Duren Manis

Duren Manis
Kerja keras Katty


__ADS_3

Elena keluar dari kamar, tubuhnya hanya tertutup bathrobe mini. Dengan santainya ia duduk di bar, padahal ada beberapa staf Pak Brian yang sedang meletakkan wine di rak di depan bar. Visual Elena membuat para laki-laki tidak bisa menahan hasratnya.


Katty : "Nona, kau mau minum?"


Elena : "Ya, berikan yang ringan saja."


Katty mulai meracik minuman untuk Elena dan Pak Brian. Dia sudah tahu selera Pak Brian. Katty ingin tahu seperti apa selera Elena.


Dua minuman dalam gelas yang berbeda tampak di depan Elena.


Katty : "Cobalah."


Elena mengambil gelas yang disodorkan Katty. Ia meminumnya dan tersenyum.


Elena : "Good. Apa pekerjaanmu?"


Katty : "Aku penjual."


Elena : "Sales property?"


Katty : "Aku marketing. Makelar everything."


Elena : "I see. Termasuk tubuhmu?"


Katty : "Kecuali tubuhku dan narkoba tentu saja."


Elena : "Kalau gitu kau bisa dong mengantarku beli mobil."


Katty : "Kau mau merk apa, nona?"


Elena : "Yang mahal, elegan, dan warnanya merah."


Katty : "Aku ada beberapa rekomendasi untuk mobil yang kau inginkan."


Elena : "Bagus. Hari ini bisa?"


Katty : "Sekarang bisa."


Elena : "Oh, kau sangat cepat."


Pak Brian : "Elena! Mana minumanku?" Pak Brian berteriak dari dalam kamar.


Elena : "Aku akan kembali."


Katty melihat Elena berjalan melenggak-lenggokkan pinggungnya yang sintal.


Para lelaki di belakang Katty spontan menoleh menatap tubuh Elena sebelum menghilang ke dalam kamar.


Katty : "Sebaiknya kalian tidak melakukan itu lagi. Jangan menatap wanita milik Pak Brian."


Para lelaki dibelakangnya langsung menunduk mendengar kata-kata Katty. Mereka tahu kalau Katty salah satu orang kesayangan Pak Brian.


Katty menyiapkan brosur-brosur mobil untuk Elena. Ia harus menunggu sampai setengah jam ketika Elena keluar bersama Pak Brian.


Wajah keduanya memerah dan terlihat segar sekali. Katty membayangkan bagaimana berantakannya didalam kamar itu.


Elena : "Mana mobilnya?"


Katty memutar laptopnya dan mulai menjelaskan beberapa fitur mobil dari merk tertentu.


Elena : "Yang mana ya?"


Katty : "Lebih suka yang awet atau yang mengikuti jaman?"


Elena : "Keluaran terbaru dong. Ya kan, sayang."

__ADS_1


Elena menempel ketat di tubuh Pak Brian. Pak Brian memberi tanda pada Katty yang langsung menunjuk mobil merah keluaran terbaru.


Pak Brian : "Kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan, Katty. Ada pertanyaan?"


Katty : "Atas nama siapa? Rumah dan mobil?"


Pak Brian : "Atas namaku tentu saja."


Elena : "Sayang, kau bilang tadi atas namaku."


Pak Brian : "Kamu gak mau nikah sama aku, jadi atas namaku dulu."


Elena : "Kau menyebalkan!"


Elena pura-pura ngambek sepertinya. Suara manjanya berubah jadi desahan saat tangan Pak Brian masuk ke dalam gaunnya.


Katty yakin para lelaki dibelakangnya langsung ambyar mendengar desahan Elena.


Tak ingin kesempatannya jualan terlewat begitu saja, Katty segera mengeluarkan MOU dan menulis cepat apa yang akan dibeli Pak Brian.


Dalam MOU itu jelas tertulis, Pak Brian harus menyelesaikan urusan pembayaran dan juga komisi untuk Katty dalam waktu seminggu. Kalau pembelian batal, Katty akan mendapat kompensasi 10% dari harga beli barang.


Pak Brian menandatangani dengan cepat MOU itu dan Katty segera mengirimkan salinannya ke asisten Pak Brian.


Pak Brian : "Kami pergi dulu. Kapan Elena bisa mulai tinggal disini?"


Katty : "Hari ini dilunasi, malam ini bisa langsung ditempati."


Elena : "Bagus. Sayang, malam ini kita tidur disini ya."


Pak Brian : "Katty, kau bisa sediakan pelayan malam ini juga?"


Katty : "2 atau 3 orang? Security belum termasuk."


Pak Brian : "2 orang pelayan dan 1 security. Pastikan yang penurut."


Pak Brian : "Oh, kenapa kau selalu cepat. Aku belum memikirkannya. Asistenku akan mengurus sisanya."


Katty : "Baik, Pak. Senang bertemu dengan anda, nona Elena."


Pak Brian : "Satu lagi, tolong kamarnya..."


Katty : "Akan kusuruh pelayan merapikannya."


Pak Brian menarik pinggang Elena dan berjalan keluar dari rumah. Katty tidak mengantar karena masih mengawasi penyusunan wine ke dalam lemari.


🌼🌼🌼🌼🌼


Seharian itu Katty mengurus semua surat untuk pembelian rumah dan mobil Pak Brian. Ia mendapat notif di ponselnya saat dirinya sedang bingung mau makan siang dimana.


Katty tersenyum, melihat nominal angka yang masuk ke rekeningnya. Tiga transferan sekaligus untuk komisi rumah dan mobil juga ada bonus dari Pak Brian.


Tiba-tiba Jodi menelponnya.


Jodi : "Halo, sayang. Sibuk?"


Katty : "Aku baru selesai dengan Pak Brian. Kenapa?"


Jodi : "Aku bingung mau makan apa. Bisakan kau datang ke kantorku?"


Katty : "Kantormu? Apa boleh?"


Jodi : "Aku shareloc ya. Katakan aku menunggumu. Kalau mereka tanya, bilang kau calon istriku."


Katty : "Hahahahaha..."

__ADS_1


Jodi : "Kenapa ketawa?"


Katty : "Mereka akan bilang kalau aku halu dan akan mengusirku dari kantormu."


Jodi : "Aku akan mengatakan duluan pada mereka."


Katty : Kau berani?"


Jodi : "Kenapa gak berani? Emang mereka bisa mengusirku dari kantorku sendiri."


Katty : "Oh, sudahlah. Cepat kirim lokasinya. Aku lapar."


Jodi : "Ok. Aku pesankan makanan ya. Setelah itu kita bisa berolahraga sebentar."


Katty : "Apa yang tadi pagi masih kurang?"


Jodi : "Terlalu cepat. Aku belum puas."


Katty berpikir, kalau terus seperti ini dia akan cepat hamil meskipun Jodi memakai pengaman.


🌺🌺🌺🌺🌺


Katty segera sampai di kantor Jodi. Security mengarahkannya ke lobby dan memintanya berhenti disana.


Katty : "Pak, dimana tempat parkirnya?"


Security : "Biar saya yang parkir mobil ibu. Silakan masuk ke dalam. Pak Jodi sudah menunggu anda."


Katty : "Oh, makasih kalau gitu."


Katty berjalan masuk ke lobby kantor Jodi, setiap orang yang melihatnya langsung menyapa dengan ramah. Bahkan resepsionis langsung membukakan pintu lift untuknya.


Ketika lift sampai di lantai ruang kerja Jodi, seseorang memperkenalkan diri sebagai asisten Jodi.


Guntur : "Saya Guntur, asisten Pak Jodi. Silakan ikut saya, ibu Katty."


Katty : "Tolong panggil Katty saja. Sepertinya kita seumuran. Berapa usia anda?"


Guntur : "28 tahun."


Katty : "Oh, anda lebih tua berarti. Tapi gak keliatan berumur segitu. Perawatan dimana?"


Jodi : "Kukira kenapa lama, ngapain kamu nanya gitu sama Guntur?"


Jodi sudah berdiri di depan ruang kerjanya. Matanya menatap tajam pada Guntur yang langsung menunduk.


Katty : "Jangan galak-galak, Jodi. Asistenmu ini terlihat lebih muda. Aku cuma tanya tempat perawatannya aja."


Jodi : "Cepat masuk. Dia sudah punya 2 anak. Jangan diganggu."


Katty : "Oh ya?"


Guntur menangis dalam hati, karena yang dimaksud Jodi adalah laptop dan mobilnya. Jodi bahkan tidak memberinya waktu pacaran. (Author mau jodohin sama sapa ya?)


γ€€


🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain β€˜Menantu untuk Ibu’, β€˜Perempuan IDOL’, β€˜Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya..


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.

__ADS_1


🌲🌲🌲🌲🌲


__ADS_2