Duren Manis

Duren Manis
Kembali aktif


__ADS_3

Usai beristirahat selama seminggu, Mia mulai menjalani aktifitasnya dengan bekerja bersama Alex. Awalnya Alex menentang keinginan Mia ini karena khawatir dengan kondisi tubuhnya. Tapi Mia meyakinkan Alex kalau dirinya akan beristirahat kalau lelah.


Mia tidak bisa diam saja di rumah hanya ditemani nenek dan mb Minah. Ia ingin bekerja sebelum memiliki anak nantinya. Lagipula ia masih merasa Alex menyimpan rahasia lain tentang dirinya dan masa lalunya.


Dan inilah Mia dengan penampilan barunya, ia sempat ke salon sehari sebelumnya dan memotong sedikit rambut panjangnya. Penampilannya lebih segar dengan rambut pendek, dan riasan natural.


Ia juga mengenakan pakaian kerja berupa blus dan rok span. Kalau saja Mia berpenampilan seperti itu ke kantor sebelumnya, sudah bisa dipastikan Alex akan langsung memakannya.


Tapi kali ini Alex hanya mendekatinya dan mencium bibirnya ketika ia merasa tidak tahan melihat Mia. Hanya sebatas itu saja, bagi Alex sudah cukup.


Mia : "Sabar ya, mas."


Alex : "Aku sabar banget kok, sayang. Yang penting kamu sehat. Aku mencintaimu, Mia."


Mia : "Aku lebih mencintaimu, mas. Kalau gak tahan, aku bisa bantu..."


Alex : "Jangan mancing dech..."


Mia : "Aku cuma mau bantu, mas."


Alex : "Tunggu kamu sehat ya, aku masih bisa sendiri."


Mia tersenyum memeluk tubuh Alex, tangannya masuk ke dalam kemeja Alex mengelus perut six pack-nya.


Alex : "Jangan kebawah lagi ya. Aku gak kuat..."


Mia mencium pipi Alex, dirinya juga gak mau ambil resiko diserang Alex di kantor.


Alex melepaskan pelukannya, ia kembali duduk di meja kerjanya dan kembali sibuk dengan pekerjaan. Mereka cukup sibuk karena Ilham belum juga datang. Entah dimana dia sekarang.


Mia : "Mas, Ilham kemana sich? Aku perlu cari dokumen buat meeting nich."


Mia mengeluh pada Alex karena tidak menemukan dokumen yang ia cari. Alex mengambil ponselnya dan menelpon Ilham.


Ilham : "Halo, pak."


Alex : "Ilham, kamu dimana?"


Ilham : "Saya otw kantor, pak. Maaf terlambat."


Alex : "Memangnya kamu darimana?"

__ADS_1


Ilham : "Saya habis mengantar Bianca pulang. Dia mau masuk kantor lagi katanya."


Alex : "Kalian uda jadian?"


Ilham : "Bisa dibilang begitu. Saya segera sampai, pak."


Alex : "Ok, hati-hati."


Mia yang kepo mendengar kata jadian, mendekati meja Alex. Setelah Alex menutup telpon, Mia memberondongnya dengan banyak pertanyaan.


Mia : "Siapa yang jadian? Dimana dokumennya? Itu Ilham?"


Alex : "Woow... Tunggu dulu, satu-satu. Asisten kita akan segera datang. Sabar."


Mia : "Asisten kita? Maksudmu Ilham? Diakan asistenmu, mas."


Alex : "Maksudku Ilham dan Bianca."


Mia : "Mereka uda jadian?!"


Alex : "Sepertinya begitu."


Mia : "Wah, perkembangan yang bagus. Selangkah lagi dan berkurang satu ulat bulu gatel yang mengejarmu."


Mia : "Kenapa? Gak suka?"


Alex cuma bisa senyum-senyum melihat kelakuan Mia. Ia sangat bersyukur bisa mendapatkan Mia yang cantik dan sabar. Meskipun pencemburu, tapi Alex sangat mencintai Mia.


Alex : "Aku suka kok, itu tandanya kamu sangat mencintai aku."


Mia : "Hmm... Itu tahu."


-----


Ilham berjalan memasuki kantor Alex, dibelakangnya Bianca berjalan mengikutinya. Mereka sedikit menjaga jarak satu sama lain.


Bianca tidak ingin mengganggu ketentraman kantor Alex dengan tambahan gosip dirinya berkencan dengan Ilham. Ia meminta Ilham bersikap biasa saja di kantor terutama kalau ada orang lain.


Ilham hanya mengiyakan keinginan Bianca, setidaknya ia tidak perlu berpura-pura mesra. Ia yakin hubungan ini tidak akan berhasil. Tapi kenapa Ilham mengejar sampai apartment Bianca waktu ia bilang akan dijodohkan?


Ilham melamun di depan lift yang sudah terbuka, Bianca masuk duluan dan berbalik. Ia menatap Ilham yang tetap diam dan langsung menarik tangannya agar masuk ke lift.

__ADS_1


Saat itu lift dalam keadaan sepi karena semua orang sudah sibuk bekerja. Tarikan Bianca yang terlalu keras membuat Ilham hampir jatuh dan refleks memeluk tubuh Bianca.


Bianca terbelalak kaget, meskipun tidak sengaja tapi sentuhan itu membuat Bianca merasa kesetrum di sekujur tubuhnya. Saat Ilham mengendurkan pelukannya, lagi-lagi Ilham mencium leher Bianca.


Bianca : "Aihhh...!" Wanita cantik itu menjerit geli. Ia mendorong tubuh Ilham ke samping dan memunggungi Ilham dengan wajah merah.


Lagi, pria itu membuat perasaannya kacau berantakan. Ia sampai harus menepuk pipinya untuk menghilangkan rasa malunya. Ilham tersenyum tipis melihat reaksi Bianca yang heboh sendiri.


Ini baru leher, gimana dengan bagian yang lain ya? Ilham ikutan memukul pipinya untuk menyadarkannya dari fantasi mesumnya. Wajahnya ikutan memerah karena itu.


Setelah lift terbuka di lantai ruang kerja Alex, Ilham segera membawakan dokumen meeting ke ruang kerja Alex.


Ilham : "Pagi, pak. Pagi, bu."


Mia : "Akhirnya kau datang. Bagaimana..."


Bianca : "Pagi, Mia, Alex. Aku melapor untuk bertugas kembali."


Mia : "Oh, hai. Sini, aku ada tugas untukmu."


Bianca dan Mia sibuk merapikan dokumen di meja kerja Mia yang berhadapan dengan Alex. Mia sedang konsentrasi mengembangkan salah satu produk dari perusahaan Alex yang fokus pada keperluan wanita. Terutama saat mereka mulai mager.


Tentu saja ide ini dipikirkan Mia selama ia beristirahat di rumah. Mia tidak ingin keguguran membuat kondisi emosionalnya terganggu dan tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai ibu dan istri.


Saat ia berdiam di rumah dan belum bisa beraktifitas karena kondisi tubuhnya, Mia merasakan kesulitan membeli kebutuhannya sendiri. Seharusnya mudah saja kalau pesan ojol, tapi ada sesuatu yang lain. Rasa tidak nyaman terutama saat harus membeli pembalut wanita dengan spesifikasi yang sulit.


Dan hanya wanita yang mengerti rasanya PMS yang menyebabkan rasa sensitif karena perubahan hormon. Itulah tujuan dari proyek yang akan ia kerjakan sekarang.


Sebagai langkah awal, Mia sudah menyusun sebuah kuisioner online yang bisa di share melalui sebuah link. Siapapun yang mengisi kuisioner ini dengan data pribadi yang benar dan bukan anonym, akan mendapat hadiah pulsa yang bervariasi dari lima ribu rupiah sampai sepuluh ribu rupiah.


Untuk itu Mia bekerja sama dengan IT dari perusahaan Ronald. Ia hanya perlu menyelesaikan beberapa pertanyaan lagi dan Bianca sangat membantunya.


Sedangkan Alex kembali berkutat dengan meeting bersama Ilham, melanjutkan tugasnya menjalankan perusahaan.


-----


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.

__ADS_1


--------


__ADS_2