
Intensitas pertemuan Rara dan Elo semakin sering saja. Hampir setiap hari mereka bertemu di kampus membahas skripsi atau sekedar ngobrol.
Apalagi setelah data mereka terkumpul dan Elo membantu Rara melakukan perhitungan dan analisis terhadap data itu. Skripsi keduanya hampir beres dikerjakan dan bisa diskusi akhir sama dosen pembimbing.
Arnold yang melihat hal itu jadi semakin protektif pada Rara. Arnold sampai bolos kerja hanya untuk menemani Rara di kampus.
Tentu saja hal itu sangat dinikmati teman-teman Rara yang juga sedang mengajukan judul. Dari yang tadinya males, jadi semangat datang ke kampus hanya untuk melihat Arnold.
Rara dan Arnold bak selebriti ketika keduanya berjalan di kampus. Beberapa mahasiswi sampai sengaja mengikuti langkah mereka dan ikut duduk dimanapun mereka duduk.
Visual Arnold yang selalu ganteng maksimal, membuatnya jadi pusat perhatian di kampus. Rara sampai berkali-kali menunjukkan kemesraan di depan umum untuk menyingkirkan penggemar Arnold.
Rara : "Ih, demen banget ngliatin suami orang. Heran."
Arnold : "Makanya kamu jangan lama-lama di kampus."
Rara mendelik kesal melihat kerumunan mahasiswi yang berkumpul didekat mereka sambil mengambil foto seolah mereka berdua adalah orang utan di kebun binatang.
Rara : "Gimana gak lama, kan lagi nunggu dosen, mas. Ini kak Elo kemana lagi, tadi bilangnya mau lihat dosen dulu. Lama banget."
Arnold : "Bisa gak jangan sebut-sebut orang itu waktu kita berduaan."
Rara : "Mas kenapa sich? Kayaknya sejak ketemu kak Elo, mas jadi aneh."
Arnold : "Biasa aja."
Rara : "Mana biasa aja, mas terlalu protektif."
Arnold : "Aku kan wajib menjagamu dari semua hal yang mengganggu."
Rara : "Tapi kak Elo gak ganggu, mas. Dia banyak bantu aku kok."
Arnold : "Iya, dan itu aku gak suka. Dia terlalu baik sama kamu."
Rara : "Maksud mas?"
Arnold : "Kita gak tau apa yang dia pikirkan tentang kamu kan?"
Rara : "Kami cuma teman, mas."
Arnold : "Dari dulu namanya laki-laki dan perempuan gak ada kata teman, Ra. Aku serius."
Rara : "Tapi beneran gak ada apa-apa, mas."
Arnold : "Kamu lupa, kita dulu berawal dari mana? Teman kan?"
Rara cemberut, ia sama sekali gak ngerti apa yang membuat suaminya ini berperilaku menyebalkan seperti ini. Lebih kesal lagi karena kerumunan orang semakin ramai berkumpul di dekat mereka.
Elo tampak berjalan mendekati mereka, ia melambaikan tangan pada Rara,
Elo : "Ra, ayo. Dosen kita sudah datang. Lagi ditunggu."
Elo balik badan duluan tanpa menunggu Rara, dia tidak perlu melakukannya karena Rara bukan anak kecil lagi dan sudah ada Arnold yang menemaninya.
__ADS_1
Rara : "Ayo cepat, mas."
Rara dan Arnold berjalan cepat mengejar Elo. Sampai di ruang dosen, Elo sudah duduk di depan dosen pembimbingnya. Rara juga masuk menghampiri dosen pembimbingnya.
Mereka berdua tampak bicara dengan dosen pembimbing masing-masing dan sedikit berdebat, terutama Elo. Dosennya sampai hampir loncat dari duduknya karena sanggahan Elo.
Rara menoleh melihat Elo dan dosennya yang akhirnya menyerah dan menandatangani dokumen ujian. Elo bisa ujian di salah satu hari di minggu ini atau minggu depan.
Elo nyengir lebar ke arah Rara yang masih berjuang sedikit lagi. Hampir setengah jam dan akhirnya Rara juga bisa ujian akhir. Rara hampir berlari memeluk Arnold,
Rara : "Aku bisa ujian, mas."
Arnold : "Congrats, sayang."
Elo yang lebih dulu mencari info tentang tanggal ujian mendapat waktu tiga hari lagi. Ia kembali menemui Rara dan Arnold yang masih berpelukan.
Elo : "Ehem... Pelukannya bisa dilanjut nanti gak, ruang jurusan keburu tutup, Ra. Kamu harus cari tanggal ujiannya."
Rara : "Oh iya."
Rara langsung menyeret Arnold menuju ruang jurusan. Kumpulan mahasiswa mengikuti mereka. Kampus jadi ramai seperti mau demo saja.
Rara masuk ke ruang jurusan, ia juga mendapat hari yang sama dengan Elo. Akhirnya urusan skripsi hampir beres. Arnold menghitung hari, ia ingin bulan madu dengan Rara setelah Rara selesai ujian nanti.
Pikirannya yang mesum terlihat jelas oleh Rara, ia mencubit pinggang Arnold untuk menyadarkannya.
Rara : "Mas, kamu mikir apa sich? Dari tadi senyum-senyum sambil ngliatin aku."
Rara : "Emang kenapa?"
Arnold : "Ke apartment bentar yuk."
Rara : "Ngapain?"
Arnold : "Masa kamu gak ngerti? Itu..."
Rara : "Siang bolong gini? Gak ntar malem aja? Aku masi mau diskusi sama kak Elo."
Elo yang masih disana langsung angkat tangan melihat pandangan tajam Arnold padanya. Ia langsung salah tingkah karena pandangan Arnold sangat mengintimidasi dirinya.
Elo : "Kebetulan aku ada urusan mendadak, besok kita diskusi. Bye, Ra. Arnold."
Rara : "Tapi kak...?"
Elo sudah fix kabur dari sana, ia gak mau ambil resiko di tuduh pebinor sama Arnold.
Arnold : "Alasan apa lagi? Mau jalan sendiri atau kugendong?"
Rara manyun ditarik Arnold menuju parkiran, ia masih penasaran dengan sikap Arnold yang menurutnya sedikit berlebihan.
Rara : "Mas, makan dulu yuk."
Arnord : "Pesen di apartment aja. Kamu mau makan apa?"
__ADS_1
Rara : "Apa ya? Pengen yang bisa ngilangin capek."
Arnold : "Sate kambing aja."
Rara : "Ntar kolesterol loh."
Arnold : "Kan sesekali aja, lagian bentar lagi juga habis tenagamu."
Rara : "Mas ini kenapa sich?"
Arnold : "Kenapa apanya?"
Rara : "Mas aneh, tau. Apalagi kalo ada kak Elo."
Arnold : "Sebut aja trus. Bikin kesel."
Rara : "Mas kenapa?"
Arnold : "Kamu beneran gak tau?"
Rara : "Iya, mas. Kasi tau dong."
Arnold : "Aku cemburu, sayang..."
Wajah khawatir dan cemberut Rara langsung berganti jadi senyum manis yang menggoda.
Rara : "Oh, cemburu toh. Gini ya rasanya kalo suami lagi cemburu."
Arnold : "Sapa suruh gak peka."
Mereka sampai di apartment Arnold. Arnold beneran serius membawa Rara ke apartmentnya. Mereka jalan ke lift saling berpegangan tangan.
Sikap manja Rara membuat Arnold tidak tahan ingin menciumnya di lift. Tapi Rara menutup bibir Arnold karena malu ada CCTV di sana.
Keluar dari lift, Arnold menarik Rara menuju kamar mereka. Mereka menghabiskan hari berduaan di kamar apartment sampai malam tiba.
------
-----
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.
Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya...
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
--------
__ADS_1