Duren Manis

Duren Manis
Istri lebih cantik


__ADS_3

Ketika Rara dan


Arnold menikmati makan siang di kantor Arnold, Alex tampak sedang meeting


dengan salah satu clientnya di sebuah restaurant. Romi belum datang saat itu


dan kebetulan clientnya yang datang adalah seorang wanita muda dan seksi.


Linda : “Pak Alex


ini baik sekali ya. Saya minta diskon dikasi, minta tambahan desain juga dikasi


free. Kalo minta yang lain, dikasi nggak ya?”


Alex : “Bu Linda


bisa saja. Memangnya apa lagi yang masih kurang dari proposal penawaran kami?”


Linda : “Gak ada


sich. Saya cuma penasaran, Pak Alex masih single atau...”


Alex : “Saya sudah


menikah dan punya anak 5.”


Linda : “5?! Wah,


hebat sekali ya. Kuat sekali sampai punya anak 5.”


Alex : “Ya, dikasi


rejekinya 5, bu Linda. Silakan minum dulu. Asisten saya akan datang sebentar


lagi membawa perjanjiannya.”


Linda : “Kenapa


buru-buru, Pak Alex. Kita bisa ngobrol lebih banyak kan kalau asisten bapak


masih lama.”


Alex hanya


tersenyum menanggapi clientnya yang mulai menggoda dengan tatapan genit.


Resikonya berwajah tampan meskipun sudah kepala 4, yang penting ia tetap bisa


menjaga batasannya antara pekerjaan dengan masalah pribadi.


Linda : “Istri pak


Alex seperti apa? Pasti cantik kan?”


Alex : “Iya, dia


sangat cantik. Sangat menawan malah.”


Linda : “Saya jadi


penasaran ingin bertemu dengan istri bapak.”


Alex : “Dia sedang


di rumah, menjaga anak kembar kami.”


Linda : “Oh, ibu


rumah tangga. Pasti biasa pakai daster aja.”


Alex : “Saya gak


pernah lihat dia pakai daster. Saya berangkat ke kantor sama pulang dari kantor


dia selalu pakai lingerie.”


Linda : “Bapak suka


yang seperti itu?”


Alex : “Maksud,


ibu?”


Linda : “Lingerie.


Bapak suka yang model apa?”


Alex : “Sepertinya


pembicaraan kita agak menyimpang.”


Alex merasakan


sesuatu merayap di kakinya dan terus naik sampai ke pahanya. Tanpa melihat,


Alex tahu kalau kaki wanita yang duduk di depannya ini adalah pelakunya. Alex


tersenyum masam, ia tidak bergerak dan berpura-pura tidak merasakan apa-apa.


Sungguh kalau bisa


ia ingin meninggalkan wanita ini saja, toh perjanjiannya bisa dikirim lewat


Romi. Tapi Alex berusaha tenang dan tidak terprovokasi dengan aksi nakal wanita


ini. Melihat pria di depannya tetap tenang setelah serangan yang


dilancarkannya, Linda semakin tertarik dengan Alex.


Ia semakin


penasaran seberapa kuat Alex sampai bertahan dari wanita cantik seperti


dirinya. Linda menggeser duduknya dan semakin berani merayapkan kakinya


mendekati bawah perut Alex. Saat itu Alex tersenyum melihat seseorang muncul


dari pintu restaurant,


Alex : “Mia!”


Mia menoleh ketika


namanya dipanggil dan tersenyum pada Alex. Tapi keningnya mengkerut melihat


kalau Alex tidak sendirian. Mia berjalan dengan cepat mendekati meja Alex dan


Linda.


Alex : “Sayang,


kamu disini? Mau beli apa?”


Melihat suaminya


duduk bersama seorang wanita cantik, Mia sebenarnya ingin marah-marah, tapi ia


melihat kalau Alex tidak berniat berselingkuh darinya. Kalau iya, wajahnya


pasti sudah panik dan gak mungkin Alex akan memanggil dirinya.


Mia : “Ibu lagi gak


enak badan, mas. Aku mampir ke apotek nebus obat. Sekalian mampir kesini mau


beli puding pesanan Rara. Mas ngapain disini? Udah makan?”


Alex : “Mas udah


makan. Kenalkan ini ibu Linda, client kita, sayang. Ibu Linda, ini Mia, istri

__ADS_1


saya.”


Mia mengulurkan


tangannya diiringi senyuman manis yang disambut enggan oleh Linda.


Linda : “Ini


istrinya Alex, muda sekali. Uda punya 5 anak, badannya mekar. Lebih bagus


badanku.” Batin Linda sambil men-scan tubuh Mia.


Mia : “Apa-apaan


wanita ini? Ngeliatin aku sampai begitu. Emang kenapa kalau badanku mekar? Yang


penting dadaku lebih besar darimu, *****.” Batin Mia.


Entah kenapa Mia


gak suka melihat wanita client Alex ini. Ia mencium bau pelakor dari parfum


wanita ini. Alex melihat kilatan petir diantara kedua wanita di depannya. Ia


tidak mau ambil resiko kesetrum dan segera meredakan suasana yang mulai


memanas.


Alex : “Sayang, aku


ada meeting disini sama Ibu Linda, Romi juga mau datang. Kamu pesen pudingnya


dulu ya.”


Mia : “Iya, mas.”


Pelayan berjalan


cepat menghampiri Mia dan mencatat pesanannya. Ia juga memesan jus jeruk untuk


dibawa pulang.


Alex : “Kamu gak


minum disini sambil nunggu?”


Mia : “Aku gak bisa


lama-lama, mas. Mb Minah jagain si kembar sendirian. Takutnya mereka rewel.”


Alex menyodorkan


jus jeruknya pada Mia,


Alex : “Ini minum


dulu, diluar kan panas banget.”


Mia : “Iya, mas.”


Linda mengepalkan


tangannya di bawah meja. Kakinya bergerak mencari sebelah sepatunya yang tadi


ia lepaskan untuk menggoda Alex, tapi tidak ia temukan. Linda tidak tahu, saat


perhatiannya teralihkan dengan kedatangan Mia, Alex sudah menendang sepatunya


sampai jauh ke bawah meja pelanggan di belakangnya.


Alex meraba


punggung Mia yang duduk di sebelahnya, membuat istrinya itu merinding karena


baju yang dipakainya saat itu terbuat dari bahan yang tipis berlapis.


Mia : “Uhuk!”


saat Alex meraba pinggangnya. Sebagai gantinya Mia mencubit pelan paha Alex.


Keduanya tersenyum penuh arti satu sama lain, mengacuhkan Linda yang semakin


kesal melihat kemesraan pasangan suami istri itu.


Linda : “Romi


kenapa lama sekali ya?”


Alex : “Oh, apa Ibu


Linda terburu-buru?”


Linda : “Tidak


sich, tapi saya ada janji lain setelah ini, disini juga.”


Alex : “Coba saya


telpon. Ach, itu dia datang.”


Romi datang sambil


melambaikan map yang dibawanya. Romi tersenyum melihat Mia duduk bersama Alex.


Romi : “Hai, Mia.


Kau disini juga. Selamat siang, Bu Linda. Ini perjanjiannya.”


Linda segera


membaca perjanjian itu dengan cepat,


Linda : “Dimana


saya harus tanda tangan?”


Romi menyerahkan


pulpen dan menunjuk setiap lembar perjanjian yang harus di tanda tangani oleh


Linda. Setelah selesai, Romi menyerahkannya pada Alex dan melakukan hal yang


sama. Alex memberikan perjanjian itu pada Romi.


Romi : “Ini untuk


Ibu Linda dan ini untuk kami.”


Alex : “Terima


kasih atas kerja samanya, Bu Linda.”


Alex menjabat


tangan Linda dan Romi juga melakukan hal yang sama. Saat itu pesanan puding Mia


juga sudah siap. Pelayan memberikannya pada Mia,


Mia : “Terima


kasih.”


Romi : “Mb, minta


bill-nya sekalian.”


Linda : “Ach, biar


saya saja yang selesaikan bill-nya. Sebagai tanda kerja sama kita.”


Sungguh, Linda

__ADS_1


ingin agar Alex, Mia, dan Romi segera pergi dari sana agar ia bisa menemukan


sepatunya.


Alex : “Oh, terima


kasih Ibu Linda. Kalau begitu kami permisi dulu.”


Alex segera


menggiring Mia dan Romi keluar dari restaurant dan mengintip dari celah kaca


yang ada di depan restaurant.


Mia : “Kenapa sich,


mas?”


Alex : “Tunggu dan


lihat pertunjukan yang menarik.”


Segera setelah


ketiganya menghilang, Linda melongok ke bawah meja, tampak mencari sesuatu. Ia


melihat sepatunya ada di dekat kaki pelanggan yang duduk di belakangnya. Mata


Linda jelalatan melihat ke belakang, menunggu pelanggan di meja itu pergi dari


sana.


Ia tampak berpikir


dan memanggil pelayan. Setelah berbisik, pelayan itu segera ke meja di belakang


Linda dan menyampaikan sesuatu. Entah apa yang dikatakan Linda pada pelayan


itu, tapi pelanggan di belakangnya langsung bersiap-siap keluar dari


restaurant.


Setelah meja


sebelahnya kosong, Linda dengan cepat berdiri dan mengambil sepatunya tanpa


menarik perhatian pelanggan lain di restaurant itu.


Alex : “Hihihi...


hahaha... lucu banget sich.”


Mia : “Apanya yang


lucu?”


Mia dan Romi kepo


menatap Alex yang berjalan menuju mobilnya sambil tertawa geli. Mereka mengekor


dibelakang Alex.


Romi : “Iya, nich. Bikin


penasaran aja. Apa yang lucu?”


Alex berhenti


tertawa dan menatap keduanya. Ia menceritakan apa yang terjadi tadi sebelum Mia


datang.


Mia : “Iih...


beneran tuch pelakor. Minta dijambak!!”


Alex : “Sabar,


sayang. Aku gak tergoda sama sekali dengan dia. Kan ada kamu.”


Romi : “Hei, aku


masih disini dan kalian malah mesra-mesraan.”


Romi ngomel melihat


Alex memeluk pinggang Mia, gak sadar mereka masih di parkiran yang cukup ramai


dengan orang lalu lalang.


Alex : “Yank, kita


check in bentar yuk.” Bisik Alex ditelinga Mia.


Mia : “Mas nich.


Aku mesti balik cepat ke rumah. Ntar malem aja ya.” Bisik Mia juga.


Romi : “Kalian ini


mirip pasangan kekasih yang mau berbuat mesum. Pulang sana.”


Alex : “Emangnya


boleh?”


Romi : “Tunggu...”


Romi membuka


ponselnya dengan cepat dan membaca jadwal Alex hari ini.


Romi : “Jadwalmu


kosong, sana pulang.”


Alex : “Hayo, yank.


Uda dikasi sama Romi. Kita pulang trus enak-enak.”


Mia : “Hihi... kamu


mesum, mas.”


Romi : “Ooohh...


cepat pergi. Huss.”


Romi mulai kesal


melihat keduanya dan membuka pintu untuk Mia agar segera masuk ke mobil Alex.


🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca


novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk


Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya


para reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak


ya..


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


🌲🌲🌲🌲🌲

__ADS_1


__ADS_2