Duren Manis

Duren Manis
Extra part 14


__ADS_3

 Extra part 14


Rio melirik Keira yang berjalan masuk ke ruang kerjanya. Gadis itu duduk di samping Rio seperti biasa, menempel pada pria itu.


“Om, aku bosen nich. Kita jalan yuks,” ajak Keira manja pada Rio.


“Kamu nich, nggak liat aku lagi ngapain? Mending kamu bantuin aku. Nich, fotocopy,” kata Rio sambil menyerahkan dokumen pada Keira.


Gadis itu memonyongkan bibir seksinya, sebelum mengambil dokumen di tangan Rio. Bokong semoknya bergoyang seiring langkah kakinya menjauh dari ruangan Rio menuju pantry. Keira menyelesaikan fotocopy


dengan cepat, ia sudah terbiasa membantu Rio dan Reva mengerjakan hal itu.


Tapi kenapa gadis ini selalu muncul di kantor Alex? Pada awalnya, Keira sedang berusaha menyelesaikan skripsinya yang tertinggal dan memerlukan bantuan Rava. Tapi Rava menolak membantu Keira dan akhirnya Keira mulai beralih membujuk Reva. Dengan sedikit tipuan dan juga trik, Reva akhirnya mau membantu Keira mengerjakan skripsinya. Tentu saja dengan syarat, Keira yang harus menyiapkan semua materinya.


Gadis manis itu mulai datang ke kantor Alex setiap hari hanya untuk mengganggu Reva. Tentu saja saat Reva mengerjakan skripsi miliknya, Keira harus membantu pria itu mengerjakan pekerjaannya. Keira membantu memfotocopy, mengetik, membuatkan kopi, sampai merapikan meja meeting. Banyak hal yang ia harus lakukan agar skripsinya juga lancar.


Tapi hanya satu sifat Keira yang tidak bisa ia hilangkan. Gadis itu punya mulut yang sangat manis. Ia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menggoda pria manapun termasuk yang sudah beristri. Tapi standarnya termasuk tinggi seperti Reynold, Reva, Rava, dan Rio. Kalau Alex, ia sudah mencoba menggoda tapi pria itu hanya menganggapnya seperti cucunya sendiri.


Bagi Reynold yang masih single, hubungan mereka hanya saling memuaskan tanpa melakukan hal lebih. Keduanya partner yang sangat cocok, Keira hanya akan fokus pada Reynold kalau mereka sedang bersama. Untuk si kembar Rava dan Reva, mereka sudah kenal Keira sejak kecil. Semua kejelekan Keira sudah mereka ketahui dan bagi mereka, Keira hanya seorang gadis cantik yang menyebalkan.


Bagaimana dengan Rio? Keduanya memiliki perjanjian yang tidak diketahui siapapun selain mereka. Rio yang mulai merasa Gadis terlalu sibuk mengurus anak-anak mereka dan tidak lagi memperhatikannya sebagai


suami, meminta Keira mengirimkan chat mesra ke ponselnya. Tentu saja chat itu ditanggapi Rio dengan hal yang sama mesranya.


Kalau memang Rio mau macam-macam dengan wanita lain, ia akan merubah kunci ponselnya hingga Gadis tidak akan bisa membukanya. Tapi pria itu memang sengaja membiarkan ponselnya dan berharap Gadis mau mengecek chat-nya.


Semakin sering Keira mengirim chat ke ponsel Rio, Gadis terlihat tetap acuh tak acuh. Hal itu membuat Rio jadi gemas sendiri. Padahal Rio sudah sengaja memasang nada dering yang cukup besar, tapi Gadis hanya akan memanggilnya dan bilang kalau ponselnya terus berbunyi tanpa ada niat membukanya.

__ADS_1


Alhasil, suatu hari ketika Rio dan Keira sedang berduaan di ruang kerja Rio, pria itu mengeluh pada Keira yang menatapnya dengan tatapan mengejek.


“Om sih. Tante Gadis tuh tipe wanita yang nggak bisa kepo kalo nggak dipancing. Hem, coba om buka chat-ku malem-malem. Kalo cuma dibales pagi sama sore aja, ya mana dilihat sama tante Gadis. Om payah!” kata Keira mengejek Rio.


“Aku kan kalo udah sampai rumah, sibuk mancing. Mana sempat balas chat,” kata Rio keki diejek bocah.


“Mancing apa?” tanya Keira sambil memindahkan dokumen yang sudah selesai ia kerjakan ke depan Rio.


“Mancing Gadis lah, biar mau quality time. Tapi malah zonk. Ada aja alasannya. Bilang si kembar Riana dan Riani minta bobok bareng lah. Bilang Roy lagi curhat lah. Bilang Reyna lagi itu lah, Reymond ini lah. Aku kesel!” teriak Rio sambil tetap membaca dokumen di depannya.


“Om nggak bantuin tante sich. Bantuin gitu ngurus bocil sampai tidur, baru lanjut quality time,” kata Keira sok bijak.


“Keburu ngantuk dong. Kurang puas juga,” balas Rio manyun.


Keira ingin sekali menggeplak kepala Rio dengan gulungan dokumen di depannya. Gadis itu berpikir dengan cepat, ia mendekat pada Rio dan mengusulkan ide gila.


“Itu kalo mamaku liat, auto di bacok mama. Ogah. Pake cara lain,” kata Rio sedikit menjauhkan wajah Keira dari tubuhnya.


Keira manyun, bibir seksinya itu maju dengan aduhai sampai Rio ingin menyentilnya dengan jari. Akhirnya gadis itu balik mengeluh pada Rio.


“Om, tolong ingetin aku kenapa aku harus bantuin om narik perhatiannya tante Gadis? Aku malah jadi stress gini mikirinnya. Padahal caranya gampang banget,” omel Keira kesal.


“Kamu sendiri yang minta diajarin caranya kerja gimana. Karena kamu bosen ngerjain skripsi nggak kelar-kelar. Gitu aja lupa. Udah sampai mana skripsimu?” tanya Rio.


“Udah acc, minggu depan mau ujian. Kalo lulus, aku mau nyusul Reynold,” kata Keira sambil menggoyangkan kepalanya dengan lucu.


“Kamu pacaran sama Rey?” tanya Rio kepo.

__ADS_1


“Nggak. Nggak mau juga. Dia kan bucin sama Re... nggak tau,” kata Keira ngeles hampir keceplosan.


Bisa tamat riwayatnya kalau sampai Rio tahu  perasaan Reynold pada Renata. Reynold sudah berjanji akan memberinya pekerjaan yang kantornya dipenuhi pria tampan berkelas. Surga sekali bagi Keira dan gadis


itu tidak akan melewatkan kesempatan bagus itu.


Rio menatap Keira, merasa aneh dengan gadis itu. Padahal Reynold dan Keira cukup dekat. Reynold juga tampan, nggak ada gadis yang sanggup menolaknya. Keira malah menolak bersama pria itu, apa otak Keira


sudah geser.


“Aku ini ingin serius sama cowok yang kalem, om. Kalo bisa tuch yang pendiem gitu. Yang malu-malu kalo aku godain,” kata Keira sambil menaikturunkan alisnya.


“Belum lulus udah banyak tingkah kamu. Trus gimana ini? Aku udah seminggu nggak dapet jatah nich. Merana banget,” keluh Rio lagi.


“Sama aku aja. Mau, om?” tawar Keira sambil senyum manis.


Rio langsung menyentil kening gadis itu. Ia mengomeli Keira agar menjaga dirinya dan tidak jatuh ke dalam pergaulan bebas. Rio berkata tentang nama baik Jodi dan Katty, juga nama baik kakek Keira. Gadis itu


bahkan tidak peduli dengan ocehan Rio. Ia malah memasang head set menutupi telinganya dan mulai berjoget mengikuti alunan musik yang di dengarnya sambil terus bekerja.


“Woi! Bocah dablek! Dikasi tahu malah kurang ajar. Emang nggak ada akhlak!” Rio kesal sendiri dibuatnya.


Didalam kepalanya, Rio memikirkan usulan Keira untuk membaca dan membalas chat mesra dari gadis itu ketika ia sedang bersama Gadis di kamar.


Dan ternyata, usulan Keira manjur. Malam itu, ketika Rio pura-pura mengabaikan Gadis, istrinya itu malah berusaha menggodanya lagi. Rio tentu saja sangat gembira, tapi ia tidak memikirkan resikonya nanti.


**

__ADS_1


Siap-siap Keira dilabrak tante Gadis nich.


__ADS_2