Duren Manis

Duren Manis
Takut


__ADS_3

Dua hari kemudian...


Mia terus menerus menarik nafas panjang, semakin mendekati harinya, pikirannya


semakin tidak tenang.


Selama dua hari ini Alex tidak menghubunginya, mengirimkan pesan-pesan mesum, bahkan tidak memanggilnya ke ruang kerjanya. Mia cukup bahagia karena Alex


membiarkannya bekerja dengan tenang membantu mb Sopia.


Kemarin juga saat pulang bersama ke rumah Alex, ia hanya tersenyum selama perjalanan


mendengarkan celoteh Mia. Ia juga tidak mencoba mencium Mia seperti biasanya


saat mereka berdua saja.


Tapi saat jam pulang kantor ditandai dengan mulai beranjaknya satu persatu karyawan


Alex dari meja kerja mereka menuju lift, Mia mulai merasakan ketakutan sekaligus penasaran.


Terus terang saja, Mia pernah menonton film dewasa seperti itu dulu saat masih sekolah di negara A. Ia tahu bagaimana caranya, tapi belum pernah praktek secara langsung.


Aktifitas panasnya selama ini bersama Alex hanya sebatas pemanasan di film-film dewasa itu. Mereka belum benar-benar bercinta sepenuhnya.


Alex menghentikan mobilnya di loby kantor, Mia sudah tahu kalau Alex menunggunya


disana. Ia segera mendekati mobil Alex dan masuk ke dalamnya.


Alex : "Kamu mau makan apa?"


Mia : "Mas mau makan apa?"


Alex : "Aku mau makan kamu ya..."


Mia : "Apa aja dech mas..."


Alex tersenyum melihat Mia yang tidak bersemangat, ia melajukan mobilnya pulang ke rumah.


Setelah berkendara sekitar 30 menit karena sedikit macet, mereka sampai di rumah Alex.


Alex memarkir mobil di garasi setelah Mia membuka pintu gerbang.


Mia langsung membuka kunci pintu depan dan membuka pintu, ia menunggu Alex sebelum mereka masuk ke dalam rumah.


Alex : "Pergilah mandi dulu. Aku hangatkan makanan di kulkas. Tadi ibu bilang


sudah menyiapkan makan malam untuk kita."


Mia : "Maksud mas, i... ibu sudah tahu kalau kita akan..."


Alex : "Aku cuma bilang kau akan mampir untuk menemaniku makan saja."


Mia menuruti Alex dan masuk ke kamar Alex untuk mandi. Ia melihat piyama wanita


sudah disiapkan di pinggir ranjang.


Mia bergegas mandi dan mengganti bajunya dengan piyama itu. Ia melihat penampilannya yang sedikit seksi karena piyama itu melekat dengan ketat di tubuhnya.


Saat Mia keluar dari kamar, Alex sudah selesai menata makanan diatas meja makan.


Mereka bertatapan membuat rona merah muncul di wajah keduanya.


Alex : "Ayo kita makan."


Mia merasa sangat canggung dengan situasi kali ini. Mereka makan dalam diam, hanya

__ADS_1


terdengar suara denting sendok membentur piring.


Usai makan, Mia membereskan meja makan dan mencuci piring. Ia meminta Alex mandi


dulu.


Berkali-kali Mia menarik nafas panjang menenangkan jantungnya yang berdetak sangat kencang.


Mia : "Kau mencintainya dan dia juga mencintaimu. Semua keluarga sudah


menyetujui hubungan kalian. Jadi apalagi yang kau takutkan?" Batin Mia berperang hebat.


Mia : "Kau sudah berjanji, Mia. Tepati janjimu, serahkan dirimu pada Alex."


Mia memejamkan matanya, ia meletakkan lap bersih diatas meja dapur dan melangkah ke


kamar Alex setelah mematikan lampu.


Mia masuk ke kamar Alex yang lampunya sudah meredup. Alex tampak setengah berbaring di atas ranjangnya. Piyama yang dipakainya hanya terkancing sembarangan.


Alex : "Kunci pintunya, sayang. Sini."


Mia mengunci pintu kamar Alex dan berjalan mendekatinya. Alex menarik tangan Mia


agar duduk di depannya. Mereka saling menatap dalam keremangan kamar itu.


Tangan Alex menyentuh ujung rambut Mia dan menciumnya. Ia menarik tangan Mia dan


menciumnya kiri dan kanan. Mia menantikan Alex akan mencium bagian tubuhnya yang mana lagi.


Alex mencium bibirnya lembut, dan Mia membalasnya. Lidah mereka saling beradu


menjelajahi setiap jengkal mulut satu sama lain.


Tangan Mia menyusup masuk ke balik piyama Alex, menyentuh otot perutnya yang seksi.


Mia : "Aku sudah berjanji padamu, mas."


Alex : "Aku batalkan janjimu kalau kau belum bisa melakukannya sekarang. Aku benar-benar mencintaimu, bukan hanya tubuhmu, sayang."


Mia : "Benarkah, mas? Aku... ini pertama kalinya aku ML dan jantungku berdetak


sangat kencang, mas."


Alex membaringkan tubuhnya diatas ranjang, mengambil posisi senyaman mungkin, ia


menarik tubuh Mia agar berbaring diatasnya.


Mia : "Mas, sebenarnya aku penasaran. Eem... aku ingin tahu rasanya... ML..."


Alex : "Rasa ingin tahu bisa menghancurkanmu, sayang. Memberimu penyesalan setelah kau tahu rasanya."


Mia : "Atau kita lakukan hal lain... ini masih terlalu cepat untuk tidur."


Alex : "Kita bisa telpon Rara atau si kembar."


Mia : "Ach benar, kita telpon Rara saja. Mas yang telpon atau aku?"


Alex : "Kamu saja."


Mia mengambil ponsel dari dalam tasnya dan menelpon Rara.


Mia : "Halo, Ra."


Rara : "Mama! Eh, kenapa mama nelpon? Rara masih ada kegiatan kampus. Kangen ya."

__ADS_1


Mia : "Iya, mama kangen. Kapan kamu pulang?"


Rara : "Besok siang, mah. Mama nginep dong, jadi kita bisa ngobrol."


Mia : "Akhir pekan ya. Mama kan masi praktek kerja, sayang. Apa kakak kelasmu juga ikut?"


Rara : "Gak kok mah, cuma antar jurusan satu angkatan. Mama gak dapet undangannya?"


Mia : "Mama minta dispen, Ra. Kan mama ikut percepatan."


Rara : "Lupa, mah. Ya uda, sampai besok mah. Rara lagi makan nich sama teman-teman."


Mia : "Ok, bye sayang."


Mia menutup telponnya, ia melihat Alex sudah memejamkan matanya. Mia meletakkan


ponselnya diatas nakas dan mendekati Alex.


Mia.: "Sayang, kau sudah tidur?"


Alex tidak menjawab, Mia menatap wajah Alex yang tampan. Mia mendekat mencium bibir Alex. Tidak ada respon.


Tangan Mia menyentuh leher Alex, turun ke dadanya yang kokoh dengan otot lengan yang


kuat. Tubuh bagian atas Alex terbuka lebar, Mia meraba otot perut Alex yang membuatnya menelan saliva.


Mia ingin memiliki Alex seutuhnya, malam ini juga. Mereka jarang punya kesempatan


seperti ini dan Mia merasa rasa takutnya sudah menguap entah kemana. Alex


membuka matanya, ia memegang tangan Mia.


Alex : "Sayang, kau masih mau melakukannya?"


Mia : "Kita tidak jadi melakukannya?"


Alex : "Kita bisa melakukannya dengan cara yang aman, sayang. Aku gak mau ini jadi beban untukmu. Sebentar lagi kita akan menikah, kita bisa melakukannya tanpa rasa takut."


Mia : "Aku mencintaimu, mas."


Alex : "Aku juga mencintaimu, sayang."


Mereka tidur berpelukan dengan sangat lega dan nyaman.


-------


Terima


kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga


baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan


Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat


like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.


Dukungan


kalian sangat berarti untuk author.


--------


 

__ADS_1


 


__ADS_2