah memberimu pilihan kan, bercerita atau bercinta. Pilih saja


yang kamu mau."


Wajah


Mia memerah lagi, ia berjalan ke kamar mandi sambil membawa paper bag yang


berisi bikini. Alex juga mengganti pakaiannya dengan celana renang.


Beberapa


saat kemudian, Mia keluar dari kamar mandi. Ia berjalan dengan santai melewati


Alex yang terpesona melihat penampilannya.


Bikini


two piece warna merah itu menutup area sensitif Mia dengan sangat pas. Mia


meletakkan pakaiannya di sofa dan berbalik menatap Alex.


Mia


: "Bagaimana? Bagus?"


Alex


: "Sempurna. Sesuai dengan bayanganku."


Mereka


berjalan sambil bergandengan tangan ke kolam renang. Setelah pemanasan ringan,


Mia bersiap dan byur! Riak air membasahi pinggiran kolam.


Alex


menyusul Mia dan berenang mengejarnya, memegang pinggang Mia dan mencium


bibirnya di dalam air.


Mia


mendorong Alex pelan, berenang ke permukaan.


Mia


: "Mas, aku pilih cerita aja. Mas jangan nakal ya."


Alex


: "Ok sayang. Kamu mau tau tentang apa?"


Mia


: "Boleh aku tahu tentang mamanya anak-anak?"


Alex

__ADS_1


: "Kau mau tahu tentang Selvi? Aku mulai darimana ya."


Alex


memulai cerita sejak mereka pertama kali bertemu di sekolah. Selvi yang dingin


tidak terlalu terkenal di sekolah sehingga Alex tidak mengetahui keberadaan


Selvi di sekolah itu.


Sampai


takdir mempertemukan mereka dan Alex jatuh cinta.


Alex


: "Apa kau tahu, Mia. Saat seseorang jatuh cinta pada seseorang, orang itu


bisa mencium bau apa istilahnya feromon ya. Itu semacam hormon yang menarik


lawan jenis. Aku mencium bau itu dari Selvi, membuatku gila untuk


mendapatkannya."


Mia


mengangguk, mereka sedang duduk di pinggir kolam renang, menikmati segelas jus


jeruk dingin.


Alex


: "Aku mulai mengejarnya, menunjukkan bagimana aku sangat mencintainya.


Sampai teman-temanku berpikir kalau aku sudah gila. Cinta memang bisa membuat


orang jadi gila kan?"


Mia


: "Dan akhirnya mb Selvi mau menerimamu mas."


Alex


: "Itu diluar dugaan, setelah lulus kuliah baru Selvi mau menerimaku.


Hampir 7 tahun, kau tahu itu sangat lama untuk mengejar seorang gadis. Tapi aku


melakukannya karena buatku sekali jatuh cinta, aku harus bersamanya."


Mia


manis."


Alex


: "Selvi terlalu mencintai anak-anaknya. Setelah kelahiran Rara, dokter


berpesan agar Selvi tidak hamil lagi. Aku hampir kehilangan dia saat melahirkan


Rara. Aku bilang pada dokter untuk memasangkan KB pada Selvi ketika ia


melahirkan."


Alex


meminum jus-nya, suaranya mulai tercekat mengingat bagaimana kepergian Selvi.


Mia menggenggam tangannya,


Mia


: "Mas, tidak usah di teruskan."


Alex


: "Sedikit lagi, entah bagaimana akhirnya Selvi hamil lagi. Usia


kehamilannya masuk 4 bulan saat itu dan aku baru menyadarinya. Terlebih lagi


Selvi terlihat baik-baik saja. Kami kira semua akan berjalan lancar. Sampai


saat si kembar lahir, Selvi tertidur dan tidak pernah bangun lagi."


Mia


menatap Alex yang sudah menatapnya dengan air mata berlinang. Mia memeluk Alex


erat, membagi kesedihannya.


Mia


: "Maafkan aku, mas. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih."


Alex

__ADS_1


: "Aku tidak pernah menceritakan tentang kepergian Selvi kepada siapapun


sedetail ini, Mia. Aku harap kamu mengerti seberapa penting dirimu untukku


sekarang. Aku benar-benar mencintaimu, dirimu. Bukan karena siapapun, termasuk


anak-anak."


Mia


: "Aku tahu, mas. Kamu yang sabar ya."


Alex


: "Sayang, mau makan siang? Atau kita pindah ke dalam sekarang. Aku harus


mengeluarkan sesuatu."


Mia


: "Mass...!!!"


Alex


: "Aku gak maksud kurang ajar, tapi boleh nanya, sebelumnya kamu pernah


ML?"


Mia


: "Gak pernah. Gak berani juga."


Alex


: "Trus?"


Mia : “Mas… jangan…”


Bisik Mia lirih di telinga Alex, menegaskan kalau dia belum mau ML


sekarang. Alex hanya mengelus punggung Mia,


Alex : “Makasih, sayang. Bisa kan pernikahan kita diadakan akhir tahun


ini?”


Mia : “Mama maunya kita nikah habis aku lulus kuliah, mas.”


Alex : “Habis ujian skripsimu, kita mulai persiapannya ya.”


Mia : “Mas gak sabaran banget ya… Aku masih mau ngrasain kerja.”


Alex : “Kamu kerja saja, atur waktu untuk aku, anak-anak dan


pekerjaanmu nanti. Tapi kalau kamu hamil, gimana?”


Mia : “Aku belum mikir sampai sana. Apa Rara gak malu punya adik bayi


lagi di umur segini?”


Alex : “Iya, ya. Kita harus pikirkan juga perasaan mereka.”


Kriiukkk…! Mia tertawa mendengar suara perut Alex, tubuhnya terguncang


diatas tubuh Alex,


Mia : “Hahaha… mas lapar ya. Pesen makanan sana.”


Mia mengambil pakaiannya di sofa dan masuk ke kamar mandi.


Alex memesan makanan untuk mereka berdua. Hari itu mereka menghabiskan


waktu berdua, saling bercerita tentang diri masing-masing. Terbuka tanpa ada


yang ditutupi, diantara keduanya.


Sampai akhir hari berganti malam pertanda long weekend akan berakhir


besok, mereka kembali pulang dengan hati yang saling terkait satu sama lain.


Tanpa tahu besok saat kembali ke kantor, Mia akan menerima kejutan yang tidak


akan pernah ia duga sebelumnya.


-------


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini,


jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan


IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.

__ADS_1


--------


__ADS_2