
DM2 – Pertemuan rahasia
Pikiran ruwet Gadis terlihat oleh Mia,
“Gadis, kamu mikirin apa sich?”
Gadis menatap Mia, ganti melirik si kembar
yang sudah selesai makan tapi masih mau bergabung mendengarkan pembicaraan
orang dewasa. Mia yang mengerti kalau Gadis tidak mau bicara karena ada si
kembar, meminta mereka masuk ke kamarnya.
“Anak-anak, balik ke kamar ya, udah malem.”
“Yah, mama gak seru.”kata Reva tapi
beranjak dari kursinya juga. Rava mengikuti kembarannya tanpa komentar.
“Anak-anak itu, sejak kapan mereka jadi
kepo seperti itu. Kadang aku bingung menjawab pertanyaan mereka. Bikin stress
aja.”Mia ngdumel.
“Lebih baik gitu, mah. Daripada gak punya
anak.”celetuk Gadis. Ia langsung menatap mertuanya dan menggeleng. “Nggak, mah.
Aku gak mikirin itu. Aku mikirin yang lain. Tadi...” Gadis hampir mengatakan
tentang apa yang ia dengar dari kamar Kinanti, tapi ibu hamil itu tiba-tiba
memanggilnya.
“Gadis, tolong ambilin susu dong.”teriak
Kinanti dari lantai 2.
“Iya, ntar.”balas Gadis. Ia beranjak dari
duduknya membuatkan segelas susu untuk Kinanti. Mia melirik piring Gadis yang
belum habis. Dilihatnya Gadis berjalan menaiki tangga membawa segelas susu di
tangannya.
“Hais, dia bahkan belum selesai makan.
Kinanti itu gak bisa bikin susu sendiri ya. Nyebelin banget.”
Alex yang sejak tadi hanya menyimak,
“Tenang, sayang. Ntar juga Gadis turun lagi.”
“Mas, mas gak curiga ya sama Kinanti?”
“Maksudmu?”
“Aku ngrasa ada yang aneh sama kejadian
ini. Harusnya kita selidiki dulu dan bukannya menekan Rio seperti itu. Astaga!
Apa karena aku?”
Alex menatap bingung pada Mia, apalagi yang
dipikirkan istrinya itu. Bukti sudah jelas kalau mereka memang tidur bersama.
Waktu kehamilan Kinanti juga cocok dengan saat mereka pergi bersama. Kecuali
Kinanti punya kekasih, mereka bisa mencurigai itu.
“Apa karena aku gak bela Rio, mas? Dia jadi
depresi seperti ini.”tanya Mia lagi.
Alex menenangkan Mia yang mulai panik. “Tenang,
sayang. Jadi kamu mulai curiga sama Kinanti?”
“Aku...”Mia menghentikan ucapannya, Gadis
sudah kembali bergabung bersama mereka.
Mereka bertiga saling bertatapan bingung,
“Kenapa mah? Pah?” tanya Gadis.
“Nggak. Cepat selesaiin makanmu. Mama mau
bicara ntar.”saut Mia.
Alex mengangguk, ia lebih dulu kembali ke
kamarnya. Tak sampai 10 menit, Gadis dan Mia sudah bergabung di kamar Alex. Mia
menarik tangan Gadis, duduk di sofa. “Ada apa sich, mah?”
“Gadis, kamu gak merasa aneh sama Kinanti?”
__ADS_1
Gadis mengingat sesuatu, “Iya, sih mah.
Pertama foto yang dia kasi waktu itu ada foto dia sama Rio masuk ke kamar
hotel. Foto itu gak burem seperti foto dari CCTV, jelas banget. Padahal yang
lain dari CCTV. Sepertinya sengaja ngambil foto itu biar keliatan jelas mereka
berdua. Trus yang kedua, tadi Gadis gak sengaja denger dia lagi manggil nama
Endy. Gadis merasa aneh aja. Padahal mungkin itu salah satu temennya.”
“Apa kita minta tolong Riri sama Rara
ya?”tanya Mia. “Mas gak bisa bantu selidiki?”
“Sejauh ini yang aku temukan cuma dia
sekretaris Rio dan tinggal di apartment yang cukup elit. Sepertinya dari
keluarga kaya juga. Gaji sekretaris gak mungkin bisa bayar sewa per bulannya.”
“Oh ya, pah. Rio pernah cerita kalau
Kinanti itu sepupunya Kaori.”
“Apa?!”jerit Mia kaget. “Pantesan mukanya
familiar ya. Tapi kayaknya dulu suaranya Kaori gak gitu dech.”
“Apa jangan-jangan gara-gara mirip itu, Rio
khilaf?”tanya Alex.
Mereka bertiga terdiam lagi. “Mama mau
bicara sama Riri sama Rara besok.”
“Sekalian aja mama ketemuan sama kak Jodi.
Kasi tau kalo Kinanti sepupunya kak Katty. Masa kak Katty gak kenal.”
Mia manggut-manggut. Gadis keluar dari
kamar Mia, naik ke lantai 2 setelah mengambil teko air minum. Ia membuka pintu
kamar dan mendapati Kinanti hampir mencium Rio yang terbaring diatas ranjang.
Tangan Gadis mengepal menahan amarah dan sedihnya melihat pemandangan itu.
“Ehem, belum tidur kamu?”tanya Gadis seolah
tidak melihat hal yang hampir terjadi di depan matanya.
sayang, aku tidur dulu ya.”
Gadis membelakangi Rio dan Kinanti, tidak
mau melihat apa yang dilakukan Kinanti pada Rio. Biar bagaimanapun, Kinanti
belum jadi istri sah Rio, jadi mereka masih tidur di kamar yang berbeda. Tapi
Gadis tidak bisa melarang Kinanti mendekati Rio karena anak di dalam
kandungannya.
Entah itu anak Rio atau anak orang lain,
mereka belum tahu kebenarannya.
“Aku tidur dulu ya, Gadis.”
“Hmm.”saut Gadis tanpa menoleh. Kinanti
tersenyum senang melihat Gadis cemburu.
Gadis menarik nafas menenangkan dadanya
yang bergemuruh. Ia duduk di samping Rio, mengambil tisu basah lalu mengusap
wajah dan tangan Rio sampai bersih.
“Maaf kalau aku juga egois. Ternyata aku
gak bisa gak cemburu melihat dia menyentuhmu. Aku sangat mencintaimu, Rio.”
Gadis tersenyum menatap Rio, ada air mata
mengalir di sudut mata Rio. “Rio, kamu dengar aku?”
Tidak ada respon, Rio tetap masih seperti
sebelumnya. Gadis berbaring di samping Rio, ia memejamkan matanya yang langsung
membawanya ke alam mimpi.
Keesokan harinya,
Mia sudah sampai di rumah Rara untuk
membicarakan apa yang dikatakan Gadis semalam. Riri dan Jodi juga menyusul
__ADS_1
mereka. Pengasuh baby Ello dan body guard Riri tampak membawa dua tas besar
masuk ke rumah Rara. Rara bengong melihat perlengkapan Riri sudah seperti mau
pindahan rumah.
“Ri, kamu mau pindahan? Kenapa barangnya
banyak banget?”tanya Rara.
“Hehe, biar baby Ello gak bosen, kak. Dia
kalo udah bosen, harus dibawa masuk ke ruang baca soalnya. Ntar kita gak bisa
ngobrol lama.”
Jreng! Ruang tengah Rara langsung disulap
jadi ruang bermain baby Ello. Mia bermain sebentar dengan baby Ello sebelum
mereka mulai bicara serius.
“Mama masih cocok ya gendong anak kecil.”ucap
Rara.
“Gitu ya? Kalo mama hamil lagi boleh gak?”tanya
Mia.
Rara dan Riri saling pandang, sementara
Jodi sibuk mengunyah makanan yang disajikan Rara. Jodi belum tau kenapa dirinya
dipanggil kesini ketemu dengan tiga wanita yang malah asyik sendiri sejak tadi.
“Emangnya mama hamil lagi?”tanya Riri.
“Kalo boleh, mama mau hamil lagi. Tapi ijin
sama kalian dulu.”
“Boleh aja sich.”saut Rara. “Seru kali ntar
Ray manggil om atau tante yang umurnya lebih kecil dari dia.”
“Riri juga gak masalah, mah. Papa gimana?”tanya
Riri.
“Papamu semangat banget buatnya.”jelas Mia.
Rara dan Riri memutar bola matanya udah tau kelakuan om Alex. Mia mengatakan
kalau kehamilan Kinanti membuatnya berpikir lagi mau punya bayi lagi. Apalagi
keadaan Rio seperti sekarang ini, membuat Mia jadi kepikiran. Kalau dia hamil
bisa repot semua orang.
“Maaf nyela. Aku dipanggil kesini buat apa
ya? Gak mungkin buat ngabisin makanan kan?”
Ketiga wanita itu menoleh pada Jodi dan
piring kosong di tangannya. Mereka melupakan tujuan mereka memanggil Jodi ke
rumah Rara.
“Ehehe... Sory, kak. Lupa ada kakak.
Makanannya enak kak?”tanya Rara basa basi.
“Hmm, cepat bilang ada apa?”tanya Jodi.
Mia mengeluarkan foto dan bukti video CCTV
dari dalam tas-nya. Rara dan Riri bergantian menceritakan apa yang menimpa Rio
sampai kondisinya depresi sekarang ini. Dan kecurigaan mereka tentang Kinanti
dan bayi yang dikandungnya.
“Mas Elo sudah berusaha mencari rekaman
CCTV ini sebelumnya tapi gak bisa karena sudah rusak. Aku gak yakin kalau
rekaman CCTV ini beneran asli. Kan aneh kalau Kinanti punya.”jelas Riri.
“Dan yang paling membuat kaget, kemarin Gadis
bilang kalau Kinanti itu masih ada hubungan sepupu sama Kaori. Jodi, itu
artinya dia masih sepupu sama Katty.”ucap Mia serius.
“Apa?!”teriak Rara dan Riri berbarengan.
*****
Klik profil author ya, ada novel karya author yang
__ADS_1
lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.