Duren Manis

Duren Manis
Extra part 2


__ADS_3

Sembilan bulan kemudian, Alex sedang


bolak-balik di depan ruang bersalin Mia. Ia ingin masuk tapi dokter mengatakan


kalau kondisi Mia dan bayinya dalam keadaan yang kurang baik. Ketika akan


melahirkan, Mia sempat terjatuh dari tangga. Ia langsung pingsan dan sampai


saat dibawa ke rumah sakit masih belum sadar juga.


Dokter keluar dari ruang periksa, ia


meminta ijin pada Alex untuk melakukan operasi cesar secepatnya. Alex


menandatangani semua dokumen yang diperlukan untuk operasi cesar Mia. Mia


segera dibawa ke ruang operasi dan satu jam kemudian, bayi Mia dibawa keluar


oleh suster.


Alex menatap putrinya yang cantik lalu


menggendongnya.


Ia sempat bingung karena dokter kandungan


mengatakan kalau bayi di dalam kandungan Mia berjenis kelamin laki-laki. Suster


tampak gugup sesaat sebelum mengatakan kalau bisa saja terjadi kesalahan karena


hasil USG yang kurang jelas.


Suster membawa bayi Mia ke ruang bayi untuk


dibersihkan. Alex mengikuti bayi itu karena Mia masih ditangani dokter. Kondisi


Mia saat itu masih belum sadarkan diri. Rio dan Gadis yang menyusul Alex,


berpapasan dengan Endy saat mereka sampai di depan ruang operasi.


“Endy.”sapa Rio dingin.


“Rio.”balas Endy tak kalah dinginnya.


Gadis menatap mereka berdua yang terlihat


masih memendam amarah satu sama lain. Suster keluar menggendong seorang bayi


yang terbalut selimut warna biru. Ia memanggil suami ibu Kinanti dan Endy


segera mendekat.


“Selamat, pak. Bayinya laki-laki. Mari ikut


saya ke ruang bayi.”kata suster memperlihatkan wajah bayi itu.


Rio dan Gadis saling pandang lalu


tersenyum. Sepertinya Kinanti dan Endy sudah memiliki putra mereka sendiri.


Alex keluar dari ruang bayi, juga berpapasan dengan Endy yang melewatinya


setelah mengangguk.


Kening Alex mengkerut melihat Endy dan bayi


yang dibawa suster. Tapi perhatiannya teralihkan pada Mia yang didorong keluar


dari ruang operasi. Mereka membawa Mia ke ruang ICU untuk perawatan lebih


lanjut.


Alex, Rio dan Gadis duduk di depan ruang


ICU, mereka membicarakan apa yang sedang dilakukan Endy di rumah sakit itu.


“Sepertinya Kinanti melahirkan, pah. Anak


kedua jadinya.”saut Gadis.


“Kok kamu tahu?”tanya Rio kepo.


“Loh, kan habis Kaori lahir, beberapa


bulannya kan dia hamil lagi tuh. Nggak tahu anaknya cowok apa cewek.”kata Gadis

__ADS_1


lagi.


Alex dan Rio manggut-manggut dengan perkataan


Gadis. Mereka masih menunggu dokter keluar dari ruang ICU.


Sementara itu di kamar rawat inap Kinanti,


Endy masuk bersama bayi laki-laki mereka. Suster keluar setelah boks bayi itu


diletakkan di samping Kinanti.


“Endy, gimana?”tanya Kinanti yang masih


sadar karena dibius lokal.


“Sudah beres. Tidak akan ada yang berani


mengatakan yang sebenarnya. Kita bisa hidup tenang, sayang.”ucap Endy mengecup


kening Kinanti.


Kinanti tersenyum menatap bayi dalam boks


bayi yang masih tertidur lelap.


...Flash back...


“Kalian tidak boleh menerima sepeserpun


uang kami sebelum Endy punya anak laki-laki.”putus ayah Endy ketika mereka


berdua meminta uang untuk biaya pernikahan. Padahal Kinanti sudah hamil saat


itu.


Orang tua Endy tetap bersikeras kalau Endy


harus punya anak laki-laki untuk mewarisi harta kekayaan keluarga mereka. Orang


tua Endy belum tahu tentang keberadaan Kaori saat itu.


Kinanti yang ketakutan kalau hidupnya akan susah


dengan Endy tanpa uang keluarganya, mencoba mencari cara. Saat ia memeriksakan


praktek dokter kandungan yang sama dengan dokter kandungannya.


Ia meminta informasi tentang jenis kelamin


bayi Mia dan dokter itu mengatakan kalau jenis kelaminnya laki-laki. Kebetulan


juga usia kandungan mereka berdua juga sama.


Kinanti mulai menyusun rencana untuk


menukar bayinya dengan bayi Mia kalau bayi yang ia lahirkan berjenis kelamin


perempuan. Ia tidak bisa mempercayakan bayinya pada orang lain selain keluarga


Mia.


...Flash back off...


Setelah lewat sehari, akhirnya Mia sadar.


Alex mengatakan kalau bayi mereka perempuan dan sangat cantik mirip Mia. Tentu


saja Mia juga ikut bingung bagaimana bisa seperti itu karena jelas-jelas dokter


kandungannya mengatakan kalau jenis kelamin bayi Mia adalah laki-laki. Tapi Mia


menerima apapun jenis kelamin bayinya yang penting bayi itu sehat dan sempurna.


Alex memberi nama bayi itu Renata Putri


Pratama. Sedangkan Endy memberi nama Ken pada bayinya. Setelah baby Renata


dibawa pulang Alex ke rumahnya, keluarga mereka menyambut bayi itu dengan


antusias. Saat itu Riri sempat nyeletuk mengatakan kalau bayi Renata mirip


dengan Kaori karena rambutnya sedikit pirang.


Diam-diam Endy menukar bayinya dengan bayi

__ADS_1


Mia. Ia membayar dan mengancam semua orang yang berhubungan dengan persalinan


Kinanti dan Mia agar tidak mengatakan apapun dan merubah dokumen kelahiran


Renata dan Ken.


Tahun-tahun berlalu, bayi Renata tumbuh


semakin hari semakin cantik seperti putri dalam dongeng. Lagi-lagi Riri melihat


kalau Renata memang mirip dengan Kaori. Kalau mereka berdua didudukkan


berdekatan, Kaori dan Renata memang terlihat seperti anak kembar meskipun usia


mereka terpaut setahun.


Renata yang mulai mengenal


saudara-saudaranya semakin akrab dengan Kaori pada akhirnya. Mereka lebih


sering bermain bersama-sama. Meskipun Kaori buta, tapi Renata selalu bersedia


membantunya dan tidak menganggap Kaori sebagai beban.


Kedekatan Renata dan Kaori mulai


mempengaruhi bisnis Alex. Sedikit demi sedikit masalah perusahaan yang sempat


dialami Alex terselesaikan satu persatu. Ia bisa mengembalikan hutang-hutangnya


pada Ronald dan juga Jodi saat itu.


Awalnya Alex tidak menyadari keajaiban dari


hubungan antara Renata dan Kaori, tapi seorang rekan bisnisnya mengatakan kalau


ayah Endy bisa sukses karena keberuntungan kakak perempuannya yang terlahir


buta.


Rahasia keluarga Endy dibongkar, dikupas


secara tuntas oleh rekan bisnis Alex yang juga teman akrab ayah Endy. Sampai


Alex bertanya apa perlu ia mengadopsi seorang anak yang buta untuk membantunya


melancarkan bisnisnya. Rekan bisnisnya mengatakan Alex harus mengadopsi


keturunan perempuan ayah Endy kalau dia bisa.


Alex terdiam mengingat kalau Kaori adalah


keturunan ayah Endy. Apa mungkin kehadiran Kaori memang bisa merubah


keberuntungannya. Alex mulai melakukan percobaan dengan menerima pekerjaan yang


cukup sulit diterima perusahaan sebelumnya.


Romi sudah memperingatkan Alex saat itu


tapi Alex tetap kekeh ingin mencobanya. Perkiraan Alex mulai terbukti sesuai


dengan apa yang dikatakan rekan bisnisnya itu. Perusahaan Alex semakin


berkembang sampai Alex bisa membangun beberapa cabang perusahaannya.


Keyakinan Alex semakin bertambah saat


client-clientnya yang dulu sempat pergi meninggalkannya, kembali memohon agar


bisa bekerja sama dengan perusahaan Alex.


Sejak perusahaannya membaik dan juga


berkembang pesat, Alex mulai menaruh perhatian lebih pada Kaori. Ia selalu


menyempatkan dirinya untuk makan bersama Kaori. Alex akan pulang ke rumah di


siang hari hanya untuk makan bersama Kaori. Atau ia meminta orang rumah


mengantar Kaori ke kantor untuk makan siang dengannya.


Tanpa ia sadari, Alex sudah mengasuh dua anak


perempuan keturunan ayah Endy.

__ADS_1


Buat kk yang udah baca sequel Duren Manis, Cinta Kembarku pastinya rasa penasaran kalian sudah terjawab dari Extra part ini. Kalau Renata bukan anak kandung Mia dan Alex. Dan cinta Reynold pada aunty Renata bukan hal yang terlarang.


__ADS_2