Duren Manis

Duren Manis
Chapter seven


__ADS_3

Rendy memasuki pekarangan kantornya setelah mengatarkan rafie pergi ke sekolah. Memang sedikit telat. Karena biasa ia sampai di kantor jam setengah delapan pagi. Waktu menunjukkan pukul sembilan dan dia baru sampai. Benar-benar bos yang tidak teladan. Jangan salahkan dia. Karena itu semua ada sebabnya. Rendy terlambat masuk kantor karena ia harus mencari sebuah boneka barbie untuk nana adik siti. Demi sebuah nomor siti. Ia rela.


Kan masih ada waktu?. Kenapa tidak membelinya setelah pulang dari kantor?. Mungkin karena dia takut lupa. Rendykan memang pelupa.


Rendy memakirkan mobilnya di tempat parkir khusus petinggi perusahaan. Tak lupa ia membawa boneka barbie itu ke kantornya. Ketika memasuki lobi banyak karyawan perusahaan yang menatap boss nya itu aneh. Karena rendy membawa boneka barbie yang notabenya mainan untuk anak perempuan sedangkan anak rendy laki-laki. Lalu untuk siapa boneka itu. Keponakannya. Tidak mungkin. Karena setau mereka kakak rendy memiliki 2 putra kembar. Itu lah pertanyaan yang ada dalam pikiran mereka.


Rendy tidak memperdulikan tatapan aneh para karyawannya. Dia cuek saja. Masa bodohlag. Yang terpenting untuk nya sekarang adalah mendapatkan nomor siti. Itu saja.


Ia memasuki lift khusus. Menekan tombol lantai paling atas. Lantai 50. Tidak kebayang seberapa besar kantor miliknya itu. Atau lebih tepatnya milik keluarga nya.


Ting...


Pintu lift terbuka. pandangan pertama yang rendy lihat hanya beberapa karyawan yang hilir mudik. mereka menyapa rendy dengan ramah. Karena memang lantai ini khusus untuk CEO perusahaan. Atau lebih tepatnya untuk rendy. Nikolas sekretaris rendy yang melihat kehadiran boss nya itu segera berdiri dari tempat duduknya. Tersenyum ramah menyapa rendy.


" Selamat pagi boss "


" Iya, selamat pagi " Rendy menempelkan ibu jarinya ke alat Fingerprint yang ada di dekat pintu ruangannya. Agar namanya terdaftar pada absensi perusahaan.


" Tumben telat boss? Dan itu boneka untuk siapa? " mata nikolas berfokus pada benda yang rendy bawah. Dia heran kenapa boss nya itu membawa boneka untuk anak perempuan. Sedangkan anak bossnya kan laki-laki. Dan sejak kapan rafie menyukai boneka barbie?.


"Aku mencari boneka barbie di beberapa toko mainan. Tapi stoknya sudah habis. Jadi aku harus berkeliling kota mencari boneka ini. Dan untuk siapa boneka ini. Ini untuk nana adik siti"


" Adik siti? Maksud boss. Siti yang itu "


Rendy mengangguk. Nikolas mengerti siti siapa yang dimaksud Rendy.


" oh ya nik. Surat lamaran kerjaku tidak usah kau buat "


" Eh kenapa boss?, surat nya sudah jadi boss. Ini " nikolas memberikan sebuah map yang isinya surat lamaran kerja untuk rendy.


" Terima kasih ya nik. Tapi kurasa surat ini tidak ada gunanya. Karena pemilik sekolah itu sendiri yang memintaku mengajar disana. Dia bertemu dengan ku pagi ini "


" Benarkah boss. Aku turut senang. Semoga usaha boss akan membuahkan hasil "


" Aamiiin. Maaf merepotkanmu nik "


" Tidak apa-apa boss. Aku akan membantu boss disaat boss sedang membutuhkan bantuan. Oh ya boss, CEO ZO Group menyetujui permintaan pertemuan anda boss "


" Benarkah? Kapan? "


" Iya bos, katanya di cafe dekat sini. Apa ya nama cafenya. Kalau tidak salah cafe pelangi "


" CEO ZO Group yang minta pertemuannya di cafe? Kenapa tidak di perusahaan nya saja? "


" Entahlah boss. Aku juga tidak tau "


" Jam berapa? "


" Katanya sih jam 3 sore boss "


" Baiklah nanti sore aku akan menemuinya. Kau bisa kembali bekerja nik "


" Baik boss "


Rendy memasuki ruangan nya. Menaruh boneka barbie itu diatas mejanya. Ia duduk tenang dikursinya. Menyandarkan punggungnya lelah. Mungkin terlalu lama mengemudi.


Nyamannya..


pesan masuk pesan masuk pesan masuk..


Rendy yang keasikan melamun. Dikejutkan oleh nada dering ponselnya. Ternyata sang ibu mengirimi pesan. Rendy membaca isi pesan dari ibunya.


Besok tanggal 1 rendy. Ibu harap kamu secepatnya sudah menemukan wanita yang cocok untuk kamu dan bisa menerima semua kekurangan kamu. Apalagi kamu seorang duda. Ingat, cucu ibu tetap prioritas nomor satu.


Rendy membalas pesan tersebut.


Iya bu. Tenang saja. Serahkan semua pada rendy. Do'akan saja yang terbaik buat rendy.


Tak lama sang ibu membalas pesannya.


Ibu akan terus mengingatkanmu. Soalnya kamu pelupa.


Tanpa membalas pesan sang ibu. Rendy menaruh ponselnya dia atas meja kerjanya. Dia sedikit kesal karena ibu nya selalu mengatainya pelupa. Padahalkan memang benar dia pelupa. Dasar rendy.


Tokk..Tokk


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangannya. Rendy menyuruh seseorang itu masuk. Dan ternyata orang itu. Orang itu yang selalu membuat rendy kesal setangah mati. Tania. Karyawan Wanita yang selalu menganggu rendy.


Rendy menatap wanita itu garang," Ada Apa? "


" Saya hanya merindukan bapak " ujarnya dengan nada sensual. Membuat rendy ingin muntah. Jijik sekali.


" Mending kamu keluar. Jika tidak ada keperluan penting " tak menghiraukan ucapan Rendy tania berjalan mendekat.


" Kenapa bapak selalu menolak saya. Padahal saya sangat mencintai bapak "


Rendy memandang datar tania. Mencintai?. Omong kosong. Rendy tau tania mendekatinya karena sesuatu yang ia miliki.


" Keluar Tania " titah rendy.


Tania tetap diam ditempat. Membuat rendy geram.


" Keluar atau saya pecat " Rendy berujar dingin.


Dengan berat hati Tania beranjak pergi dari hadapan rendy. Sebelum mencapai pintu. Tania berbalik menatap rendy.


" Saya janda. Bapak duda. Kita sama-sama single. Benar-benar cocok bukan pak"


Mendengar ucapan Tania rendy mendelik kesal. Bukan karena tania mengatainya duda. Toh memang benar dia duda. Tapi ini mengenai ucapan tania yang rendy rasa tidak nyambung sama sekali. Mana ada orang yang pernah menikah masih single. Benar-benar tidak waras. Mungkin otak tania sudah merosot sampai lambung. Makanya kalau bicara suka ngawur.


Rendy melempar bolpoin yang ada di mejanya ke arah tania. Dengan cepat tania menghindar.


" Keluar "


Mendengar ucapan dingin rendy.Tania akhirnya benar-benar pergi dari ruangan itu.


Rendy merasa lega dengan kepergian Tania. Wanita seperti tania jika tidak bersikap tegas maka akan semakin menjadi - jadi. Rendy dari awal sudah memiliki rencana untuk memindahkan tania ke Cabang perusahaan yang lain. Tapi itu masih rencana dan belum terlaksana.


Dari pada memikirkan tania terus akhirnya Rendy memutuskan untuk menyelesaikan perkerjaannya. Memeriksa data - data penting, grafik keuangan perusahaan, menandatangi beberapa dokumen penting dan masih banyak lagi. Dia harus menyelesaikannya dengan segera. Supaya besok dia bisa tenang jika sedang mengajar. Sambil menungggu waktu zhuhur.


Sudah 3 jam rendy berkutat dengan pekerjaannya. Akhirnya adzan zhuhur berkumandang. Ia menghentikan sejenak pekerjaannya. Mengambil air wudhu di kamar mandi yang berada di dalam ruang istirahat pribadi milik rendy. Ruangan kerja rendy memang berbeda dengan ruangan kerja yang ada diperusahaannya. Karena memiliki kamar dengan fasilitas lengkap meski tidak terlalu luas. Yang penting bisa ia gunakan untuk beristirahat atau membersihkan dirinya.


Selesai berwudhu. Rendy mengambil sajadah dan peci yang berada tepat disamping tempat tidur. Lalu menggelar sajadah. Tak lupa ia mengganti celananya dengan sarung miliknya. Dan ia mulai melaksanakan kewajibannya. Tak lupa setelah sholat ia berdo'a kepada yang Maha Kuasa.


Ya..Allah ampunilah dosa hamba dan dosa kedua orang tua hamba. Panjangkan umur hamba dan umur kedua orang tua hamba Ya..Allah. Agar hamba bisa selalu disisi putra hamba. Melihatnya tumbuh besar. Mendidiknya dengan baik agar berguna bagi agama dan bangsa.


Ya...Allah jauhkan keluarga kami dari segala mara bahaya yang ada didunia ini. Kemaksiatan dan godaan setan yang terkutuk. Kuatkan hamba dari segala hal. Agar hamba bisa selalu sabar menghadapi semuanya.


Ya...Allah jika siti memang jodoh saya maka mudahkanlah hamba untuk memiliki nya. Namun, jika bukan. Maka jangan jodohkan siti kepada siapapun. Biar hamba saja yang menjadi jodoh siti. Aamiiin.


Bolehkah rendy sedikit egois. Mengharapkan Siti. padahal belum tentu Siti adalah jodohnya. Mungkin untuk saat ini biarlah ia sedikit egois.


Selesai melaksanakan sholat ia istirahat sebentar di kantin perusahaan karena perutnya dari tadi protes minta di isi. Ini memang sudah jam makan siang. Rendy mengajak nikolas istirahat bersamanya. Memang mereka selalu pergi bersama.


" Nik, ayo kita istirahat " Rendy menghampiri nikolas yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.


" Sebentar boss. Aku ingin menyelesaikan data ini dulu. Boss duluan saja. Nanti aku menyusul " Ujar nikolas tanpa menatap rendy. Memang sedikit tidak sopan. Tapi rendy tak pernah mempersalahkannya. Karena yang penting tidak melakukan tidakan yang aneh-aneh. Contohnya sepeti Tania. Tentu saja rendy akan marah.


" Baiklah akan aku tunggu " Rendy mengambil tempat duduk tepat di samping nikolas. Nikolas yang melihat hal itu sedikit terserentak.


" Baiklah boss ayo kita istirahat "


" Kau tak ingin menyelesaikan nya dulu "


Nikolas menggeleng, " Nanti saja boss ". Rendy mengangguk. Ia memeriksa pekerjaan nikolas.


" emm.. Bagian yang ini hapus saja. Ganti dengan lebar dan luas tanah yang akan dibangun hotel. Lalu beri sedikit ciri-ciri tanah yang ada di sana " ucap rendy. Ia menunjuk bagian tulisan yang ada dilayar komputer nikolas.


" Yang mana boss " tanya nikolas memastikan. Rendy menunjuk tulisan yang di anggapnya tidak penting.


" Yang ini "


Nikolas segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh rendy. Ia menghapus beberapa tulisan nya.


" Lalu di ganti apa boss "


" Luas tanah dan ciri-ciri tanah. Nanti keruanganku akan aku berikan beberapa data - data mengenai tanah itu. Sekarang ayo kita istirahat. Nanti kau bisa menyelesaikan lagi "


" Baik boss "


" Itu untuk presentasi minggu depan kan " tanya rendy.


" iya boss "


" Itu masih lama nik. Kau juga bisa melanjutkan nya dirumah "


" iya boss. Tapi pekerjaan ku masih banyak. Jadi aku memutuskan untuk menyelesaikan nya sekarang agar lebih ringan " nikolas mengsleep komputernya.


" Tak salah aku menjadikan mu seorang sekretaris nik " puji rendy.


Nikolas tersenyum malu, " Boss bisa aja "


Rendy menggeleng kan kepalanya melihat nikolas yang malu-malu. Rendy merangkul pundak nikolas mengajaknya istirahat. Rendy dan nikolas keluar dari Ruangan CEO.


Sebenarnya Ruangan nikolas itu masih satu ruangan dengan ruangan CEO Hanya dibatasi tembok. Dan ruangan nikolas dikelilingi oleh kaca buram. Jadi, jika masuk atau keluar ruangan CEO harus melewati ruangan nikolas juga.


Mereka berdua memasuki lift. Nikolas menekan tombol lantai paling bawa. Tempat basement. Atau bisa dibilang kantin tempat dimana semua karyawan berkumpul saat istirahat makan siang. Mungkin sedikit unik perusahaan ini. Ada sebuah kantin layaknya sekolah. Tapi memang itu sengaja dibangun agar para karyawan yang ingin beristirahat ada sekedar mengisi perut tak perlu jauh-jauh keluar kantor. Karena perusahaan sudah menyediakan kantin khusus. Dan para pedagang yang awalnya berjualan di dekat perusahaan berpindah ke sana. karena rendy yang meminta. Bahkan sudah disediakan tempat untuk berjualan. Bangku dan kursi. Lesehan. Sungguh mulia sekali hati Rendy.



( gedung perusahaan rendy seperti gambar di atas. Tapi untuk sekelilingnya tidak seperti itu. Hanya gedungnya saja. Dan anggap saja gambar gedung diatas sampai lantai 50 karena author nggak yakin itu sampai lantai 50 😅😅😅 )


" Nik " panggil rendy. Nikolas menoleh ke arahnya


" Iya boss "


" Kau tadi ke mana? "

__ADS_1


" Maksudnya boss? " Nikolas mengernyit heran. Sedari tadi ia di ruangannya tidak kemana -mana.


" Jam setengah 10 kau kemana? " Raut muka rendy berubah datar.


" Jam setengah 10... Emmm aku ke Ruangan pak Hendra ( GM perusahaan ). Memangnya kenapa boss? "


" Lain kali jika ingin keluar jangan lupa kunci pintu ruangan "


" Apa bu Tania kembali berulah "


Rendy menghela napas ringan, " iya "


" Maaf boss, ini semua salah ku " Nikolas tampak menyesal.


" Tidak apa-apa nik. Jangan menyesal seperti itu. Aku sudah punya rencana untuk tania sendiri. Mungkin aku akan memindahkannya ke kantor cabang yang lain "


" Benarkah boss. Lalu bagaimana dengan devisi yang ditangani nya "


" Aku akan mencari penggantinya. Aku tau tania termasuk orang yang pandai dalam berbisnis. Hanya saja aku tidak suka sikapnya itu "


" Nanti akan aku bantu mencari penggatinya boss "


" baiklah. Terima kasih "


Ting...


Lift telah sampai dilantai dasar. Pintu lift terbuka melihatkan banyak karyawan yang berlalu lalang. Saling mencari tempat istirahat yang nyaman.


Nikolas berjalan disamping rendy. Banyak karyawan yang menyapa mereka. Dan dibalas senyuman oleh si rendy. Nikolas mencari tempat duduk yang nyaman untuk bossnya itu.


" Silahkan boss. Biar aku yang memesankan makanannya. Bos ingin pesab apa? "


" Nasi goreng saja, sama es jeruk "


" siap boss "


Setelah nikolas pergi untuk memesankan makanan. Rendy duduk ditempat pilihan nikolas. Agak jauh dari kerumunan karyawan yang lain. Setelah beberapa menit nikolas datang dengan sepiring nasi goreng dan es jeruk.


" Ini boss "


Rendy tersenyum, " Terima kasih "


" Sama - sama boss. Aku mau mengambil pesanan dulu " nikolas meninggalkan rendy yang mulai menyantap makanannya. Karena sedari tadi perutnya berteriak minta di isi.


Bismillahirahmanirahim


Rendy membuka mulutnya lebar. Siap menerima sesendok nasi goreng. Mulai memasukkannya kedalam mulut. Mengunyah pelan-pelan. Merasakan enaknya nasi goreng.


" Boss "


Uhukk...


" Haish, kau mengagetkanku nik " ujar rendy. Ia segera minum es jeruk miliknya. Ia hampir saja mati tersedak.


" maaf boss " nikolas hanya senyum lima jari. Membuat hidung rendy kembang kempis. Karena menahan kesal.


" Nanti kau ikut aku bertemu CEO ZO group "


" Baik boss ".


Mereka makan dalam hikmat. Setalahnya rendy dan nikolas kembali menyelesaikan pekerjaannya.


•


•


•


" boss, bagaimana kabar rafie? "


" Dia baik " jawab rendy sembari menyetir. Mereka sekarang berada didalam mobil rendy. Perjalanan menuju cafe caihong. Tempat siti bekerja.


" Kau tak pernah menjemput rafie pulang sekolah boss "


Rendy menggeleng, " Aku hanya mengantarkannya saja. Han dan bi saras yang menjemput mereka "


" Sekali - kali kau harus menjemput rafie boss. Pasti dia senang dijemput oleh papanya "


" Aku memang sedang mengusahakannya. Kau tau sendirikan akhir-akhir ini aku sangat sibuk " sahut rendy, ia menatap sekilas nikolas disampingnya.


" Benar juga boss, akhir ini perusahaan benar-benar berkembang pesat "


" Aku harap perusahaan kita akan lebih maju "


Rendy menatap jalan raya yang ramai. Mereka diam seribu bahasa.


Beneran menit berkendara. Akhirnya mereka sampai ditempat yang dituju. Cafe caihong.


Seperti biasa cafe itu tampak ramai dikunjungi pengunjung. Apalagi didepan cafe tertulis menu baru yang mereka luncurkan. Mereka memasuki cafe. Lonceng berbunyi. Seorang gadis menghampiri mereka. Gadis yang tak lain adalah siti nampak terkejut melihat rendy.


" Pak rendy "


" Selamat sore pak, mau makan apa "


" Ah, nanti saja. Aku ingin menemui seseorang. Nomor berapa tadi mejanya nik? "


" 5 boss "


" Meja nomor 5 dimana sit " tanya rendy


Siti menunjukkan meja tersebut yang telah diduduki oleh 2 orang pria, " Disana pak "


" Terima kasih ya sit " Rendy melangkahkan kakinya menjauhi siti. Meskipun sedari tadi jantungnya berdetak kencang ketika bertemu siti. Tapi ia bisa menutupinya. Mana mungkin ia menunjukkannya secara langsung.


" Itu tadi siti yang boss maksud " nikolas mengikuti rendy. Ia berjalan disamping Rendy.


" Iya "


" Cantik boss " puji nikolas


Rendy mendasia ke arah nikolas, " jangan suka, dia milik saya seorang "


Nikolas memutar matanya malas, " yaelah boss, belum juga jadi suami apalagi calon, suda posesif aja " cibir nikolas.


Rendy berhenti sejenak. Menatap nikolas tajam. Nikolas yang tau bosnya merasa tersinggung dengan ucapannya segera meminta maaf kepada Rendy. Lalu mereka berdua melanjutkan jalanny menghampiri dua orang pria yang sudah duduk menghampiri mereka.


" Selamat sore maaf saya terlambat "


Kedua pria tersebur berdiri menyapa rendy dan sekretarisnya.


" Tidak apa-apa pak rendy. Its okay "


Rendy menyalami dua orang pria itu. Salah satu pria berwajah seperti orang jepang itu membungkukkan tubuhnya sedikit.


" Silahkan duduk pak rendy " suruh orang yang setengah jepang itu.


" Iya terima kasih pak "


Rendy dan nikolas duduk berhadapan dengan mereka.


" Sebelumnya terima kasih telah menerima ajakan pertemuan ini pak " ujar rendy memulai obrolan mereka.


" Tidak apa-apa pak rendy. Kita ini rekan bisnis sudah seharusnya sering bertemu bukan. Maaf kalau waktu itu saya tidak bisa menghadiri meeting kerja sama. Sehingga GM saya yang harus turun tangan "


" Tidak apa-apa pak. Itu bukan masalah yang besar "


" Ahh, saya jadi tidak enak pak rendy. Ngomong-ngomong perkenalkan nama saya Zuko Omura dan ini sekretaris saya Tanaka akeda dia asli orang jepang sedangkan saya setengah jepang " ujar zuko setengah bercanda


" Ah pantas saja. Wajah kalian seperti orang jepang "


" Ya karena kami memang orang jepang "


Zuko melambaikan tangannya kepada salah satu pelayan. Lalu pelayan itu mendekat. Dan ternyata pelayang itu siti. Tiba-tiba jantung rendy berdetak sangat kencang lagi.


" Ngomong - ngomong kalian tidak ingin memesan sesuatu "


" ah- ya. Kami ingin pesan " Rendy terlihat gugup. Sampai - sampai telinganya memerah.


" Bos kau tidak papa kan " Bisik nikolas yang melihat telinga rendy memerah.


" A-aku tak apa "


Setelah mereka memesan makanan yang mereka inginkan. Siti berlalu dari sana. Rendy terlihat bernapas lega. Setelah beberapa menit pesanan mereka datang. Dan lagi-lagi siti yang membawa pesanan tersebut. Membuat rendy harus menahan napasnya sejenak kerena gugup.


Mereka makan dengan diiringi obrolan ringan. Membahas sana. Membahas sini. Banyak sekali yang mereka obrolkan. Terutama dalam hal bisnis.


Tak terasa waktu menunjukkan puku setengah 6 sore. Mereka mengakhiri obrolan mereka. Zuko dan sekretarisnya pamit terlebih dahulu. Hanya tinggal rendy dan nikolas.


" Bos kau tak ingin mengajaknya pulang bersama kita " tanya nikolas melirik rendy yang memperhatikan gerak gerik siti.


" Jika aku mengajaknya ia pasti akan menolak nya, karena ini belum waktunya ia pulang kerja "


" Memangnya siti kalau pulang kerja jam berapa "


" Sekitaran jam 10 malam mungkin "


" Malam sekali. Itu tidak baik untuk seorang gadis pulang malam sendirian. Bos kau ajak pulang saja. Kau kan kenal pemilik cafe ini. Bos bisa mengijinkannya "


" ide yang bagus. Aku akan menelpon daniel "


Rendy mengambil ponsel yang ada disaku celananya. Mencari nomor daniel dan menelponnya.


Tut


' Hallo '


" Hallo Daniel ini aku. Kau berada dicafe mu? "

__ADS_1


' Maaf kak, aku sedang dirumah. Aku agak sedikit kurang enak badan. Jadi aku tidak pergi ke cafe hari ini '


" Bisakah kau izinkan siti pulang lebih awal "


' Terserah kau saja kak. Aku tutup telponnya. Aku ingin istirahat, dah kakak '


Tuttt..


Sambungan terputus.


" Bagaimana boss " Tanya nikolas.


" Terserah aku katanya " Rendy memasukkan ponselnya lagi kedalam saku celananya.


" Kalau begitu. Ajak siti pulang boss "


Rendy berdiri dari tempat duduk hendak mengahampiri siti namun diurungkan.


" Bagaimana jika dia menolak nya "


" Setidaknya boss sudah mencobanya "sahut nikolas tenang.


Nikolas mendorong ringan tubuh rendy agar cepat menghampiri siti. Dengan langkah yang berat rendy menghampiri siti yang sedang membersihkan meja. Ketika sampai dibelakang siti rendy berhenti sejenak.


" Siti " panggil rendy


Siti terperanjat kaget, " I-iya pak rendy. Ada yang bisa saya bantu "


Dengan satu tarikan napas rendy berusaha meredam detak jantung yang kian cepat.


"Pulanglah bersama kami. Tidak baik seorang gadis pulang malam - malam sendiri"


" Maaf pak, tapi ini belum waktunya pulang. Tidak enak dengan karyawan yang lain jika saya pulang lebih awal "


"Saya sudah mengizikanmu pada Daniel. Dia bilang tak apa "


" Meskipun atasan saya sudah mengizinkannya tetap saja saya tak enak pak. Lagipula nanti sudah ada yang jemput saya "


Rendy mengernyit heran, " siapa? "


" Bapak. Karena tadi saya pulang sekolah lebih awal jadi saya pulang kerumah terlebih dahulu. Lalu bapak bilang biar ia yang mengantar dan menjemput saya nanti "


" Benarkah kamu dijemput bapak kamu? " tanya rendy memastikan.


" Iya pak " Siti mengangguk mantap.


" Baiklah. Kalau gitu saya pulang terlebih dahulu "


" Iya pak hati - hati dijalan " Rendy tersenyum. Dengan berat hati ia meninggalkan siti. Menghampiri nikolas yang masih setia ditempat duduknya.


" Bagaimana boss "


" Dia dijemput oleh bapaknya "


" Ah begitu ya. Pasti sakit ya boss "


" Tidak usah ditanya. Ayo kita pulang "


Mereka pun memutuskan untuk pulang. Rendy mengantarkan nikolas kembali ke kantor karena dia bilang ada beberapa berkas yang harus ia selesaikan dan juga mobilnya masih diparkiran perusahaan.


Setelah mengantarkan nikolas. Rendy memutuskan untuk mampir ke masjid sebentar untuk sholat maghrib. Lalu segera tancap gas kerumahnya.


30 menit berkendara di jalan raya. Akhirnya rendy telah sampai dirumahnya. lebih tepatnya mansion milik keluarganya.


Gerbang mansionnya dibuka oleh Satpam. Ia memasuki halaman pekarangan mansionnya yang luas, Yang dihiasi air mancur. Dia menghentikan mobilnya tepat di depan gundukan anak tangga di teras mansionnya. Mematikan mobilnya. Lalu keluar.



Han menyambut kepulangan tuannya itu. Ia menghampiri rendy. Menawarkan sesuatu. Rendy menyuruh han untuk menaruh mobilnya di garasi.


" Apakah rafie sudah tidur "


" Belum tuan muda. Tuan rafie masih belajar dengan bibi saras "


" Ah, baiklah. Ini kuncinya " rendy menyerahkan kunci mobilnya pada han tak lupa mengucapkan terima kasih. Lalu ia bergegas masuk kedalam mansionnya.


Beberapa pelayan menyambut tuannya itu ramah. Menawarkan sesuatu yang mungkin rendy butuhkan. Namun, ia menolak. Dia hanya butuh istirahat.



Rendy menaiki anak tangga melingkar. Berjalan menuju kamar Rafie. Dia benar-benar sudah tidak sabar bertemu dengan putra semata wayang kesayangannya itu.


Rendy mengintip dari balik pintu kamar rafie yang terbuka. Melihat kegiatan apa yang sedang dilakukan putra itu. Ternyata, Rafie dan bi Saras dengan menggambar. Mereka terlihat begitu menikmatinya.


" Assalamualaikum. Papa pulang " Rendy memasuki kamar putranya. Bermaksud mengejutkan.


" Wa'alaikumsalam/wa'alaikumcalam "


" Papaaa..."


Rafie berteriak histeris melihat papanya pulang. Ia berlari ke arah rendy. Merentangkan tangannya minta di gendong.


Dengan senang hati rendy menggendong dan sedikit memutarkan tubuhnya. Sudah menjadi rutinitasnya.


" Papa, lihat lapie gambal apa " ( papa, lihat rafir gambar apa ) bocah kecil itu menunjuk gambar di atas meja lipat.


" Coba papa lihat rafie gambar apa " Rendy menghampiri meja lipat itu. Seketika bi saraa berdiri.


Rendy mengambil gambar itu. Tersenyum heran. Melihat gambar seorang laki-laki dan perempuan menggandeng tangan anak kecil.


" Wah gambarnya bagus sekali. Rafie menggambarnya sendiri? " Puji rendy.


Rafie menggeleng, " Di bantu nenek "


Nenek adalah panggilan kesayangan rafie untuk bibi Saras. Rendy tertawa ringan. Bibi Saras ikut tersenyum


" Omong - Omong ini siapa saja? " Tanya Rendy. Sembari menatap gambaran anaknya yang terkesan lucu.


" Ini lapie, Ini papa, ini mama siti "


Setelah mendengar rafie menyebut siti dengan panggilan mama membuatnya sangat terkejut. Sama halnya dengan bibi saras dia pun ikut terkejut. Dia tidak tau kalau Tuan mudanya itu telah memiliki hubungan dengan wanita lain. Karena yang dia tau selama ini rendy masih sendiri. Bibi saras menatap rendy penuh tanda tanya. Melihat bibi saras yang terus menatapnya. Rendy tersenyum kikuk. Lewat tatapan mata bibi saras minta penjelasan. Rendy mengangguk.


" Kalau begitu rafie lanjutkan dulu ya. Papa mau ganti baju dulu "


" Okey " Rafie turun dari gendongan Rendy. Menuju meja lipatnya lalu melanjutkan mewarnai gambar itu.


Rendy mengajak bibi saras keluar. Mereka menuju Ruang bersantai. Rendy duduk sambil menyandarkan tubuhnya yang sedikit lelah. Dan menyuruh bibi saras ikut duduk juga.


" Bisakah tuan muda menjelaskan apa yang dimaksud tuan rafie tadi? " tanya bibi saras langsung pada intinya. Rendy menghela napas sebentar.


" Aku sedang tidak dekat dengan wanita manapun. Hanya mungkin belum bi "


" Lalu mama siti yang dimaksud tuan rafie tadi siapa? "


" Dia muridku bi. Yang pernah aku ceritakan pada bibi waktu itu "


" Maksud tuan muda cinta pertama tuan muda itu. Tuan rafie sudah tau "


" iya. Kami tak sengaja bertemu di cafe. Ternyata siti bekerja disana "


" Apakah tuam muda memiliki rencana untuk menikahinya? "


Rendy mengangguk. Dia menghela napas dalam. Bingung akan situasi yang seperti ini. Bibi saras juga terlihat menghelas napas dalam. Lalu menghampiri rendy dan duduk di sampingnya.


" Tuang muda sudah seperti anak bibi sendiri. Bibi akan selalu setuju dengan keputusan tuang muda. Bibi harap calon pendamping tuan muda di masa depan adalah wanita yang tepat untuk tuan muda. Yang mencintai tuan muda dengan tulus tanpa ada alasan apapun. Menyanyangi tuan rafie seperti anaknya sendiri. Dan mampu menjadi pelengkap kebahagian tuan muda. Hanya saja bibi ragu dengan Tuan go ( ayah Rendy ) akan menyetujuinya atau tidak "


" Sebenarnya ayah sudah ingin menjodohkanku dengan putri rekan bisnis nya. Tapi aku menolak. Aku juga akan membuktikan pada ayah aku bisa mencari calon istriku dalam waktu 1 bulan "


Bibi saras sedikit terkejut, " Lalu apa yang akan tuan muda lakukan? "


Rendy menatap bibi saras dalam. Ia memegang tangan rapuh bibi saras. Menghela napas dalam, " bibi, bisakah bibi berjanji padaku akan menjaga selalu rafie "


" Bibi akan selalu berjanji "


" bi, mungkin beberapa bulan ini aku akan sangat sibuk. Mulai besok aku akan mengajar lagi "


" Kenapa? "


" Ini satu-satunya cara agar aku bisa mendekati siti bi. Dan membuat siti mencintai ku "


Raut muka saras terlihat khawatir, " Dalam waktu 1 bulan mustahil membuat seseorang jatuh cinta dengan cepat. Apakah tuan muda yakin dengan keputusan ini "


Rendy mengangguk mantap. Ia melepaskan genggaman tangannya pada bibi saras. Berjalan mendekati jendela besar ruangan santainya. Menyibakkan tirainya. Menatap bulan purnama yang bersinar terang dilangit.


" Aku tau bi. Setidaknya aku akan mencoba. Usaha tak akan mengkhianati hasilkan "


Rendy berbalik menatap bi saras, " Benarkan?"


bi Saras tersenyum mengangguk.


" Iya "


" Baiklah, aku akan pergi ke kamar membersihkan diri dan menyiapan beberapa buku untuk mengajar besok. Tolong temani rafie ya bi "


" Baik tuan muda "


Rendy berlalu dari ruangan santai itu. Bi saras menatap kepergian tuan mudanya itu. Ia tersenyum simpul.


Bi saras selalu berdo'a untuk kebahagian tuan mudanya itu. Yang sudah ia anggap seperti putranya sendiri.


Semoga Allah selalu menyertaimu, tuan muda.


•


•


•

__ADS_1


**TBC...


#stayathome**....


__ADS_2