
Extra part 13
Alex dan Mia saling pandang melihat hasil tes DNA yang keluar seminggu kemudian. Tertera disana kalau hasilnya dibawah sepuluh persen. Ken tidak ada hubungan darah dengan Alex dan Mia.
“Mas, ini gimana? Kok beda ya?” tanya Mia bingung.
“Ya, bagus kan? Aku nggak dicurigai lagi,” sahut Alex santai.
Sejujurnya Mia juga merasa lega, tapi seperti ada yang mengganjal di hatinya. Mia merasakan kalau ia ada di dekat Ken, ada keanehan pada tubuhnya, seolah merindukan sosok anak kecil itu. Alex meminta Mia untuk tidak memikirkan lagi masalah Ken dan fokus pada keluarga saja.
**
Gadis yang mendengar tentang teori Ken yang tertukar dengan Renata, juga merasa sedikit aneh ketika mengetahui hasil tes DNA yang berubah menjadi negatif. Wanita cantik itu mencoba bertanya pada Rio
tentang masalah itu.
“Rio, aneh ya, hasil tes-nya beda. Masa ada kesalahan sebelumnya?” tanya Gadis pada Rio yang sedang asyik chat dengan seseorang.
“Mungkin yang awal itu, sampelnya salah. Ketukar sama punya Renata. Nah, yang kedua kan, mama ambil langsung sama Renata. Udah ach, nggak usah dibahas lagi,” kata Rio tanpa menoleh pada Gadis.
Gadis yang masih ingin mengobrol, sedikit curiga karena Rio terlalu fokus pada ponselnya. Pria itu memang sedikit berubah akhir-akhir ini. Pulangnya lebih terlambat dan ketika mereka di kamar seperti ini, Rio lebih fokus pada ponselnya.
Gadis bukan tipe pencemburu seperti Mia yang sangat sensitif kalau suaminya sedikit berubah. Ia hanya menganggap Rio memang sedang sibuk dengan sesuatu. Melihat Gadis tidak terlalu memperhatikannya, Rio kembali asyik berkirim chat dengan seorang wanita.
“Kamu jadi ke club? Jam segini belum berangkat,” ketik Rio.
“Jadi dong, om. Om mau gabung nggak?” balas wanita itu.
“Aku nggak janji. Nanti Gadis curiga,” balas Rio.
“Om cemen, takut istri. Ayolah, om. Sekali-kali boleh dong keluar malem.” Ajak wanita itu sambil mengirimkan emoji love yang banyak.
Rio ingin membalasnya, tapi Gadis keburu duduk di sampingnya diatas ranjang mereka. Rio menoleh sekilas, hampir menatap ponselnya lagi, tapi kepalanya langsung menoleh lagi menatap Gadis. Istrinya itu memakai
__ADS_1
lingerie berwarna merah menyala yang membuat darah Rio mendidih. Rio menelan salivanya dengan susah payah, ia mendekati Gadis yang duduk dengan santai.
“G—Gadis, kamu pa—pake a—apa?” tanya Rio tiba-tiba gagap.
“Ini lingerie yang dulu waktu kita baru nikah. Aku pikir nggak cukup lagi, ternyata masih muat,” kata Gadis sambil membetulkan bagian dadanya.
Rio melotot melihat bagian yang disentuh Gadis dengan santainya. Tubuhnya memanas dengan cepat, Rio sibuk mengipasi tubuhnya karena tiba-tiba gerah.
“Kamu kenapa? Panas ya? Buka aja bajunya,” kata Gadis dengan wajah datar tapi sengaja menggigit bibir bawahnya.
Tring! Tring! Ponsel Rio kembali berbunyi, notif chat masuk mulai mengalihkan perhatian Rio lagi. Keduanya melirik ponsel Rio yang tergeletak di samping pria itu. Ketika tangan Rio bergerak mengambil ponsel itu, Gadis langsung pasang pose sensual yang membuat Rio lupa daratan. Ponsel Rio tergeser sampai ke bawah bantal saat Rio menerjang Gadis. Wanita cantik itu benar-benar pintar bermain tarik ulur untuk memancing hasrat Rio.
“Yank, sini dong. Mau kemana?” tanya Rio sudah siap tempur.
“Tunggu bentar.” Gadis mengambil sesuatu dari dalam lemari, lalu kembali keatas ranjang.
Rio pasrah saat Gadis mendorongnya hingga terlentang lalu menutup matanya dengan kain yang dibawanya. Gadis tersenyum melihat Rio kembali duduk dan menyentuh lengan Gadis.
“Yank, malam ini kamu nakal ya. Kenapa mataku ditutup?” kata Rio.
Pria itu tidak kehilangan kesempatan langsung mencium bibir Gadis. Dengan mata tertutup, Rio memaksimalkan kedua tangannya untuk meraba seluruh tubuh Gadis. Sensasi yang dirasakan Gadis dari sentuhan Rio membuat wanita itu menggelinjang kegelian.
“Rio! Jangan pegang disitu! Geli banget!” jerit Gadis.
“Megang dimana? Aku kan nggak liat. Yang mana?” tanya Rio semakin menjelajahi tubuh Gadis.
Keduanya saling menunjukkan perasaan cinta lewat sentuhan dan kecupan. Gadis memastikan Rio cukup lelah sampai ia akan langsung tertidur setelah permainan mereka berakhir.
Dan Gadis berhasil, setelah pencapaian mereka yang kesekian kalinya, Rio memeluk tubuh Gadis dan langsung tertidur pulas. Gadis menunggu sebentar, memastikan Rio benar-benar tertidur. Perlahan Gadis
mengambil ponsel Rio dari bawah bantal mereka.
Notif chat masih saja masuk membuat Gadis penasaran siapa yang mengirimkan chat pada Rio, malam-malam begini. Gadis sangat jarang memeriksa ponsel Rio, ia percaya pada pria itu tidak akan mengkhianati
__ADS_1
pernikahan mereka. Tapi kali ini, Gadis ingin tahu siapa yang mengirim chat.
Gadis menempatkan ponsel ke depan wajahnya dan kunci ponsel itu langsung terbuka. Gadis membuka notifikasi chat dan melihat nama Keira terpampang di chat paling atas. Putri Jodi dan Katty itu mengirimi
Rio chat yang cukup mesra.
“Om, jadi dateng nggak? Aku kesepian nich.”
“Om, halo? Udah tidur ya? Masih sore, om.”
“Om, aku pengen dipeluk nich. Disini dingin. Besok ketemuan yuk.”
“Om? Fix mati.”
“Ini anak kenapa chat begini sich? Kayak nggak ada cowok lain yang bisa digodain,” gumam Gadis.
Gadis melanjutkan melihat chat lainnya, cukup banyak chat baru dari wanita yang tidak Gadis kenal. Gadis membaca semuanya dengan sesekali mengelus dada. Rio menanggapi chat dari para wanita itu tapi dengan konten yang masih sopan meski beberapa wanita menyerempet kearah menggoda Rio.
Kebanyakan foto profil para wanita itu tampak seksi dan menggoda. Gadis mengingat penampilannya sehari-hari. Sejak punya anak, Gadis merubah sedikit penampilannya lebih sopan dan tertutup. Baginya, penampilan seorang ibu akan mempengaruhi anak-anaknya.
“Apa Rio mulai bosan ya dengan penampilanku?” tanya Gadis pada dirinya sendiri.
Sejak punya anak juga, Gadis memutuskan berhenti bekerja. Ia lebih konsen mengurus anak-anaknya dan membantu Mia saat itu mengurus anak-anaknya juga. Tiba-tiba Gadis ingin sekali kembali bekerja. Ia ingin memakai pakaian kerja yang tampak membosankan itu tapi baginya sangat keren.
“Apa aku kerja lagi ya, jadi bisa dandan, pake baju bagus,” gumam Gadis lagi.
Gadis merasa penampilannya selama ini biasa aja. Nggak pakai daster juga sich seperti emak-emak pada umumnya. Tapi Gadis yang biasanya tampil rapi dengan blus dan rok sepan, jadi lebih sering memakai dress dan pakaian santai.
Gadis menghela nafasnya, kalau dia bekerja, Mia akan sendirian menjaga anak-anak Gadis. Ia tidak ingin Mia kecapean atau Alex akan mengamuk. Tapi bagaimana ia bisa merubah penampilannya meskipun tidak bekerja?
“Sepertinya aku harus jalan-jalan sama mama nich,” gumam Gadis sebelum meletakkan ponsel Rio kembali ke atas nakas setelah mematikan suara ponsel itu.
Gadis membaringkan dirinya disamping Rio, ia menatap wajah suaminya itu sebelum mulai tertidur pulas.
__ADS_1
**
Tanda-tanda nich RIo mulai nakal.