Duren Manis

Duren Manis
Hiburan malam


__ADS_3

Mia baru kembali dari kantor Alex, ia baru selesai meeting dengan client untuk projek barunya bersama Bianca. Pikirannya tersita untuk pekerjaan baru ini dan membuat tubuhnya lelah.


Mia mengganti pakaiannya di dalam kamar, ia menumpuk pakaian kotornya dan milik Alex. Lalu membawanya keluar dari kamar. Mb Minah tampak sedang melipat pakaian yang sudah ia setrika.


Mia : "Mb, ini baju kotor lagi. Itu baju si kembar?"


Mb Minah : "Iya, mb."


Mia : "Sini biar saya bawa ke atas. Makasi mb."


Mb Minah senang sekali karena Mia mau membantunya mengerjakan beberapa pekerjaan rumah juga dan tidak berlagak seperti nyonya besar.


Mia selalu memperlakukan mb Minah seperti keluarga sendiri. Susah sekali mendapatkan pembantu yang setia dan selalu membantu Mia menjaga rumah.


Mia juga tidak terlalu sibuk menjaga nenek yang mulai sakit-sakitan karena usia. Mb Minah selalu menjaga nenek dan juga menjaga rumah tetap bersih.


Mia membawa tumpukan baju si kembar ke lantai 2 dan meletakkannya di dalam lemari si kembar. Saat berada di kamar Rio, ia melihat banyak foto dirinya dan juga Rara terpasang di dinding kamar dekat meja belajar.


Mia jarang masuk ke kamar Rio, selain karena ia sudah SMA saat itu, mereka lebih sering ngobrol di ruang keluarga. Mia melihat semua foto itu sambil senyum-senyum sendiri.


Di sudut ruangan ada beberapa foto lagi, foto lengkap keluarga mereka dalam bingkai emas saat pernikahan Mia dan Rara. Ada juga foto dirinya bersama si kembar, tersenyum manis menatap kamera.


Rio menata foto-foto itu sangat rapi dan teratur sesuai dengan lamanya momen. Mia melihat momen terbaru saat ulang tahun Alex. Mia tertawa melihat foto itu, wajah Alex penuh dengan krim kue ulang tahunnya dan ia sengaja menggosok wajahnya pada si kembar.


Dibagian lain tampak foto Rio seorang diri saat ia main basket, lomba lari, pose di tempat makan, meja belajar, diatas tempat tidur, di lapangan sekolah dan banyak tempat lainnya.


Terlihat perubahan wajahnya dari kecil imut dengan wajah mulus, jadi lebih macho dengan kumis tipis dan cambang tipis. Wajahnya sangat mirip dengan Alex.


Mia tidak berhenti tersenyum melihat semua foto di ruangan itu. Disisi dinding yang lain, ada tumpukan buku yang asal saja di tumpuk Rio. Sepertinya tidak pernah dibaca, Mia mengambil salah satu buku sketsa paling atas.


Ia membukanya satu persatu dan tersenyum melihat sketsa dirinya di dalam buku itu. Rio menggambar setiap ekspresi Mia di dalam foto yang ia tempel di dinding kamarnya.


Saat Mia ingin meletakkan buku sket itu kembali ke tempatnya, pintu kamar Rio terbuka. Alex melongokkan kepalanya,


Alex : "Sayang, kamu disini. Ngapain?"


Mia : "Sini dech, mas. Rio punya bakat gambar loh."


Alex menerima buku sket yang disodorkan Mia dan membukanya satu persatu.


Alex : "Wow, bagus ya. Ini kalo di foto trus dibuat soft album foto itu pasti bagus ya."


Mia : "Emang bisa, mas?"


Alex : "Coba aku tanya Romi ya. Dia pernah pake buat bikin presentasi."


Mia : "Mas, aku kangen si kembar. Biasanya jam segini kita ngobrol sama mereka."


Alex : "Mau v-call?"


Mia : "Aku v-call Rio, mas v-call Riri ya."


Mereka mengambil ponsel masing-masing dan mulai menghubungi si kembar. Rio mengangkat telpon lebih dulu.


Tampak latar belakang Rio sedang berada di luar kamar. Mereka sedang menikmati makan malam di kantin.


Rio : "Mama!!"


Riri yang mendengar Rio menyebut Mia, bergeser ke dekatnya dan melambaikan tangan ke arah Mia.

__ADS_1


Riri : "Mama!! Kangen!"


Mia : "Mama juga kangen. Kalian lagi makan?"


Rio : "Iya, mah. Mama apa kabar?"


Mia : "Baik, sayang. Peluk cium... Muah..."


Rio memonyongkan bibirnya kearah Mia yang langsung berganti jadi Alex.


Alex : "Cium papa, sayang."


Rio : "Ih, papa minggir. Mau sama mama."


Alex : "Gak boleh."


Dan lagi-lagi mereka berdebat gak mau kalah satu sama lain. Riri bicara dengan Mia lewat v-call satunya. Ia bercerita kalau Elo jadi asdos disana.


Mereka ngobrol asyik diselingi teriakan kesal Rio, sampai keduanya lelah sendiri. Alex memeluk Mia dari belakang dan Rio tampak menghabiskan es jeruknya.


Rio : "Pah, lepasin mama."


Alex : "Gak mau... Week..."


Mia : "Ih, kalian diem!! Berisik banget sich."


Perhatian Mia teralihkan saat seorang gadis manis muncul dari samping Riri, di tangannya ada segelas es jeruk yang langsung diambil Rio dan diminum.


Gadis itu melongo sejenak sebelum mencubit lengan Rio,


Kaori : "Balikin!! Jangan dihabisin! Rio rese!!"


Rio memegang tangan Kaori yang terus mencoba mengambil gelasnya. Rio cuek saja menghabiskan es jeruk itu sampai tandas.


Rio : "Neh..."


Kaori : "..."


Kaori melongo lagi melihat gelasnya kosong. Dengan kesal ia berdiri dari duduknya dan pergi mengambil es lagi sambil marah-marah.


Kaori : "Ih, nyebelin banget!"


Mia tersenyum melihat cara Rio menatap kepergian gadis itu. Ia menatapnya cukup lama sampai gadis itu menghilang diantara pilar kantin.


Mia : "Siapa gadis itu? Cantik sekali. Ekor kudanya lucu."


Rio : "Tuch kan bener lucu. Cantik kan, mah."


Riri : "Dia Kaori, temen satu kamarku, mah. Kayaknya Rio jatuh cinta sama dia."


Riri menunjukkan ekspresi geli dan mau muntah mengatakan kata-kata itu. Rio mencolek tangan Riri,


Rio : "Kamu bukannya jatuh cinta sama kak Elo."


Riri : "Ngaco."


Mia saling pandang dengan Alex. Anak kembar mereka mulai mengenal cinta. Bisa konsen kuliah gak kalo gini ya.


Kediaman kedua orang tua mereka membuat keduanya kompak bertanya.

__ADS_1


Rio & Riri : "Kenapa, mah?"


Mia : "Kalian uda kenal cinta, ntar mama gimana?"


RioΒ  : "Tuch kan harusnya mama nikah sama aku dan bukan sama papa."


Alex : "Rio..."


Rio : "Bercanda, pah. Ampuni anakmu ini yang paling ganteng."


Kaori : "Ganteng dari Hongkong..."


Mereka berempat menoleh pada Kaori yang sudah bergabung lagi dengan si kembar. Di tangannya ada gelas berisi air jeruk yang terlihat menyegarkan. Sedang tangan satunya memegang coklat batangan.


Rio menarik tangan Kaori yang memegang coklat. Untung saja ia sudah meletakkan es jeruknya agak jauh. Wajah Kaori sangat dekat dengan Rio, Rio menarik tangannya saat ia sedang berusaha menggigit coklat batang itu.


Dengan cepat Rio menggigit pinggir coklat satunya dan mengunyahnya dengan nikmat. Meninggalkan Kaori yang terkejut dengan bibir belepotan coklat.


Wajah Kaori merona dengan wajah cemberut. Mia dan Alex terkejut melihat kelakuan Rio yang langsung nyotot aja seperti ayam.


Mia : "Ehem... Malam, Kaori ya."


Kaori : "Eh, malam kak, eh tante... eh, saya manggilnya apa?"


Mia : "Panggil kakak aja. Kamu cantik ya."


Kaori : "Makasi, kak. Kakak juga muda banget. Beneran mamanya Riri?"


Rio : "Mamaku juga."


Kaori yang kesal pada Rio menatapnya judes. Bukannya jelek, wajah Kaori terlihat menggemaskan. Rio tidak bisa menahan dirinya mencubit kedua pipi Kaori yang berakhir dengan pukulan di lengannya.


Kaori : "Aduch!! Ngeselin banget sich!! Rio!!"


Rio tertawa ngakak berhasil membuat Kaori marah-marah. Mia sampai ikutan tertawa melihat tingkah keduanya.


Alex : "Rio, jangan nakal."


Rio : "Gak nakal, pah. Dia yang mulai."


Kaori : "Eh, malam om."


Alex : "Om?? Panggil kakak aja ya."


Rio : "Huu... Gak inget umur."


Mia dan Riri ketawa ngakak mendengar Rio yang kurang ajar meledek papanya. Mereka berinteraksi dengan si kembar sampai Alex mengeluh lapar.


🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain β€˜Menantu untuk Ibu’, β€˜Perempuan IDOL’, β€˜Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya...


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


🌲🌲🌲🌲🌲

__ADS_1


__ADS_2