
Alex : "Bu, Rara belum bisa dihubungi. Alex harus pergi ke kantor. Habis meeting, Alex langsung pulang ya."
Nenek : "Iya, biar ibu yang jaga Arnold."
Alex masuk lagi ke kamar dan melihat Mia baru saja menaruh baby Reva di kasur kecil mereka. Si kembar sedang berjemur matahari pagi.
Mia : "Mas, gimana Arnold?"
Alex : "Sudah diperiksa dokter. Kalau dalam 2 jam belum turun juga panasnya, disuruh bawa ke rumah sakit. Tadi mas sudah chat Rara tapi belum di read. Coba nanti kamu hubungi dia ya."
Mia : "Iya, mas. Mas mau ke kantor sekarang?"
Alex : "Mas meeting bentar, abis itu pulang lagi. Kabarin mas kalau ada apa-apa ya."
Alex mendekati Mia dan mencium istrinya itu sampai nafasnya ngos-ngosan. Mia memukul lengan Alex yang tidak membiarkannya mengambil nafas.
Mia : "Maass...!"
Alex : "Hehe... Maaf, mas pergi dulu ya."
Mia melambaikan tangannya pada Alex dan lanjut membolak-balik kedua bayi kembar yang anteng aja dijemur dibawahΒ sinar matahari.
πππππ
Rara baru selesai meeting, ia mengucapkan selamat jalan pada clientnya yang langsung meluncur menuju bandara menggunakan mobil.
Ilham dengan cepat membereskan dokumen yang berserakan di meja habis meeting tadi.
Rara : "Ilham, habis ini kita meeting dimana?"
Ilham : "Di kantor, mb. Sekitar 2 jam lagi. Mb bisa istirahat dulu disini kalau mau."
Rara : "Ya, pinggangku mulai sakit. Aku harus baring. Kita balik aja ke kantor dulu."
Ilham : "Baik, mb."
Ponsel Rara berdering, Jodi menelponnya.
Jodi : "Halo, Ra. Uda selesai meeting?"
Rara : "Uda, kak. Kenapa?"
Jodi : "Gini, aku punya client yang memerlukan kerja sama dengan perusahaanmu. Bisa kita ketemu mereka sekarang? Kamu dimana?"
Rara menyebutkan restauran tempat ia berada sekarang.
Rara : "Tapi aku ada meeting 2 jam lagi, kak. Gimana? Cukup waktunya?"
Jodi : "Cukup. Mereka cuma perlu ketemu sebentar, jadi kita bisa tahu detail apa yang mereka mau."
Rara : "Ok, kak. Ketemu dimana?"
Jodi : "Mereka ada di restaurant XX sekarang. Kamu bisa kesana? Kita ketemu disana."
Rara : "Ya, kak. Aku sama Ilham, kok. Sampai ketemu disana."
Rara terburu-buru memberitahu Ilham kalau ada calon client baru. Ia sama sekali tidak melihat notif chat dari Alex.
Bahkan selama dalam perjalanan menuju restaurant, Rara sibuk mempersiapkan penawaran standar untuk diperlihatkan pada calon client nantinya.
__ADS_1
Ia beberapa kali memastikan kesediaan tenaga kerja dengan Ilham yang tetap konsentrasi menyetir.
Mereka akhirnya sampai di restautant yang dimaksud Jodi. Rara mengedarkan pandangan ke tempat parkir, ia melihat mobil Jodi sudah parkir di salah satu tempat yang kosong.
Rara : "Itu mobil Jodi. Parkir aja disebelah sana."
Ilham melihat arah yang ditunjuk Rara dan memarkir mobil disana.
Mereka berdua turun dan berjalan memasuki restaurant. Pelayan menanyakan jumlah mereka dan Rara mengatakan kalau dia mencari tamu bernama Jodi.
Pelayan mengantarkan Rara dan Ilham ke salah satu ruang meeting tertutup di restaurant itu.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Kembali lagi ke rumah Alex, nenek masih anteng di samping Arnold yang masih demam. Mia sesekali melihat keadaan Arnold sambil tetap mengawasi si kembar.
Nenek : "Mia, coba telpon Alex. Ini panasnya Arnold belum turun juga. Kita harua gimana?"
Mia : "Arnold belum bangun juga, bu? Coba panggil dia. Mia telpon mas Alex sekarang."
Mia baru mau mengambil ponselnya di kamar ketika mendengar suara mobil berhenti di garasi.
Mia : "Itu mas Alex kayaknya, bu."
Benar saja, Alex masuk ke dalam rumah dengan terburu-buru.
Alex : "Gimana Arnold?"
Mia : "Masih demam, mas. Ini uda 2 jam kan, tapi dia belum bangun juga."
Alex : "Uda coba bangunkan?"
Alex : "Chat mas gak diread. Kayaknya dia sibuk banget."
Mia : "Mas uda coba telpon?"
Alex : "Oh iya ya. Kenapa mas gak kepikiran ya?"
Mia : "Idih..."
Mia teringat sinetron yang sering ia tonton bersama Alex ketika mendengar kata-kata Alex.
Nenek : "Maklum faktor U."
Mia : "Umur, bu?"
Nenek : "Uban... Hihi..."
Sempatnya mereka bercanda padahal kondisi Arnold belum jelas.
Alex : "Mulai dech ngledek... Arnold! Bangun! Arnold!"
Alex mengguncang bahu Arnold sampai menantunya itu mulai sadar.
Mia : "Maass! Pelan dikit dong. Kasian Arnoldnya. Pusing ntar dia."
Arnold : "Aadduh..."
Mia : "Tuch kan. Kenapa Arnold? Pusing?"
__ADS_1
Arnold : "...pi...pis..."
Alex : "Apa?"
Arnold mencoba bangun, tapi badannya terjatuh lagi.
Mia : "Ayo angkat Arnold, mas. Kamu mau ke toilet?"
Arnold mengangguk. Alex dan Mia membantunya bangun dan membantu Arnold masuk ke kamarnya dan Rara.
Sampai di depan kamar mandi, Mia hampir berjalan masuk juga.
Alex : "Kamu mau ngapain?"
Mia : "Bantuin Arnold..."
Alex : "Hmm??"
Mia : "Eh, bukan gitu... Aku tunggu diluar dech."
Mia buru-buru keluar dari kamar mandi. Ia menyiapkan ranjang untuk tempat Arnold berbaring.
Setelah selesai menuntaskan hasratnya yang mendesak,Β Arnold dan Alex keluar dari kamar mandi. Alex membaringkan Arnold di atas ranjang dan menyelimuti.
Alex : "Baju kamu basah, ganti baju dulu ya."
Mia mengambilkan kaos Arnold dari dalam lemari dan juga celana pendek. Alex membantu melepas kemeja Arnold.
Melihat Alex membantu Arnold membuat Mia mulai mengkhayal yang tidak-tidak. Gimana gak mengkhayal, ada dua pria tampan didepannya, yang satu telanjang dada, yang lagi satu masih pakai kemeja.
Mereka tampak sangat dekat dan mesra.
Wajah Mia menghangat dengan khayalannya, ia menepuk pipinya untuk menyadarkan diri.
Alex : "Kamu kenapa, sayang?"
Mia : "Uuh, hah? Apa? Oh, gak... Uda selesai?"
Alex : "Aku mau ganti celananya Arnold dulu."
Mia : "Ganti celana?"
Fix pikiran Mia langsung mesum mendengar kata-kata Alex. Bayangan yang lebih liar mendadak muncul di kepalanya. Apa ini efek hormon ibu menyusui.
Alex : "Iya, kamu masih mau disini?"
Mia : "Oh, aku keluar dulu. Aku ambilin makanan sama minum ya."
Mia cepat-cepat keluar dari kamar, Alex cuma geleng-geleng kepala melihat kelakuan istrinya itu.
π»π»π»π»π»
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain βMenantu untuk Ibuβ, βPerempuan IDOLβ, βJebakan Cintaβ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.
Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya..
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
__ADS_1
π²π²π²π²π²