Duren Manis

Duren Manis
Extra part 3


__ADS_3

Extra part 3


Alex yang merasa rumah lama mereka tidak cukup


besar untuk seluruh keluarganya, diam-diam membangun sebuah rumah yang sangat


besar untuk Mia. Rumah impian Alex dengan 12 kamar tidur, kolam renang dan halaman


yang luas untuk barberque. Alex menjual beberapa aset tanahnya untuk bisa


mewujudkan rumah impian itu karena tidak mungkin dirinya memakai uang


simpanannya. Mia tahu semua jumlah uang simpanan dan deposito mereka.


Ketika rumah itu akhirnya selesai, Alex memberinya


kejutan dengan mengadakan pesta ulang tahun pernikahan mereka di rumah baru


yang dikira Mia sebagai rumah baru milik Riri. Alex dan Mia datang kesana


sebagai tamu undangan open house rumah baru Riri.


Saat MC memanggil Mia ke depan untuk memberikan


sesuatu, Mia maju ke depan dengan wajah bingung. Ia tersenyum pada semua orang


yang hadir disana. “Ri, ada apa? Kenapa mama dipanggil ke depan?”


Riri menggeleng, “Tanya papa aja, mah.” Ditengah


kebingungan Mia, Alex tiba-tiba muncul sambil membawa sebuah kotak kecil di


tangannya. Alex berlutut di depan Mia, menggenggam tangan wanita itu. “Mas


ngapain?”tanya Mia bingung.


“Mia sayang, makasih sudah mau menemani om tua ini


selama 20 tahun kehidupan pernikahan kita. Memberiku dan anak-anak kita


kebahagiaan yang melimpah. Apapun yang kumiliki tidak akan berarti kalau


hidupku tanpa kehadiranmu. Mia, terimalah kado pernikahan ini.”


“Kado pernikahan? Mas inget?”kata Mia dengan mata


berkaca-kaca.


Sejak pagi suaminya itu mengabaikannya dengan


pura-pura sibuk mau meeting sampai malam. Padahal hari itu adalah hari ulang


tahun pernikahan mereka. Mia tidak pernah meminta terlalu banyak, ia akan


sangat senang kalau mereka berdua bisa keluar makan makan sambil mengobrol


saja.


Alex memberikan kotak dari beludru hitam itu pada


Mia, ia menghapus air mata bahagia yang sempat menetes membasahi pipi Mia


dengan ibu jarinya. “Mas, ini apa?”tanya Mia.


“Buka, sayang.”kata Alex. Kening Mia mengkerut


melihat benda seperti cincin tapi bentuknya agak aneh. Mia mengeluarkan benda


itu. “Kunci? Ini kunci apa, mas?”


Tak! Tak! Confeti bertebaran dimana-mana.


“Surprise!!!”teriak seluruh keluarga Alex dan Mia bersamaan. Kain tipis yang


tadinya menutupi dinding di belakang mereka terlepas dan menampilkan foto


seluruh keluarga mereka yang terpasang disana.

__ADS_1


Foto Mia berada di tengah dengan Riri dan Rio duduk


mengapitnya. Rara duduk di samping Riri dan Alex duduk disamping Rio. Gadis


tampak berdiri di belakang Rio. Elo berdiri di belakang Riri dan Arnold di


belakang Rara. Si kembar Rava dan Reva masing-masing tampak berdiri di belakang


Mia dan Alex. Sedangkan cucu Mia dan Alex tampak berfoto dengan orang tua


mereka masing-masing.


“Mas, ini...”kata Mia ragu.


“Rumah ini milik kita, sayang. Kamu ratuku, ibu


dari anak-anakku, nyonya di rumah ini. Mulai sekarang kita tinggal disini.”kata


Alex mendekatkan wajahnya pada Mia.


“Oh, mas. Uang darimana mas? Mas beli atau


bangun?”tanya Mia.


“Aku jual beberapa tanah yang kubeli sebelum kita


ketemu, sayang. Uangnya cukup untuk bangun rumah ini. Aku gak berani ambil uang


simpanan kita, nanti kamu curiga. Trus kejutannya bubar dech.”jelas Alex.


Mia merangkul leher Alex, mereka mendekat


dan berciuman di depan semua orang. Tepuk tangan riuh mulai memenuhi ruangan


pesta itu. Mia dan Alex berpelukan setelah ciuman mereka. Satu persatu Rara,


Arnold, Riri, Elo, Rio, Gadis maju ke depan untuk memberi ucapan selamat pada


Mia dan Alex.


Mia yang mengira dirinya tidak jadi hamil karena


memeriksakan dirinya ke dokter, ternyata Mia sudah hamil 2 bulan. Alex tentu


saja sangat senang sekaligus sangat stress karena rumah besar mereka belum


selesai. Belum lagi perusahaannya sedang dalam kondisi tidak baik dan hampir


bangkrut. Tapi semua bisa mereka lalui sampai akhirnya lahirlah putri cantik


mereka berdua yang diberi nama Renata.


”Rahasia kelahiran Renata akan dibahas tersendiri


ya guys.”


Saat Alex memberi kejutan di ulang tahun pernikahan


mereka berdua di rumah baru, mereka ingin berfoto bersama juga dengan semua


anak dan cucu mereka berdua. Mia celingukan mencari keberadaan si kembar Rava,


Reva dan si cantik Renata. “Mana mereka?”tanya Mia.


Alex menunjuk ke samping mereka. Ketiga anak Mia


tampak sedang berdiri mengelilingi Kaori. Mereka terlalu asyik mengobrol sampai


mengabaikan pesta yang sedang berlangsung. Renata terus- menerus merapikan


rambut Kaori, sementara Rava dan Reva menggodanya keponakannya itu.


Mereka berempat tidak menyadari kalau kamera sudah


mengarah pada mereka. “Rava, Reva, Renata, Kaori, sini nak.”panggil Mia. “Kita


foto dulu ya.”

__ADS_1


Renata menuntun Kaori maju ke depan. Kaori berdiri


didepan Mia dan Alex. Mereka berpose bersama tersenyum ke arah kamera. Renata


sibuk mengarahkan Kaori kemana ia harus menatap. Kedua tante dan ponakan itu


tampak seperti anak kembar.


“Sekarang sama cucu. Mana nich anak-anak


kalian?”tanya Mia pada Rio, Rara, dan Riri.


Para ibu sibuk berpencar mencari anak-anak mereka.


Riri datang bersama Donatello dan Michaelangelo, anak keduanya bersama Elo. Rara


datang bersama Reynold  dan Regina, putri


keduanya dengan Arnold. Mereka mencoba lagi dengan sistem bayi tabung dan


berhasil mendapatkan Regina.


Sementara Gadis masih belum muncul juga, Rio malah


sudah datang dengan Reymond dan Reyna. Gadis beneran hamil anak kembar laki-laki


dan perempuan seperti harapan Reynold.


“Mana Gadis?” tanya Mia pada Rio. Rio celingukan


mencari Gadis yang muncul menggandeng seorang anak kecil laki-laki. “Itu dia. Roy,


sini!”panggil Rio. Roy berlari ke pelukan Rio. Rio menatap Gadis, “Kenapa


lama?”tanya Rio.


Gadis tersenyum penuh arti. “Aku mual tadi. Barusan


test pack juga.”bisik Gadis. Gadis tidak melanjutkan kata-katanya, fotografer


sudah memanggil semua orang agar melihat ke arah kamera.


“Test pack?!”kata Rio menarik perhatian semua


orang. “Maksudnya? Kamu hamil lagi?”


Gadis memberikan test pack itu ke tangan Rio. Riri


mengambil test pack itu dengan cepat dan menunjukkan dua garis merah kepada


semua orang.


“Kamu hamil lagi, Gadis?”tanya Mia terkejut.


Gadis menunduk malu-malu. “Cucu lagi?”tanya Alex


bingung. “Waduh, rumahnya kurang besar nich.”keluh Alex.


“Selamat ya, Gadis, Rio. Kali ini kembar lagi atau


cuma satu nich?”tanya Rara.


“Kalo kembar lagi, seru nich.”kata Riri. “Kenapa


aku gak bisa dapet anak kembar ya?”


“Tenang, sayang. Ayo kita usaha terus, pasti dapet


anak kembar.”saut Elo semangat. Riri memukul lengan suaminya itu, ia sudah


lelah kalau disuruh hamil lagi.


Rona kebahagiaan muncul di wajah Rio, ia


menunduk mencium Gadis yang menyambut ciumannya. Mereka semua tersenyum bahagia


menyambut calon cucu baru di keluarga mereka. Fotografer kembali memanggil

__ADS_1


mereka semua untuk menghadap ke kamera yang sudah siap mengabadikan momen


bahagia keluarga Alex dan Mia.


__ADS_2