
Terluka parah
“Apa kau lupa denganku, nona Lili?”kata pria itu
sambil menyeringai mesum.
“Kau! Kau senior nona Riri. Apa yang kau lakukan
disini?”tanya Lili waspada.
“Anggap saja aku sedang membantu seorang teman lama
untuk membalas dendam.”kata pria itu.
Kejadian yang sangat cepat saat pria itu
menaklukkan Lili dalam sekejap. Sebuah pukulan mengenai tengkuk Lili,
membuatnya pusing dan terjatuh. Pria itu dengan sangat kurang ajar memaksakan
dirinya pada Lili yang sudah terkapar tidak berdaya.
Bukan hanya itu, Lili juga mendapat beberapa
pukulan di tubuhnya. Kedua pipinya lebam dengan tamparan yang terus menerus. Lili
tidak bisa berteriak karena pria itu membekap mulutnya. Dengan sisa-sisa
tenaganya yang terakhir, Lili berhasil menggigit tangan pria itu hingga
kelingkingnya terluka cukup parah.
“Aarrgghh!! Sialan kau!”teriak pria itu tanpa
sengaja menendang bufet di sampingnya hingga menjatuhkan vas bunga.
Prang! Suara yang cukup keras menarik perhatian
Dion yang baru kembali dari kantor Elo. Ia mencoba membuka pintu tapi tidak
bisa.
“Lili! Buka pintunya. Lili!”teriak Dion sambil
menggedor pintu.
Merasakan ada yang aneh, Dion mendobrak pintu itu
hingga terbuka lebar. Ia berteriak dengan penuh kemarahan saat melihat seorang
pria sedang menjambak rambut Lili sambil menampar dan meludahinya.
Dion menerjang pria itu hingga terjatuh ke samping.
Buk! Buk! Buk! Dion memukuli pria itu yang terus melawan. Mereka terlibat baku
hantam untuk sesaat sebelum penjaga yang mendengar keributan, segera memisahkan
mereka.
“Tahan dia, jangan biarkan lolos dari gedung ini!”
perintah Dion dengan penuh amarah.
Dua orang penjaga membekuk pria itu dan mengikatnya
dengan borgol. Mereka menyeretnya keluar dari ruangan itu. Sekretaris Elo yang
melihat keadaan Lili, segera menyuruh seorang penjaga membuka jasnya dan
memberikannya pada Dion. Dion menutupi tubuh Lili yang terlihat jelas karena
pakaiannya yang sobek dimana-mana.
Darah tampak mengalir di beberapa bagian tubuhnya.
Dion hancur melihat keadaan wanita yang sangat ia cintai itu. Seharusnya ia
tidak membiarkan Lili sendirian di ruangan itu tadi. Helikopter segera datang
untuk membawa Lili ke rumah sakit.
“Lili! Apa yang terjadi?!”jerit Riri yang keluar
bersama Elo.
Mereka mendengar suara helikopter datang dan
keributan di lorong. Riri sangat terkejut mendapati keadaan Lili yang sudah
terluka parah.
“Dion, apa yang terjadi?”tanya Elo pada Dion yang
diabaikan.
Dion berjalan cepat mengikuti tandu yang membawa
Lili menuju helikopter.
__ADS_1
“Kalian tetap disini. Jangan kemana-mana sampai
semua tempat dipastikan aman!”teriak Dion pada Elo dan Riri.
Elo sampai harus memeluk Riri yang terkejut
mendengar bentakan Dion.
“Lili kenapa, mas?”tanya Riri sambil menangis.
“Sekretaris Linda, apa yang terjadi?”tanya Elo.
Sekretaris Linda meminta mereka berdua masuk ke
dalam sementara ia memanggil penjaga yang tadi memberikan jasnya. Ketua tim
untuk shit itu juga datang ke ruangan Elo. Mereka bergantian menjelaskan apa
yang mereka lihat barusan pada Elo.
“Mas, Lili gimana?”tanya Riri sangat sedih.
“Tenanglah. Dion sudah bersamanya. Sebentar lagi
helikopternya datang. Kita bisa ke rumah sakit juga.”kata Elo menenangkan Riri.
Tiba-tiba beberapa body guard datang ke ruangan
Elo. Mereka berjaga di empat sisi di sekitar Elo dan Riri.
“Ada apa ini? Kenapa keamanan maksimum ada
disini?”tanya Elo bingung.
“Ini perintah, tuan muda. Sampai dipastikan tidak
ada lagi penyusup. Silakan menunggu dengan tenang.”jelas ketua tim keamanan
pada Elo.
Elo hanya bisa menenangkan Riri yang gemetaran
sambil menunggu helikopter datang.
Sementara itu di rumah sakit, Dion sedang mengawasi
dokter pribadi Elo yang merawat luka-luka Lili. Dion melihat dibagian mana saja
terdapat luka dan seberapa parah luka itu.
“Dia mengalami kekerasan seksual. Lukanya cukup
mengalami trauma setelah ini.”jelas dokter setelah semua tindakan selesai
dilakukan.
“Kapan dia sadar?”tanya Dion dingin.
“Aku menyuntiknya dengan obat penenang. Dia akan
sadar dua jam lagi.”kata dokter.
“Jaga dia. Aku akan kembali. Lakukan sesuatu,
dokter. Jangan sampai dia hamil gara-gara kejadian ini.”kata Dion lagi.
“Sudah kulakukan. Jangan lama-lama.”kata dokter
itu.
Dion kembali ke helikopter yang membawanya kembali
ke kantor Elo. Elo yang mendengar suara helikopter segera berjalan ke lorong.
Ia melihat Dion berjalan cepat melewatinya.
“Dion! Bagaimana Lili?”tanya Elo lagi-lagi tidak
digubris.
Elo melihat sorot mata Dion yang sangat mengerikan.
Ia tahu sesuatu akan terjadi pada pria yang sudah melakukan ini pada Lili.
“Hentikan, Dion! Berhenti disana!!”perintah Elo
tegas.
“Jangan sekarang, tuan muda.”jawab Dion dingin.
“Kau mau melakukan apa? Katakan kau mau
apa?!”teriak Elo lagi.
“Melakukan yang seharusnya kulakukan, tuan muda.
Ketua tim, kau tidak melakukan perintahku?”tanya Dion.
“Baik, tuan Dion. Silakan, tuan muda.”kata ketua
__ADS_1
tim sambil menunjuk ruang kerja Elo.
“Kau tidak boleh melakukannya, Dion!!”teriak Elo
lagi.
Dion berjalan cepat menuju ruang penahanan dilantai
paling bawah gedung itu. Sekali lagi ia berhadapan dengan pria yang sudah
menodai kekasihnya. Pria itu masih bisa tersenyum seperti orang gila setelah
melakukan hal bejat seperti itu.
“Lapor tuan Dion, dia sedang teler saat ini.”lapor
penjaga.
“Dia sudah mengaku siapa yang menyuruhnya?”tanya
Dion lagi.
“Seorang wanita, tuan. Teman lamanya dulu. Tapi ia
tidak mau menyebutkan nama wanita itu.”jelas penjaga lagi.
“Selidiki dia sampai kau temukan wanita sialan itu.
Aku beri waktu satu jam.”perintah Dion.
“Baik, tuan.”
Kring! Kring! Ponsel Dion berdering. Pak Kim
menelponnya dan mengatakan kalau dalang di balik semua ini adalah Elena yang
bekerja sama dengan Pak Steve. Dion memejamkan matanya, ia memberi tanda pada
semua orang untuk keluar dari ruangan itu.
“Wah, wah. Tuan mau apa? Apa tuan mau balas dendam
untuk wanita ****** seperti nona Lili? Dia sudah kotor, tuan.”kata pria itu
dengan kurang ajar.
Dion melepas borgol yang masih membelenggu tangan pria
itu. Keduanya berhadapan lagi sekarang.
“Oh, aku tahu sekarang. Apa kau mencintainya? Lihat
dirimu sendiri. Aku sudah membuat nona Lili pantas untukmu. Sama-sama kotor.
Seharusnya kau berterima kasih padaku.”kata pria itu lagi.
Bug! Sebuah pukulan telak mengenai perut pria itu. Pria
itu masih bertahan. Jelas sekali ia habis mengkonsumsi obat terlarang. Bug!
Pukulan balasan dari pria itu berhasil di tepis Dion, pukulan Dion mengenai
perutnya lagi.
“Ohok! Hahaha. Apa kau tahu rasanya saat aku
menikmati tubuh nona Lili? Seluruh tubuhnya bergetar dengan kenikmatan yang
kuberikan. Dia memohon untuk terus melakukannya.”
Bug! Bug! Bug! Pukulan dan tendangan diarahkan Dion
ke tubuh pria itu. Pria itu masih bisa berdiri dengan kerasnya pukulan Dion. Pria
itu menghapus darah yang keluar dari mulutnya.
“Haha. Jelas sekali kalau aku yang pertama
menikmati tubuh nona Lili. Apa cintamu bertepuk sebelah tangan? Lihat dirimu,
kau bahkan memimpikan wanita seperti nona Lili. Dasar tidak tahu malu.”kata
pria itu lagi.
“Kau bahkan tidak pantas menyebut namanya! ********!!”teriak
Dion.
Ia terus memukul tubuh pria itu. Membuatnya terluka
parah persis dimana luka-luka Lili yang ia lihat tadi. Dan yang paling parah
tentu saja di bagian yang paling menyakiti Lili. Elo menerobos masuk tepat saat
Dion sudah selesai mematahkan lengan dan kaki pria itu.
*****
Klik profil author ya, ada novel karya author yang
__ADS_1
lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.