Duren Manis

Duren Manis
DM2 – Siapa Endy?


__ADS_3

DM2 – Siapa Endy?


Gadis mendengar suara dari kamar Kinanti


ketika ingin membuang pampers bekas Rio, ia mendekati pintu kamar dan hampir


membukanya. Saat itu ia mendengar Kinanti menyebut nama Endy. Siapa Endy?


Gadis menahan dirinya tetap berdiri di


balik pintu. Ia tidak mendengar apa-apa selanjutnya, sepertinya Kinanti


berbicara sedikit berbisik. Pintu kamar tiba-tiba terbuka saat Gadis berdiri


lebih dekat. “Ngapain kamu? Nguping?!”bentak Kinanti.


“Aku cuma mau nanya, kamu udah makan belum?


Mau dibuatin apa?”


“Nggak. Aku nggak lapar. Sana pergi.”usir


Kinanti.


Gadis ngeloyor pergi begitu saja. Yang


penting dia sudah bertanya pada Kinanti. Tapi siapa Endy? Gadis berhenti di


ujung tangga, ia menoleh pada Kinanti yang masih berdiri di pintu. “Apa? Kenapa


noleh?!”


“Nggak. Lupakan saja.”


Kinanti dengan panik menutup pintu dan


menguncinya setelah Gadis menuruni tangga. Endy masih tersambung di telponnya.


Tadi Endy mengatakan ada seseorang di dekat Kinanti.


“Endy, apa dia dengar pembicaraan kita? Dia


Gadis yang berdiri di depan pintu.”tanya Kinanti takut.


“Entahlah. Tapi kalau dia mendengar namaku,


mungkin aku akan muncul.”


“Apa kau gila? Jangan coba-coba


menggagalkan rencanaku atau aku tidak akan memberikan jatahmu.”


“Honey, my baby, jangan bilang gitu. Aku


bisa mati, baby. Ayolah, babe. Aku gak bisa lepas darimu, sayangku.”rayuan


gombal Endy meluncur dengan lancar.


Kinanti kembali mengancam Endy akan


memutuskan hubungan mereka lagi. Sampai Endy mengatakan kalau dia akan muncul


dengan cara yang berbeda dan Kinanti cukup menunggu dengan tenang.


“Kau senang? Apa kau mencintaiku?”tanya


Endy penuh harap.


“Hmm. Awas kalau sampai gagal.”


Endy masih ingin bicara dengan Kinanti,


tapi batas waktunya sudah habis. Mereka harus mengakhiri pembicaraan untuk


sekarang.


Siapa Endy sebenarnya? Latar belakang


keluarga Endy memang tidak sekaya keluarga Elo tapi mereka memiliki kedudukan


yang kuat di pemerintahan dan juga dunia hitam. Papa Endy seorang diplomat yang

__ADS_1


sudah tentu kenal dengan Kakek Michael. Tapi hubungan mereka tidak sedekat itu.


Sedangkan mamanya, sejak remaja sudah berkutat dengan dunia hitam.


Sebelum bertemu dengan papa Endy, mama Endy


menjadi tangan kanan seorang kepala geng yang cukup terkenal di wilayah mereka


dan juga wilayah lain. Tidak sedikit orang yang takut akan kekuasaan geng itu


apalagi setelah diambil alih mama Endy. Setelah mereka menikah, geng itu sempat


menghilang, tapi masih bergerak dibawah tanah.


Mama Endy sengaja melakukan pengaturan itu


untuk memuluskan karir papa Endy yang sejak muda sudah menjabat di dunia


politik. Jadi tidak sulit bagi Endy untuk membantu rencana Kinanti. Itulah


syarat yang diberikan Kinanti sebelum mereka kembali berkencan. Apalagi membuat


Kinanti hamil adalah keinginan Endy agar mereka bisa menikah. Tapi Kinanti


tidak mau menikah dengan Endy yang sangat manja pada ibunya.


Kinanti meminta Endy memilih dirinya atau


mamanya dan Endy saat itu masih memilih mamanya. Ia jelas belum bisa menghidupi


Kinanti apalagi dengan kegemaran Kinanti membeli barang-barang bermerk. Mereka


sempat putus dan Kinanti bertemu dengan Rio untuk pertama kalinya di kantor


Arnold.


Saat itu Kinanti semakin tertarik pada


sosok Rio yang tampan dan macho. Ditambah mendengar cerita tentang pria itu


dari Kaori dulu, Kinanti merasa Rio adalah pria yang cocok menjadi suaminya. Kekurangan


hotel adalah awal mula rencana mereka berdua.


Client, hotel, dan pengaturan yang


dilakukan Ilham waktu itu, murni kebetulan saja. Endy memanfaatkan situasi itu


dengan memberikan satu rencana yang akan menjebak Rio tanpa ia sadari.  Pelayan yang membawakan kopi saat itu adalah


salah satu anak buah Endy. Sebelum menyerahkannya pada Rio, kopi itu sudah


dicampur dengan sejenis obat yang tidak berbau dan berasa. Pengaruh obat itu


akan membuat Rio tidak sadar untuk beberapa jam dan tidak ingat apa yang


terjadi setelahnya.


Kinanti sempat protes saat melihat Rio


tidak sadarkan diri setelah minum kopi itu. Ia ingin mereka bercinta agar Kinanti


benar-benar bisa hamil anak dari Rio. Tapi Endy mengatakan kalau memang bisa


Rio membuatnya langsung hamil, kalau tidak, maka rencana mereka akan sia-sia


dan Rio akan mengusir Kinanti pergi dari kehidupannya.


Akal bulus Endy membuat Kinanti percaya dan


menyerahkan dirinya lagi pada pria itu tepat di samping Rio yang sudah terkapar


diatas tempat tidur. Endy meyakinkan Kinanti kalau ia bisa membuat Kinanti


hamil dan Kinanti bisa mengatakan pada Rio kalau itu anaknya.


Kinanti lanjut berpose di samping Rio


setelah bercinta dengan Endy. Endy yang mengambil foto mereka dan membuka pakaian


Rio saat itu. Setelah mendapat foto dan video dengan enggel yang tepat, mereka

__ADS_1


berdua membereskan kekacauan dibantu anak buah Endy.


CCTV dan kamera yang dipakai merekam,


diamankan dengan baik. Setelah mendapat rekaman CCTV di lorong dan loby hotel,


anak buah Endy sengaja merusak rekaman di tanggal itu. Jadi tidak ada siapapun


yang bisa mencari tahu kebenaran yang terjadi saat itu, termasuk Elo.


Padahal Elo sudah mendatangkan IT yang


sangat terkenal bisa mengembalikan apapun yang sudah rusak. Tapi usahanya


sia-sia. Rencana Endy sangat sempurna sampai anak buah Elo yang mengikuti


Kinanti, tidak menemukan apa-apa. Mereka hanya menemukan wanita itu masuk ke


beberapa toko dan keluar membawa tas belanjaan. Dari mall buka sampai mall


hampir tutup, Kinanti tidak terlihat bertemu dengan siapapun. Ia hanya belanja


dan belanja saja.


Bagaimana bisa Kinanti ada di dua tempat


sekaligus, di apartmentnya dan juga di mall pada saat yang bersamaan?


Di episode-episode berikutnya saya kasi


tau lagi ya.


Gadis sampai di lantai bawah masih


memikirkan siapa Endy yang disebut Kinanti tadi. Ia berjalan keluar rumah


membawa bungkusan pampers dan membuangnya di tong sampah. Ketika masuk lagi,


Mia menegur Gadis.


“Gadis, ayo makan dulu.”


“Iya, mah.”


Gadis bergabung di meja makan, ia mengambil


secentong kecil nasi dan kuah sup iga. Mia yang melihat itu jadi gemas sendiri.


Ia menuangkan secentong nasi lagi ke piring Gadis dan memberikan potongan


daging yang sudah lepas dari tulangnya.


“Makan yang banyak, Gadis. Kamu kurusan,


Rio juga kurusan. Sementara dia tambah gemuk.”Mia menyebut Kinanti tanpa


mengatakan namanya.


“Wajar kan, mah. Dia kan lagi hamil.”Gadis


tersenyum sabar.


Ia mulai menyendok makanan ke mulutnya,


masih memikirkan tentang Endy.


”Apa mungkin cuma teman ya? Tapi


perasaanku mengatakan tidak begitu.”


Pikiran ruwet Gadis terlihat oleh Mia, “Gadis,


kamu mikirin apa sich?”


*****


Kebenarannya akan lambat terbuka, tapi ketika semuanya terbongkar, kebahagiaan akan segera mendatangi mereka.


Klik profil author ya, ada novel karya author yang


lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.

__ADS_1


__ADS_2