Duren Manis

Duren Manis
Janji hidup bersama


__ADS_3

Janji hidup bersama


“Jadi, Gadis gak akan bisa punya anak lagi?”pilu


mendengar suara Gadis saat mengatakan itu.


“Kemungkinannya kecil, Gadis. Bukan berarti gak


bisa sama sekali.”Rio sudah takut Gadis akan meninggalkannya setelah mengetahui


kenyataan itu.


“Kalau gak bisa gimana? Aku gak mau jadi bebanmu,


Rio. Lebih baik kita tidak jadi nikah.”Mata Gadis berkaca-kaca lagi.


“Gara-gara anak kan? Kita bisa mendapatkan 100 anak


sekarang juga.”kata Rio mengagetkan semua orang.


“Apa maksudmu, Rio?”


“Berapa anak yang kau mau? Kita tidak kekurangan


bayi yang ditinggalkan orang tuanya di rumah sakit atau panti asuhan. Kenapa


kita tidak mengadopsinya satu atau dua? Kau mau lima, sepuluh, kita adopsi


semuanya.”kata Rio dengan sangat emosi.


“Tapi apa kamu gak mau punya anak kandungmu


sendiri, Rio?”tanya Gadis lagi sambil mengusap air matanya.


“Kita pernah punya, kan. Meskipun dia tiada sebelum


dilahirkan, kita pernah memilikinya. Aku juga sudah mengunjunginya, kan.”godaan


Rio membuat Gadis tersipu.


Semua orang yang mendengar kata-kata Rio, tidak


kuasa menitikkan air mata bahagia melihat ketulusan Rio pada Gadis. Tiba-tiba


Rio berlutut di samping Gadis, ia membuka kalungnya dan memperlihatkan sebuah

__ADS_1


cincin pada Gadis.


“Aku bukan pria yang romantis, Gadis. Mungkin hanya


itu kekuranganku. Tapi aku bisa bertanggung jawab atas hidupmu. Sekali saja


kita ucapkan janji hidup bersama, aku akan menjagamu dengan segenap jiwa dan


ragaku. Menerima semua kekuranganmu dan aku berjanji akan membuatmu bahagia


selamanya. Mau anak kandung atau anak angkat, aku akan tetap setia padamu. Atas


restu dari cinta pertamaku, Gadis, maukah kau menikah denganku?”


“Aku...” Gadis memejamkan matanya dan bayangan


Kaori tersenyum sambil mengangguk muncul di hadapannya. “Aku mau, Rio. Aku mau


hidup sama kamu. Dan aku akan berdoa setiap hari agar aku diberi kesempatan


menjadi seorang ibu lagi.”


Rio tersenyum sangat bahagia, ia menyematkan cincin


emas polos itu ke jari manis Gadis dan mencium Gadis lagi.


mau berpisah denganmu meski sedetik saja.”kata Rio bucin.


“Eh, belum sah. Gak boleh, Rio.”larang Aira.


“Mah, boleh ya. Gadis juga gak mau pisah sedetik


pun dari Rio.”


“Kasi saja, mb Aira. Kami akan jaga Gadis dengan


baik. Oh, ya. Masalah lamaran bagaimana baiknya, ya mbak?”


Alex dan Aira membahas tentang lamaran dan juga


persiapan pernikahan yang cukup singkat. Mia yang mulai sadar, berusaha


memanggil Alex.


“Mas.”

__ADS_1


Alex langsung menoleh ketika mendengar suara dari


bed Mia.


“Sayang, kamu udah bangun?”Alex, Rara dan Rio


beralih ke bed Mia.


“Aku dimana, mas? Kepalaku pusing.”kata Mia.


“Kamu di rumah sakit, sayang. Kamu inget gak apa


yang terjadi?”


“Hiii... Jangan pegang aku. Mas, pria itu...”reaksi


Mia sangat berlebihan, ia mengusap tubuhnya sampai memerah seperti jijik dengan


tubuhnya sendiri.


“Sayang, jangan gosok badanmu kayak gitu. Mia,


lihat aku!”Alex memaksa memeluk Mia.


“Mas, badanku dipegang dia. Kotor, mas. Jangan


pegang aku!”jerit Mia.


“Mah, gak ada yang terjadi. Rio lihat sendiri, dia


belum sempat ngelakuin itu.”kata Rio sambil menyentuh pipi Mia.


“Gak! Bau dia masih nempel. Jangan pegang mama,


Rio. Mama kotor!”Mia meronta dalam pelukan Alex.


“Mah, mama gak kotor. Gadis lihat sendiri, ********


itu belum sempat melakukannya. Gadis disana, mah. Gadis lihat semuanya yang


terjadi. Dia juga masih pake masker. Tapi Gadis tahu siapa dia. Suaranya, dia


Manta.”


*****

__ADS_1


Klik profil author ya, ada novel karya author yang


lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.


__ADS_2