Duren Manis

Duren Manis
Pernikahan seperti itu


__ADS_3

Pernikahan seperti itu


“Apa kau akan naik? Kami juga akan bertemu tuan


muda Angelo. Bolehkan kami naik bersamamu?”tanya tuan Steve dengan tidak tau


malu.


Dio hampir menolaknya. Ia tidak ingin Riri bersama


dengan nona Gloria yang sombong dalam satu lift yang sama. Riri sedikit


terdorong ke samping saat pintu lift terbuka dan tuan Steve mengajak putrinya


masuk ke dalam tanpa permisi. Lili hampir menjambak wanita yang tidak tahu diri


itu karena hampir melukai Riri. Untung saja Lili selalu siap siaga di samping


Riri.


“Tidak apa. Ayo, masuk.”kata Riri pada Dion dan


Lili.


Lili masuk lebih dulu, disusul Riri dan Dion. Lift


tertutup dan langsung membawa mereka ke lantai paling atas di kantor itu.


“Putriku, kau harus terlihat cantik. Ini


kesempatanmu untuk menarik perhatian tuan muda Angelo.”kata tuan Steve pada


putrinya.


“Tenang saja, papa. Hari ini aku memakai pakaian


keluaran terbaru. Limited edition. Tuan muda tidak akan bisa menolakku.”kata


nona Gloria dengan yakin.


Lili mengepalkan tangannya mendengar kata-kata ayah


dan anak itu. Ia hampir maju tapi Riri menahannya.


“Lili. Sabar.”kata Riri.


“Tapi nona...”kata Lili kesal.


“Aku percaya mas tidak akan meliriknya.”kata Riri


lagi.


Tuan Steve melirik Riri yang terlihat sangat


tenang. Meskipun tidak berdandan seperti putrinya, aura kecantikan tetap


terpancar dari wajah Riri.


“Tuan Dion, siapa wanita yang bersama anda?”tanya


tuan Steve kepo.


“Tuan Steve akan mengetahuinya sebentar lagi.”kata


Dion santai.


Dion ingin memberi pelajaran dan melihat reaksi


tuan Steve saat mereka bertemu Elo nanti. Ia sengaja tidak memberitahu


kedatangan Riri pada Elo setelah ponselnya berbunyi tanda kalau ponsel Riri ada


di dekatnya.


Begitu pintu lift terbuka, tuan Steve dan nona


Gloria langsung keluar dari lift. Mereka berhenti di meja sekretaris Elo dan


diminta menunggu sebentar. Riri, Lili, dan Dion sampai di depan pintu ruang


kerja Elo saat sekretaris Elo membuka pintu untuk mereka.


Tuan Steve dan putrinya menyerobot masuk duluan


melewati sekretaris Elo. Nona Gloria bahkan menurunkan slayer yang tadi


menutupi pundak dan punggungnya yang terbuka. Elo yang melihat kedatangan


mereka langsung bangun dari duduknya.


“Sayang, kamu disini!”teriak Elo sambil tersenyum


senang.


Ia merentangkan tangannya sambil berjalan


menghampiri nona Gloria. Nona Gloria terlihat sangat antusias menyambut Elo. Ia


juga merentangkan tangannya. Tuan Steve sangat senang melihat putrinya bisa


menarik perhatian tuan muda Elo. Kening Elo mengkerut saat kedua orang itu


menghalangi jalannya.


“Bisa minggir?”kata Elo sambil mengelak dari


pelukan nona Gloria.

__ADS_1


Tuan Steve dan nona Gloria bengong melihat Elo


menghampiri Riri seperti anjing kecil menghampiri pemiliknya. Ia mengibaskan


ekornya dan menjulurkan lidahnya saat melihat senyuman manis Riri.


“Sayang, kamu naik apa kesini? Aku sangat


merindukanmu.”kata Elo sambil mengangkat tubuh Riri dan mencium bibir istrinya


itu.


“Mmm...”Riri panik dicium Elo tiba-tiba karena


disana masih banyak orang.


Tuan Steve hampir terkena serangan jantung melihat


Elo mencium wanita yang bahkan tidak ia pandang sama sekali tadi. Nona Gloria


juga sama terkejutnya, tas tangan mahalnya hampir jatuh. Dion menggigil menahan


tawanya melihat reaksi kedua orang yang menyebalkan itu. Sedangkan Lili


terpesona melihat cara Elo mencium Riri.


“Jangan bengong gitu. Aku bisa menciummu lebih baik


dari itu.”bisik Dion di telinga Lili.


“Aku ingin pernikahan seperti itu. Romantis sekali.”gumam


Lili.


“Aku juga bisa melakukannya sekarang.”bisik Dion


lagi sambil meraba punggung Lili.


“Mulai lagi dech. Mesum.”balas Lili.


Elo sudah melepaskan ciumannya dari Riri yang


wajahnya memerah. Tapi ia masih tetap merangkul pinggang Riri.


“Tuan Steve, apa kabar. Silakan duduk.”kata Elo.


“Tuan muda, siapa wanita yang bersama anda?”tanya


tuan Steve.


“Dia istri saya. Sayang, kamu tunggu aku di ruang


sebelah sebentar ya. Kamu sudah makan? Dion, pesankan makanan. Sana, sama


Lili.”kata Elo sambil mencium kening Riri.


Dion menunjukkan ruangan yang dimaksud kepada Riri


dan Lili. Ada tempat tidur besar didalam sana, dengan televisi besar, mini bar,


dan juga sebuah lemari besar.


“Kalian mau makan apa?”tanya Dion.


“Adanya apa?”tanya Riri.


“Masakan China, Jepang, burger, ayam?”kata Dion.


“Sesekali kita harus makan makanan orang disini. Bagaimana?


Burger, kentang, dan salad. Jangan lupa sodanya juga. Kau mau apa, Lili?”tanya


Riri.


“Tambahkan sosis juga. Aku mau float dan es krim.”kata


Lili dengan mata berbinar.


“Aih, kalian ini yakin bisa habiskan


semuanya?"tanya Dion sambil memesan semua yang diinginkan Riri dan Lili.


“Sudah pasti!”jawab keduanya kompak.


Pesanan mereka segera datang dan Lili menghidangkan


semua makanan itu di depan Riri. Riri mengajak Lili menyerbu makanan itu


sebelum Elo masuk ke ruangan itu. Elo tidak terlalu suka melihat Riri makan


junk food.


Benar saja, Elo yang curiga dengan apa yang mereka


pesan, mencoba mengusir tuan Steve dan nona Gloria secara halus. Tapi nona Gloria


tidak mau menyerah. Ia terus berusaha menarik perhatian Elo dengan memuji-muji


ruang kerja Elo. Dari gaya bicara dan bahasa tubuhnya, seperti ingin menerkam


Elo.


Untung saja Elo sudah berpesan pada sekretarisnya


kalau ia tidak mau berlama-lama dengan tuan Steve. Sekretaris Elo


menyelamatkannya tepat waktu dengan mengatakan kalau Elo sudah ada janji temu lain.

__ADS_1


Nyatanya Elo sudah membatalkan janji temu berikutnya karena kedatangan Riri.


Elo memergoki Riri sedang menggigit burger di


tangannya dengan sangat nikmat sampai jarinya belepotan saos. Lili hampir


mengelap tangan Riri tapi Elo dengan cepat menjilat jari istrinya itu.


“Enak, sayang?”tanya Elo.


“He-eh. Aku baru pertama makan burger asli sini


setelah pindah kesini. Ternyata enak banget ya.”kata Riri tanpa takut dimarahi


karena makan junk food.


“Kali ini boleh ya. Besok-besok gak boleh lagi.


Siapa yang beliin makanan ini?”tanya Elo yang langsung melihat arah tatapan


mata Riri.


Dion yang sedang ditatap Riri dan Elo, pura-pura


sibuk mengganggu Lili.


“Sayang, suapi aku. Aaaa...”kata Dion sambil


menarik paksa tangan Lili yang memegang kentang goreng.


“Aku sudah tahu siapa yang harus dihukum.”kata Elo


sambil menatap Dion yang tersenyum tipis.


“Ayo, sayang.”kata Elo lagi, menarik tangan Riri


dan hampir membawanya masuk ke kamar mandi.


“Aku mau dibawa kemana, mas? Makananku belum habis.”rengek


Riri manja pada Elo.


“Apa kau lupa ini?”tanya Dion sambil menggoyangkan


sebuah kotak yang ia keluarkan dari saku hoodie-nya.


“Ah, ya. Hampir aku lupa.”kata Elo sambil mengambil


kotak itu.


“Apa itu?”tanya Riri kepo.


“Biasa. Sayang, kau harus mandi. Baumu sudah


seperti tante-tante yang tadi.”kata Elo mengatai Gloria, tante-tante.


“Tante??!! Kapan aku ketemu tante-tante?”pekik Riri


sambil mengendus tubuhnya.


Elo tidak menjawab, ia tetap menarik Riri masuk ke


kamar mandi. Meninggalkan Lili yang memicingkan matanya pada Dion.


“Kenapa di hoodie-mu ada barang gituan?”tanya Lili


curiga.


“Aku baru membelinya tadi. Siapa tau mereka khilaf


di dalam sana, kan. Ayo, kita keluar. Bawa makananmu.”pinta Dion.


“Tapi aku belum selesai makan.”kata Lili.


“Memangnya kau mau tetap disini dan dengerin


mereka? Tuch dengerin.”kata Dion sambil berdiri.


Lili menajamkan telinganya dan suara-suara aneh


mulai terdengar dari kamar mandi. Lili menuruti Dion, membawa makanannya keluar


dari ruangan itu. Dion mengajaknya ke ruangan sebelah yang sepertinya ruang


tunggu untuk tamu.


“Tunggu disini. Aku kasi tau sekretaris Elo dulu.”kata


Dion.


Lili melihat-lihat pemandangan dari jendela besar


di ruangan itu. Saat ia mendengar pintu ditutup dan dikunci, Lili menengok ke


belakang dan melihat seorang pria mendekatinya. Jelas itu bukan Dion.


“Siapa kamu?! Kenapa pintunya dikunci?!”teriak


Lili.


“Apa kau lupa denganku, nona Lili?”kata pria itu


sambil menyeringai mesum.


*****


Klik profil author ya, ada novel karya author yang

__ADS_1


lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.


__ADS_2