
Jodi terbangun dengan tangan memegang sesuatu yang kenyal dan empuk. Ia kembali menekan apa yang dipegangnya sampai ia ingat sesuatu.
Jodi membuka matanya, dadanya berdesir melihat punggung putih mulus seorang wanita ada di pelukannya.
Jodi menelentangkan tubuhnya, memijat keningnya yang sakit. Ia baru ingat semalam dirinya dan Katty tidur jam 1 dini hari.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Flash back...
Mereka mengobrol tentang pekerjaan yang dilakukan Katty dan juga kesulitannya menjalani hidup.
Jodi akhirnya tahu kalau Katty berasal dari keluarga baik-baik. Tidak terlalu kaya dan terkenal, tapi sangat harmonis. Itu menurut Katty sendiri.
Papanya ingin Katty menggantikan posisinya menjalankan bisnis keluarga yang sudah dirintis papanya sejak menikah dengan mamanya.
Papanya juga ingin Katty menikah dengan anak laki-laki dari keluarga baik-baik. Katty mengeluh pada Jodi kalau hidupnya sangat payah. Selalu diatur harus begini harus begitu.
Katty : "Capek banget tahu, coba kamu diposisiku. Semua yang kulakukan selalu diatur."
Sebagai putri sulung, semua yang Katty lakukan harus perfect. Sampai Katty bosan dan segera setelah lulus kuliah, ia menghilang selama seminggu.
Jodi : "Menghilang? Kau pergi dari rumah?"
Katty : "Ya, aku pergi bersama teman-temanku. Tentu saja mereka teman yang baik dan selalu menjagaku."
Polisi menemukannya dalam keadaan setengah mabuk di bar dipinggir kota. Jodi sempat protes kenapa Katty sangat ceroboh.
Jodi : "Katamu teman-temanmu sangat baik, kenapaΒ kamu bisa sampai mabuk?"
Katty : "Aku ingin mencoba minum. Mereka sudah melarangku tapi aku bandel."
Jodi : "Kau itu ceroboh sekali."
Dan Katty bilang kalau semua pria yang ia dekati hanya untuk memudahkannya berjualan. Entah kebetulan mereka juga terbantu dengan keahlian Katty.
Katty : "Setelah kembali ke rumah dan mulai lagi menyenangkan hati orang tua, aku mulai mencari apa sich yang aku ingin lakukan."
Jodi : "Kau mulai bekerja membantu papamu?"
Katty : "Ya sambil bekerja, aku menemukan kalau aku sangat suka berjualan. Menjelaskan bagaimana keuntungan sebuah produk dan juga bagaimana meyakinkan konsumen untuk membeli produk yang tepat untuk mereka."
Jodi : "Ya, kau terlihat meyakinkan saat menjual tubuhmu tadi."
Katty : "Kau ini! Aku kan hanya iseng saja."
Jodi : "Iseng? Kau ini gadis aneh. Gimana kalau aku memaksamu tadi? Kamu gak takut diperkosa?"
Katty : "Takut juga sich. Tapi aku punya banyak trik untuk kabur." Katty nyengir lebar.
Meskipun sering bertemu dengan laki-laki hidung belang, Katty akan selalu menghindar tepat pada waktunya.
Saat Jodi menanyakan saudara Katty, ia tidak menjawabnya. Ia tidak mau membahas bagaimana beruntungnya saudara yang lahir setelahnya.
Katty : "Aku tidak mau membahas saudaraku. Yang jelas aku bukan anak tunggal."
Semua tuntutan hanya dia yang harus mengikutinya. Sementara saudaranya diijinkan melakukan apapun yang ia sukai.
Untung saja saudaranya tidak lantas meremehkannya karena hal itu. Katty pura-pura sudah mengantuk untuk menyudahi pembicaraan mereka.
Katty : "Aku tidur duluan ya. Ini sudah larut."
Katty berbaring dengan tubuh berbalut bathrobe setelah mandi tadi. Ia merenggangkan tubuhnya, mencari posisi paling nyaman dan mulai memejamkan matanya.
Sementara Jodi menyusulnya dan tidur disampingnya. Sungguh hanya itu yang mereka lakukan dan Jodi bingung kenapa bisa terbangun dengan posisi yang luar biasa intim.
__ADS_1
Flash back end...
πΈπΈπΈπΈπΈ
Bathrobe yang mereka pakai tampak tergeletak di bawah kaki mereka. Jodi mengambilnya dan meletakkannya di atas selimut yang menutupi mereka.
Yang sebenarnya terjadi adalah mereka sama-sama tidak terbiasa tidur menggunakan bathrobe. Jadi saat mereka sudah hampir terlelap, secara gak sengaja melepas bathrobe yang mereka pakai.
Jodi menoleh saat Katty menggeliat bangun. Ia berbalik dan kebingungan menyentuh otot dada Jodi yang tepat berada di depannya.
Katty : "Hhii... Kamu... Mana bajuku?"
Jodi : "Apa kamu lupa semalam kamu tidur pakai bathrobe aja."
Katty : "Dan kemana tepatnya bathrobenya?"
Jodi : "Noh, di kakimu."
Katty menatap Jodi lagi, ia bangkit menahan selimutnya dan mengambil bathrobe. Setelah memakai bathrobe itu, Katty turun dari atas tempat tidur.
Ia masuk ke kamar mandi dan terdengar gemericik air dari dalam sana. Jodi masih berbaring di atas ranjang. Kepalanya masih sedikit pusing.
Ceklek! Suara pintu kamar mandi terbuka. Katty keluar dari sana hanya memakai bathrobe dengan rambut basah.
Jodi bisa melihat wajah natural Katty tanpa make up tebal. Cantik natural, bahkan dia tidak perlu memakai make up untuk menunjukkan kecantikan wajahnya.
Katty : "Kamu gak mandi? Gak kerja?"
Jodi : "Ntar, kepalaku masih pusing."
Katty : "Pusing? Mau aku pijat?"
Jodi : "Kau bisa?"
Katty : "Sedikit bisa. Coba baring yang benar."
Jodi : "Ooww... Ya tepat disana. Rasanya sakit tapi sangat nyaman."
Sambil memijat Jodi, mata Katty mulai menscan detail tubuh Jodi. Ia baru menyadari ada bekas operasi di bagian perut Jodi.
Katty : "Kamu pernah di operasi?"
Jodi : "Apa? Oh, iya."
Katty : "Operasi apa?"
Jodi : "Itu pengangkatan sebagian lever. Kau tahu, hati."
Katty : "Apa kau sudah gila?"
Jodi : "Kau yang sudah gila, kenapa ngatain aku gila."
Katty : "Maksudku dengan keadaanmu begini kamu masih bisa minum alkohol. Apa kamu gak sayang badanmu?"
Jodi : "Aku bisa menjaga diriku. Bukan urusanmu juga."
Katty : "Sayang sekali. Kau masih muda, belum nikah kan?"
Jodi : "Mungkin aku gak akan nikah."
Katty : "Kenapa? Oh, aku tahu. Kau patah hati?"
Jodi : "Sok tau. Iya sich."
Katty : "Astaga, Jodi. Dewasalah, masih banyak gadis baik yang bisa kau kejar. Move on dong."
__ADS_1
Jodi : "Masalahnya gak sesimple itu."
Katty : "Coba cerita, eh tunggu dulu. Kita harus cepat siap-siap. Ini hampir siang. Aku harys kerja. Cepat mandi."
Jodi menurut masuk ke kamar mandi, menuruti kata-kata Katty yang persis seorang istri menyuruh suaminya mandi.
Jodi terkikik geli, ia menyukai Katty tapi hanya sebatas teman saja. Badannya juga bagus sekali.
*****, pagi-pagi pikirannya sudah mesum. Jodi mempercepat mandinya. Ia keluar memakai bathrobe dan melihat Katty baru selesai memakai dress yang semalam ia berikan.
Jodi : "Cantik."
Katty : "Makasih."
Jodi : "Maksudku dress-nya."
Katty : "Hais, tak bisakah menyenangkan aku sedikit. Kita kan teman."
Jodi : "Aku jarang menyenangkan temanku. Hohoho..."
Katty : "Cepatlah pakai bajumu. Antar aku ke kantor."
Jodi : "Memangnya aku supirmu."
Katty : "Mau ya... Jodi ganteng dech."
Jodi : "Kenapa aku merasa sedang dimanfaatkan?"
Katty tersenyum manis, ia berbalik saat Jodi hampir melepas bathrobenya di depan gadis itu.
Katty : "Kamu gak bisa ganti baju di kamar mandi ya. Aku masih ada disini."
Jodi : "Kenapa? Semalam kau sudah melihatnya. Lagian aku malas masuk kamar mandi lagi."
Katty tidak bicara apa-apa lagi, semalam ia menyukai apa yang dilihatnya. Jodi tampak macho dan perkasa. Ia senyum-senyum mengingat kejadian semalam.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Riri masuk ke dalam rumah, tampak kusut dan sedih. Ia baru pulang dari musium dengan Elo yang sedang menunggunya di ruang tamu.
Tadi ada sedikit kejadian di musium yang membuat keduanya merasa tidak nyaman.
Mia : "Sayang, kenapa? Kamu nangis?"
Riri : "Sebel, mah. Hiks..."
Mia : "Loh, ini kenapa? Mana Elo?"
Riri : "Di ruang tamu."
Mia : "Cerita dong sama mama. Kenapa?"
Riri : "Biar kak Elo aja yang cerita. Riri mau buat teh dulu."
Riri beranjak ke dapur membuat teh, sementara Mia berjalan ke ruang depan.
π»π»π»π»π»
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain βMenantu untuk Ibuβ, βPerempuan IDOLβ, βJebakan Cintaβ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.
Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya..
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
__ADS_1
π²π²π²π²π²