Duren Manis

Duren Manis
Kelimpungan


__ADS_3

Kelimpungan


Beberapa hari kemudian, persiapan


pernikahan Gadis dan Rio sudah hampir rampung. Rumah mereka sudah dihias untuk


acara siraman Rio besok pagi. Wajah Rio ditekuk sejak pagi karena ia tidak


boleh ketemu Gadis sampai acara pernikahan mereka.


“Rio, bantu mama bentar sini.”panggil Mia


dari dapur.


Rio melangkah dengan gontai menuju dapur,


Mia sedang membuat makan siang untuk mereka semua. Rumah Alex kembali ramai


dengan sanak saudara yang menginap disana. Bahkan Riri dan Elo juga sudah


datang.


“Apa, mah?”


“Duh, jangan lemes gitu dong. Semangat


dikit. Bantuin mama bawa mangkok nich ke meja makan.”


Rio melakukan apa yang diminta Mia. Riri yang


melihat kembarannya sibuk ngbabu, merekam kegiatan Rio dan mengirimkannya


kepada Gadis. Ia ketawa-ketiwi sendiri ketika Gadis membalas chatnya dan


menanyakan itu beneran Rio. Karena biasanya Rio tidak mau melakukan pekerjaan


rumah.


Rio yang curiga, sengaja duduk disamping


Riri dan merebut HP kakaknya itu. “Kamu ngapain ngirim ginian sama Gadis? Malu,


tau.”


“Biarin. Wek.”


Keduanya asyik mengobrol sambil sesekali


membalas chat dari Gadis juga. Elo membiarkan Riri mengobrol sangat lama dengan


Rio. Ia tahu kalau Riri banyak melewatkan kejadian yang terjadi selama ia


tinggal bersama Elo di luar negeri.


Terkadang keduanya menangis sedih sambil berpelukan.


Detik berikutnya tertawa bersama-sama. “Kalian ini bukannya makan dulu malam


ngobrol.”tegur Mia pada si kembar.


“Mama, sini. Dulu kita sering banget nich,


giniin mama.”


Mia ditarik duduk diantara mereka dan


dipeluk dari dua sisi, kanan dan kiri. Si kembar bersandar dengan sangat nyaman


menikmati aroma tubuh Mia yang menenangkan mereka. “Bentar lagi papa dateng

__ADS_1


nich.”ucap Rio.


Benar saja, Alex yang merasakan sesuatu


yang tidak beres sedang terjadi, memergoki Rio memeluk Mia dengan erat. Ia langsung


menarik-narik lengan Rio agar berhenti memeluk Mia.


“Pah! Kasi sebentar aja, kenapa sich?”


“Gak boleh. Mama punya papa. Kamu peluk


Gadis sana.”


Dan terjadilah tarik-tarikan yang sudah


lama tidak pernah terjadi lagi dalam hidup mereka. Semua momen bahagia itu


diabadikan Elo melalui kameranya.


*****


Tak terasa besok adalah hari pernikahan


Gadis dan Rio. Malam itu, kerinduan Rio sudah sampai pada puncaknya. Ia nekat


v-call dengan Gadis. Padahal ia ingin sekali mendatangi rumah Gadis, tapi


mamanya mewanti-wanti dirinya agar tidak terjadi apa-apa di jalan.


“Gadis!”panggil Rio saat panggilan sudah


tersambung.


“Rio, ngapain kamu v-call?”Gadis


mengarahkan kamera ke tempat lain karena mereka tidak boleh saling melihat satu


“Aku kangen sampe mau mati rasanya.”


“Besok juga ketemu, kan.”jawab Gadis


santai.


“Besok masih lama. Kamu dimana sich? Kok


mukanya gak keliatan.”


“Kita gak boleh ketemu, kan. Pamali kata


mama. Denger suaraku aja dech.”


“Gadis, besok aku dapet jatah kan? Datang


bulanmu udah selesai, kan?”


“Iya, udah. Kamu nich, gak bisa mikir yang


lain ya?”


“Gak bisa dan gak mau. Gadis, aku sayang


sama kamu.”


“Iya, aku tau.”


“Kalau kamu disini ya, udah aku...”Rio


mengatakan semua yang ingin ia lakukan pada Gadis sampai telinga Gadis memerah

__ADS_1


mendengarnya.


“Rio! Stop! Udah, aku malu dengernya.”pekik


Gadis.


“Apa sich? Aku belum selesai tau. Habis itu


ya...”Rio kembali mengoceh dengan kata-kata erotis tanpa sensor. Gadis sampai


ikutan ngos-ngosan mendengarnya.


“Rio, berhenti ngomong gitu atau kumatiin


nich.”ancam Gadis.


“Eh, jangan dong. Iya, aku berhenti


ngomong. Jangan ngambek gitu dong. Tapi beneran loh besok aku praktekin ya.”


“Iih, dasar mesum!”


Mereka terus mengobrol sampai lewat tengah


malam. Gadis mulai iseng dan ingin membuat Rio kelimpungan juga. “Rio, bentar


ya. Aku mau kasi liat sesuatu.”


Rio menunggu dengan harap-harap cemas,


tentu saja berharap yang iya-iya. Kamera berpindah dan memperlihatkan dua


lingeri beda warna dan model. Rio menelan salivanya membayangkan Gadis memakai


salah satu lingerie itu besok.


“Bagusan yang mana? Atau kamu tebak besok


aku pake yang mana ya.”


“Ka...kamu mau pake itu dibalik baju


pengantin?”Rio langsung tergagap mendengar kata-kata Gadis.


“Iya. Coba dech tebak. Kalo bener, aku kasi


kejutan.”


“Yank, aku gak bisa nebak. Kamu kok tega


sich. Aku gak kuat...”


“Sabar ya, Rio. Tinggal beberapa jam lagi.


Tidur sana. Aku mau tidur. Bye.”


Sambungan diputuskan Gadis tanpa menunggu


jawaban Rio yang bersusah payah menahan hasratnya. “Awas besok ya. Gak akan


kukasi ampun. Haduh, aku harus mandi air dingin nich.”


Rio sibuk mendinginkan tubuhnya yang


memanas karena ulah Gadis.


*****


Klik profil author ya, ada novel karya

__ADS_1


author yang lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.


__ADS_2