Duren Manis

Duren Manis
Bukaan


__ADS_3

Mia terus merintih di dalam mobil yang dikemudikan Alex. Ia tidak bisa mengatakan dimana sakitnya. Pinggangnya terasa hampir putus.


Mia : "Sakit, mas."


Alex : "Sabar, sayang. Sebentar lagi sampai. Setelah lampu merah..."


Mia : "Dari tadi kau bilang gitu, mas. Sejak lampu merah pertama. Ini sudah lampu merah ketiga. Adduuhh..."


Alex : "Kenapa kau hitung lampu merahnya?"


Alex meringis karena lengannya dicengkeram Mia. Mereka berdua saja di dalam mobil sementara nenek dan mb Minah tetap diam di rumah.


Mia : "Aku kira rasa sakitnya bisa hilang kalau aku fokus ke tempat lain."


Mia menendang pintu mobil saat ia memutar tubuhnya.


Mia : "Sakit...!"


Alex : "Haduh, sayang. Jangan nendang-nendang nanti kaki kamu sakit."


Mia : "Napa?! Gak boleh nendang mobilmu!!"


Alex : "Bukan, sayang... Kakimu ntar sakit."


Mia : "Sakit, mas. Sakit...!!"


Alex : "Sayang, jangan nangis. Tendang aja, tendang mobilnya. Gak pa-pa. Tapi jangan nangis, jangan teriak."


Mia : "Kenapa?!!"


Alex : "Ntar nafasmu habis duluan. Tuch liat rumah sakitnya uda keliatan."


Mia bolak balik di kursi depan. Sementara lantai mobil depan sudah basah karena cairan yang keluar dari sela paha Mia.


Alex memarkir mobilnya di depan UGD. Security dan suster berlari menghampiri mobil Alex dan membantu mengeluarkan Mia dari sana.


Security meminta Alex membawa mobilnya ke parkiran bawah. Alex memarkir mobilnya dengan cepat dan membawa tas Mia keluar dari mobil.


Ia berlari ke UGD dan suster menghadangnya.


Suster : "Pak, tolong diurus administrasinya dulu. Ibunya sudah pecah ketuban dan sedang di observasi dokter."


Alex beranjak ke lobby rumah sakit dan mengurus administrasi Mia. Ia menyempatkan menelpon ibu mertuanya,


Alex : "Mb, Mia mau melahirkan."


Mama Mia : "Apa?! Dimana?!"


Alex : "Rumah sakit XXX, mb. Mia masih di UGD sekarang."


Mama Mia : "Saya kesana sekarang."


Alex menutup telponnya, ia ingin memberitahu si kembar dan Rara tapi gak jadi karena suster jaga meminta data lengkap Mia.


Suster : "Kalau sudah selesai urus administrasinya, bapak silakan langsung ke ruang bersalin. Ibunya memerlukan dua kain. Bapaknya bawa?"


Alex : "Ada di tas, suster."


Suster : "Bisa saya bawa sekarang?"


Alex membungkuk mengambil kain dari dalam tas Mia. Ia memberikan kain itu pada suster yang segera berlalu dari hadapan Alex.


Alex masih tertahan urusan administrasi yang panjang saat mama Mia melintas di dekatnya.


Alex : "Mb!"


Mama Mia : "Mana Mia?"


Alex : "Sudah di ruang bersalin, mb. Lorong disana belok kanan."


Mama Mia : "Kamu masih lama?"


Alex : "Sepertinya iya."


Mama Mia : "Berikan kertasnya dan kartu identitas. Cepat susul Mia."


Alex memberikan kertas di tangannya dan kartu identitas Mia pada mama mertuanya. Ia segera ke ruang bersalin untuk melihat keadaan Mia.

__ADS_1


Sampai di ruang bersalin, Alex celingukan mencari Mia. Sudah ada ibu yang mau melahirkan juga di dalam sana.


Suster : "Cari siapa, pak?"


Alex : "Istri saya. Mia. Ada dimana?"


Suster : "Lewat sini, pak."


Suster membawa Alex ke bilik ketiga. Suster menyibak bilik itu dan melihat Mia tertidur sambil meringkuk ke kanan.


Suster : "Saat ini masih bukaan 5, ibunya sudah kami minta jalan tadi dari UGD kesini. Tapi belum ada bukaan lagi."


Alex : "Kira-kira kapan lahirnya, suster?"


Suster : "Kita lihat 1 jam lagi ya, pak. Kalau ada bukaan lagi, kemungkinan lahirnya 5 jam lagi."


Alex : "Makasi, suster."


Alex duduk di samping Mia, ia memegang tangan Mia dan Mia membuka matanya.


Mia : "Mas..."


Alex : "Sayang, apa masih sakit?"


Mia : "Iya, mas. Bayinya sudah masuk jalan lahir, tapi masih bukaan 5."


Alex : "Kamu mau jalan-jalan? Suster bilang kamu harus jalan-jalan."


Mia : "Iya, mas."


Mia bangkit dari tidurannya dibantu Alex. Mereka berjalan keluar dari bilik dan mengatakan pada suster jaga kalau Mia ingin jalan-jalan di lorong rumah sakit.


Alex membuka pintu ruang bersalin dan menuntun Mia berjalan keluar.


Mereka bertemu mama Mia di sana.


Mia : "Mama?"


Mama Mia : "Loh, kok keluar? Gimana hasil periksanya?"


Mia : "Masih bukaan 5, mah. Sekarang mau jalan-jalan dulu."


Mama Mia menyerahkan kertas tagihan pada Alex yang langsung berjalan cepat menuju kasir di depan.


Mama Mia : "Hihi... Dasar..."


Mia : "Mama kenapa ketawa?"


Mama Mia : "Mama uda bayar, dia gak liat apa tulisan lunas di kertas itu."


Mia : "Mama... Kasian mas Alex..."


Mama Mia : "Belain aja trus."


Mia : "Kan cinta, mah."


Mama Mia : "Iya... Tau... Andai saja papamu seperti Alex. Mungkin mama gak akan minta pisah."


Mia : "Mia beruntung punya mas Alex dan anak-anak kami, mah. Kalau mama gak kasi restu juga kan Mia gak akan sampai tahap ini."


Mama Mia : "Mama melihat kamu sangat mencintai Alex, Mia. Dan ibu yang paling tahu gimana rasanya cinta tanpa restu. Kamu lupa gimana kakek dan nenekmu dulu."


Mia : "Mah, kenapa mama ngasi restu waktu itu?"


Mereka sudah berjalan kembali ke ruang bersalin.


Mama Mia : "Mama melihat cinta Alex untukmu. Cinta anak-anaknya. Mama yakin kamu akan bahagia, Mia."


Mia : "Makasi ya, mah."


Mama Mia : "Buat apa?"


Mia : "Uda bayarin DP-nya."


Mama Mia : "Idih, kirain apaan. Mama uda ge-er aja."


Mia nyengir menahan rasa sakit yang kembali muncul di bawah perutnya. Ia berdiri sambil mengatur nafasnya.

__ADS_1


Mama Mia : "Kenapa? Kontraksi lagi?"


Mia : "Iya, mah. Sakit."


Mama Mia : "Ayo kedalam dulu. Biar dicek suster."


Mia : "Tunggu, mah. Uda ilang sakitnya."


Alex tampak berlari mendekati mereka. Ia mengatur nafasnya sebelum bicara,


Alex : "Mb, katanya ini uda lunas..."


Mama Mia dan Mia menatap Alex sebentar,


Mia : "Iya, mas. Mama yang bayar."


Alex : "Trus kenapa..."


Mama Mia dan Mia berjalan lagi menyusuri lorong. Membiarkan Alex melengos duduk mengatur nafasnya yang ngos-ngosan karena berlari ke kasir.


Setelah dua kali lagi berjalan bolak-balik, Mia masuk lagi ke ruang bersalin.


Suster memeriksa Mia lagi yang meringis menahan sakit di bawah perutnya.


Suster : "Sudah bukaan 10. Siap-siap ya bu. Dokternya juga sudah datang."


Alex berdiri di samping Mia, memegang tangannya. Wajahnya cukup pucat karena baru pertama kali menemani istrinya melahirkan. Dulu Selvi melahirkan lewat operasi cecar.


Suster : "Bapak kalau gak kuat, silakan tunggu diluar."


Alex : "Saya kuat, suster. Biar saya disini."


Suster : "Jangan sampai pingsan ya, pak."


Alex : "Iya, suster."


Mia : "Sakit, maass..."


Alex meringis karena lengannya dicengkeram Mia dengan erat. Lengannya sampai merah-merah kena cakar Mia.


Dokter : "Ibu Mia, ikuti aba-aba saya. Satu dua... Mulai dorong, bu. Terus...!"


Mia berusaha mendorong keluar buah hati pertamanya. Sekali lagi dan suara tangisan bayi memenuhi ruang bersalin itu.


Alex melongok melihat bayi laki-laki yang keluar pertama. Bayi itu dibawa suster untuk dibersihkan.


Mia yang baru merasa sedikit lega, kembali kesakitan. Dokter memberi aba-aba lagi dan bayi kedua lahir ke dunia.


Alex tersenyum melihat bayi keduanya menangis sama kencangnya dengan kakaknya. Ia menoleh menatap Mia yang tampak kelelahan.


Alex : "Makasih, sayang. Anak-anak kita sudah lahir."


Mia tersenyum, matanya mulai terpejam dan genggaman tangannya mulai melemah dari pegangan Alex.


Alex : "Mia?! Mia? Bangun!"


Alex mengguncang tubuh Mia yang tidak sadarkan diri. Wajahnya terlihat sangat khawatir, ia tidak mau kejadian dulu terulang lagi. Sudah cukup ia kehilangan Selvi setelah melahirkan si kembar.


Suster mendorong Alex menjauh saat dokter memeriksa keadaan Mia.


Alex : "Istri saya kenapa, suster?"


Suster : "Sabar, pak. Dokter masih periksa."


Dokter : "Siapkan donor darah. Suster siapkan suntikan."


Alex berjalan mundur sampai ke dinding ruang bersalin. Ia menatap wajah Mia yang semakin pucat.


🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain β€˜Menantu untuk Ibu’, β€˜Perempuan IDOL’, β€˜Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya..


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.

__ADS_1


🌲🌲🌲🌲🌲


__ADS_2