
DM2 – SMS Teror
Gadis menatap punggung Rio yang sudah
tertidur di sebelahnya setelah Gadis mengibarkan bendera putih minta rehat. Ia
masih merasa ada yang tidak beres dengan Rio. Gadis melirik tas-nya. Didalam
sana ada ponselnya dan ponsel Rio. Rio tidak mengijinkan mereka memegang ponsel
selama liburan ini, tapi Gadis ingin menghubungi Riri untuk bertanya padanya.
Diam-diam Gadis mendekati tas-nya.
Setidaknya ia mengirimkan chat mencoba bertanya pada Riri. Melihat mereka
berdua bisik-bisik kemarin di rumah Riri, Gadis yakin kalau Rio sudah
memberitahu sesuatu pada Riri.
Tapi ketika Gadis hampir meraih ponselnya,
suara Rio menghentikannya. “Gadis, kamu mau ngapain?”
“Aku... eh, kamu udah bangun ya.” Gadis
jadi salah tingkah kepergok memegang tasnya. “Aku mau nyari permen. Mulutku
asem.”
“Sini.”panggil Rio menepuk tempat kosong di
sampingnya. Gadis menurut duduk di samping Rio. “Kamu suka disini?” tanya Rio.
“Hmm. Iya. Suasananya tenang tapi aku gak
bisa rileks.”
“Kenapa?”
Gadis balik menatap Rio, sambil sesekali
melirik tubuh bagian bawah Rio. Melihat arah pandangan mata Gadis, Rio langsung
nyengir lebar mirip iklan odol. Rio meraih tubuh Gadis dalam pelukannya. “Berenang,
yuk.”ajak Rio.
“Kamu gak laper?”
Rio meraih telpon disebelah ranjang, ia
memesan makanan dan minuman kesukaan Gadis dan kopi untuknya. “Kamu gak makan?”bisik
Gadis. Rio meletakkan gagang telpon. “Aku belum laper.”
Gadis ingat kalau Rio juga gak sarapan
dengan baik.
“Kamu ada masalah ya?”tanya Gadis. Rio
hanya diam menatapnya, Gadis tersenyum manis. Ia mencium Rio, memulai permainan
mereka lagi sampai Gadis melenguh keenakan.
Tok, tok, tok... ketukan halus di pintu
kamar, membuat mereka menoleh. Rio mengambil bathrobe, memakainya, dan beranjak
ke pintu kamar. Gadis menutup rapat tubuhnya dengan selimut, ketika staf villa
masuk membawa pesanan mereka.
“Ayo makan, sayang.”panggil Rio.
Gadis memakai bathrobe juga, mereka duduk
berdampingan. Sesekali Gadis menyuapi Rio makanannya, “Aku akan tunggu sampai
kamu siap cerita. Maaf ya kalau aku terlalu kepo. Yang penting kamu baik-baik
aja.”ucap Gadis sambil tetap tersenyum manis.
“Aku... Gadis, janji ya. Kalau aku siap
__ADS_1
cerita nanti, kamu mau dengar sampai akhir.”
“Ya, aku janji. Memangnya apa yang terjadi?
Kamu selingkuh?”canda Gadis.
Diluar dugaan reaksi Rio langsung terdiam.
Gadis meletakkan sendoknya, ia mengatur nafasnya yang mulai tak beraturan. 7
tahun pernikahan, apa akan seperti ini akhirnya. Gadis menggeleng, ia meminum
jus jeruk di depannya dan menoleh menatap Rio yang juga menatapnya.
Gadis menatap dalam mata Rio, ia tidak bisa
menahan gejolak di hatinya lagi. Gadis menerjang Rio, ia menciumi wajah Rio,
menyesap, mengulum bibir pria itu sampai Rio megap-megap kehabisan nafas. Rio
melihat hasrat membara pada diri Gadis, besarnya cinta wanita itu untuk
dirinya. Keduanya saling menyentuh tubuh satu sama lain, memberi kenikmatan,
kelembutan, Gadis tidak sedetik pun melepaskan tatapan matanya dari mata Rio.
Meskipun pria itu terpejam meresapi
kenikmatan sentuhan Gadis, ketika mata Rio terbuka, Gadis kembali menatap
matanya. “Rio, kau mencintaiku?”
“Aku mencintaimu selamanya.”
Gadis masih menatap Rio dalam. Ia mencari
cinta untuknya saat pria itu mengatakan cintanya dan tatapan yang sama sejak 7
tahun lalu masih bisa ia lihat sekarang. “Gadis...”bisik Rio. “Aku mencintaimu.
Aku sangat mencintaimu, Gadis!!”Rio berteriak sangat keras seiring puncak
kenikmatan yang mereka raih bersama.
Gadis. Gadis melihat bekas ciumannya mulai memerah di beberapa bagian tubuh
Rio. Wajahnya merona malu sendiri, “Apa aku seganas itu?”
“Sayang, lagi dong yang kayak tadi. Tapi
kasi aku nafas dulu ya. Sejak kapan kamu agresif gini. Tapi aku suka banget.”kata
Rio menggigit daun telinga Gadis.
“Diem dech. Aku malu tau.”saut Gadis
menutup mulut Rio dengan tangannya. “Rio, apapun yang terjadi, aku akan tetap
disisimu. Bersamamu selamanya.”
“Ya, sayang. Kalau kamu pergi, saat itu aku
akan mati.” Gadis langsung menutup mulut Rio dengan tangannya.
“Jangan bicara sembarangan. Aku gak akan
pergi. Tapi boleh kan kalo ngambek dikit?”goda Gadis mencubit dada Rio.
“Boleh ngambek, tapi cuma 5 menit.”
Gadis memonyongkan bibirnya, protes. “Mana
ada ngambek 5 menit.”
Rio mengeratkan pelukannya, mereka
mengobrol tentang masa lalu saat Rio masih bersama Kaori.
“Rio, aku mau tanya yang dulu-dulu. Sampai
sekarang masih penasaran.” Rio menatapnya menunggu pertanyaan Gadis. “Aku mau
tanya waktu kamu masih sama Kaori, aku kan ngdeketin kamu tuch. Kenapa kamu gak
respon sama aku?”
__ADS_1
“Hmm... Kenapa ya? Mungkin karena aku
anggap kamu cuma teman.”
“Tapi kamu cuma gitu sama aku. Kamu sadar
gak?”
“Hah? Masa?”
Gadis bercerita kalau bukan hanya dia yang
suka sama Rio waktu kuliah dulu. Masih ada beberapa teman kuliah mereka yang
juga suka sama Rio. Tapi gak nunjukin perasaan secara terang-terangan seperti
Gadis. Nah, Rio itu bersikap akrab sama seperti teman laki-laki mereka, cuma
sama Gadis dia sedikit cuek.
Rio tersenyum menatap Gadis yang mulai
bawel, ia sangat suka cara Gadis bicara kalau sudah begitu. Gadis menuntut
jawaban Rio, “Mungkin karena aku hanya memikirkan Kaori saat itu. Tanpa sadar
aku mengabaikan perasaan lain.”
“Sama aku juga gitu? Sekarang?”tanya Gadis
senang. Rio mengangguk.
“Aku tidak bisa mengalihkan pandanganku ke
wanita lain karena kamu, Gadis. Kamu tahu sendiri aku sulit berpaling dari Kaori
dulu. Aku bahkan memaksamu sambil menyebut namanya. Meskipun ada wanita yang
mirip dengannya sekarang, aku sudah terlanjur mencintaimu. Apa kau mengerti
maksudku?”tanya Rio menempelkan keningnya ke kening Gadis.
Kata-kata Rio barusan menegaskan pada Gadis
kalau kehadiran Kinanti tidak berpengaruh apa-apa pada hubungan mereka. “Aku
hanya ingin menghabiskan hidupku sama kamu. Kita masih punya si kembar kalau
kamu masih khawatir dengan penerus papa atau siapa yang akan mengurus kita saat
tua nanti. Suruh mereka buat anak yang banyak, kita ambil 2.”
“Kamu kira mereka pabrik anak. Ntar
istrinya ngamuk gimana?”
Rio ketawa ngakak dengan kata-katanya
sendiri. Ia lupa kalau mau buat anak harus ada pihak wanita juga. Gadis
melepaskan pelukannya dari Rio, ia ingin menghabiskan makanan yang belum
selesai ia makan tadi. Rio beranjak ke kamar mandi.
Tring! Tring! Suara notif SMS masuk ke
ponsel Gadis. Ia mendengarnya, “Tanggal berapa sekarang? Apa aku lupa bayar
tagihan?”
Diam-diam Gadis mengambil ponselnya dengan
cepat. Ia langsung membuka notif pesan masuk tanpa nama itu, tangannya gemetar
membaca isi pesan singkat itu.
“Heh! Wanita MANDUL, jangan harap kau bisa
terus bersama Rioku tersayang. Aku yang akan mengandung anaknya. Tunggu saja.”
*****
Klik profil author ya, ada novel karya author yang
lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.
__ADS_1