Duren Manis

Duren Manis
Melepas kerinduan


__ADS_3

Rara menelpon Mia ketika liburan semester dimulai, saat itu Mia juga


sedang libur praktek kerja karena long weekend.


Rara : “Halo, kak. Kakak sibuk gak?”


Mia : “Halo, Rara. Gak juga aku lagi libur. Kenapa?”


Rara : “Kakak bisa ke rumah Rara, gak?”


Mia : “Ra, aku sudah pernah bilang aku gak bisa ke rumah kamu lagi.


Aku gak mau ketemu papa kamu. Di kantor aja kalau gak mendesak sekali waktu


itu, aku gak akan ketemu papamu. Aku baru tahu kalau perusahaan A itu punya


papamu.”


Rara : “Tapi Rara sendirian di rumah, kak. Yang lainnya uda pergi


liburan duluan.”


Mia : “Kenapa kamu gak ikut?” nada suara Mia mulai curiga.


Rara : “Rara mau ikut juga kok, tapi berangkat belakangan. Soalnya


Rara masih ada tugas yang belum selesai dan harus selesai hari ini juga. Tolong


Rara, kak.”


Mia : “Kirim aja via WA, Ra. Aku bantu jawabnya.”


Rara : “Kakak kesini aja dech bentar. Tugasku banyak jadi bingung


gimana jelasinnya lewat WA. Beneran di rumah sepi nich.”


Mia : “Ya, uda dech. Aku kesana sekarang, tapi aku gak mau lama-lama


ya.”


Rara : “Iya, kak. Makasih banyak ya kak.”


Mia : “Iya, iya…”


Mia mengganti pakaiannya dengan tank top hitam ketat dan span jeans.


Ia menutupi tubuh bagian atasnya dengan cardigan putih. Motornya sedang


dipinjam sepupunya, jadi Mia berangkat naik taxi online.


Beberapa waktu kemudian, Mia tiba di depan rumah Rara. Ia menatap


rumah yang tampak sepi, yang sangat ia rindukan juga, entah sudah berapa bulan


ia tidak pernah kesini lagi.


Mia menekan bel pintu rumah Rara, dan Rara keluar membuka pintu


gerbang.


Rara : “Maaf ya kakak repot-repot kesini.”


Mia : “Gak pa-pa, Ra. Biar tugasmu cepat selesai.”


Rara dan Mia masuk ke dalam rumah, Mia memilih duduk di ruang tamu,


Mia : “Aku duduk sini aja ya. Cepat ambilkan tugasmu.”


Rara : “Iya, kak. Aku ambil minuman dulu. Tugasku sudah kuturunkan


tadi.”


Mia menunggu sambil memainkan jemarinya, perasaannya benar-benar tidak


nyaman kembali ke rumah itu. Tapi tidak mungkin Rara berbohong karena rumah itu


memang terlihat sepi, bahkan tidak terlihat ada mobil di garasi rumah.


Bruk! Tiba-tiba terdengar suara benda besar yang jatuh dan teriakan


Rara,


Rara : “Aaaaoooowwww… adduhhh!!”


Mia : “Rara??!! Kamu dimana?”


Mia berlari ke dapur tapi tidak ada siapapun disana, rintihan Rara


terdengar dari kamar Alex. Cepat-cepat Mia mendorong pintu yang sedikit terbuka


dan masuk ke dalamnya. Suara Rara terdengar dari sisi ranjang Alex, tapi Mia


tidak melihat siapapun disana.


Brak! Klik! Pintu kamar Alex tertutup rapat dan dikunci, bulu kuduk

__ADS_1


Mia meremang, disana didepan pintu kamarnya yang sudah tertutup, Alex berdiri


menatapnya tajam. Tubuh Mia terasa kaku dan gemetar, ia sangat takut karena


Rara ada di rumah itu juga. Tapi hasratnya menggebu melihat Alex berjalan


mendekatinya.


Perang antara hasrat dan akal sehat Mia, membuatnya diam mematung.


Yang manakah yang akan menang?


Alex : “Mia…”


Alex melumat bibir manis Mia, merengkuh tubuhnya dalam pelukan yang


hangat dan sangat mereka rindukan. Tubuh Mia merespon sentuhan Alex dan mulai


melingkarkan tangannya ke leher Alex. Alex terus mencium bibir Mia, lidahnya


menyapu rongga mulut Mia semuanya tanpa terlewatkan.


Tangan Alex menarik cardigan yang menutup tubuh Mia dan melemparkannya


ke bawah. Ia merasakan tangan Mia meraba kancing kemejanya dan mulai membukanya


satu persatu, tapi Alex tidak sabar menarik kemejanya hingga terbuka dan


melemparkannya sembarangan.


Alex : “Katakan kau rindu padaku.”


Mia : “Aku sangat rindu kamu.”


Alex : “Katakan kau mencintaiku.”


Mia : “Aku sangat mencintaimu, sayang kamu…”


Alex : “Sebut namaku?”


Mia : “Alex, aku mencintaimu…”


Deg! Mata Mia terbuka lebar, ia terkejut melihat keadaannya dengan


kedua tangan dipegang Alex. Alex mengagumi keindahan wanita di pangkuannya,


dengan wajah memerah, dan bibir basah yang sensual.


Mia : “Maass… lepas…”


sehatnya tiba-tiba aktif lagi. Suara yang sangat sexy terdengar oleh Alex,


Alex : “Kau sangat cantik, sayang. Sangat sexy… Aku mencintaimu, Mia.”


Mia : “Lepas tanganku, mas. Aku malu.”


Alex mengendurkan pegangannya pada tangan Mia. Alex memeluk Mia,


mengecup daun telinganya.


Alex : “Mia, kenapa kau terus menghindariku?”


Mia : “Hubungan kita gak bisa diteruskan lagi, mas. Rara gak setuju…


Rara??!! Mas, aku harus keluar, Rara ada disini…”


Alex : “Rara sudah pergi menyusul si kembar. Dia yang memintaku


menyelesaikan masalah diantara kita.”


Mia : “Ma… maksud mas?”


Alex : “Rara mengijinkan aku menikah lagi.”


Mia : “Hubungannya denganku apa?”


Alex : “Rara ingin kita menikah, Mia. Dia sangat membutuhkanmu sebagai


teman, sahabat, kakak, dan yang terpenting jadi ibunya.”


Mia : “Hanya itu? Aku kan bisa jadi baby sister-nya, gak harus nikah


sama mas.”


Alex : “Kita lanjutkan yang tadi ya, biar kamu bisa serius sedikit.” Alex


mengangkat tubuh Mia dan membaringkannya ke atas ranjang,


Mia : “Mas…!! Ampun, aku gak ngomong lagi… Jangan, mas…”


Alex : “Harus diancem dulu ya, baru nurut. Malam pertama nanti, aku


akan membuatmu menjerit, sayang.”


Mia : “Mas..!! Aku gak percaya Rara mau kita nikah.”

__ADS_1


Alex : “Aku bisa v-call Rara sekarang.” Alex mengambil HP-nya dan


bersiap menelpon.


Mia : “Mas pakai bajunya juga. Aku tunggu di luar ya.”


Alex : “Pakein dong.”


Mia menggeleng, ia berjalan cepat ke pintu dan membuka kuncinya. Kemudian


duduk di ruang tamu tempat tasnya tergeletak disana tadi.


Alex menyusul dan duduk di samping Mia, memulai v-call dengan Rara.


Ada si kembar dan nenek juga disana.


Alex : “Hai, kalian sedang apa?”


Rara : “Lagi santai, pah habis berenang tadi. Papa udah ngobrol sama


kak Mia?”


Alex : “Gak cuma ngobrol… Addaooww!”


Mia mencubit pinggang Alex yang mulai iseng, ia mengarahkan kamera ke


wajahnya,


Mia : “Ra, aku mau tanya, tadi papamu bilang kalau…” Mia bingung


gimana cara ia bertanya pada Rara, tapi sepertinya Rara mengerti apa yang ingin


ia katakan,


Rara : “Rara mau kak Mia jadi mama Rara.”


Rio & Riri : “Mama? Kak Mia jadi mama kita? Mau..! Mau..! Ini gak


bohong kan?”


Mia : “Rara yakin?”


Rara : “Kalau kak Mia gak bisa jadi mama Rara, gak ada satu wanita pun


di dunia ini yang bisa.”


Nenek : “Mia, lihatlah anak-anak ini sangat mengharapkan Mia jadi mama


mereka. Gak usah Mia lihat Alex ya, meski sudah om-om gitu.”


Alex : “Bu…!! Gini-gini Alex masih bisa buat Mia… Hmmmpp…”


Mia menutup mulut Alex yang mulai bicara aneh-aneh, takut terdengar


Rara dan si kembar.


Mia : “Mia sich mau aja jadi mamanya anak-anak, nek.”


Nenek : “Panggil ibu, nak. Ibu senang sekali mendengarnya. Alex, besok


kita ke rumah Mia untuk membicarakan ini.”


Mia : “Ke rumah?” Mia mulai tegang lagi, alamat digantung mama nich


kalau minta kawin sekarang.


Alex : “Kenapa, Mia? Kamu gak mau aku lamar?”


Mia : “Mama belum tahu, kalau tiba-tiba kesana, aku bisa digantung.”


Rara : “Rara juga ikut besok, kak. Mmm… boleh manggil mama kan?”


Mia : “Iya, boleh.”


Rara : “Mama..”


Rio & Riri : “Mama…!!”


Mia tersenyum manis ke semua orang, hatinya merasa sangat lega


sekaligus takut kalau mamanya mungkin tidak akan setuju.


-------


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini,


jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan


IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


--------

__ADS_1


__ADS_2