Duren Manis

Duren Manis
Libur semester


__ADS_3

Si kembar baru selesai ujian tengah semester. Mereka bisa pulang ke rumah untuk liburan karena bertepatan dengan liburan hari raya yang cukup lama. Selama dua minggu kedepan, si kembar libur.


Rio sudah meminta Kaori menginap di rumahnya, jadi mereka bisa jalan-jalan bersama. Sebenarnya modus, karena Rio ingin selalu dekat dengan Kaori.


Mereka belum lama pacaran dan tidak punya waktu berduaan karena Riri selalu membayangi mereka.


Rio : "Pokoknya liburan kali ini aku mau berduaan sama Kaori. Kamu jangan ikut."


Riri : "Terserah kamu. Aku kan sudah bilang aku terpaksa mengganggu kalian karena Keith tidak membiarkan aku sendirian. Aku takut padanya."


Rio : "Memangnya dia pernah kurang ajar sama kamu?"


Riri : "Itu..."


🌺🌺🌺🌺🌺


Flash back...


Keith mengejar Riri yang sedang berjalan sendiri menuju perpustakaan. Ia mengikuti gadis itu masuk kesana. Riri yang tidak waspada, membawa Keith ke rak buku yang agak jauh dari penjaga perpustakaan.


Ia mencari buku langka di bagian itu untuk referensi tugasnya. Deg! Riri terkejut melihat Keith di sampingnya. Ia melihat sekeliling perpustakaan yang sepi.


Keith : "Hai, Ri. Kamu lagi ngapain?"


Riri : "Hai, kak. Aku mau buat tugas."


Riri hampir beranjak dari hadapan Keith ketika laki-laki itu menahan langkahnya.


Keith : "Kenapa rasanya kamu seperti menghindariku ya?"


Riri : "Aku? Gak gitu, kak. Cuma..."


Keith : "Cuma apa?"


Riri : "Aku..." Riri menarik nafasnya menenangkan jantungnya yang deg-degan. Bukan karena ia menyukai Keith tapi ia takut padanya.


Keith : "Kamu gak suka sama aku ya."


Riri : "Aku bukannya gak suka, tapi aku gak nyaman sama cara kakak bicara sama aku."


Keith : "Gak nyaman? Kita kan cuma ngobrol biasa."


Riri menarik nafas lagi, ia harus mengatakannya sekarang atau Keith tidak akan mengerti.


Riri : "Aku gak nyaman kalau kakak bicara tentang kekayaan keluarga kakak."


Keith : "Aku gak maksud pamer, Ri. Aku mencoba jujur."


Riri : "Tapi aku gak suka, kak. Meski kakak gak bermaksud gitu, tapi aku gak nyaman mendengarnya."


Keith : "Jadi karena itu kamu menghindariku?"


Riri :"Maaf ya kak."


Keith tersenyum, ia maju selangkah mendekati Riri. Melihat itu, Riri mundur menjauh dari Keith.


Keith : "Aku janji akan merubah cara bicaraku. Ada lagi yang kamu gak suka dariku?"


Riri : "Kakak gak perlu berubah, kok. Cukup tau aja. Aku harus pergi, kak."


Keith : "Tunggu, Ri. Boleh aku bicara sesuatu?"


Riri : "Apa, kak?"


Keith : "Aku..."


Keith ingin menyatakan perasaannya pada Riri saat itu, tapi ia takut ditolak. Tapi ia tidak akan menemukan kesempatan lain lagi sekarang.

__ADS_1


Keith : "Aku suka sama kamu, Ri."


Riri : "Apa? Kakak jangan bercanda."


Keith : "Aku serius, Ri. Aku uda suka sama kamu sejak kita ketemu."


Riri : "Lalu? Apa mau kakak?"


Keith : "Aku cuma mau bilang itu. Gak mengharapkan kamu membalasnya. Tapi apa aku punya kesempatan?"


Riri : "Kak, makasi atas perasaan kakak, tapi aku cuma anggap kakak sebagai teman saja."


Keith : "Oh, gitu ya. Gak bisa nego lagi?"


Riri : "Perasaan suka bukan barang obralan, kak. Aku harap kakak mengerti."


Keith terdiam mendengar kata-kata Riri. Riri melihat tidak ada yang perlu bicarakan lagi dengan Keith, ia beringsut pergi dari sana.


Flash back end...


🌺🌺🌺🌺🌺


Rio : "Jadi dia nembak kamu?" Rio berkomentar setelah Riri selesai cerita kejadian di perpustakaan.


Riri : "Gitu dech."


Rio : "Ya setidaknya dia gak maksa kamu harus suka sama dia, kan?"


Riri : "Iya, sich. Tapi aku jadi makin takut sama dia."


Rio : "Wih, parno nich ceritanya."


Riri : "Gak tau ach. Males mikirnya."


Rio : "Trus kak Elo gimana?"


Rio : "Apa yang lucu?"


Riri : "Gak ada yang lucu. Aku ingat chat kemarin, dia bilang mau ngajak aku nonton kalo uda liburan."


Rio : "Cieee... Kencan nich."


Rio menghentikan mobilnya di parkiran rumah sakit. Mereka baru tau kalau Mia bed rest setelah v-call dengan mamanya di malam sebelumnya.


Riri : "Gak kencan, Rio. Jangan ngaco dech."


Rio : "Gak pa-pa kali. Yang penting kan gak ketahuan mahasiswa lain."


Riri : "Dih, ketahuan juga kenapa? Aku kan gak ada hubungan apa-apa. Just friend."


Rio : "Bisa viral kalo ketahuan asdos jalan sama mahasiswanya."


Riri : "Asdos di awal semester aja. Abis tuch gak pernah ngajar lagi kan? Kak Elo tuch kerja di bagian administrasi kampus."


Rio : "Oh ya? Kok aku gak tau."


Riri : "Makanya jangan bucin. Pandangan lurus ke Kaori aja."


Rio : "Kau juga akan begitu kalau uda ketemu orang yang kau suka."


Riri : "Ya gak lah. Dianya yang bakalan gitu."


Keduanya tertawa bersama. Si kembar sudah sampai di depan kamar rawat inap Mia. Rio mengetuk pintu dan membukanya.


Rio & Riri : "Mama!"


Mia : "Sayang!!"

__ADS_1


Di dalam sana sedang ada mama Mia, Alex, Rara dan Arnold. Si kembar menyalami mereka semua sebelum nemplok di samping Mia.


Rio langsung mengambil posisi paling dekat dengan Mia. Ia mengelus perut Mia yang membuncit. Ia memekik saat dirasakannya adiknya menendang dalam perut.


Rio : "Hei, dia menendang. Lagi.. disini juga..."


Riri ikut memegang perut Mia dan tertawa cekikikan. Si kembar tampak antusias berinteraksi dengan adik kembar mereka.


Alex yang cemburu melihat Rio sangat dekat dengan Mia, langsung bereaksi ikut duduk di samping Mia.


Rio : "Papa ngapain disini? Sana duduk lagi."


Alex : "Papa juga mau pegang perut mama. Gak boleh?"


Sebelum mereka melanjutkan pertengkaran gak guna, Mia sudah membungkam mulut mereka.


Mia : "Kalian bisa diem gak? Tiap ketemu pasti rebutan mama. Gak capek, apa."


Melihat Mia ngomel, keduanya kompak memeluk Mia dan mencium pipinya kanan dan kiri.


Alex : "Jangan marah, sayang. Ntar ilang manisnya.


Rio : "Jangan marah, mah. Ntar ilang cantiknya."


Mendengar kedua pria itu menggodanya membuat wajah Mia memerah malu.


Mama Mia yang melihat betapa sayangnya keluarga baru Mia pada Mia jadi terharu. Pantas saja Mia bisa bertahan di keluarga itu. Mereka sangat kompak menjaga satu sama lain.


Riri : "Mah, Riri ijin ya. Mau keluar ntar."


Mia : "Keluar sama sapa?"


Riri : "Sama kak Elo." Suara Riri mengecil hingga hanya bisa didengar Mia saja.


Mia : "Oh, boleh. Jangan pulang malem-malem ya. Jam 10 sudah harus dirumah ya."


Alex : "Kok gak ijin sama papa?"


Riri : "Kelamaan, pah. Ntar papa nanya mama lagi, mending sekalian. Kalo mama bilang ya, pasti papa juga iya."


Alex mati kutu, anaknya sudah tahu kebiasaan barunya sejak menikah dengan Mia.


Alex : "Emang pergi sama sapa sich?"


Mia : "Sama Elo, mas."


Riri : "Iya, pah. Mau nonton. Ntar lagi dia kesini mau jenguk mama sekalian."


Tiba-tiba ponsel Rio berdering, Kaori menelponnya. Rio tersenyum lebar menerima telpon dari Kaori.


Rio : "Ya, sayang."


Mia dan Alex sampai tersedak mendengar Rio memanggil Kaori dengan sebutan sayang. Mia menatap Alex dengan tatapan yang sulit diartikan. Anak kembar mereka sudah mengenal cinta.


Pas banget Rio terima telpon dari Kaori, Elo datang menjenguk Mia. Mia tiba-tiba pusing mikirin gimana nasib kuliah kedua anak kembarnya itu.


Kalo mereka pacaran, bisa konsen kuliah gak ya?


🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain β€˜Menantu untuk Ibu’, β€˜Perempuan IDOL’, β€˜Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya..


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.

__ADS_1


🌲🌲🌲🌲🌲


__ADS_2