
Hari ini Arnold dan Rara pergi ke rumah sakit untuk general check up. Rara memperhatikan kondisi tubuh Arnold yang sering sakit pinggang akhir-akhir ini.
Awalnya Rara berpikir mereka terlalu sering berhubungan. Tapi bahkan setelah mereka mengurangi aktifitas intim itu, sakit pinggang Arnold masih sering kumat.
Mereka sudah membuat janji sebelumnya, jadi setelah mereka tiba di rumah sakit, perawat khusus langsung mengantar mereka ke kamar yang sudah mereka booking sebelumnya.
Setelah Arnold mengganti pakaiannya dengan baju rumah sakit, mereka mulai melakukan pemeriksaan awal dan mengecek kondisi Arnold.
Rara tetap setia mendampingi Arnold menjalani semua pemeriksaan sampai selesai.
Arnold : "Sayang, kamu yakin sekalian kita cek ke dokter kandungan?"
Rara : "Iya, mas. Mumpung kita disini dan dokternya juga bilang bisa sekalian."
Arnold : "Aku takut sama hasilnya nanti."
Rara : "Apapun yang terjadi, mas, aku akan tetap disampingmu. Tapi kalau aku yang gak bisa gimana?"
Arnold : "Kamu pasti bisa, Ra. Kamu sangat sehat. Gak seperti aku."
Rara : "Maksud mas aku gendutan?"
Arnold : "Gak juga, cuma montok dikit..."
Rara : Tuch kan, aku gendut."
Arnold tertawa melihat wajah cemberut Rara. Mereka sedang menunggu pemeriksaan untuk mereka berdua karena setelah hampir 5 bulan menikah, Rara belum juga hamil.
Arnold dan Rara masuk ke ruang periksa yang berbeda. Rara mengganti bajunya di dalam ruang periksa itu dan dokter mulai melakukan pemeriksaan padanya.
Mereka berdua selesai bersamaan hingga bisa kembali ke kamar bersama-sama.
πππππ
Satu minggu kemudian,
Arnold dan Rara kembali lagi ke rumah sakit untuk mengambil hasil pemeriksaan mereka. Dokter Kevin juga ada disana bersama dokter yang memeriksa Arnold.
Hasil test kesehatan Arnold menunjukkan kalau penyebab sakit pinggangnya adalah bekas operasi di tulang belakangnya yang sedikit retak.
Arnold harus dioperasi lagi atau melakukan terapi untuk menyembuhkan sakit pinggangnya.
Dokter : "Kalau dioperasi lagi, kemungkinannya bisa lumpuh. Tapi kalau terapi, paling tidak perlu 3 bulan untuk bisa sembuh."
__ADS_1
Rara : "Lumpuh, dok?"
Rara menggenggam tangan Arnold yang terlihat cemas.
Dokter : "Tingkat keberhasilan operasinya hanya 50%."
Arnold : "Saya gak mau operasi lagi. Sudah cukup sakitnya."
Dokter : "Kalau begitu lewat jalan terapi dan ada beberapa hal yang harus diperhatikan."
Arnold : "Apa, dok?"
Dokter : "Jangan duduk atau berdiri terlalu lama. Segera berbaring kalau mulai terasa sakit. Sering minum air putih, dan nanti ada obat yang akan saya resepkan. Jangan olahraga yang berat seperti angkat beban. Terakhir, kurangi intensitas berhubungan suami istri terutama menggunakan gaya yang tidak wajar."
Wajah Rara langsung memerah mendengarnya. Dokter itu sama sekali tidak menggunakan kata-kata yang lebih santai. Arnold juga sama memerahnya.
Arnold : "Tapi kami sedang berusaha punya anak, dok. Kami baru menikah beberapa bulan."
Dokter : "Ya, diprogram saja. Biasanya seminggu 2 kali boleh. Bisa kan?"
*****! Wajah keduanya tambah merah dilihatin dokter dengan wajah datarnya. Dokter Kevin cuma senyum-senyum mendengar kata-kata dokter itu.
Setelah sesi dengan dokter pertama, mereka pindah ke ruangan dokter kandungan. Rara menggenggam tangan Arnold, ia sedikit takut mendengarkan apa yang akan dikatakan dokter nanti.
Kalau mereka ada masalah, entah bagaimana mereka harus melaluinya nanti. Dan apa mereka sanggup bertahan?
Dokter : "Untuk ibunya tidak ada masalah sama sekali dan bahkan sangat subur."
Rara : "Syukurlah."
Rara tersenyum menatap Arnold yang mengangguk senang.
Arnold : "Bagaimana dengan saya, dok?"
Dokter : "Sebentar, untuk bapaknya ada sedikit masalah. Spermanya kurang aktif. Tapi bisa diatasi dengan obat yang tepat."
Arnold : "Tuch kan, dari aku masalahnya."
Rara : "Iya, mas. Tapi bisa disembuhkan kan dokter?"
Dokter : "Bisa. Mau sekalian program? Saya sudah siapkan jadwal buatnya."
Arnold : "Oh, boleh dokter. Berapa kali seminggu?"
__ADS_1
Dokter : "Ini bapaknya masih terapi ya. Untuk sekarang seminggu sekali dulu ya. Sambil terapi."
Arnold manyun ke arah Rara yang biasanya ia mintai jatah seminggu 5 kali. Rara senyum-senyum penuh arti melihat ekspresi Arnold.
Akhirnya ia bisa istirahat tanpa takut diserang Arnold. Tapi Rara sedikit khawatir dengan kondisi sakit pinggang Arnold. Ia takut kalau ini hanya awal dari akibat kecelakaan yang pernah Arnold alami dulu.
πππππ
Setelah sesi dengan dokter kandungan, mereka menebus obat di apotik dan menyelesaikan urusan administrasi di kasir.
Arnold menggenggam tangan Rara ketika mereka berjalan ke parkiran. Setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil, Arnold menoleh menatap Rara.
Arnold : Ra, kamu denger sendiri kan apa kata dokter. Aku gak sempurna. Masalahnya di aku."
Rara : "Trus kenapa kalo masalahnya di mas? Mas mau ninggalin aku?"
Arnold : "Aku takut kamu yang ninggalin aku, Ra. Aku gak bisa hidup tanpa kamu."
Rara : "Aku uda pernah bilang kan, mas, apapun yang terjadi aku gak akan ninggalin kamu. Kita akan sama-sama terus sampai maut yang misahin kita."
Arnold : "Tapi kalau kita gak bisa punya anak, gimana hidup kamu, Ra?"
Rara : "Kita saling memiliki, mas. Apa yang kurang? Kita punya keluarga yang sangat mencintai kita. Kalaupun gak dikasi, trus mau apa? Pisah?"
Arnold : "Aku gak mau pisah. Sampai kapanpun aku akan pertahankan kamu."
Rara : "Masih ada jalan lain, mas. Kita bisa adopsi satu anak. Tapi sebelumnya kita usaha dulu. Kita masih muda kan."
Arnold : "Aku sakit, Ra. Pinggangku..."
Rara : "Tenang aja, mas. Mulai sekarang aku yang lebih aktif..."
Arnold tersenyum lebar, ia tidak bicara apa-apa lagi. Tadi dokter kandungan bilang hari ini cocok untuk mulai program buat anak. Dan mendengar kata-kata Rara, sepertinya mereka tidak perlu menundanya lagi untuk memulainya.
Rara tersenyum melihat semangat Arnold membawa mereka pulang ke apartment. Hatinya sedikit lebih tenang sekarang. Setidaknya Arnold tidak jadi sedih dengan kekurangannya.
π»π»π»π»π»
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain βMenantu untuk Ibuβ, βPerempuan IDOLβ, βJebakan Cintaβ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.
Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya..
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
π²π²π²π²π²