
Elo datang menjenguk Mia dirumah sakit. Ia membawa sekotak buah dan juga makanan sehat. Mia ngiler melihat apa yang dibawa Elo dan tersenyum manis.
Elo : "Apa kabar, kak Mia."
Mia : "Baik-baik saja, Elo. Oh ya, kamu mau jemput Riri?"
Elo : "Iya, kak. Kalau diijinkan, saya mau ajak Riri nonton. Om Alex..."
Elo mengangguk pada Alex yang duduk di samping Mia. Rio masih asyik berbicara dengan Kaori di telpon. Kaori juga pulang ke rumahnya karena libur semester.
Alex : "Boleh saja, asal jangan pulang terlalu malam. Jam 10 sudah harus sampai rumah."
Elo : "Baik, om. Saya mengerti. Kami bisa berangkat sekarang? Filmnya dimulai dua jam lagi."
Riri : "Ayo, kak. Pah, mah, nenek, Riri pergi dulu ya."
Rio : "Aku kok gak dipamitin?"
Riri menoleh menatap Rio yang sudah selesai bicara di telpon.
Riri : "Kamu lagi bucin, males ngajak ngomong."
Rio : "Idih, bucin teriak bucin."
Wajah Riri memerah, ia melirik Elo dan takut Elo salah paham.
Riri : "Kami pergi dulu, bye."
Riri sudah menarik Elo keluar dari ruang rawat inap Mia. Mereka berjalan beriringan menuju tempat parkir.
Riri : "Maaf ya, kak. Tadi Rio keterlaluan."
Elo : "Gak masalah. Oh ya, Ri. Habis nonton, kita ke toko buku ya. Aku mau nyari buku ini."
Elo menyodorkan ponselnya pada Riri agar bisa melihat buku yang ia maksud. Riri membaca referensi buku itu dan mengangguk.
Matanya tidak sengaja melihat notif chat masuk pada ponsel Elo. Diana : "Iya, sayang. Love you."
Deg ! Entah kenapa Riri gak suka membaca chat masuk yang entah dari siapa itu. Jantungnya berdetak cepat, ia penasaran dengan Diana.
Riri : "Maaf, kak. Ada notif dari Diana. Gak sengaja kebaca."
Elo : "Oh ya? Dia bilang apa?"
Riri cemberut melihat Elo tampak antusias bertanya padanya.
Riri : "Iya, sayang. Love you."
Elo : "Love you too..."
Deg! Deg! Riri menatap Elo yang sudah menatapnya sambil mengucapkan kalimat berbahaya itu seolah kata-kata keramat itu untuk dirinya. Ini maksudnya apa?
Mereka sudah sampai di dekat mobil Elo parkir saat itu.
Elo : "Ri? Kok bengong?"
Riri : "Apa? Oh, sorry, kak. Kakak bilang apa tadi?"
Elo : "Tolong dibales. Love you too..."
Riri : "Oh, iya. Tapi passwordnya, kak?"
Elo : "Buka aja langsung, gak ada passwordnya."
Elo membukakan pintu mobil untuk Riri yang segera masuk dan duduk manis. Riri mengambil kssempatan membaca chat Diana yang sekilas sangat mesra.
Ia semakin penasaran siapa Diana sebenarnya. Apa mungkin itu pacarnya Elo? Kalau benar, Riri akan sangat kecewa.
Riri meletakkan ponsel Elo di dashboard mobil ketika Elo sudah masuk mobil dan duduk di belakang kemudi.
__ADS_1
Elo : "Sudah? Ayo kita berangkat."
Riri : "Iya, kak."
Ponsel Elo kembali berbunyi dengan banyaknya notif. Elo mengabaikan ponselnya karena sibuk menyetir.
Sesekali Elo mengajak Riri ngobrol tentang buku yang sudah dibacanya. Riri selalu suka membahas tentang itu. Ia akan mulai bercerita dengan seru sampai lupa dimana ia berada.
Menempuh perjalanan sekitar 10 menit, mereka sampai di mall tempat bioskop akan memutarkan film yang sudah dipilih Riri.
Elo memarkir mobilnya di tempat yang kosong. Ia tidak segera turun atau mematikan mesin mobil, tapi mengambil ponselnya dan membalas dengan cepat chat masuk itu.
Wajah serius Elo benar-benar terlihat ganteng. Riri sampai bengong melihatnya. Apalagi Elo sempat melepas kaca matanya untuk membersihkannya.
Elo : "Eh, sorry Ri. Ayo turun."
Riri tetap diam di tempat, ia masih bengong mengagumi makhluk bening ciptaan Yang Kuasa ini.
Elo : "Riri? Kamu kok bengong gitu? Kamu sakit?"
Deg! Deg! Riri membeku saat Elo menyentuh keningnya, dan berakhir menempelkan dahi mereka.
Elo : "Gak panas. Kenapa wajahmu tambah merah?"
Riri tersentak, ia menatap sekeliling dan kembali duduk dengan tegak.
Riri : "Ehem... Aku gak pa-pa, kak. Kita turun, kak?"
Elo : "Ayo."
Mereka berjalan bersama masuk ke dalam mall. Langsung menuju bioskop untuk membeli tiket.
Tadi Elo bilang ia sempat menitip beli tiket pada seseorang yang juga mau nonton. Ia melihat orang itu masih antri dan memberi kode.
Riri menatap lurus melihat orang yang dimaksud Elo. Seorang wanita dewasa dengan riasan natural dan rambut hitam panjang tergerai.
Elo : "Diana!"
Wanita yang dipanggil Diana itu menoleh dan tersenyum manis pada Elo.
Elo : "Kita kesana yuk, Ri."
Riri berjalan dengan gontai mengikuti Elo. Ia melihat penampilannya sendiri yang terlihat seperti anak ABG. Ia membandingkan dirinya dengan Diana yang tampak dewasa.
Diana : "Pas banget kamu disini. Aku mau ke toilet. Gantiin antri bentar. Eh, ini siapa?"
Diana menatap penuh minat pada Riri. Riri tidak menyukai cara Diana menatapnya.
Elo : "Ini Riri. Riri, ini Diana."
Elo tidak menjelaskan spesifik apa hubungannya dengan Diana. Riri jadi gemas pada Elo yang gak peka.
Diana : "Hai, Riri. Bentar kita lanjut ya. Aku mau ke toilet."
Elo dan Riri berdiri menggantikan Diana yang sudah berjalan cepat ke toilet.
Riri : "Kak Diana cantik sekali ya."
Elo : "Iya, dia memang cantik. Sayang sekali..."
Riri : "Apa..."
Keduanya terhenti bicara karena seseorang menghampiri mereka. Keith datang bersama beberapa teman sekelas Riri.
Keith : "Loh, Riri kamu disini? Ada pak Angelo juga."
Riri : "Ya, kak."
Keith : "Kalian berdua aja?"
__ADS_1
Riri gak suka mendengar nada suara Keith. Apalagi teman-teman mereka ada yang bisik-bisik menatap kearahnya.
Elo : "Gak, kami bertiga. Lagi satu masih ke toilet. Kalian mau nonton juga?"
Keith : "Iya, pak. Kami antri dulu ya. Ri, gabung sama kita yuk."
Riri : "Maaf, kak. Tapi kak Elo udah booking tiket tadi. Lain kali ya."
Keith tidak memaksa lagi, ia berjalan ke antrian belakang bersama teman-temannya.
Riri bernafas lega, ia menatap Elo,
Riri : "Makasi uda bantuin aku bohong, kak. Maaf ya."
Elo : "Kamu gak bohong kok, emang aku uda booking tiket. Tinggal bayar aja."
Riri : "Jadinya kita nonton bertiga?"
Ada rasa kecewa yang terdengar dari nada suaranya.
Elo : "Iya, Ra. Nah, itu Diana uda balik."
Diana : "Hadeh, maaf lama. Antri parah toiletnya. Riri, kita beli popcorn yuk."
Elo : "Aku aja yang beli sama Riri. Kamu antri lagi ya. Ayo, Ri."
Riri senang sekali di ajak Elo membeli popcorn. Ia melirik Diana yang tampak kesal.
Riri : "Kak, kakak pacaran sama kak Diana ya?"
Elo : "Kok kamu nanya gitu?"
Riri : "Gak sich, kak. Takut aku ganggu kencan kalian aja."
Elo : "Oh gitu, kamu mau popcorn rasa apa?"
Riri : "Original aja, kak. Tapi beneran aku gak ganggu?"
Elo : "Nggak. Minumnya apa?"
Riri mulai kesal karena Elo gak menjawab pertanyaannya tentang hubungan Elo dengan Diana.
Riri : "Cola aja."
Elo melirik Riri yang tampak kesal. Ia tersenyum tipis sebelum menyelesaikan pembayaran di kasir.
Mereka berjalan kembali mendekati Diana yang sudah menunggu mereka di pintu masuk bioskop.
Petugas bioskop mengantar mereka masuk sampai ke tempat duduk mereka.
Elo duduk diapit Diana dan Rara, sementara Keith mendapat tempat duduk sejajar dengan mereka dipisahkan jalan di tengah-tengah.
Keith menatap Riri yang sedang ngobrol dengan Elo. Mereka terlihat akrab, dan Keith jelas cemburu.
Film segera dimulai, Riri menikmati acara nontonnya dengan Elo. Meskipun sesekali Elo dan Diana bisik-bisik mesra.
Ia cukup menahan dirinya untuk tidak mengacaukan acara mereka kali ini. Toh juga nanti mereka ada waktu ke toko buku setelah nonton.
π»π»π»π»π»
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain βMenantu untuk Ibuβ, βPerempuan IDOLβ, βJebakan Cintaβ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.
Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya..
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
π²π²π²π²π²
__ADS_1