Duren Manis

Duren Manis
Si kembar lulus


__ADS_3

Mia menemani si kembar ke sekolah untuk mendengarkan pengumuman kelulusan mereka. Si kembar sedikit gugup karena gak lucu kalau mereka gak lulus, sedangkan mereka sudah diterima di kampus swasta ternama.


Mereka bertiga berjalan mendekati kelas si kembar. Dan Mia duduk di luar kelas sementara si kembar masuk ke dalam kelas. Sambil menunggu si kembar selesai, Mia mengirim chat pada Bianca, ia meliburkan diri hari ini khusus untuk si kembar.


Mia : "Gimana laporan kemarin? Uda selesai?"


Bianca : "Sudah aku e-mail, coba cek."


Mia : "Ok. Trus kapan kuisionernya selesai di cek?"


Bianca : "Sudah 90% aku cek. Sekarang aku masih bantu Ilham jaga kantor. Alex sama Ilham lagi meeting dan dari tadi telpon gak berhenti berdering."


Mia : "Ada yang datang nyari Alex?"


Bianca : "Gak ada. Kenapa? Masi cemburu?"


Bianca dan Mia jadi teman akrab setelah Bianca jadian dengan Ilham. Mereka saling berbagi rahasia dan Mia bisa tenang karena Bianca rajin menberi kabar tentang kejadian di kantor. Terutama saat Mia tidak bisa datang seperti sekarang ini.


Mia : "Kau tahulah. Aku habis keguguran dan masih belum tenang dengan masa lalu mas Alex."


Bianca : "Cobalah percaya pada Alex."


Mia : "Aku percaya sama mas Alex tapi tidak dengan ulet bulu gatel."


Bianca : "Haih, yaya. Aku balik kerja lagi ya. Kabarin kalo ada yang perlu di revisi."


Mia : "Ok."


Mia menyimpan ponselnya di tas, ia melirik ke pintu masuk kelas si kembar. Ada cowok ganteng yang pernah mengejar Riri, ia berdiri di depan pintu membawa sesuatu.


Riri beranjak dengan malas dari duduknya, ia baru saja memulai membaca novel onlinenya yang baru terbit tapi Keith memanggilnya.


Riri : "Ada apa, kak?"


Keith : "Ri, ini buku yang pernah kau ceritakan padaku."


Riri : "Benarkah? Buku ini susah banget dicari, kak. Gimana caranya?"


Keith : "Ibuku penggemar penulisnya. Waktu aku cerita tentang kamu, ibuku bilang kau bisa memiliki buku ini. Ada tanda tangannya juga loh."


Riri : "Ini pasti mahal, kak. Aku akan kembalikan setelah selesai kubaca."


Keith : "Kau harus kembalikan pada ibuku sendiri ya."


Riri : "Gak jadi minjem dech."


Keith : "Sudah kuserahkan. Aku harus kembali ke kelas. CU"


Riri cuma termangu di depan pintu kelasnya. Ia menatap buku di pelukannya dan mulai tersenyum tipis.


Mia melihat semua kejadian manis itu. Sepertinya ada seorang anak laki-laki yang menyukai Riri.


Mia : "Ehem...!"


Riri : "Mama liat ya..."


Mia : "Anak yang manis. Siapa dia?"


Riri : "Maksud mama kak Keith?"


Mia : "Kakak? Kalian bukannya satu angkatan?"


Riri : "Yah, dia seperti mama. Harus mengulang lagi karena ijasahnya hilang."


Mia : "How come?"


Riri : "Rumahnya kebakaran waktu dia sudah pindah kesini. Dokumennya ketinggalan disana dan gak bisa diselamatkan."


Mia : "Bukannya dia bisa minta lagi dari sekolahnya ya?"


Riri : "Riri gak tau, mah. Katanya uda dia tanyain kesana. Waktu itu kami pertama kali ketemu disini dan dia langsung cerita masalahnya itu. Habis itu tau-tau uda sekolah aja disini."


Mia : "Oh gitu. Eh, gurunya uda dateng tuh. Masuk sana."

__ADS_1


Riri : "Iya, mah."


Mia kembali duduk di tempat semula ia menunggu. Hanya ada dia disana, karena sebenarnya kedatangan orang tua tidak diperlukan.


Setelah menunggu kurang lebih 20 menit, nama si kembar di panggil ke depan satu persatu. Mia mengintip ke dalam kelas dan melihat wajah sumringah keduanya.


------


Si kembar berjalan keluar dari ruang kelas, mereka melambaikan tangan pada teman masing-masing dan menghampiri Mia.


Rio : "Lulus, mah. Peluk."


Mia : "Selamat ya sayang." Mia melebarkan tangannya memeluk Rio. Ia membuka raportnya lagi melihat deretan angka 8 dan 9 disana.


Nilai Riri juga sama bagusnya. Mereka kompak memeluk Mia hingga hampir jatuh.


Mia : "Wah, nilai kalian bagus semua. Malam ini kita makan malam di luar ya. Ada restaurant baru buka, kita harus cobain."


Rio : "Waoo... Mama emang the best."


Riri : "Asyik bisa makan enak."


Mereka berjalan ke parkiran sekolah dan Keith tampak berlari kearah mereka.


Keith : "Riri! Hai..."


Mereka saling pandang dan Riri memperkenalkan Keith pada Mia,


Riri : "Mah, ini kak Keith. Kak, ini mamaku."


Keith : "Wow, mamamu awet muda ya. Saya Keith, tante."


Mia : "Tante..??!! Aduch, kayaknya mama harus perawatan nich."


Rio langsung membawa Mia ke dekat mobil mereka, ia menenangkan Mia yang shock dipanggil tante.


Riri : "Mamaku agak sensitif kalo dipanggil tante. Ada apa, kak?"


Riri : "Apa harus?"


Keith : "Ayolah, Ri. Hanya balas pesan chatku saja. Apa salahnya?"


Riri : "Aku agak sibuk, kak. Aku gak bisa janji."


Keith : "Aku kira kita teman, Ri."


Riri : "Kita memang teman, kak. Tapi tidak seakrab itu. Aku harus pulang."


Keith menatap kecewa pada Riri tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan perasaannya belum sempat ia katakan. Keith jadi sedih saat menyadari mungkin ini pertemuan terakhir mereka.


Riri menghampiri Mia dan Rio yang masih menunggunya di samping mobil Alex. Mereka masuk ke dalam mobil dan Mia mengemudikan mobil keluar dari sekolah.


Mia : "Kalian bicara apa tadi, Ri?"


Riri : "Kak Keith mau keluar kota dan minta Riri membalas chatnya."


Mia : "Memangnya selama ini dia rajin chat?"


Riri : "Iya, mah. Dan agak ganggu."


Mia : "Jangan gitu, nak. Siapa tahu ada perlu kan."


Riri : "Pertanyaannya itu-itu aja mah. Uda makan? Uda belajar? Uda mandi? Sekalian aja tanya uda buang air belum."


Rio ngakak mendengar kata-kata Riri, mereka hampir sampai di rumah.


Riri : "Gak lucu, Rio."


Rio : "Habisnya... Gak ada pertanyaan lain yang lebih mutu."


Mia : "Galak amat sich, Ri. Ntar jatuh cinta sama Keith loh."


Riri : "Apaan sich, mah."

__ADS_1


Mia melirik wajah Riri yang merona karena godaannya. Anak-anaknya sudah sepantasnya merasakan perasaan itu. Ia hanya perlu memberi pandangan pada mereka untuk lebih mengutamakan menyelesaikan studi dulu.


-----


Malam itu, mereka sekeluarga makan malam di sebuah restaurant yang baru buka di dekat rumah mereka. Si kembar sedang asyik memilih menu saat Mia mencolek tangan Riri.


Riri : "Kenapa mah?"


Mia : "Ada Keith."


Riri menatap Keith yang baru masuk ke restauran bersama seorang wanita paruh baya. Seorang yang berpakaian resmi tampak berjalan cepat menyambutnya.


Mereka mendapat meja di depan meja Riri sekeluarga. Riri langsung menunduk pura-pura sibuk dengan menu di depannya.


Keith memandang sekeliling dan melihat Mia dan Rio sedang memilih menu. Ia berjalan menghampiri keluarga itu.


Keith : "Selamat malam, semuanya. Selamat datang di restaurant kami. Saya Keith, malam ini akan melayani anda sekalian."


Mia : "Malam, Keith. Restaurant ini milikmu?"


Keith : "Restaurant ini milik mama saya, bu. Maaf kejadian tadi siang, saya salah memanggil ibu."


Mia : "Aduch, kamu masih ingat ya. Panggil kak Mia aja ya. Umur kita gak jauh beda kok."


Alex mengkerutkan keningnya melihat keakraban Mia dan Keith. Ia sedikit cemburu dan ingin Keith menjauh dari mereka.


Alex : "Kalian kenal dimana?"


Mia : "Dia ini teman SMA si kembar. Iya kan, Ri?"


Yang disebut langsung tersenyum canggung pada Keith.


Keith : "Hai, Riri."


Riri : "Hai, kak."


Keduanya tersenyum canggung membuat Alex memberi tanda pada Mia. Mia tersenyum geli melihat reaksi Alex yang kepo.


Keith : "Jadi sudah memutuskan mau pesan apa? Saya rekomendasikan menu seafood bakarnya disini. Dan juga chicken parmigiana."


Si kembar memilih seafood bakar diikuti Mia dan Alex. Sementara nenek mau coba chicken parmigiana. Rara dan Arnold sudah memutuskan memilih seafood juga.


Keith mencatat dengan cekatan semua pesanan dan memberikannya pada waitress setelah mengulang pesanan mereka.


Keith : "Ri, ibuku mau ketemu kamu, bisa?"


Keitj memberi tanda pada wanita paruh baya yang menatap penuh minat pada meja Alex sekeluarga. Alex menoleh menatap wanita itu yang langsung berjalan cepat menghampirinya.


Violet : "Alex??!! Kamu Alex kan. Apa kabar?"


Alex loading mencari sosok wanita paruh baya didepannya dalam memori ingatannya dan sialnya dia tidak menemukannya.


Dengan kening berkerut, Alex menatap Mia dan kembali menatap wanita itu.


Violet : "Masa kamu lupa sama aku, Violet? Teman SMA kamu. Kamu kok bisa lupa?"


Alex : "Violet? SMA? Satu-satunya teman cewek yang namanya Violet gak gini dech bentuknya. Eh, sorry. Saya gak ingat."


Violet : "Ya iyalah kamu gak inget, aku dulu kan tomboy rambut pendek."


Ingatan Alex mulai menemukan sosok wanita di depannya pada bentuk mahkluk aneh berambut pendek yang sekilas mirip banget sama cowok.


-----


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya...


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


--------

__ADS_1


__ADS_2