
Janji hidup bersama
“Jadi, Gadis gak akan bisa punya anak lagi?”pilu
mendengar suara Gadis saat mengatakan itu.
“Kemungkinannya kecil, Gadis. Bukan berarti gak
bisa sama sekali.”Rio sudah takut Gadis akan meninggalkannya setelah mengetahui
kenyataan itu.
“Kalau gak bisa gimana? Aku gak mau jadi bebanmu,
Rio. Lebih baik kita tidak jadi nikah.”Mata Gadis berkaca-kaca lagi.
“Gara-gara anak kan? Kita bisa mendapatkan 100 anak
sekarang juga.”kata Rio mengagetkan semua orang.
“Apa maksudmu, Rio?”
“Berapa anak yang kau mau? Kita tidak kekurangan
bayi yang ditinggalkan orang tuanya di rumah sakit atau panti asuhan. Kenapa
kita tidak mengadopsinya satu atau dua? Kau mau lima, sepuluh, kita adopsi
semuanya.”kata Rio dengan sangat emosi.
“Tapi apa kamu gak mau punya anak kandungmu
sendiri, Rio?”tanya Gadis lagi sambil mengusap air matanya.
“Kita pernah punya, kan. Meskipun dia tiada sebelum
dilahirkan, kita pernah memilikinya. Aku juga sudah mengunjunginya, kan.”godaan
Rio membuat Gadis tersipu.
Semua orang yang mendengar kata-kata Rio, tidak
kuasa menitikkan air mata bahagia melihat ketulusan Rio pada Gadis. Tiba-tiba
Rio berlutut di samping Gadis, ia membuka kalungnya dan memperlihatkan sebuah
__ADS_1
cincin pada Gadis.
“Aku bukan pria yang romantis, Gadis. Mungkin hanya
itu kekuranganku. Tapi aku bisa bertanggung jawab atas hidupmu. Sekali saja
kita ucapkan janji hidup bersama, aku akan menjagamu dengan segenap jiwa dan
ragaku. Menerima semua kekuranganmu dan aku berjanji akan membuatmu bahagia
selamanya. Mau anak kandung atau anak angkat, aku akan tetap setia padamu. Atas
restu dari cinta pertamaku, Gadis, maukah kau menikah denganku?”
“Aku...” Gadis memejamkan matanya dan bayangan
Kaori tersenyum sambil mengangguk muncul di hadapannya. “Aku mau, Rio. Aku mau
hidup sama kamu. Dan aku akan berdoa setiap hari agar aku diberi kesempatan
menjadi seorang ibu lagi.”
Rio tersenyum sangat bahagia, ia menyematkan cincin
emas polos itu ke jari manis Gadis dan mencium Gadis lagi.
mau berpisah denganmu meski sedetik saja.”kata Rio bucin.
“Eh, belum sah. Gak boleh, Rio.”larang Aira.
“Mah, boleh ya. Gadis juga gak mau pisah sedetik
pun dari Rio.”
“Kasi saja, mb Aira. Kami akan jaga Gadis dengan
baik. Oh, ya. Masalah lamaran bagaimana baiknya, ya mbak?”
Alex dan Aira membahas tentang lamaran dan juga
persiapan pernikahan yang cukup singkat. Mia yang mulai sadar, berusaha
memanggil Alex.
“Mas.”
__ADS_1
Alex langsung menoleh ketika mendengar suara dari
bed Mia.
“Sayang, kamu udah bangun?”Alex, Rara dan Rio
beralih ke bed Mia.
“Aku dimana, mas? Kepalaku pusing.”kata Mia.
“Kamu di rumah sakit, sayang. Kamu inget gak apa
yang terjadi?”
“Hiii... Jangan pegang aku. Mas, pria itu...”reaksi
Mia sangat berlebihan, ia mengusap tubuhnya sampai memerah seperti jijik dengan
tubuhnya sendiri.
“Sayang, jangan gosok badanmu kayak gitu. Mia,
lihat aku!”Alex memaksa memeluk Mia.
“Mas, badanku dipegang dia. Kotor, mas. Jangan
pegang aku!”jerit Mia.
“Mah, gak ada yang terjadi. Rio lihat sendiri, dia
belum sempat ngelakuin itu.”kata Rio sambil menyentuh pipi Mia.
“Gak! Bau dia masih nempel. Jangan pegang mama,
Rio. Mama kotor!”Mia meronta dalam pelukan Alex.
“Mah, mama gak kotor. Gadis lihat sendiri, ********
itu belum sempat melakukannya. Gadis disana, mah. Gadis lihat semuanya yang
terjadi. Dia juga masih pake masker. Tapi Gadis tahu siapa dia. Suaranya, dia
Manta.”
*****
__ADS_1
Klik profil author ya, ada novel karya author yang
lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.