
Setelah menghabiskan waktu di spa, Alex mengajak Mia makan malam disebuah restauran.
Mia : "Mas, kayaknya kita pernah makan disini ya."
Alex : "Iya, dan kamu masih hutang sama aku disini."
Mia : "Hutang apa?"
Mia mengingat-ingat saat mereka pertama kali ke restauran ini. Wajahnya memerah setelah ingatannya kembali. Hayo yang penasaran, baca lagi episode Panggil Aku Mas.
Mia : "Mas yang bener aja. Mas masi ingat?"
Alex : "Sayang, aku akan selalu ingat setiap godaanmu yang tidak kau tuntaskan."
Mia : "Mas mau disini juga? Ini restauran."
Alex : "Trus kenapa?"
Mia merasa takut sekaligus penasaran, duda tampan dihadapannya ini kalau sudah kepengen, dimanapun jadi.
Pelayan datang membawakan menu dan Alex memilih dengan cepat.
Mia : "Mas kok tahu aku mau makan itu?"
Alex : "Aku sudah kenal kamu luar dalam, masa makanan kesukaanmu aku gak tahu."
Mia : "Mas..."
Mia mendelik mendengar kata-kata Alex karena pelayan masih disana mendengarkan pembicaraan mereka sambil menahan tawa.
Mia lupa kalau pelayan itu bahkan gak tahu mereka sudah menikah atau belum. Toh, gak ada masalah kalau Alex bicara begitu.
Pelayan itu meninggalkan mereka setelah mengulang pesanan Alex. Alex menarik tangan Mia dan menggenggamnya.
Alex : "Sayang, kamu kenapa gelisah gitu. Gak suka aku ajak kesini?"
Mia : "Aku gak gelisah..."
Alex : "Atau kamu takut aku terkam disini?" Alex menaik turunkan alisnya menggoda Mia.
Mia : "..." Mia memanyunkan bibirnya, kesal dengan godaan Alex.
Alex : "Kamu minta dicium ya. Pake manyun gitu..."
Mia : "..." Mia benar-benar mati kutu dihadapan Alex. Ia takut menggoda Alex disini.
Pelayan datang membawa pesanan mereka. Alex mengupaskan udang untuk Mia dan sesekali minta disuapi.
Sekali lagi makan malam romantis mereka berakhir dengan Mia terbirit-birit ke kamar mandi. Alex menggodanya sampai Mia tidak tahan menahan hasratnya.
Padahal Alex hanya mempermainkan jemari Mia saja. Alex terkekeh geli melihat wajah Mia yang memerah setelah kembali dari kamar mandi.
Mia : "Mas seneng banget ya godain aku..."
Alex : "Aku gak godain kok, kamu aja pikirannya mesum."
Mia hampir membalas ucapan Alex tapi pelayan sudah datang membereskan piring bekas makan mereka dan meletakkan dessert berupa ice cream coklat dalam mangkuk yang besar.
Mia langsung ngiler melihatnya, ia mengambil sendok dan mulai menikmati ice cream coklat yang meleleh di lidahnya.
Alex : "Aku gak dibagi nich?"
Mia : "Mas kan bisa ambil sendiri. Ini enak banget, manisnya pas."
Alex : "Enak mana sama punyaku..."
Uhuk! Uhuk! Mia tersedak mendengar kata-kata Alex yang langsung memberikan minum sambil mengelus punggung Mia.
Mia memukul paha Alex agar menghentikan tangan nakalnya.
Alex : "Salahku apa lagi sich?"
Mia : "Berhenti menggodaku, mas. Kalo gini terus, aku gak mau tidur sama kamu di malam pernikahan nanti."
__ADS_1
Alex : "Kenapa gitu?!"
Mia : "Sakit tau, kamu gak pernah bisa nahan..."
Alex tidak membiarkan Mia bicara lagi, bibirnya sudah membungkam bibir Mia.
Mia yang panik, hampir menjatuhkan mangkuk ice cream dari atas meja.
Alex : "Tenang, sayang. Ayo bilang, apa aku menyakitimu?"
Mia : "Kadang-kadang sakit, tapi kamunya gak mau berhenti."
Alex : "Maaf ya, sayang. Aku janji gak gitu lagi."
Mia : "Haahh! Iya..."
Mereka saling pandang diam, Alex merapikan rambut Mia yang menutupi telinganya.
Alex : "Kamu tahu, sejak pertama kita ketemu, aku sudah tanya sama Selvi apa ini waktuku untuk jatuh cinta lagi. Aku gak pernah menyangka akan jatuh cinta sama anak SMA lagi."
Mia : "Apa kita jatuh cinta pada pandangan pertama?"
Alex : "Bisa dibilang begitu. Aku sendiri gak tahu kenapa bisa langsung berhasrat saat ketemu kamu. Sepertinya kamu membuatku tergila-gila. Kamu berbeda dari perempuan yang selama ini berusaha mendekatiku."
Mia : "Apa yang buat beda? Kan sama-sama perempuan. Apa mereka kurang cantik? Kurang seksi?"
Alex : "Lebih cantik, lebih seksi, tapi aku langsung jatuh cinta sama kamu begitu saja."
Mia : "Gimana kalau aku gak jatuh cinta sama mas?"
Alex : "Gak mungkin lah, secara aku ini duda tampan, keren, dan mapan. Mana ada paket komplit kayak gini lagi."
Mia : "Iih... mas. Terlalu PD gak baik buat kesehatan tau."
Alex : "Apa hubungannya?"
Mia : "Membuatmu besar kepala... Aaa..!! Ice creamku meleleh."
-------
Usai membayar bill, Alex membawa Mia menyusuri jalanan kota yang mulai lengang. Mobil Alex berbelok ke salah satu tempat, dan masuk ke parkiran.
Mia : "Kita ngapain kesini, mas?"
Alex : "..." Alex tidak mengatakan apa-apa, ia menatap Mia dalam keremangan parkiran mobil dan mulai mendekatinya.
-------
Mia merapikan pakaiannya, jantungnya masih berdebar kencang dengan nafas sedikit ngos-ngosan. Dilihatnya Alex juga melakukan hal yang sama.
Lagi-lagi Mia dibuat tidak berkutik menghadapi Alex. Sampai mereka melakukannya di mobil barusan.
Mia : "Mas, kita pulang aja ya. Uda malem."
Alex : "Kamu marah, Mia?"
Mia : "Nggak..."
Alex : "Beneran? Sakit gak?"
Mia : "Gak kok, mas. Tapi ini beneran uda malem. Besok mas gak kerja?"
Alex : "Besok kan ada acara siraman di rumah."
Mia mendekati Alex dan bergelayut manja di lehernya. Ia mencium Alex untuk meyakinkannya kalau Mia tidak marah.
Mia : "Mas, aku mencintaimu."
Alex : "Aku juga mencintaimu, Mia sayang. Tolong jangan tinggalkan aku..."
Mia : "Mas..."
Mereka berpelukan cukup lama sampai hawa panas di dalam mobil yang mati mesinnya membuat mereka gerah.
__ADS_1
Alex kembali menyalakan mesin mobil untuk mendinginkan mereka. Setelah itu, Alex kembali menjalankan mobil keluar dari parkiran.
--------
Alex mengantar Mia pulang, ketika waktu menunjukkan jam 10 malam. Mia melepas sabuk pengaman dan memandang Alex.
Mia : "Mas, aku masuk dulu ya."
Alex : "Sayang, ikut aku pulang yuk..."
Mia : "Mas, sabar dikit dong. Bentar lagi aku akan terus tinggal sama kamu."
Alex : "Kalau aku kangen gimana?"
Mia : "Kan bisa chat."
Alex : "Kalau aku pengen peluk?"
Mia : "Peluk guling sana."
Alex : "Sayang..."
Alex mendekati Mia dan mulai menciumnya sampai mereka hampir kehabisan nafas.
Alex : "Aku akan sangat merindukanmu..."
Mia : "Mas, janji ya..."
Alex : "Apa?"
Mia : "Malam pertama nanti, jangan melakukannya sampai 5 kali."
Alex : "Boleh lebih dari 5 kali dong."
Mia memukul lengan Alex dengan wajah cemberut. Alex menangkap tangan Mia dan menariknya mendekat.
Alex : Iya, aku janji."
Alex membuka pintu mobil bagian sopir dan berjalan ke pintu bagian penumpang. Ia membukakan pintu untuk Mia.
Alex : "Silakan Ratuku..."
Mia : "Makasi Rajaku..."
Keduanya terkikik geli mendengar nama panggilan masing-masing.
Mereka berjalan perlahan masuk ke halaman rumah Mia saling bergandengan tangan.
Sampai di depan pintu, mereka melihat beberapa perlengkapan untuk pernikahan mereka sudah tertata rapi di sudut halaman.
Rangka-rangka dekorasi juga sudah mulai terpasang.
Alex : "Mia, cium lagi dong."
Mia : "Malu dilihat orang, mas. Peluk aja ya."
Mereka berpelukan menghalau udara dingin yang menyergap tubuh mereka karena malam semakin larut.
Mia kembali menatap Alex dan mundur beberapa langkah. Alex masih menatapnya, juga berjalan beberapa langkah ke belakang.
Sampai di depan gerbang, Alex melempar flying kiss pada Mia yang masih tersenyum di depan pintu rumah.
Alex menutup gerbang rumah Mia dan masuk ke mobilnya. Setelah melambaikan tangan pada Mia, Alex menjalankan mobilnya pulang ke rumah.
-------
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
--------
__ADS_1