Duren Manis

Duren Manis
Terluka parah


__ADS_3

Terluka parah


“Apa kau lupa denganku, nona Lili?”kata pria itu


sambil menyeringai mesum.


“Kau! Kau senior nona Riri. Apa yang kau lakukan


disini?”tanya Lili waspada.


“Anggap saja aku sedang membantu seorang teman lama


untuk membalas dendam.”kata pria itu.


Kejadian yang sangat cepat saat pria itu


menaklukkan Lili dalam sekejap. Sebuah pukulan mengenai tengkuk Lili,


membuatnya pusing dan terjatuh. Pria itu dengan sangat kurang ajar memaksakan


dirinya pada Lili yang sudah terkapar tidak berdaya.


Bukan hanya itu, Lili juga mendapat beberapa


pukulan di tubuhnya. Kedua pipinya lebam dengan tamparan yang terus menerus. Lili


tidak bisa berteriak karena pria itu membekap mulutnya. Dengan sisa-sisa


tenaganya yang terakhir, Lili berhasil menggigit tangan pria itu hingga


kelingkingnya terluka cukup parah.


“Aarrgghh!! Sialan kau!”teriak pria itu tanpa


sengaja menendang bufet di sampingnya hingga menjatuhkan vas bunga.


Prang! Suara yang cukup keras menarik perhatian


Dion yang baru kembali dari kantor Elo. Ia mencoba membuka pintu tapi tidak


bisa.


“Lili! Buka pintunya. Lili!”teriak Dion sambil


menggedor pintu.


Merasakan ada yang aneh, Dion mendobrak pintu itu


hingga terbuka lebar. Ia berteriak dengan penuh kemarahan saat melihat seorang


pria sedang menjambak rambut Lili sambil menampar dan meludahinya.


Dion menerjang pria itu hingga terjatuh ke samping.


Buk! Buk! Buk! Dion memukuli pria itu yang terus melawan. Mereka terlibat baku


hantam untuk sesaat sebelum penjaga yang mendengar keributan, segera memisahkan


mereka.


“Tahan dia, jangan biarkan lolos dari gedung ini!”


perintah Dion dengan penuh amarah.


Dua orang penjaga membekuk pria itu dan mengikatnya


dengan borgol. Mereka menyeretnya keluar dari ruangan itu. Sekretaris Elo yang


melihat keadaan Lili, segera menyuruh seorang penjaga membuka jasnya dan


memberikannya pada Dion. Dion menutupi tubuh Lili yang terlihat jelas karena


pakaiannya yang sobek dimana-mana.


Darah tampak mengalir di beberapa bagian tubuhnya.


Dion hancur melihat keadaan wanita yang sangat ia cintai itu. Seharusnya ia


tidak membiarkan Lili sendirian di ruangan itu tadi. Helikopter segera datang


untuk membawa Lili ke rumah sakit.


“Lili! Apa yang terjadi?!”jerit Riri yang keluar


bersama Elo.


Mereka mendengar suara helikopter datang dan


keributan di lorong. Riri sangat terkejut mendapati keadaan Lili yang sudah


terluka parah.


“Dion, apa yang terjadi?”tanya Elo pada Dion yang


diabaikan.


Dion berjalan cepat mengikuti tandu yang membawa


Lili menuju helikopter.

__ADS_1


“Kalian tetap disini. Jangan kemana-mana sampai


semua tempat dipastikan aman!”teriak Dion pada Elo dan Riri.


Elo sampai harus memeluk Riri yang terkejut


mendengar bentakan Dion.


“Lili kenapa, mas?”tanya Riri sambil menangis.


“Sekretaris Linda, apa yang terjadi?”tanya Elo.


Sekretaris Linda meminta mereka berdua masuk ke


dalam sementara ia memanggil penjaga yang tadi memberikan jasnya. Ketua tim


untuk shit itu juga datang ke ruangan Elo. Mereka bergantian menjelaskan apa


yang mereka lihat barusan pada Elo.


“Mas, Lili gimana?”tanya Riri sangat sedih.


“Tenanglah. Dion sudah bersamanya. Sebentar lagi


helikopternya datang. Kita bisa ke rumah sakit juga.”kata Elo menenangkan Riri.


Tiba-tiba beberapa body guard datang ke ruangan


Elo. Mereka berjaga di empat sisi di sekitar Elo dan Riri.


“Ada apa ini? Kenapa keamanan maksimum ada


disini?”tanya Elo bingung.


“Ini perintah, tuan muda. Sampai dipastikan tidak


ada lagi penyusup. Silakan menunggu dengan tenang.”jelas ketua tim keamanan


pada Elo.


Elo hanya bisa menenangkan Riri yang gemetaran


sambil menunggu helikopter datang.


Sementara itu di rumah sakit, Dion sedang mengawasi


dokter pribadi Elo yang merawat luka-luka Lili. Dion melihat dibagian mana saja


terdapat luka dan seberapa parah luka itu.


“Dia mengalami kekerasan seksual. Lukanya cukup


mengalami trauma setelah ini.”jelas dokter setelah semua tindakan selesai


dilakukan.


“Kapan dia sadar?”tanya Dion dingin.


“Aku menyuntiknya dengan obat penenang. Dia akan


sadar dua jam lagi.”kata dokter.


“Jaga dia. Aku akan kembali. Lakukan sesuatu,


dokter. Jangan sampai dia hamil gara-gara kejadian ini.”kata Dion lagi.


“Sudah kulakukan. Jangan lama-lama.”kata dokter


itu.


Dion kembali ke helikopter yang membawanya kembali


ke kantor Elo. Elo yang mendengar suara helikopter segera berjalan ke lorong.


Ia melihat Dion berjalan cepat melewatinya.


“Dion! Bagaimana Lili?”tanya Elo lagi-lagi tidak


digubris.


Elo melihat sorot mata Dion yang sangat mengerikan.


Ia tahu sesuatu akan terjadi pada pria yang sudah melakukan ini pada Lili.


“Hentikan, Dion! Berhenti disana!!”perintah Elo


tegas.


“Jangan sekarang, tuan muda.”jawab Dion dingin.


“Kau mau melakukan apa? Katakan kau mau


apa?!”teriak Elo lagi.


“Melakukan yang seharusnya kulakukan, tuan muda.


Ketua tim, kau tidak melakukan perintahku?”tanya Dion.


“Baik, tuan Dion. Silakan, tuan muda.”kata ketua

__ADS_1


tim sambil menunjuk ruang kerja Elo.


“Kau tidak boleh melakukannya, Dion!!”teriak Elo


lagi.


Dion berjalan cepat menuju ruang penahanan dilantai


paling bawah gedung itu. Sekali lagi ia berhadapan dengan pria yang sudah


menodai kekasihnya. Pria itu masih bisa tersenyum seperti orang gila setelah


melakukan hal bejat seperti itu.


“Lapor tuan Dion, dia sedang teler saat ini.”lapor


penjaga.


“Dia sudah mengaku siapa yang menyuruhnya?”tanya


Dion lagi.


“Seorang wanita, tuan. Teman lamanya dulu. Tapi ia


tidak mau menyebutkan nama wanita itu.”jelas penjaga lagi.


“Selidiki dia sampai kau temukan wanita sialan itu.


Aku beri waktu satu jam.”perintah Dion.


“Baik, tuan.”


Kring! Kring! Ponsel Dion berdering. Pak Kim


menelponnya dan mengatakan kalau dalang di balik semua ini adalah Elena yang


bekerja sama dengan Pak Steve. Dion memejamkan matanya, ia memberi tanda pada


semua orang untuk keluar dari ruangan itu.


“Wah, wah. Tuan mau apa? Apa tuan mau balas dendam


untuk wanita ****** seperti nona Lili? Dia sudah kotor, tuan.”kata pria itu


dengan kurang ajar.


Dion melepas borgol yang masih membelenggu tangan pria


itu. Keduanya berhadapan lagi sekarang.


“Oh, aku tahu sekarang. Apa kau mencintainya? Lihat


dirimu sendiri. Aku sudah membuat nona Lili pantas untukmu. Sama-sama kotor.


Seharusnya kau berterima kasih padaku.”kata pria itu lagi.


Bug! Sebuah pukulan telak mengenai perut pria itu. Pria


itu masih bertahan. Jelas sekali ia habis mengkonsumsi obat terlarang. Bug!


Pukulan balasan dari pria itu berhasil di tepis Dion, pukulan Dion mengenai


perutnya lagi.


“Ohok! Hahaha. Apa kau tahu rasanya saat aku


menikmati tubuh nona Lili? Seluruh tubuhnya bergetar dengan kenikmatan yang


kuberikan. Dia memohon untuk terus melakukannya.”


Bug! Bug! Bug! Pukulan dan tendangan diarahkan Dion


ke tubuh pria itu. Pria itu masih bisa berdiri dengan kerasnya pukulan Dion. Pria


itu menghapus darah yang keluar dari mulutnya.


“Haha. Jelas sekali kalau aku yang pertama


menikmati tubuh nona Lili. Apa cintamu bertepuk sebelah tangan? Lihat dirimu,


kau bahkan memimpikan wanita seperti nona Lili. Dasar tidak tahu malu.”kata


pria itu lagi.


“Kau bahkan tidak pantas menyebut namanya! ********!!”teriak


Dion.


Ia terus memukul tubuh pria itu. Membuatnya terluka


parah persis dimana luka-luka Lili yang ia lihat tadi. Dan yang paling parah


tentu saja di bagian yang paling menyakiti Lili. Elo menerobos masuk tepat saat


Dion sudah selesai mematahkan lengan dan kaki pria itu.


*****


Klik profil author ya, ada novel karya author yang

__ADS_1


lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.


__ADS_2