Duren Manis

Duren Manis
Praktek kerja


__ADS_3

Lagi-lagi rutinitas praktek kerja yang melelahkan harus Mia jalani di kantor Alex, hanya tinggal 2 minggu praktek kerjanya selesai begitu juga skripsinya.


Jam kantor sudah hampir berakhir, tapi Mia harus membawa laporan keuangan ke ruang kerja Alex. Biasanya mb Sopia yang melakukan itu, tapi mb Sopia sudah pulang duluan karena tidak enak badan. Ketika sampai di depan ruang kerja Alex, ia melihat asisten Alex tidak ada di tempat.


Celingak-celinguk sebentar akhirnya Mia memberanikan diri mengetuk pintu ruang kerja Alex.


Alex : "Masuk."


Mia : "Permisi, pak. Saya bawakan laporan keuangan minggu ini dan realisasi budget bulan lalu."


Mia berjalan mendekati meja kerja Alex, duda tampan di depannya tampak serius menatap laptopnya. Ia meletakkan laporan yang ia bawa diatas meja.


Mia : "Saya permisi dulu, pak."


Alex : "Mia, temani aku lembur ya. Pekerjaanku agak banyak."


Mia : "Saya absen sama ambil tas dulu ya, pak."


Alex tersenyum menatap Mia yang bicara formal padanya. Mia selalu bersikap profesional saat mereka ada di kantor, bukannya bersikap manja dan pamer hubungan mereka.


Mia kembali beberapa menit kemudian, ia duduk di kursi di depan meja kerja Alex. Mengibukkan diri dengan membaca laporan keuangan yang tadi dibawanya.


Mia : "Bapak mau minum kopi?"


Alex : "Boleh, kau bisa membuatnya disana."


Mia menoleh ke arah yang ditunjuk Alex. Disudut ruangan ada meja kopi yang lengkap dengan pemanas air.


Mia meracik kopi untuk Alex, sambil menunggu air panas, Mia melihat keluar jendela ruang kerja Alex.


Lampu-lampu dari mobil yang berseliweran di jalan raya terlihat jelas dari sana. Perlahan pemandangan diluar mulai samar karena hujan yang tiba-tiba turun.


Mei : "Wah, hujan."


Suara pemanas air membuat Mia menoleh dan segera mencampurkan air panas dengan kopi di cangkir. Mia membawakan kopi untuk Alex.


Mia : "Pak, ada yang bisa saya bantu? Mungkin ada laporan yang bisa saya cek?"


Alex : "Apa ya? Sini lebih dekat."


Mia mendekat pada Alex yang menunjuk layar laptopnya, tapi saat Mia menunduk, Alex malah mencium pipinya.


Alex : "Sayang, sebentar lagi kau lulus kan? Apa kau lupa sesuatu?"


Mia : "Apa yang kulupakan?"

__ADS_1


Alex : "Pernikahan kita, sayang."


Alex menarik Mia hingga duduk di pangkuannya. Mia bisa merasakan tonjolan keras dibawah sana.


Mia : "Aku belum tahu lulus ujian apa gak, mas. Sabar ya."


Alex : "Tapi aku uda nunggu lama, Mia."


Mia : "Gak lama lagi, mas. Jangan ngambek dong."


Alex memeluk tubuh Mia, wajahnya terbenam di dada Mia yang montok. Ia merasa sangat lelah dan perlu tidur, tapi pekerjaannya belum selesai.


Mia : "Mas capek ya. Kerjaannya masih banyak? Aku pijitin ya.


Alex : "Pijit pake ini ya." Alex menggesekkan wajahnya ke dada Mia.


Mia : "Mas nakal ih, ini dikantor ntar malah gak kelar kerjaan mas."


Alex melepaskan pelukannya dan Mia beranjak ke belakang kursi kerja Alex. Alex menikmati pijatan dan kopi buatan Mia. Ia kembali bersemangat menyelesaikan pekerjaannya.


Hingga jam 8 malam, Alex bekerja. Ia merenggangkan tubuhnya yang pegal dan melihat Mia tertidur di sofa.


Alex berjalan mendekati Mia, berjongkok di dekatnya dan menunduk mencium Mia lagi. Merasa tidak ada respon, Alex melumat bibir Mia lebih ganas.


Mia terbangun akibat ulah Alex,


Alex : "Kamu uda bangun, kita pulang yuks sambil nyari makan dulu diluar."


Mia mengangguk masih mengerjap mengumpulkan nyawanya yang belum terkumpul sepenuhnya.


Alex menuntun Mia keluar dari ruang kerjanya menuju ke mobilnya. Mereka keluar dari areal parkir dan mencari restauran disekitar sana.


Setelah berkendara 10 menit, Alex memarkir mobilnya di parkiran restauran masakan tradisional.


-------


Alex dan Mia duduk di salah satu meja kosong dan pelayan membawakan menu makanan. Sambil memilih menu, pandangan Mia sesekali melihat sekeliling restauran.


Mia : "Itu Arnold bukan ya?"


Alex mengernyit mendengar nama pria lain disebutkan Mia. Ia menoleh mengikuti arah pandangan Mia dan melihat laki-laki yang lumayan tampan duduk di salah satu meja restauran.


Mia : "Itu anak yang nolong Rara dari Jodi."


Alex : "Masa? Hmm, sepertinya aku pernah lihat, tapi dimana ya?"

__ADS_1


Pelayan mengingatkan mereka lagi tentang promo yang sedang berlangsung dan mereka kembali fokus pada menu masakan.


Setelah pelayan pergi, Mia kembali fokus melihat ke arah Arnold. Alex sedikit cemburu melihat Mia tidak lagi fokus padanya.


Alex : "Sayang, aku ada disini. Bukan disana."


Mia : "Aku sedang mengawasi gebetannya Rara."


Alex : "Appa??!!"


Mia : "Sayang, jangan berisik. Dia jadi menoleh kesini kan."


Arnold yang baru selesai makan, menatap pasangan yang sedang berpegangan tangan mesra itu. Ia berjalan mendekati meja Alex dan Mia.


Arnold : "Selamat malam, pak Alex. Senang bertemu anda disini."


Alex : "Selamat malam, sepertinya saya lupa kita pernah ketemu dimana ya?"


Mereka berjabat tangan dan Arnold menjelaskan kalau ia anak dari salah satu rekan bisnis Alex. Mereka pernah bertemu saat pesta bisnis.


Arnold mengarahkan pandangannya pada Mia,


Arnold : "Loh, bukannya kita pernah bertemu sebelumnya. Di kampus. Mama Rara, benar kan?"


Alex : "Arnold, ini Mia, calon istriku dan Rara itu anak kandungku. Terima kasih karena kamu sudah menolong Rara."


Arnold : "Oohh... I see.. never mind, pak. Well, sampai jumpa lagi pak Alex dan mama Rara. Saya harus pergi sekarang."


Arnold pergi meninggalkan meja Alex dan Mia, ia langsung keluar restaurant karena billnya sudah beres.


Alex : "Anak yang lumayan baik."


Mia : "Sepertinya begitu. Apa kau setuju kalau mereka dekat?"


Alex : "Siapa?"


Mia : "Rara dan Arnold."


Alex : "..."


-------


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


--------


__ADS_2