
Cinta Gadis Buta - Ken & Kaori 48
“Kaori, sini, sayang. Kita istirahat disini dulu ya,” pinta Ken.
“Tapi masih rame di luar, Ken. Nggak enak,” kata Kaori.
Melihat pose Ken yang cukup menggodanya, Kaori mau tidak mau berjalan mendekati suaminya itu. Ia bisa melihat lebih jelas ketika jarak mereka hanya tinggal sejengkal saja. Ken duduk di atas tempat tidur kecil di
ruang kerja itu dengan tangan terentang ke depan. Grep! Ken memeluk Kaori dengan erat, saat tubuh istrinya itu sudah duduk dipangkuannya.
Kali ini tanpa rasa takut ataupun kuatir kalau mereka akan kebablasan menuju tahap berikutnya. Kaori bersandar pada dada bidang Ken, mendengarkan detak jantung suaminya yang sedikit cepat. Senyum
mengembang di bibir Kaori, ia ingin menggoda Ken.
“Sayang, kok kamu deg-degan sich? Lagi mikirin apa?” tanya Kaori sambil memutar-mutar telunjuknya di dada Ken.
“Gimana nggak deg-degan, sayang. Tinggal beberapa jam lagi aku bisa ituin kamu. Boleh kan?” sahut Ken mulai genit.
“Gitu banget sich bahasanya, Ken. Kamu mau ngapain aku? Hmm...?” tanya Kaori masih menggoda Ken.
Ken menunduk ingin mengecup leher Kaori, tapi bunga melati yang menjuntai di pundak Kaori, menghalangi bibir Ken untuk mendekat.
“Haduh, kalo nggak inget masih banyak orang di luar, udah aku buka nich semua aksesoris di kepala sama badan kamu. Ini pasti lama ngelepasnya ya,” tebak Ken.
Kaori tersenyum dan mengangguk. Mereka memang sudah
sah melakukan apa yang dipikirkan Ken. Tapi entah kenapa Kaori merasa sangat
tenang. Mungkin karena sebelum menikah, Kaori sudah mempersiapkan dirinya untuk
Ken.
“Kaori, kita sudah menikah sekarang. Aku mau bilang
kalau seharusnya kita saling jujur satu sama lain, tidak ada rahasia. Tapi...
aku menyimpan satu rahasia. Aku janji, kalau waktunya sudah tepat nanti, aku
akan mengatakan semuanya sama kamu, sayang,” ucap Ken sambil mengeratkan
pelukannya.
“Rahasia apa sich? Kayaknya penting banget. Kamu
udah punya anak?” tanya Kaori mencoba memancing Ken untuk bicara.
“Belum lah. Kita belum buat, kapan punya anaknya?
Ini rahasia yang belum bisa aku kasih tahu sekarang. Please, sayang. Sabar ya.
Waktunya sebentar lagi kok,” bujuk Ken takut kalau Kaori sampai marah padanya.
Kaori mencoba memahami kalau Ken juga ingin punya
privasi dan Ken memberitahunya seperti itu agar mereka tidak punya keterbukaan
satu sama lain. Masalahnya, Kaori jadi penasaran dengan rahasia yang dimiliki
Ken.
“Kalo aku ngambek, trus kita nggak jadi malam
pertama, kamu mau ngasi tahu rahasiamu sekarang nggak?” tanya Kaori sedikit
mengancam.
Ken terdiam, ia mulai bimbang. Masalahnya kalau Ken
jujur pada Kaori tentang dia adalah putra kandung Alex dan Mia, istrinya itu
pasti bertanya tentang status Renata. Ken mulai penasaran bagaimana reaksi
Kaori kalau sampai tahu ternyata Renata adalah adik kandungnya. Apakah akan
sama dengan reaksinya dulu saat tahu kalau dia adalah putri kandung Endy dan
Kinanti.
Melihat Ken bengong saja, Kaori mencium bibir
suaminya itu. Ken yang terprovokasi mulai mengikuti permainan yang dimulai
Kaori. Meskipun belum bisa membuka pakaian mereka, tangan Ken sudah mulai aktif
menyentuh bagian tubuh Kaori. Sedang asyik berciuman, tiba-tiba ada yang
membuka pintu ruang kerja.
“Kaori!” panggil Renata. Mata gadis itu langsung
melotot kaget melihat Ken dan Kaori sedang asyik bercumbu. “Oh, astaga, maaf!!”
jerit Renata kaget. Gadis itu menutup matanya, tapi berjalan masuk ke dalam
ruang kerja.
Ken dan Kaori saling pandang bingung melihat Renata
berjalan masuk bersama Reynold. Ken kembali memonyongkan bibirnya, ia belum
puas mencium Kaori. Tapi Kaori dengan cepat menutup bibir suaminya itu dengan
tangannya.
“Ada apa, aunty?” tanya Kaori tenang.
Bukannya menjawab, Renata malah berjalan
mondar-mandir di depan Kaori dan Ken yang masih betah duduk dalam posisi mesra.
Ken yang lebih tertarik menciumi telinga Kaori, tidak terlalu mempedulikan
kegalauan Renata.
“Diem dulu, Ken. Aunty Renata kenapa mondar-mandir
gitu? Ada yang ilang?” tanya Kaori ikutan melihat kebawah.
__ADS_1
Reynold yang geli melihat sikap sok mesra Ken pada
Kaori, melempar kacang yang dibawanya ke arah suami Kaori itu. Ken mengerdikkan
kepalanya kearah Reynold seolah bertanya apa yang terjadi pada Renata. Reynold
hanya mengatakan kata galau tanpa suara.
“Aunty! Ada cicak di bawah!” teriak Ken tiba-tiba.
Renata yang terkejut, refleks melompat keatas tubuh
Reynold yang masih berdiri di dekatnya. Untung saja Reynold sigap menangkap
tubuh Renata. Kalau tidak, mereka berdua mungkin sudah celaka. Tapi akibatnya,
kacang yang dipegang Reynold jadi berhamburan di lantai.
“Mana??!! KEENNN, MANA ADA CICAK DI BAWAH!!” pekik
Renata menggelagar.
“Ada kok. Kalo lagi jatuh kan cicaknya dibawah,”
sahut Ken sambil memeletkan lidahnya.
Renata mendengus kesal, ia selalu bilang kalau dia
tidak suka cicak. Gadis itu geli melihat binatang itu dan selalu parno kalau
ada yang mengatakan kata cicak. Reynold yang ketiban rejeki bisa memeluk
Renata, cuma cengar-cengir mesum sambil tetap menggendong gadis itu.
Ken tentu saja tidak mau kalah, ia meraih dagu
Kaori lalu mencium istrinya tanpa malu. Kaori sampai mencubit lengan Ken karena
malu dilihat Renata dan Reynold.
“Apa sich, yang? Aku kan nyium ISTRIku sendiri,”
kata Ken memanas-manasi Reynold.
Pria itu langsung cemberut melihat Ken bisa mencium
Kaori dengan bebas. Reynold melirik Renata yang segera turun dari gendongannya.
Gadis itu menarik nafas panjang sebelum mulai bicara serius.
“Aku harus tahu apa yang terjadi. Apa maksud ucapan
nenek Almira tadi? Ken, kau harus jelaskan semuanya sama kami. Apa semua itu
benar? Pernikahan kalian nggak sah dong kalau itu benar. Kalian bersaudara,
kakak beradik. Tidak sepantasnya menikah,” cerocos Renata tanpa bernafas.
Kaori sudah hampir bicara, tapi Ken menahannya. Ken
ingin memastikan apa yang sebenarnya sudah di dengar Renata. “Aunty tenang dulu
“Aku nggak denger semuanya sich. Cuma bagian terakhir
yang nenek Almira bilang kalau Kaori harus dinikahkan oleh tuan Endy. Kaori,
apa ini beneran? Oh, astaga,” kata Renata sambil mendekat pada Kaori.
Ken mengangguk pada Kaori yang menatapnya minta
pertimbangan. Akhirnya Kaori juga mengangguk membenarkan apa yang didengar
Kaori. Memang benar kalau Kaori adalah putri kandung Endy dan Kinanti. Dengan
kata lain, Kaori adalah cucu kandung kakek Martin dan nenek Almira.
“Jadi, kalian bersaudara kandung kan?” tanya Renata
ragu-ragu.
Sejujurnya gadis itu juga bingung kenapa Ken dan
Kaori terlihat sangat tenang. Pasti ada sesuatu yang tidak beres. Melihat
Renata kebingungan, Ken akhirnya mengatakan kalau dia bukan anak kandung Endy
dan Kinanti.
“Kok bisa?” tanya Renata masih ragu.
“Ya, bisa. Mereka hanya ingin mendapatkan warisan
kakek Martin. Tapi semua itu sudah berlalu. Yang penting sekarang, aku sudah
bahagia dengan Kaori,” ucap Ken tidak mau membahas luka di hati Kaori.
Renata yang masih ingin bertanya, juga memilih diam
ketika menatap Kaori. Pasti berat rasanya menerima kenyataan seperti itu.
Padahal Renata ingin sekali tahu apa yang terjadi dengan hubungan antara Kaori
dan orang tua kandungnya sekarang.
“Aku sudah memutuskan hubungan dengan mereka,
aunty. Sekarang aku adalah putri dari papa Rio dan cucu dari opa Alex. Hanya
itu,” sahut Kaori seolah bisa membaca pikiran Renata.
“Dan juga istri Ken Wiranata, tentu saja,” sambar
Ken sambil memeluk Kaori erat-erat.
Suasana yang tadinya sempat tegang, mulai mencair
ketika Ken menggoda Reynold agar segera menikahi Renata. Tentu saja Renata tahu
__ADS_1
kalau Ken hanya bercanda, tapi reaksinya agak sedikit berlebihan menurut Ken.
“Apaan sich?! Siapa juga yang mau menikah sekarang.
Aku masih mau kerja, mau cari duit dulu. Nikah, nikah. Emangnya nikah nggak
pake duit,” sembur Renata galak.
“Kalo aunty nikah sama Reynold, kan nggak usah mikirin
duit. Biarin dia yang cari. Reynold kan laki-laki, pria sejati,” sahut Ken
dengan mimik wajah mengejek.
“Jangan ngaco dech, Ken. Kak Rey kan keponakanku.
Gimana sich?” sahut Renata lagi.
“Kalau bukan, mau nggak nikah sama Reynold?” tanya
Ken cepat.
Renata langsung terdiam, ia melirik Reynold yang
balas meliriknya. Kedua jempol Reynold teracung di samping tubuhnya, memberi
tanda pada Ken kalau ia sangat senang mendengar pertanyaan Ken pada Renata. Dalam
pandangan Ken, pria itu mengatakan kalau semua itu nggak gratis. Ken akan
membuat tagihan yang sangat panjang untuk Reynold, termasuk pajaknya juga.
“Jawab dong, aunty. Aku nanya, ya harus dijawab.
Gimana sich?” protes Ken menekan Renata.
“Itu... mungkin mau... eh, apa sich?! Kak Rey kan
mau cari pacar. Ya kan, kak?” tanya Renata minta dukungan Reynold.
Reynold tidak menjawab, hanya mengangkat kedua
tangannya menutup telinganya sendiri. Ia tidak mau mendengar atau mengiyakan
pertanyaan Renata barusan.
“Nah, loh. Reynold nggak mau jawab, berarti ada
sesuatu nich. Jadi aunty beneran mau sama Reynold kalau dia bukan keponakan
aunty?” tanya Ken malah mempertegas kata-katanya tadi.
Kaori juga jadi bingung kenapa Ken bertanya hal-hal
seperti itu. Meskipun bingung, Kaori tetap diam sambil fokus memperhatikan reaksi
Renata dan Reynold. Kalau Kaori berkonsentrasi, ia bisa melihat dengan jelas
apa yang sedang terjadi di depannya.
Wajah Renata jelas-jelas terlihat kebingungan
menjawab pertanyaan Ken. Akhirnya Renata menyerah dan mengatakan akan menikah
dengan Reynold kalau pria itu bukan keponakannya. Reynold tersenyum puas
mendengar jawaban Renata. Meskipun ia menulikan telinganya ketika mendengar
bagian tentang ‘bukan keponakannya’. Artinya, Renata juga melihat dirinya
sebagai seorang pria yang baik dan pantas untuk mendampingi gadis cantik itu.
“Jadi aku masuk kategori nich?” tanya Reynold
girang.
“Iya. Tapi kan nggak mungkin. Bukan itu juga
fokusnya. Ini kenapa jadi ngbahas aku sich? Kak Rey tuch yang harusnya nikah
duluan,” kata Renata mulai merasa tidak nyaman.
“Loh kan, kak Rey bisa nikah sama aunty Renata,”
celetuk Kaori membuat Renata melotot padanya.
“Apa kamu bilang??!!” lengking Renata sambil
mendekati Kaori dan Ken lalu duduk diantara mereka berdua.
Ken terpaksa bangun dari duduknya daripada tidak
sengaja menyenggol tubuh Renata. Bisa-bisa ditonjok Reynold nanti. Pria itu
mendekati Reynold dan berbisik tentang persenan. Ken menghitung setidaknya ia
harus mendapatkan uang setara dengan harga satu unit mobil keluaran terbaru
karena berhasil membuat Renata mengatakan isi hatinya.
“Lo perhitungan amat, bro. Gue kasi paket honeymoon, gimana? First class. Ampe kalian berdua nggak bisa turun dari ranjang. Anggap
saja gue nyicil. Gue lunasin kalau gue sudah menikah sama Renata. Gimana? Deal?”
tanya Reynold.
Visual Kaori
Visual Ken
Visual Renata
__ADS_1
Visual Reynold