Duren Manis

Duren Manis
Tabrakan


__ADS_3

Gadis masih saja


menunggu Rio yang pamit ke toilet sebelum pesanannya datang. Rio menyelinap


menghindari tatapan Gadis dan dengan cepat mengejar Kaori ke taman. Ia terpaksa


berbohong pada Gadis agar gadis itu tidak mengikutinya lagi. Bahkan sampai


kantin mulai sepi, Gadis masih duduk disana.


Kasian sich, tapi


gak baik ya gangguin pacar orang. Kalau niatnya temenan gak pa-pa. Tapi kalau


ada maksud lain seperti Gadis, mending mikir 2 kali dech.


*****


Ditempat lain,


diwaktu yang sama. Katty sedang mengerjakan iklan pemasaran untuk produk


terbaru perusahaan Pak Brian ketika ia merasa mual dan pusing. Katty memijat


tengkuknya yang terasa pegal. Sejak kemarin ia begadang untuk menemukan konsep


yang tepat untuk iklan produk itu.


Sebenarnya ia sudah


lelah sejak kemarin, ketika Jodi membawanya ke acara lamaran Riri. Jodi dengan


semangat memberitahu semua orang kalau mereka akan menikah setelah pernikahan


Riri. Katty merenggangkan tubuhnya, ia harus menyelesaikan ini sekarang sebelum


Jodi memintanya berhenti bekerja sementara untuk mengurus pernikahan mereka.


Katty : “Sepertinya


aku harus minum kopi.”


Katty berjalan ke


pantry, tak lupa ia meng-save pekerjaannya dan membawa FD bersamanya. Katty


tidak mau mengambil resiko pekerjaannya ditiru seseorang atau bahkan dirusak.


Ya, iyalah.


Capek-capek berpikir, mengkhayal, mengerjakan, mengetik, trus dijiplak sama


orang yang gak punya etika (otak) gitu aja. Udah gak punya etika (otak), gak


punya hati lagi. Kalau gak punya ide, mending diem dech.


Beberapa orang yang


bertemu dengan Katty di lorong, menyapanya sekilas. Ia selalu bekerja di ruang


meeting kecil di dekat ruang kerja Pak Brian kalau Pak Brian memintanya datang.


Secangkir kopi


sudah di bawa Katty kembali ke ruangannya tadi. Ia meminumnya dan pusing yang


tadi dialaminya sedikit mereda.


Katty kembali


konsentrasi dengan pekerjaannya, sampai draft iklan selesai ia kerjakan dan


Katty segera mengirimkan desain itu ke e-mail Pak Brian.


Sambil menunggu


balasan e-mailnya, Katty melihat-lihat lagi pekerjaannya. Ia melihat ada


beberapa point yang kemungkinan akan di revisi oleh Pak Brian. Benar saja, Pak


Brian menghubunginya lewat v-call.


Pak Brian : “Halo,


Katty. Aku sudah terima e-mailmu.”


Katty : “Halo, Pak.


Bagaimana, pak?”


Pak Brian :


“Desainmu ok, coba diskusikan dengan manager pemasaran. Tanyakan pada mereka


kapan bisa segera tayang?”


Katty : “Itu saja,


pak?”


Pak Brian tampak


sedang menahan sesuatu, wajahnya mulai memerah dan keringat menetes dari


keningnya. Katty mendengar suara-suara aneh dan ia mencoba untuk tidak


mendengarkan suara itu.


Katty mengalihkan


pandangannya dari layar ponselnya, ia hanya menatap laptopnya, dan bersiap

__ADS_1


mengirimkan e-mail terusan ke manager pemasaran perusahaan Pak Brian.


Pak Brian : “Ach...


maaf, Katty. Ada sesuatu yang harus kukeluarkan tadi. Aku rasa itu saja.


Bisakah kau datang? Aku ada di rumah Elena.”


Katty : “Baik, pak.


Apa yang bapak perlukan?”


Pak Brian :


“Sepertinya Elena perlu beberapa minuman lagi.”


Katty : “Akan saya


siapkan segera.”


Pak Brian : “Bagus.


Sampai jumpa.”


Pak Brian menutup


telponnya, ia menatap Elena yang sedang berlutut di depannya.


Pak Brian :


“Sayang, kau selalu melakukannya dengan baik. Apalagi yang kau mau?”


Elena : “Om, aku


mau uang lagi yang banyak.”


Pak Brian :


“Apapun, sayang. Lakukan sekali lagi.”


Pak Brian menekan


kepala Elena semakin merunduk dan memulai lagi apa yang baru saja selesai tadi.


*****


Katty tiba di rumah


Elena, ia segera masuk karena security mengijinkan dia masuk. Dengan langkah


cepat, Katty menuju rak minuman dan melihat sebagian besar minuman itu sudah


kosong.


Katty berjalan


keluar lagi dan memanggil staf Pak Brian yang sudah membawakan minuman koleksi


Pak Brian. Mereka mulai bekerja memindahkan satu persatu minuman baru ke dalam


Sambil mengawasi


pekerjaan staf, Katty berjalan di sekitar dapur dan membuka kulkas. Ia


memastikan tidak ada makanan busuk yang tersimpan di dalam sana.


Tak lama, yang


punya rumah keluar dari kamar, berjalan dengan genit berlenggak-lenggok


menunjukkan sedikit asetnya.


Katty : “Nona


Elena, selamat siang.”


Elena : “Katty,


buatkan minuman untuk kami.”


Katty : “Baik,


nona.”


Katty segera


meracik minuman untuk Elena dan Pak Brian. Elena terlihat sangat lelah, ia


menegak minumannya dengan cepat dan minta dibuatkan lagi.


Katty hanya


melakukan tugasnya, membuat minuman dan memberikannya pada Elena. Wanita seksi


itu bahkan mulai limbung sekarang. Ia tidak fokus dan hampir jatuh dari


duduknya.


Pak Brian keluar


dari kamar, hanya memakai bathrobe, ia menatap Elena sekilas dan mengambil


minumannya sendiri.


Pak Brian : “Thanks,


Katty. Managerku bilang, iklannya akan tayang seminggu lagi.”


Katty : “Sama-sama,


pak. Kalau tidak ada yang bapak perlukan lagi, saya permisi pulang.”

__ADS_1


Pak Brian : “Ok,


sampai jumpa.”


Katty melirik Elena


yang bahkan sudah tertidur di meja bar. Biar saja pak Brian yang mengurusnya,


sudah cukup banyak orang di rumah itu yang bisa mengurus Elena.


Katty keluar dari


rumah Elena, ia mengemudikan mobilnya menuju ke arah rumahnya. Tapi saat akan


berbelok di suatu jalan yang sepi, Katty merasakan kepalanya sangat pusing. Ia


tidak bisa mengendalikan mobilnya dan tidak sengaja menabrak mobil seseorang.


Brak! Tabrakan


tidak bisa terhindarkan, Katty tidak sadarkan diri di dalam mobilnya. Kepalanya


terantuk dengan cukup keras pada setir mobil hingga terluka dan mengeluarkan


cukup banyak darah.


*****


Jodi sedang sibuk


di kantornya, ia full meeting hari ini untuk mengejar waktu liburnya. Ia ingin


libur beberapa hari sebelum dan setelah menikah dengan Katty nanti. Sebenarnya


ia melakukan itu untuk bisa terus bersama Katty sambil berusaha membuat wanita


yang dicintainya itu segera hamil.


Saking seriusnya


Jodi bekerja, ia tidak mendengar suara ponsel yang terus saja berdengung diatas


mejanya. Ponsel itu berdengung sampai lebih dari 5 kali, mati, kemudian


berdengung lagi dan mati lagi.


Pasti orang yang


menelpon Jodi sangat kesal, menunggunya mengangkat telpon di seberang sana.


Tidak hilang akal, orang itu malah menelpon Guntur.


Guntur : “Halo, Pak


Anton. Ada yang bisa saya bantu?”


Anton : “Dimana


Jodi? Dari tadi saya telpon gak diangkat juga.”


Guntur : “Pak Jodi


sedang di ruangannya, pak. Mungkin sedang ke toilet.”


Anton : “Ngapain di


toilet lama sekali. Coba cek. Urgent.”


Guntur : “Baik,


pak. Saya sedang jalan ke ruangannya.”


Guntur mengetuk


pintu dan masuk ke ruang kerja Jodi. Jodi menoleh menatap Guntur dengan


pandangan penuh tanya,


Jodi : “Ada apa?”


Guntur : “Pak Anton


menelpon, pak. Katanya bapak nggak angkat telpon.”


Jodi : “Mana?”


Guntur menyerahkan


ponselnya pada Jodi,


Jodi : “Halo, pah?


Tumben nelpon.”


Anton : “Anak gak


sopan, cepat ke rumah sakit! Katty kecelakaan!”


Jodi : “Apa?!!”


Jodi langsung


berlari keluar dari kantornya membawa ponsel Guntur.


🌻🌻🌻🌻🌻


Katty kecelakaan


dan Jodi saking paniknya salah membawa ponsel. Kira-kira gimana kondisi Katty


ya?

__ADS_1


Klik profil author ya, ada novel karya author yang


lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk).


__ADS_2