
Sembilan bulan kemudian, Alex sedang
bolak-balik di depan ruang bersalin Mia. Ia ingin masuk tapi dokter mengatakan
kalau kondisi Mia dan bayinya dalam keadaan yang kurang baik. Ketika akan
melahirkan, Mia sempat terjatuh dari tangga. Ia langsung pingsan dan sampai
saat dibawa ke rumah sakit masih belum sadar juga.
Dokter keluar dari ruang periksa, ia
meminta ijin pada Alex untuk melakukan operasi cesar secepatnya. Alex
menandatangani semua dokumen yang diperlukan untuk operasi cesar Mia. Mia
segera dibawa ke ruang operasi dan satu jam kemudian, bayi Mia dibawa keluar
oleh suster.
Alex menatap putrinya yang cantik lalu
menggendongnya.
Ia sempat bingung karena dokter kandungan
mengatakan kalau bayi di dalam kandungan Mia berjenis kelamin laki-laki. Suster
tampak gugup sesaat sebelum mengatakan kalau bisa saja terjadi kesalahan karena
hasil USG yang kurang jelas.
Suster membawa bayi Mia ke ruang bayi untuk
dibersihkan. Alex mengikuti bayi itu karena Mia masih ditangani dokter. Kondisi
Mia saat itu masih belum sadarkan diri. Rio dan Gadis yang menyusul Alex,
berpapasan dengan Endy saat mereka sampai di depan ruang operasi.
“Endy.”sapa Rio dingin.
“Rio.”balas Endy tak kalah dinginnya.
Gadis menatap mereka berdua yang terlihat
masih memendam amarah satu sama lain. Suster keluar menggendong seorang bayi
yang terbalut selimut warna biru. Ia memanggil suami ibu Kinanti dan Endy
segera mendekat.
“Selamat, pak. Bayinya laki-laki. Mari ikut
saya ke ruang bayi.”kata suster memperlihatkan wajah bayi itu.
Rio dan Gadis saling pandang lalu
tersenyum. Sepertinya Kinanti dan Endy sudah memiliki putra mereka sendiri.
Alex keluar dari ruang bayi, juga berpapasan dengan Endy yang melewatinya
setelah mengangguk.
Kening Alex mengkerut melihat Endy dan bayi
yang dibawa suster. Tapi perhatiannya teralihkan pada Mia yang didorong keluar
dari ruang operasi. Mereka membawa Mia ke ruang ICU untuk perawatan lebih
lanjut.
Alex, Rio dan Gadis duduk di depan ruang
ICU, mereka membicarakan apa yang sedang dilakukan Endy di rumah sakit itu.
“Sepertinya Kinanti melahirkan, pah. Anak
kedua jadinya.”saut Gadis.
“Kok kamu tahu?”tanya Rio kepo.
“Loh, kan habis Kaori lahir, beberapa
bulannya kan dia hamil lagi tuh. Nggak tahu anaknya cowok apa cewek.”kata Gadis
__ADS_1
lagi.
Alex dan Rio manggut-manggut dengan perkataan
Gadis. Mereka masih menunggu dokter keluar dari ruang ICU.
Sementara itu di kamar rawat inap Kinanti,
Endy masuk bersama bayi laki-laki mereka. Suster keluar setelah boks bayi itu
diletakkan di samping Kinanti.
“Endy, gimana?”tanya Kinanti yang masih
sadar karena dibius lokal.
“Sudah beres. Tidak akan ada yang berani
mengatakan yang sebenarnya. Kita bisa hidup tenang, sayang.”ucap Endy mengecup
kening Kinanti.
Kinanti tersenyum menatap bayi dalam boks
bayi yang masih tertidur lelap.
...Flash back...
“Kalian tidak boleh menerima sepeserpun
uang kami sebelum Endy punya anak laki-laki.”putus ayah Endy ketika mereka
berdua meminta uang untuk biaya pernikahan. Padahal Kinanti sudah hamil saat
itu.
Orang tua Endy tetap bersikeras kalau Endy
harus punya anak laki-laki untuk mewarisi harta kekayaan keluarga mereka. Orang
tua Endy belum tahu tentang keberadaan Kaori saat itu.
Kinanti yang ketakutan kalau hidupnya akan susah
dengan Endy tanpa uang keluarganya, mencoba mencari cara. Saat ia memeriksakan
praktek dokter kandungan yang sama dengan dokter kandungannya.
Ia meminta informasi tentang jenis kelamin
bayi Mia dan dokter itu mengatakan kalau jenis kelaminnya laki-laki. Kebetulan
juga usia kandungan mereka berdua juga sama.
Kinanti mulai menyusun rencana untuk
menukar bayinya dengan bayi Mia kalau bayi yang ia lahirkan berjenis kelamin
perempuan. Ia tidak bisa mempercayakan bayinya pada orang lain selain keluarga
Mia.
...Flash back off...
Setelah lewat sehari, akhirnya Mia sadar.
Alex mengatakan kalau bayi mereka perempuan dan sangat cantik mirip Mia. Tentu
saja Mia juga ikut bingung bagaimana bisa seperti itu karena jelas-jelas dokter
kandungannya mengatakan kalau jenis kelamin bayi Mia adalah laki-laki. Tapi Mia
menerima apapun jenis kelamin bayinya yang penting bayi itu sehat dan sempurna.
Alex memberi nama bayi itu Renata Putri
Pratama. Sedangkan Endy memberi nama Ken pada bayinya. Setelah baby Renata
dibawa pulang Alex ke rumahnya, keluarga mereka menyambut bayi itu dengan
antusias. Saat itu Riri sempat nyeletuk mengatakan kalau bayi Renata mirip
dengan Kaori karena rambutnya sedikit pirang.
Diam-diam Endy menukar bayinya dengan bayi
__ADS_1
Mia. Ia membayar dan mengancam semua orang yang berhubungan dengan persalinan
Kinanti dan Mia agar tidak mengatakan apapun dan merubah dokumen kelahiran
Renata dan Ken.
Tahun-tahun berlalu, bayi Renata tumbuh
semakin hari semakin cantik seperti putri dalam dongeng. Lagi-lagi Riri melihat
kalau Renata memang mirip dengan Kaori. Kalau mereka berdua didudukkan
berdekatan, Kaori dan Renata memang terlihat seperti anak kembar meskipun usia
mereka terpaut setahun.
Renata yang mulai mengenal
saudara-saudaranya semakin akrab dengan Kaori pada akhirnya. Mereka lebih
sering bermain bersama-sama. Meskipun Kaori buta, tapi Renata selalu bersedia
membantunya dan tidak menganggap Kaori sebagai beban.
Kedekatan Renata dan Kaori mulai
mempengaruhi bisnis Alex. Sedikit demi sedikit masalah perusahaan yang sempat
dialami Alex terselesaikan satu persatu. Ia bisa mengembalikan hutang-hutangnya
pada Ronald dan juga Jodi saat itu.
Awalnya Alex tidak menyadari keajaiban dari
hubungan antara Renata dan Kaori, tapi seorang rekan bisnisnya mengatakan kalau
ayah Endy bisa sukses karena keberuntungan kakak perempuannya yang terlahir
buta.
Rahasia keluarga Endy dibongkar, dikupas
secara tuntas oleh rekan bisnis Alex yang juga teman akrab ayah Endy. Sampai
Alex bertanya apa perlu ia mengadopsi seorang anak yang buta untuk membantunya
melancarkan bisnisnya. Rekan bisnisnya mengatakan Alex harus mengadopsi
keturunan perempuan ayah Endy kalau dia bisa.
Alex terdiam mengingat kalau Kaori adalah
keturunan ayah Endy. Apa mungkin kehadiran Kaori memang bisa merubah
keberuntungannya. Alex mulai melakukan percobaan dengan menerima pekerjaan yang
cukup sulit diterima perusahaan sebelumnya.
Romi sudah memperingatkan Alex saat itu
tapi Alex tetap kekeh ingin mencobanya. Perkiraan Alex mulai terbukti sesuai
dengan apa yang dikatakan rekan bisnisnya itu. Perusahaan Alex semakin
berkembang sampai Alex bisa membangun beberapa cabang perusahaannya.
Keyakinan Alex semakin bertambah saat
client-clientnya yang dulu sempat pergi meninggalkannya, kembali memohon agar
bisa bekerja sama dengan perusahaan Alex.
Sejak perusahaannya membaik dan juga
berkembang pesat, Alex mulai menaruh perhatian lebih pada Kaori. Ia selalu
menyempatkan dirinya untuk makan bersama Kaori. Alex akan pulang ke rumah di
siang hari hanya untuk makan bersama Kaori. Atau ia meminta orang rumah
mengantar Kaori ke kantor untuk makan siang dengannya.
Tanpa ia sadari, Alex sudah mengasuh dua anak
perempuan keturunan ayah Endy.
__ADS_1
Buat kk yang udah baca sequel Duren Manis, Cinta Kembarku pastinya rasa penasaran kalian sudah terjawab dari Extra part ini. Kalau Renata bukan anak kandung Mia dan Alex. Dan cinta Reynold pada aunty Renata bukan hal yang terlarang.