
DM2 – Siapa Endy?
Gadis mendengar suara dari kamar Kinanti
ketika ingin membuang pampers bekas Rio, ia mendekati pintu kamar dan hampir
membukanya. Saat itu ia mendengar Kinanti menyebut nama Endy. Siapa Endy?
Gadis menahan dirinya tetap berdiri di
balik pintu. Ia tidak mendengar apa-apa selanjutnya, sepertinya Kinanti
berbicara sedikit berbisik. Pintu kamar tiba-tiba terbuka saat Gadis berdiri
lebih dekat. “Ngapain kamu? Nguping?!”bentak Kinanti.
“Aku cuma mau nanya, kamu udah makan belum?
Mau dibuatin apa?”
“Nggak. Aku nggak lapar. Sana pergi.”usir
Kinanti.
Gadis ngeloyor pergi begitu saja. Yang
penting dia sudah bertanya pada Kinanti. Tapi siapa Endy? Gadis berhenti di
ujung tangga, ia menoleh pada Kinanti yang masih berdiri di pintu. “Apa? Kenapa
noleh?!”
“Nggak. Lupakan saja.”
Kinanti dengan panik menutup pintu dan
menguncinya setelah Gadis menuruni tangga. Endy masih tersambung di telponnya.
Tadi Endy mengatakan ada seseorang di dekat Kinanti.
“Endy, apa dia dengar pembicaraan kita? Dia
Gadis yang berdiri di depan pintu.”tanya Kinanti takut.
“Entahlah. Tapi kalau dia mendengar namaku,
mungkin aku akan muncul.”
“Apa kau gila? Jangan coba-coba
menggagalkan rencanaku atau aku tidak akan memberikan jatahmu.”
“Honey, my baby, jangan bilang gitu. Aku
bisa mati, baby. Ayolah, babe. Aku gak bisa lepas darimu, sayangku.”rayuan
gombal Endy meluncur dengan lancar.
Kinanti kembali mengancam Endy akan
memutuskan hubungan mereka lagi. Sampai Endy mengatakan kalau dia akan muncul
dengan cara yang berbeda dan Kinanti cukup menunggu dengan tenang.
“Kau senang? Apa kau mencintaiku?”tanya
Endy penuh harap.
“Hmm. Awas kalau sampai gagal.”
Endy masih ingin bicara dengan Kinanti,
tapi batas waktunya sudah habis. Mereka harus mengakhiri pembicaraan untuk
sekarang.
Siapa Endy sebenarnya? Latar belakang
keluarga Endy memang tidak sekaya keluarga Elo tapi mereka memiliki kedudukan
yang kuat di pemerintahan dan juga dunia hitam. Papa Endy seorang diplomat yang
__ADS_1
sudah tentu kenal dengan Kakek Michael. Tapi hubungan mereka tidak sedekat itu.
Sedangkan mamanya, sejak remaja sudah berkutat dengan dunia hitam.
Sebelum bertemu dengan papa Endy, mama Endy
menjadi tangan kanan seorang kepala geng yang cukup terkenal di wilayah mereka
dan juga wilayah lain. Tidak sedikit orang yang takut akan kekuasaan geng itu
apalagi setelah diambil alih mama Endy. Setelah mereka menikah, geng itu sempat
menghilang, tapi masih bergerak dibawah tanah.
Mama Endy sengaja melakukan pengaturan itu
untuk memuluskan karir papa Endy yang sejak muda sudah menjabat di dunia
politik. Jadi tidak sulit bagi Endy untuk membantu rencana Kinanti. Itulah
syarat yang diberikan Kinanti sebelum mereka kembali berkencan. Apalagi membuat
Kinanti hamil adalah keinginan Endy agar mereka bisa menikah. Tapi Kinanti
tidak mau menikah dengan Endy yang sangat manja pada ibunya.
Kinanti meminta Endy memilih dirinya atau
mamanya dan Endy saat itu masih memilih mamanya. Ia jelas belum bisa menghidupi
Kinanti apalagi dengan kegemaran Kinanti membeli barang-barang bermerk. Mereka
sempat putus dan Kinanti bertemu dengan Rio untuk pertama kalinya di kantor
Arnold.
Saat itu Kinanti semakin tertarik pada
sosok Rio yang tampan dan macho. Ditambah mendengar cerita tentang pria itu
dari Kaori dulu, Kinanti merasa Rio adalah pria yang cocok menjadi suaminya. Kekurangan
hotel adalah awal mula rencana mereka berdua.
Client, hotel, dan pengaturan yang
dilakukan Ilham waktu itu, murni kebetulan saja. Endy memanfaatkan situasi itu
dengan memberikan satu rencana yang akan menjebak Rio tanpa ia sadari. Pelayan yang membawakan kopi saat itu adalah
salah satu anak buah Endy. Sebelum menyerahkannya pada Rio, kopi itu sudah
dicampur dengan sejenis obat yang tidak berbau dan berasa. Pengaruh obat itu
akan membuat Rio tidak sadar untuk beberapa jam dan tidak ingat apa yang
terjadi setelahnya.
Kinanti sempat protes saat melihat Rio
tidak sadarkan diri setelah minum kopi itu. Ia ingin mereka bercinta agar Kinanti
benar-benar bisa hamil anak dari Rio. Tapi Endy mengatakan kalau memang bisa
Rio membuatnya langsung hamil, kalau tidak, maka rencana mereka akan sia-sia
dan Rio akan mengusir Kinanti pergi dari kehidupannya.
Akal bulus Endy membuat Kinanti percaya dan
menyerahkan dirinya lagi pada pria itu tepat di samping Rio yang sudah terkapar
diatas tempat tidur. Endy meyakinkan Kinanti kalau ia bisa membuat Kinanti
hamil dan Kinanti bisa mengatakan pada Rio kalau itu anaknya.
Kinanti lanjut berpose di samping Rio
setelah bercinta dengan Endy. Endy yang mengambil foto mereka dan membuka pakaian
Rio saat itu. Setelah mendapat foto dan video dengan enggel yang tepat, mereka
__ADS_1
berdua membereskan kekacauan dibantu anak buah Endy.
CCTV dan kamera yang dipakai merekam,
diamankan dengan baik. Setelah mendapat rekaman CCTV di lorong dan loby hotel,
anak buah Endy sengaja merusak rekaman di tanggal itu. Jadi tidak ada siapapun
yang bisa mencari tahu kebenaran yang terjadi saat itu, termasuk Elo.
Padahal Elo sudah mendatangkan IT yang
sangat terkenal bisa mengembalikan apapun yang sudah rusak. Tapi usahanya
sia-sia. Rencana Endy sangat sempurna sampai anak buah Elo yang mengikuti
Kinanti, tidak menemukan apa-apa. Mereka hanya menemukan wanita itu masuk ke
beberapa toko dan keluar membawa tas belanjaan. Dari mall buka sampai mall
hampir tutup, Kinanti tidak terlihat bertemu dengan siapapun. Ia hanya belanja
dan belanja saja.
Bagaimana bisa Kinanti ada di dua tempat
sekaligus, di apartmentnya dan juga di mall pada saat yang bersamaan?
Di episode-episode berikutnya saya kasi
tau lagi ya.
Gadis sampai di lantai bawah masih
memikirkan siapa Endy yang disebut Kinanti tadi. Ia berjalan keluar rumah
membawa bungkusan pampers dan membuangnya di tong sampah. Ketika masuk lagi,
Mia menegur Gadis.
“Gadis, ayo makan dulu.”
“Iya, mah.”
Gadis bergabung di meja makan, ia mengambil
secentong kecil nasi dan kuah sup iga. Mia yang melihat itu jadi gemas sendiri.
Ia menuangkan secentong nasi lagi ke piring Gadis dan memberikan potongan
daging yang sudah lepas dari tulangnya.
“Makan yang banyak, Gadis. Kamu kurusan,
Rio juga kurusan. Sementara dia tambah gemuk.”Mia menyebut Kinanti tanpa
mengatakan namanya.
“Wajar kan, mah. Dia kan lagi hamil.”Gadis
tersenyum sabar.
Ia mulai menyendok makanan ke mulutnya,
masih memikirkan tentang Endy.
”Apa mungkin cuma teman ya? Tapi
perasaanku mengatakan tidak begitu.”
Pikiran ruwet Gadis terlihat oleh Mia, “Gadis,
kamu mikirin apa sich?”
*****
Kebenarannya akan lambat terbuka, tapi ketika semuanya terbongkar, kebahagiaan akan segera mendatangi mereka.
Klik profil author ya, ada novel karya author yang
lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.
__ADS_1