
Keesokan harinya,
Alex terbangun dengan rasa sakit di kepalanya. Ia mencoba melihat sekeliling
kamar itu. Alex memegangi kepalanya yang terasa berputar.
Alex : “Mia?!”
Mia : “Hmm...”
Mendengar suara di
sebelahnya, Alex langsung menyingkap selimut dan melihat tubuh polos istrinya
itu.
Alex : “Mia, apa
yang terjadi semalam?”
Mia : “Hmm... apa?”
Mia beneran
setengah sadar, tubuhnya terasa remuk dan tidak nyaman. Alex mengintip keadaan
Mia dan matanya terbelalak melihat sekujur tubuh Mia penuh dengan tanda merah.
Alex : “Mia? Kamu
kenapa?”
Mia : “Gara-gara
mas...”
Alex : “Aku?!”
Mia : “Mas
menyerangku semalam. Sakit nich.”
Alex : “Kita
dimana?”
Mia : “Di hotel,
kamar 307. Mas gak inget apa yang terjadi?”
Alex menggeleng, ia
memejamkan matanya lagi dan menarik nafas panjang.
Alex : “Jam berapa
sekarang?”
Mia : “Mas kan pake
jam, lihat disana.”
Alex melihat ke jam
di tangannya dan seketika bangkit dari baringnya.
Alex : “Aku telat
ngantor. Si kembar gimana?”
Mia : “Masih
dijagain Bianca sama Rara kayaknya. Badanku sakit semua nich, mas.”
Alex : “Sayang,
maafin mas ya. Mas beneran gak sadar semalam. Apa yang sakit?”
Mia : “Kayaknya
jahitanku robek dech, mas.”
Alex : “Apa??!!”
*****
Alex dan Mia tiba
di rumah jam 9 pagi. Mia masih tidak mau cerita apa yang terjadi semalam karena
ia masih kesal dengan Alex. Tapi yang membuat Mia khawatir, karena Alex gak
pakai pengaman, dan mereka harus mampir ke apotik untuk membeli obat untuk Mia.
Mama Mia dan
seorang wanita tampak duduk di ruang tamu, sedang berbicara dengan Nenek dan
Rara.
Mia : “Pagi, mah.”
Alex : “Pagi, mb.”
Mama Mia : “Kalian
udah dateng. Darimana?”
Mia : “Dari pesta
semalem dan... nanti aja Mia cerita detail ya. Mia mau ganti baju dulu.”
Alex dan Mia segera
masuk ke kamar mereka. ASI Mia sudah membanjir dan kebetulan Reva sudah bangun
juga. Bianca ada di dalam kamar mereka bersama mb Minah, baru selesai
memandikan si kembar.
Bianca : “Nah, ini
mamanya datang.”
Mia : “Aku ganti
baju dulu ya.”
Saat melihat
kamarnya penuh, Alex memilih masuk ke ruang kerjanya dan ganti pakaian disana. Mia
segera menyusui Reva dan mb Minah membantu memindahkan Rava untuk menyusu juga.
Bianca : “Gimana
semalam? Kami lihat loh film actionnya. Mantap.”
Mia : “Ntar dech
__ADS_1
aku cerita habis nyusui. Makasi banget uda jagain si kembar. Kamu uda sarapan?”
Bianca : “Uda tadi
sama Ilham juga.”
Mia : “Trus Ilham
kemana?”
Bianca : “Udah
berangkat ke kantor lah.”
Mama Mia menyusul
Mia ke kamarnya dan memperkenalkan wanita asing tadi.
Mama Mia : “Mia,
ini mb Roh. Dia pengasuh bayi yang kamu minta kemarin.”
Mia : “Mb Roh, saya
Mia. Ini si kembar Rava dan Reva. Nanti mb bantu saya jaga si kembar ya.”
Mb Roh : “Iya,
Nyonya Mia.”
Mia : “Panggil saya
mb Mia saja. Ini mb Minah, nanti sama mb Minah juga bantu disini ya.”
Mb Roh : “Iya, mb
Mia.”
Mb Minah mengajak
mb Roh ke kamarnya untuk meletakkan tas dan menyiapkan tempat tidur untuknya.
Rara juga ikut masuk ke kamar Mia. Kamar itu langsung penuh dengan adanya Mia,
si kembar, Mama Mia, Rara, dan Bianca. Sementara nenek beristirahat di
kamarnya.
Bianca : “Ayo
cerita dong apa yang terjadi semalam?”
Rara : “Iya, mah.
Siapa wanita itu? Kenapa mama seret dia keluar kamar?”
Mia : “Satu-satu
dong. Aku harus jawab yang mana dulu nich?”
Bianca & Rara :
“Cerita aja dech.”
Mia mulai
menceritakan kejadian semalam dari awal ia merasa curiga dengan kelakuan
pelayan sampai ia bersembunyi di kamar mandi dan terakhir menendang pelakor
keluar dari kamar.
Mia : “Mia gak
jebakan itu.”
Bianca : “Trus,
kenapa kalian gak pulang aja?”
Bianca dan Rara
saling menatap dan tersenyum penuh arti. Apalagi mereka melihat beberapa tanda
merah di tubuh Mia yang tidak tertutup pakaian. Mia sampai lupa kalau ia sedang
menyusui si kembar dan memperlihatkan tanda kemerahan itu dari leher sampai
dadanya.
Mia : “Mia gak bisa
pulang karena itu...”
Bianca : “Karena
apa? Kalian ngapain? Hayo...”
Mia : “Gimana mau
pulang, mas Alex tiba-tiba aja nyerang gak pake jeda lagi. Jahitan Mia sampe
robek lagi.”
Mama Mia : “Belum cukup
ya pelajaran yang dia dapet terakhir, masih mau mama hukum lagi.”
Mia : “Jangan mah!!
Jangan disunat mas Alexnya!”
Rara dan Bianca
hampir ketawa ngakak mendengar permohonan Mia.
Mama Mia : “Belain
aja terus. Uda sampe gini badanmu gak jelas, masih kamu bela suamimu itu.”
Mia : “Mas Alex gak
salah, mah. Dia dijebak dan gak bisa nahan dirinya. Mia juga gak apa-apa kok.
Udah beli obat juga.”
Mama Mia : “Haih,
udah mama gak mau debat lagi. Sini, Rava udah tidur kan.”
Mia membiarkan
mamanya mengambil baby Rava yang memang sudah melepaskan apa yang tadi di
sedotnya.
Mia : “Darimana
mama tahu itu Rava?”
__ADS_1
Mama Mia :
“Rambutnya masih rapi.”
Mama Mia menimang
baby Rava sebentar dan meletakkannya di boks bayi. Ia kembali ke depan Mia dan
mengambil baby Reva. Kali ini menggendong baby Reva lebih lama, berusaha
merapikan rambut baby Reva yang sudah tegak berdiri menantang langit.
Mama Mia : “Cepat
obati yang robek itu. Untuk sementara jangan berhubungan dulu sampai kamu
benar-benar pulih. Seganas apa sich, sampai bisa gitu?”
Mia : “Kasar
banget, mah. Tapi...”
Bianca & Rara :
“Tapi apa?”
Keduanya bertanya
bersamaan dengan cepat dan saling pandang, sebelum terkikik geli.
Mia : “Tapi enak
banget...”
Mama Mia kehilangan
kata-katanya mendengar jawaban Mia yang menjawab sambil nyengir. Ia meletakkan
baby Reva setelah mencium pipi bayi bulat itu.
Mama Mia : “Si
kembar cuma minum ASI aja ya?”
Mia : “Iya, mah.
ASI Mia keluarnya deres banget.”
Rara : “Rara harus
belajar dari mama nich, nanti kalo uda lahir baby boy.”
Mia : “Dari
sekarang aja, suruh Arnold lebih aktif.”
Rara : “Aktif
ngapain, mah?”
Mia : “Menyusu...
masa gak paham sich?”
Bianca : “Wah, kalo
itu sich Ilham demen banget. Pasti minta nambah.”
Mia menyodorkan
tangannya, tos dengan Bianca.
Mia : “Trus Bianca
uda ada tanda-tanda belum nich?”
Bianca : “Belum
sich, aku santai aja. Kalau udah waktunya juga pasti dapet giliran. Lagian
Ilham sibuk terus akhir-akhir ini.”
Bianca melirik Rara
yang merasa tidak enak,
Rara : “Iya dech,
habis ini Ilham kukasi libur 2 hari.”
Bianca : “Mau
ngapain cuma 2 hari?”
Rara : “Emangnya
mau berapa hari? Jangan lama-lama dong.”
Bianca : “Biar bisa
gitu honeymoon ke Turki.”
Rara : “Jauh amat.”
Bianca : “Hehe...
bercanda. 2 hari juga lumayan, bisa ke villa sambil refreshing.”
Rara : “Kayaknya
aku juga perlu refreshing.”
Bianca : “Ayo pergi
sama-sama kalo gitu.”
Rara : “Terus
perusahaan siapa yang handle?”
Bianca : “Iya, ya.
Minta tolong papanya Arnold aja.”
Rara dan Bianca
mengangguk bersamaan dan melakukan tos.
Rara : “Saatnya
ngerepotin papa mertua. Hehe...”
Mama Mia cuma
senyum-senyum sambil mengawasi baby kembar yang tertidur lelap, tidak mendengar
pembicaraan menjurus dari wanita-wanita di dalam kamar itu.
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
Klik profil author ya, ada novel karya author yang
lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk).