
Elo sampai di parkiran rumah sakit, ia memastikan sekali lagi sebelum masuk ke lobby. Setelah mengecek share loc dari Riri, ia berjalan masuk membawa sebuah bingkisan untuk baby twin.
Cukup jauh berjalan, ia melihat Riri berdiri di depan kamar. Elo tersenyum pada Riri yang melambaikan tangan padanya.
Elo : "Sayang, ngapain kamu disini."
Riri : "Iihh, kakak. Jangan panggil gitu. Malu tau."
Elo : "Gak ada orang disini. Mana kamarnya?"
Riri menarik tangan Elo masuk ke kamar rawat inap Mia. Semua orang di dalam menoleh menatap mereka berdua.
Mia : "Elo? Apa kabar?"
Elo : "Baik, Mia. Gimana kabarmu?"
Mia : "Baik, kok."
Elo melihat Mia masih menyusui bayinya, ia langsung mengalihkan pandangan ke Alex.
Elo : "Selamat ya, om."
Elo menyerahkan kado yang ia bawa untuk baby twin.
Alex : "Terima kasih, Elo. Duduk dulu."
Elo duduk disebelah Riri yang duduk di sebelah Kaori. Rio tampak memainkan ponselnya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Kaori.
Kaori menyenggol lengan Rio saat melihat Elo mendekati mereka.
Kaori : "Halo, pak."
Elo : "Halo juga... Siapa namamu?"
Kaori : "Saya Kaori, pak."
Elo : "Halo Kaori, Rio."
Rio : "Kak, gak bawa makanan?"
Riri : "Rio!!"
Elo : "Gak pa-pa, Ri. Kamu mau makan apa?"
Elo sudah mengeluarkan ponselnya mau pesan makanan via ojol.
Rio : "Bercanda, kak."
Elo : "Beneran nich. Mau nyemil? Ada penjual cemilan baru loh."
Mereka berempat kasak-kusuk memilih cemilan, membuat Mia dan Alex saling pandang. Bayi kembar mereka sudah melepaskan mulut mereka dari ****** Mia.
Alex membantu Mia memasukkan payudaranya kembali ke dalam bra. Sesekali ia menekan payudara Mia membuat istrinya melotot padanya.
Alex : "Sekarang aku harus berbagi sama dua pria kecil ini. Kapan aku bisa memilikinya lagi untukku sendiri?"
Mia menatap Alex yang terlihat seperti anak anjing.
Mia : Mungkin dua tahun lagi."
Alex : "Astaga! Lama sekali."
Alex menatap Mia yang terlihat asyik menoel pipi bayinya. Bayi mereka tertidur lelap.
Mia : "Mas, pindahin mereka dong. Taruh di sampingku."
Pelan-pelan Alex mengangkat salah satu bayi kembarnya. Momen itu diabadikan Rio lewat kamera ponselnya. Ia memposting foto hasil jepretannya dengan kata-kata "selamat papa Alex & mama Mia atas kelahiran twin baby Rava dan Reva". Tak lupa ia ngtag Rara dan Riri.
Mia yang mendengar notif di ponselnya, segera membuka notif itu.
Mia : "Rio...!!! Mama kok keliatan gendut?!"
Rio : "Masa sich? Gak kok. Ya kan Ri?"
Rio minta pendapat pada Kaori.
__ADS_1
Kaori : "Ya, kak. Gak gendut kok. Cuma montok."
Rio menepuk wajahnya,alamat diomelin mama nih.
Mia memanyunkan bibirnya, ia melihat tubuhnya sekali lagi. Tapi saat ia melihat baby twin, Mia kembali tersenyum lebar.
Rio mengelus dadanya dan bernafas lega.
Rio : "Selamat... Awas kamu ntar ya."
Kaori : "Apa salahku?"
Rio : "Pikirkan sendiri. Kasi aku jawabannya nanti dan kalau salah, aku hukum kamu."
Kaori beneran berpikir kesalahan apa yang barusan ia buat pada Rio. Rio yang melihat wajah serius Kaori semakin ingin menggodanya.
Rio : "Uda tau belum?"
Kaori : "Ach, aku tahu. Pasti waktu aku bilang kak Mia montok ya."
Jawaban Kaori benar, tapi Rio tidak mau mengakuinya.
Rio : "Salah. Siap-siap aku hukum ya."
Kaori : "Gak mungkin salah. Kamu modus ya."
Wajah Rio memerah ketahuan bohong. Ia menyembunyikan wajahnya dipunggung Kaori.
Kaori : "Beneran kan? Aku gak perlu dihukum."
Rio : "Ngomong lagi, aku cium nich."
Kaori : "Mana kamu berani depan orang tuamu."
Rio kesal karena Kaori terus menentangnya. Dengan cepat ia membalik posisi mereka dan mendekatkan wajahnya.
Riri dan Elo melongo melihat Rio yang hampir mencium Kaori di depan mereka semua.
Kaori memejamkan matanya, ia takut melihat reaksi semua orang disana.
Rio menyentil kening Kaori, dan kembali duduk di tempatnya semula. Kaori membuka matanya, mengintip Rio yang tadi di depannya.
Rio : "Udah tau kan akibatnya kalau kau berani sama aku."
Kaori tidak bicara apa-apa lagi. Ia sudah cukup malu dengan kelakuan Rio barusan.
Elo menyikut Riri, memberi kode agar mereka bisa pergi. Tepat saat itu, ada notif kalau ojol yang mengantar pesanan mereka sudah sampai di depan pintu kamar Mia.
Elo berjalan ke pintu dan mengambil pesanan mereka. Setelah memberikannya pada Rio, Elo menarik Riri berdiri.
Riri : "Pah, mah, Riri ijin ya mau jalan-jalan sama kak Elo."
Mia : "Iya, hati-hati dijalan. Jangan pulang terlalu malam."
Elo : "Saya pamit dulu, sekali lagi selamat ya Mia, Alex."
Alex : "Iya. Makasi, Elo. Riri... Ingat..."
Riri : "Iya, pah."
Elo : "Rio, Kaori, saya duluan ya."
Rio : "Iya, kak. Nanti Riri kakak antar kesini atau langsung ke asrama?"
Elo : "Langsung ke asrama kok."
Kaori melambaikan tangannya pada Riri dan Elo yang berjalan keluar kamar.
Kaori : "Kita gak balik ke asrama?"
Rio : "Bentar, nanggung. Gameku bentar lagi selesai."
Kaori menyandarkan kepalanya di pundak Rio, menatap layar ponsel yang menampilkan visual game terkenal saat ini.
Kaori tidak sadar kalau di kamar itu masih ada Mia dan Alex. Gerakan mereka berdua tampak sangat natural dan terbiasa begitu.
__ADS_1
Mia kembali saling pandang dengan Alex.
Alex : "Mesra banget mereka ya."
Mia : "Kasi dah, mas. Anak muda."
Mia kembali menimang bayi di tangannya. Sesekali ia melihat dengan detail wajah anaknya itu. Sementara Alex mulai merasa pegal menggendong bayinya.
Alex meletakkan bayi di tangannya kembali ke box bayi. Bayi itu hanya menggeliat sebentar dan lanjut tidur lagi.
Alex : "Kamu masi mau gendong Reva?"
Mia : "Iya, mas. Lucu banget dia."
Baby Reva rambutnya berdiri tegak sementara baby Rava rambutnya tidur. Mia mulai mempelajari ciri khas masing-masing bayinya.
Baby Reva memiliki tanda lahir di belakang lengannya. Dan dia paling sering menangis. Alex mendengarkan Mia yang mengatakan ciri-ciri bayi kembar mereka.
Keasyikan mereka terganggu sebentar ketika Rio dan Kaori mau pamit pulang ke asrama. Alex melihat tempat anak-anaknya duduk tadi sudah kembali bersih seperti semula.
Rio : "Pah, mah. Rio sama Kaori balik dulu ya. Besok kuliah pagi soalnya. Bye, baby twin."
Kaori : "Kak Mia, Om Alex, selamat sekali lagi uda punya baby twin. Kaori pamit dulu ya."
Mia : "Iya, makasi Kaori. Hati-hati dijalan ya."
Alex : "Inget pulang ke asrama ya. Jangan keluyuran."
Rio : "Gak janji, pah."
Alex tidak bisa berkata-kata lagi melihat Rio menarik Kaori keluar dari kamar rawat inap Mia. Alex menatap Mia lagi, ia mendekati Mia dan berkata,
Alex : "Sayang, kita telpon suster yuk."
Mia : "Kenapa? Aku masih mau sama my babies."
Alex : "Kasi mereka istirahat juga. Kita juga bobok."
Mia : "Ini masih jam 7, mas ngaco dech."
Alex : "Ayolah..."
Alex menekan dada Mia, membuat baju Mia basah karena ASI-nya kepencet.
Mia : "Tuch kan jadi basah. Ambilin tisu, mas."
Alex : "Sayang, katamu kok bikin aku panas dingin ya."
Mia : "Mesum!"
Alex tertawa membuat baby Reva kaget dan mulai menangis lagi. Mia dengan cepat membuainya agar tenang tapi tidak berhasil.
Saat sedang kebingungan, pintu kamar Mia terbuka dan mamanya masuk ke dalam kamar.
Mama Mia : "Oohh... Cucu nenek kenapa nangis?"
Mia : "Dia kebangun kaget, mah. Ini gimana caranya biar diem?"
Mama Mia : "Kasi ASI coba."
Mia menuruti mamanya dan alhasil baby Reva langsung tenang.
Mama Mia : "Kalau masih nangis, coba cek mungkin popoknya basah. Nich, popok bayinya basah. Alex cepet diganti."
Mama Mia mengecek bayi yang tertidur di box bayi. Alex bengong melihat mertuanya baru datang langsung perintah sana sini. Ia segera mengambil perlengkapan bayi di bawah box dan mengganti popok baby Rava.
Meskipun agak bingung awalnya, tapi Alex bisa mengganti popok bayinya dengan baik. Mia sampai mengacungkan jempolnya saat Alex selesai melakukannya.
π»π»π»π»π»
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain βMenantu untuk Ibuβ, βPerempuan IDOLβ, βJebakan Cintaβ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.
Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya..
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
π²π²π²π²π²