Duren Manis

Duren Manis
Jangan jahil dong


__ADS_3

Katty menahan


nafasnya saat pintu kamar mandi terbuka lebar. Jodi hampir keluar dari sana,


saat ia melihat Katty di depan pintu.


Jodi : “Katty?!


Kamu udah disini?”


Pertanyaan Jodi


yang simple, ditanggapi Katty dengan ketus. Ia bahkan tidak mendengar apa yang


dikatakan Jodi, kekesalannya menutup akal sehatnya.


Katty : “Kenapa?


Kamu kaget aku disini? Kamu habis ngapain?!”


Jodi : “Aku habis


mandi. Kamu kenapa ketus gitu? Kesambet?”


Katty : “Kamu mandi


sama siapa? Sama siapa?!”


Katty menarik


tangan Jodi agar menyingkir dari pintu kamar mandi. Ia tambah kesal dan marah


melihat Jodi keluar dari kamar mandi cuma pakai handuk. Ia masuk ke dalam kamar


mandi dan melihat sekeliling. Sepi, tidak ada tanda-tanda orang lain di dalam


sana. Lebih-lebih wanita lain.


Katty berbalik


dengan cepat menghadap Jodi yang masih kebingungan menatap Katty yang terlihat


sangat kesal.


Katty : “Dimana


dia?”


Jodi : “Siapa?”


Katty : “Kamu tau


siapa yang kumaksud. Kamu sembunyikan dimana dia?”


Jodi : “Aku beneran


gak ngerti kamu ngomong apa. Kamu kenapa sih?”


Katty : “Kamu habis


mandi sama dia, kan? Dimana dia? Di dalam lemari?”


Jodi semakin


bingung melihat Katty membuka satu persatu lemari yang ada di samping kamar


mandi. Katty memeriksa lemari seperti polisi menggeledah lemari penjahat kelas


kakap. Tidak mendapat apa yang dicarinya, Katty menutup lemari lagi.


Katty : “Dimana dia?!”


Katty semakin


frustasi saat tidak menemukan apa yang ia yakini ada di dalam kamar itu.


Jodi : “Kamu nyari


apa sich? Dari dateng, bertingkah aneh.”


Katty : “Dimana


dia? Wanita yang memakai lingerie itu! Dimana dia?!”


Jodi : “Kamu ini


ngomong apa sich?”


Katty : “Kamu mau


nikah sama wanita lain kan? Kamu... hiks... hiks... jahat banget...”


Jodi terpana


melihat Katty menangis sesenggukan, ia tampak sangat rapuh di depan Jodi.


Jodi : “Siapa yang


bilang? Katty, bilang sama aku. Siapa yang bilang aku mau nikah sama wanita


lain?” Jodi mengguncang lengan Katty,


Katty : “Pa...


papamu yang bilang. Hiks. Hiks. Papamu bilang... hiks... kamu sudah


dijodohkan... dan kalian... lagi bersenang-senang... disini...”


Jodi : “Terus


kenapa kamu kesini?”


Katty melongo


mendengar reaksi Jodi, otaknya seketika bereaksi kembali. Ia bengong menatap


Jodi yang menuntunnya duduk di sofa.


Katty : “Iya,


kenapa aku kesini ya? Kenapa aku kesal? Kenapa aku marah-marah? Kenapa aku


merusak kemeja Jodi?” batin Katty menjerit mengingat dosa apa yang baru saja ia


perbuat terhadap kemeja kesayangan Jodi.

__ADS_1


Jodi : “Kenapa


diam? Tiba-tiba gagu habis selesai marah-marah.”


Katty bertingkah


seperti orang linglung, ia tidak merespon kata-kata Jodi. Otaknya masih


berpikir keras mencari jawaban kenapa dia justru menyusul Jodi ke penthouse


itu.


Jodi : “Apa kau


cemburu?”


Katty : “Tunggu,


dia bilang apa? Cemburu? Ini namanya cemburu? Ini alasan aku marah-marah?”


batin Katty.


Jodi : “Kenapa kamu


peduli aku mau nikah sama siapa?”


Katty : “Aku nggak!”


Jodi : “Trus kenapa


kamu kesini? Marah-marah. Bahkan menghancurkan kemejaku begini.”


Katty : “Aku gak


marah-marah. Aku cuma tanya. Kemejamu... aku gak sengaja...” Jodi mengangkat


kemejanya yang mirip kain pel, ia melemparkan kemeja itu ke keranjang sampah di


samping sofa.


Jodi : “Kalau kamu


gak peduli, kamu gak akan kesini, Katty. Kamu menggeledah kamar ini seperti


istri yang sedang memergoki suaminya berselingkuh.”


Katty : “Aku nggak


gitu...”


Jodi : “Jangan


terus menyangkal perasaanmu, Katty. Kamu cinta sama aku kan? Jawab!”


Katty : “Aku nggak...!


Bukan gitu...”


Jodi : “Alasan apa


lagi yang mau kamu kasi? Tindakanmu sudah mencerminkan semuanya. Kamu cemburu


pada wanita yang akan kunikahi.”


Katty : “Jadi benar


Jodi : “Aku akan


menikahi wanita pertama yang kutemui setelah ini, meskipun itu istri orang.”


Katty : “Kamu gak


boleh melakukan itu.”


Jodi : “Kenapa gak


boleh? Toh, kamu gak mau nikah sama aku.”


Jodi beranjak dari


sofa, ingin memakai celananya lagi. Tapi Katty dengan cepat menarik tangannya


dan mencium Jodi sampai tubuhnya terhuyung ke belakang dan mereka berdua jatuh


diatas ranjang. Bruk! Kelopak mawar bertebaran mengenai tubuh mereka.


Katty terus mencium


Jodi tanpa memberi kesempatan Jodi bicara lagi. Jodi menahan tangan Katty dan


mendorongnya menjauh,


Jodi : “Aku sudah


capek menunggumu, Katty. Kamu selalu menolak dengan banyak alasan.”


Katty : “Jodi...


aku... aku cinta sama kamu...”


Jodi menghentikan


gerakannya yang akan turun dari atas ranjang.


Jodi : “Jangan


mengatakannya dengan terpaksa begitu. Aku gak akan maksa kamu lagi.”


Katty : “Tapi aku


beneran cinta sama kamu. Jodi, aku jatuh cinta sama kamu.”


Jodi : “Kamu


serius?”


Katty : “Aku sangat


mencintaimu, Jodi. Tapi aku tahu diri, hubungan kita gak akan mungkin lebih


dari yang sekarang. Aku juga gak mengharapkan cintaku akan berbalas. Aku cukup


tahu posisiku ada dimana?”


Jodi : “Kamu gak

__ADS_1


lagi mempermainkan aku kan?”


Katty : “Kamu gak


bisa merasakannya? Saat kita ngobrol sambil minum teh, saat aku memasak


untukmu, saat kita bercinta... saat kita saling memeluk. Kamu gak bisa


merasakan cintaku untukmu?”


Jodi : “Kamu gak


pernah bilang, mana aku tahu perasaanmu.”


Katty : “Perjanjian


kita yang membuatku bungkam. Aku hanya ingin menjaga hatiku tidak hancur saat


kamu akan menikah dengan wanita lain. Tapi aku gak bisa, hatiku sakit mendengar


kata-kata papamu. Kamu akan menikah dengan wanita lain. Aku marah, aku kesal,


aku ingin melabrakmu dan wanita itu, bahkan aku berniat merusak dinner kalian.”


Katty tersenyum


miris, dia baru saja mengatakan hal yang akan merusak hubungan Jodi dengan


wanita lain. Jodi memegang bahu Katty,


Jodi : “Tidak ada


wanita lain...”


Katty : “Apa..?”


Katty berusaha mencerna apa yang baru saja Jodi katakan.


Jodi : “Papaku


mengerjaimu...”


Katty : “Apa...?


Tidak, papamu...”


Jodi : “Aku juga


mencintaimu.”


Katty : “Apa....?”


Jodi : “Apa kau


tidak dengar? Aku mencintaimu, Katty.”


Katty melongo, ia


mengerjapkan matanya beberapa kali. Sesaat ia berpikir kalau dirinya sedang


bermimpi indah. Jodi mengatakannya, Jodi mengucapkan isi hatinya pada Katty. Jodi


menatap Katty yang masih betah bengong. Ia jelas syok mendengar pengakuan Jodi.


Jodi : “Kalau tahu


kau akan jadi bodoh seperti ini, aku gak akan bilang tentang perasaanku.”


Katty : “Siapa yang


bodoh! Kamu yang bodoh! Bodoh! Bodoh! Bodoh!”


Katty memukuli


lengan Jodi dengan heboh, ia sangat malu dan menutupinya dengan banyak


bergerak. Jodi menahan lengan Katty dan menjatuhkannya ke atas ranjang.


Jodi : “Sakit


tau...” Jodi menatap mata Katty yang masih tersengal-sengal, ia melihat Katty


tersenyum malu-malu padanya.


Jodi : “Kenapa kau


jadi menggemaskan seperti ini? Kucing liarku sudah berubah jadi anak kucing sekarang?”


Katty : “Aku...”


Jodi : “Mau bicara


apa lagi? Setelah kita saling mengatakan isi hati masing-masing kamu masih mau


bicara?”


Katty : “Aku harus


apa?”


Jodi : “Bersiaplah


jadi ibu untuk anak-anakku.”


Katty : “Oohh...”


Jodi menunduk


mencium Katty dan mulai melepaskan pakaian yang dikenakan Katty.


🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca


novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk


Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya


para reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak


ya..

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


🌲🌲🌲🌲🌲


__ADS_2