Duren Manis

Duren Manis
Extra part 26


__ADS_3

Extra part 26


Alan sudah bekerja dengan Endy sejak umur dua belas


tahun. Endy melihat potensi Alan saat remaja itu iseng merentas web milik perusahaannya.


Bukannya melenyapkan Alan, pria itu malah merekrutnya dan memberikan pelatihan


yang berat untuk Alan.


Selain menjadi hacker, Alan juga bisa sedikit bela


diri dan bisa menggunakan senjata. Endy berharap suatu saat nanti keturunannya


bisa dilatih oleh Alan. Endy mempersiapkan generasi baru untuk menjaga


perusahaan dan keluarganya.


Sejak umur lima tahun, Ken sudah dilatih untuk membobol


keamanan web perusahaan Endy. Dan Alan ditunjuk sebagai gurunya. Sama seperti


Saga yang menjadi guru Ken juga, tapi dibidang produk mata-mata. Meskipun


berbeda negara, Alan dan Ken sangat akrab di dunia maya. Mereka sering berlomba


membobol keamanan beberapa web perusahaan besar, tapi tidak untuk mencuri


informasi apapun.


Ken kecil sangat pintar dan baik hati. Perpaduan


antara Alex dan juga Mia. Anak laki-laki itu tumbuh dengan kasih sayang palsu


dari Kinanti dan Endy. Mereka pikir dengan membawa Ken ke hadapan orang tua


Endy, harta warisan akan segera jatuh ke tangan mereka.


Perkiraan mereka salah besar, Ken akan menerima


semua harta kekayaan orang tua Endy ketika ia berusia dua puluh tahun. Selama


itu pula, Endy dan Kinanti masih bisa menikmati fasilitas keluarga Endy seperti


biasanya. Endy mulai memperhitungkan sebuah rencana untuk bisa memiliki hati


Ken sepenuhnya. Ia bertindak selayaknya papa yang baik, begitu juga Kinanti.


Padahal jauh di dalam lubuk hati mereka, Ken hanya


akan dimanfaatkan sampai mereka berdua bisa merubah semua harta kekayaan orang


tua Endy menjadi atas nama Endy dan Kinanti. Setelah itu, Endy baru akan


mengatakan yang sebenarnya tentang asal usul Ken.


Kinanti sama sekali tidak menyangka kalau anak Mia


yang akan memiliki semua harta kekayaan yang selalu ia idamkan selama ini.


Kehadiran Kenzo yang adalah anak kandung Endy dan Kinanti tidak mampu merubah


keputusan yang sudah dibuat ayah dan ibu Endy. Ken tetap adalah pewaris tunggal


kekayaan mereka.


Beberapa hari sebelum keberangkatan Alex sekeluarga


ke negara A untuk menemui Diva yang baru saja melahirkan Varrel, hari itu


adalah schedule pelajaran Ken dan Alan. Alan sudah bersiap di depan laptopnya


untuk mulai menghubungi Ken.


“Hai, kak Alan,” sapa Ken dari seberang sana. Anak


laki-laki itu terlihat lebih gembul dari sebelumnya.


“Hai, Ken. Apa kabarmu? Bagaimana disana? Sudah


dapat teman?” tanya Alan basa-basi.


“Kakak tahu sendiri lah. Kak, apa aku terlihat


gemuk?”tanya Ken.


“Memangnya kenapa? Apa kau berusaha memenangkan


hati seorang gadis?” tanya Alan.


“Darimana kakak tahu itu?!” Ken tidak bisa


menyembunyikan sesuatu dari Alan.


“Aku lihat chating kalian, dia akan kesana, kan?


Apa kalian janjian ketemu?” tanya Alan sambil mengirimkan screen shot

__ADS_1


percakapan Alan dan Ken.


“Kapan aku akan punya privasi disini?” keluh Ken


pada Alan.


“Kau tidak akan pernah memilikinya, Ken. Sampai kau


siap. Ayo, kesankan aku,” kata Alan sambil memulai perlombaan mereka untuk


membobol sebuah web perusahaan milik Endy.


Alan selalu fair dalam melatih Ken, ia akan meminta


atasannya mengganti semua password saat ia harus melatih putra Endy itu.


Keduanya mulai menatap layar laptop masing-masing. Beberapa kali Alan bisa


menghadang Ken yang terlalu terburu-buru ingin sampai di panel terakhir.


“Kau tidak bisa melakukannya seperti itu, Ken,”


kata Alan mempengaruhi Ken.


Perkataan Alan membuat Ken berpikir dan melambat,


akibatnya Alan berhasil membobol web itu duluan. Sistem di web tiba-tiba mati


untuk beberapa detik sebelum hidup kembali dan Alan langsung mendapat warning


dari atasannya.


“Aku menang, Ken.” Alan tersenyum melihat wajah


cemberut Ken.


“Kakak kan sudah biasa menerobos seperti itu. Aku


kan masih berlatih,” elak Ken.


“Seharusnya kau perhatikan semua praktek yang sudah


kuberikan. Jangan mikirin gadis itu, belajar yang bener,” kata Alan sambil


mengirim emoji kelinci memukul pantat kelinci lain yang lebih kecil.


“Kak, aku dapet warning juga. Apa maksudnya?” tanya


Ken bingung melihat layar laptopnya berwarna merah.


web perusahaan Endy, ada seseorang yang mengirimkan virus dan mengacaukan semua


tampilan web. Alan memberi instruksi tentang apa yang harus dilakukan Ken.


Keduanya saling bekerja sama untuk melumpuhkan virus itu. Sampai tampilan web


kembali normal dalam hitungan menit.


“Hampir saja. Ken, pelajaran hari ini sudah


selesai. Nanti aku kirim link, kamu pelajari dulu ya. Pertemuan berikutnya aku


test. Bye, Ken.”


Ken menutup laptopnya, ia mengambil kotak game kecil


di samping laptop lalu menghidupkannya. Setelah mencari sebentar, Ken melihat


kalau ID Renata tidak aktif. Ken tidak habis akal, ia melihat jam, seharusnya


Renata sedang tidur saat ini.


Laptop Ken kembali menyala, ia mengetik sesuatu


dengan cepat dan kotak gamenya menyala bersama dengan kotak game milik Renata.


Ken tersenyum, Renata meletakkan kotak game pemberiannya di meja dengan sudut yang


bagus. Ken bisa melihat apa yang terjadi di kamar Renata. Sepertinya gadis itu


sedang bicara dengan seseorang.


“Kak Rey, ini udah malem. Udahan ya,” kata Renata


yang terdengar oleh Ken.


“Bentar, aunty. Masih kangen nich, besok kan aunty


udah libur,” kata Reynold.


Ken menguping pembicaraan mereka dengan merentas


sambungan v-call itu. Di seberang benua, Reynold mendapat peringatan kecil di


sudut laptopnya. Seseorang merentas pembicaraannya dengan Renata. Dengan senyum


mengembang dan rayuan gombal untuk Renata, Reynold mulai beraksi mencari tahu siapa

__ADS_1


yang mengganggu kencan online-nya dengan Renata.


“Tertangkap kau, tikus,” gumam Reynold yang


terdengar Renata.


“Dimana tikusnya, kak?” tanya Renata yang takut


dengan hewan pengerat itu.


“Nggak ada, aunty salah denger. Gimana tadi


lanjutan ceritanya,” kata Reynold mengalihkan Renata.


Ken tiba-tiba tidak mendengar apapun, ia mengecek head


set dan juga telinganya. Semuanya masih berfungsi normal. Ken tidak tahu kalau


Reynold sudah memproteksi sambungan jarak jauhnya dengan Renata. Pria itu juga


sangat jahil, Reynold mengirimkan virus yang terus muncul dan menghilang hingga


Ken kesal dibuatnya.


“Hahaha!” Reynold tertawa sangat keras ketika


melihat tidak ada perlawanan dari Ken. Tapi Reynold tidak bisa mencari tahu


siapa yang sudah menguping karena ingin kembali fokus ke Renata.


Laptop Ken tampak memproses pembersihan virus tanpa


merusak data. Ia masih ingin mendengarkan apa yang dibicarakan Renata dengan


laki-laki itu. Siapa laki-laki itu sebenarnya dan apa hubungan mereka berdua.


Setelah beberapa saat, laptop Ken kembali bisa


digunakan. Ia cepat-cepat menghubungkan laptopnya dengan kotak game. Renata dan


Reynold sepertinya masih terhubung karena Ken bisa mendengar suara tawa


keduanya. Ken mendengarkan rencana mereka tentang pergi ke suatu tempat yang


sepertinya memang berada di negara A.


Ken mengeluh kalau ia akan susah sekali pergi


keluar tanpa pengawasan dari bodyguard-nya. Tapi bukan Ken namanya kalau ia


tidak pandai memecahkan masalah. Sejak pindah ke negara A, Ken selalu diawasi


dengan ketat. Ia hanya boleh menghadiri acara resmi berkelas untuk mewakili


Endy. Kebetulan di dekat tempat Renata dan Reynold akan datang bersama, Endy


mendapat undangan untuk menghadiri pesta pertunangan anak rekan bisnis Endy.


“Aku harus mengawasi mereka,” gumam Ken mulai


cemburu.


**


Ketika Renata tiba di negara A bersama keluarganya,


Ken tampak menunggu di hangar dengan tangan memegang rangkaian bunga mawar. Ia


ingin menyambut kedatangan Renata dan memberi kesan yang baik pada orang tua


Renata, Alex dan Mia.


Tapi saat itu ia melihat pintu pesawat terbuka,


Renata tampak keluar dari sana sambil merangkul lengan seorang pria yang sangat


tampan. Pria itu bahkan mengaitkan lengannya di pinggang Renata.


“Tampan juga pria itu,” gumam Ken, tapi kepala-nya


cepat berpikir dan menggeleng. Bagaimana bisa ia memuji pria yang akan menjadi


saingan cintanya.


Reynold memang memiliki gen terlalu tampan warisan


dari papanya, Arnold. Ia tidak bisa menolak anugrah terindah itu. Ketampanan


bagi Reynold hanya ia pakai untuk bersenang-senang. Tapi sejak melihat Renata


tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik, membuat Reynold semakin mencintai


aunty-nya itu.


**


Next, Ken berusaha mendekati Renata.

__ADS_1


__ADS_2