
Katty menahan
nafasnya saat pintu kamar mandi terbuka lebar. Jodi hampir keluar dari sana,
saat ia melihat Katty di depan pintu.
Jodi : “Katty?!
Kamu udah disini?”
Pertanyaan Jodi
yang simple, ditanggapi Katty dengan ketus. Ia bahkan tidak mendengar apa yang
dikatakan Jodi, kekesalannya menutup akal sehatnya.
Katty : “Kenapa?
Kamu kaget aku disini? Kamu habis ngapain?!”
Jodi : “Aku habis
mandi. Kamu kenapa ketus gitu? Kesambet?”
Katty : “Kamu mandi
sama siapa? Sama siapa?!”
Katty menarik
tangan Jodi agar menyingkir dari pintu kamar mandi. Ia tambah kesal dan marah
melihat Jodi keluar dari kamar mandi cuma pakai handuk. Ia masuk ke dalam kamar
mandi dan melihat sekeliling. Sepi, tidak ada tanda-tanda orang lain di dalam
sana. Lebih-lebih wanita lain.
Katty berbalik
dengan cepat menghadap Jodi yang masih kebingungan menatap Katty yang terlihat
sangat kesal.
Katty : “Dimana
dia?”
Jodi : “Siapa?”
Katty : “Kamu tau
siapa yang kumaksud. Kamu sembunyikan dimana dia?”
Jodi : “Aku beneran
gak ngerti kamu ngomong apa. Kamu kenapa sih?”
Katty : “Kamu habis
mandi sama dia, kan? Dimana dia? Di dalam lemari?”
Jodi semakin
bingung melihat Katty membuka satu persatu lemari yang ada di samping kamar
mandi. Katty memeriksa lemari seperti polisi menggeledah lemari penjahat kelas
kakap. Tidak mendapat apa yang dicarinya, Katty menutup lemari lagi.
Katty : “Dimana dia?!”
Katty semakin
frustasi saat tidak menemukan apa yang ia yakini ada di dalam kamar itu.
Jodi : “Kamu nyari
apa sich? Dari dateng, bertingkah aneh.”
Katty : “Dimana
dia? Wanita yang memakai lingerie itu! Dimana dia?!”
Jodi : “Kamu ini
ngomong apa sich?”
Katty : “Kamu mau
nikah sama wanita lain kan? Kamu... hiks... hiks... jahat banget...”
Jodi terpana
melihat Katty menangis sesenggukan, ia tampak sangat rapuh di depan Jodi.
Jodi : “Siapa yang
bilang? Katty, bilang sama aku. Siapa yang bilang aku mau nikah sama wanita
lain?” Jodi mengguncang lengan Katty,
Katty : “Pa...
papamu yang bilang. Hiks. Hiks. Papamu bilang... hiks... kamu sudah
dijodohkan... dan kalian... lagi bersenang-senang... disini...”
Jodi : “Terus
kenapa kamu kesini?”
Katty melongo
mendengar reaksi Jodi, otaknya seketika bereaksi kembali. Ia bengong menatap
Jodi yang menuntunnya duduk di sofa.
Katty : “Iya,
kenapa aku kesini ya? Kenapa aku kesal? Kenapa aku marah-marah? Kenapa aku
merusak kemeja Jodi?” batin Katty menjerit mengingat dosa apa yang baru saja ia
perbuat terhadap kemeja kesayangan Jodi.
__ADS_1
Jodi : “Kenapa
diam? Tiba-tiba gagu habis selesai marah-marah.”
Katty bertingkah
seperti orang linglung, ia tidak merespon kata-kata Jodi. Otaknya masih
berpikir keras mencari jawaban kenapa dia justru menyusul Jodi ke penthouse
itu.
Jodi : “Apa kau
cemburu?”
Katty : “Tunggu,
dia bilang apa? Cemburu? Ini namanya cemburu? Ini alasan aku marah-marah?”
batin Katty.
Jodi : “Kenapa kamu
peduli aku mau nikah sama siapa?”
Katty : “Aku nggak!”
Jodi : “Trus kenapa
kamu kesini? Marah-marah. Bahkan menghancurkan kemejaku begini.”
Katty : “Aku gak
marah-marah. Aku cuma tanya. Kemejamu... aku gak sengaja...” Jodi mengangkat
kemejanya yang mirip kain pel, ia melemparkan kemeja itu ke keranjang sampah di
samping sofa.
Jodi : “Kalau kamu
gak peduli, kamu gak akan kesini, Katty. Kamu menggeledah kamar ini seperti
istri yang sedang memergoki suaminya berselingkuh.”
Katty : “Aku nggak
gitu...”
Jodi : “Jangan
terus menyangkal perasaanmu, Katty. Kamu cinta sama aku kan? Jawab!”
Katty : “Aku nggak...!
Bukan gitu...”
Jodi : “Alasan apa
lagi yang mau kamu kasi? Tindakanmu sudah mencerminkan semuanya. Kamu cemburu
pada wanita yang akan kunikahi.”
Katty : “Jadi benar
Jodi : “Aku akan
menikahi wanita pertama yang kutemui setelah ini, meskipun itu istri orang.”
Katty : “Kamu gak
boleh melakukan itu.”
Jodi : “Kenapa gak
boleh? Toh, kamu gak mau nikah sama aku.”
Jodi beranjak dari
sofa, ingin memakai celananya lagi. Tapi Katty dengan cepat menarik tangannya
dan mencium Jodi sampai tubuhnya terhuyung ke belakang dan mereka berdua jatuh
diatas ranjang. Bruk! Kelopak mawar bertebaran mengenai tubuh mereka.
Katty terus mencium
Jodi tanpa memberi kesempatan Jodi bicara lagi. Jodi menahan tangan Katty dan
mendorongnya menjauh,
Jodi : “Aku sudah
capek menunggumu, Katty. Kamu selalu menolak dengan banyak alasan.”
Katty : “Jodi...
aku... aku cinta sama kamu...”
Jodi menghentikan
gerakannya yang akan turun dari atas ranjang.
Jodi : “Jangan
mengatakannya dengan terpaksa begitu. Aku gak akan maksa kamu lagi.”
Katty : “Tapi aku
beneran cinta sama kamu. Jodi, aku jatuh cinta sama kamu.”
Jodi : “Kamu
serius?”
Katty : “Aku sangat
mencintaimu, Jodi. Tapi aku tahu diri, hubungan kita gak akan mungkin lebih
dari yang sekarang. Aku juga gak mengharapkan cintaku akan berbalas. Aku cukup
tahu posisiku ada dimana?”
Jodi : “Kamu gak
__ADS_1
lagi mempermainkan aku kan?”
Katty : “Kamu gak
bisa merasakannya? Saat kita ngobrol sambil minum teh, saat aku memasak
untukmu, saat kita bercinta... saat kita saling memeluk. Kamu gak bisa
merasakan cintaku untukmu?”
Jodi : “Kamu gak
pernah bilang, mana aku tahu perasaanmu.”
Katty : “Perjanjian
kita yang membuatku bungkam. Aku hanya ingin menjaga hatiku tidak hancur saat
kamu akan menikah dengan wanita lain. Tapi aku gak bisa, hatiku sakit mendengar
kata-kata papamu. Kamu akan menikah dengan wanita lain. Aku marah, aku kesal,
aku ingin melabrakmu dan wanita itu, bahkan aku berniat merusak dinner kalian.”
Katty tersenyum
miris, dia baru saja mengatakan hal yang akan merusak hubungan Jodi dengan
wanita lain. Jodi memegang bahu Katty,
Jodi : “Tidak ada
wanita lain...”
Katty : “Apa..?”
Katty berusaha mencerna apa yang baru saja Jodi katakan.
Jodi : “Papaku
mengerjaimu...”
Katty : “Apa...?
Tidak, papamu...”
Jodi : “Aku juga
mencintaimu.”
Katty : “Apa....?”
Jodi : “Apa kau
tidak dengar? Aku mencintaimu, Katty.”
Katty melongo, ia
mengerjapkan matanya beberapa kali. Sesaat ia berpikir kalau dirinya sedang
bermimpi indah. Jodi mengatakannya, Jodi mengucapkan isi hatinya pada Katty. Jodi
menatap Katty yang masih betah bengong. Ia jelas syok mendengar pengakuan Jodi.
Jodi : “Kalau tahu
kau akan jadi bodoh seperti ini, aku gak akan bilang tentang perasaanku.”
Katty : “Siapa yang
bodoh! Kamu yang bodoh! Bodoh! Bodoh! Bodoh!”
Katty memukuli
lengan Jodi dengan heboh, ia sangat malu dan menutupinya dengan banyak
bergerak. Jodi menahan lengan Katty dan menjatuhkannya ke atas ranjang.
Jodi : “Sakit
tau...” Jodi menatap mata Katty yang masih tersengal-sengal, ia melihat Katty
tersenyum malu-malu padanya.
Jodi : “Kenapa kau
jadi menggemaskan seperti ini? Kucing liarku sudah berubah jadi anak kucing sekarang?”
Katty : “Aku...”
Jodi : “Mau bicara
apa lagi? Setelah kita saling mengatakan isi hati masing-masing kamu masih mau
bicara?”
Katty : “Aku harus
apa?”
Jodi : “Bersiaplah
jadi ibu untuk anak-anakku.”
Katty : “Oohh...”
Jodi menunduk
mencium Katty dan mulai melepaskan pakaian yang dikenakan Katty.
🌻🌻🌻🌻🌻
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca
novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk
Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya
para reader.
Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak
ya..
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
🌲🌲🌲🌲🌲