
Mia terus diapit si kembar dan Rara yang tidak sedikitpun melepaskannya selama acara lamaran berlangsung. Bahkan setelah mereka makan dan duduk santai di halaman belakang sambil menikmati pemandangan langit malam.
Alex yang duduk tidak jauh dari mereka, ingin mengajak Mia bicara, tapi di kembar sangat protektif pada Mia.
Rio : “Ih, papa nich. Rio masih ngobrol sama mama. Ntar aja.”
Alex : “Boleh kok ngobrolnya gak pake peluk-peluk gitu.”
Rio : “Mama punya aku, papa sama nenek sana.”
Alex hampir menjitak kepala Rio karena kesal, tapi suara tawa Mia mengalihkan dunianya. Saat dirinya sedang berebutan Mia dengan putra bungsunya, Mia menanggapi cerita Rara yang mulai menyukai salah satu senior di kampusnya.
Lihat saja posisi mereka sekarang, Mia duduk di atas kursi panjang diapit si kembar yang menggelayut manja pada
tubuhnya, sementara Rara duduk di samping Riri dan Alex duduk di samping Rio.
Riri : “Huaaheemm… Riri ngantuk, mah.”
Mia melihat jam tangannya sudah jam 10 malam ternyata.
Mia : “Kalian pulang dulu ya, istirahat.”
Rara : “Ma, besok ke rumah ya. Kita ngobrol lagi.”
Mia : “Iya, besok… mama… ke rumah.” Mia tersipu malu.
Mia bicara sedikit terbata karena masih canggung menyebut dirinya mama di depan Rara dan si kembar. Rara dan si kembar memeluk Mia dengan erat sebelum mereka berpamitan dengan keluarga Mia. Alex yang keluar terakhir memegang tangan Mia dan mencium keningnya.
Alex : “Sayang, aku jemput besok ya…” bisik Alex.
Wajah Mia merah padam mendengar bisikan Alex, ia salah tingkah dibuatnya. Mia melambaikan tangan pada keluarga Alex dan kembali masuk ke rumah. Dipeluknya mamanya yang sedang membereskan meja makan bersama ART.
Mia : “Makasih, mah.”
Mama Mia : “Iya, yang penting kuliahmu lulus dulu ya.”
Mia : “Kalau lancar, awal tahun ini, Mia wisuda, mah.”
Mama Mia : “Kok bisa cepet? Kamu kebelet kawin ya.”
Mia : “Mah..! Gak gitu juga. Mia pengen cepet kerja. Uda umur segini tapi masih belum kerja.”
Mama Mia : “Emangnya habis nikah, masih mau kerja?”
Mia : “Maunya sich gitu, tapi tanya mas Alex dulu. Boleh apa gak?”
Mama Mia : “Ciee… yang punya mas sekarang…”
Mia memeluk mamanya lagi, menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu dan senang.
------
Pagi harinya, Mia sudah siap pergi ke rumah Rara. Mereka berencana jalan-jalan ke mall untuk nonton dan makan siang bersama. Tapi semalam Alex meminta Rara bersiap dari pagi karena Alex akan menjemputnya. Mama Mia hanya berpesan agar Mia tidak pulang terlalu malam saat Alex menjemputnya.
__ADS_1
Mia : “Mas, kita langsung ke rumah kan?” Ada rasa khawatir dalam nada suara Mia.
Alex : “Kita jalan-jalan dulu lah. Kita perlu membahas sesuatu yang intim."
Mia : "Maksud mas? Mas jangan aneh-aneh dech."
Alex : "Kamu ikut aja dech, ini gak akan lama."
Alex menyetir mobilnya dengan tenang menuju ke salah satu butik yang cukup terkenal.
Alex : "Kita fitting baju pengantin dulu ya. Kau bisa memilih desain yang kau inginkan disini."
Mia : "Tapi pernikahan kita masih jauh, mas."
Alex : "Aku ingin pernikahan ini sangat berkesan untukmu, Mia. Ini memang pernikahan keduaku, tapi ini yang pertama untukmu. Aku ingin kau terlihat bersinar di hari istimewa kita."
Mia : "Aku rasa 2 bulan cukup untuk persiapan, mas. Kita ke tempat lain aja ya.”
Alex : “Memangnya mau kemana?”
Mia : “Nyari tempat yang intim gitu…” Mia mencoba menggoda Alex karena gak mungkin ada tempat seperti itu buka di pagi hari seperti ini.
Alex : “Kamu yakin mau ke tempat itu? Aku tahu beberapa tempat…”
Mia mulai takut sekaligus penasaran, bagaimana Alex tahu tempat-tempat seperti itu.
Mia : “Kok mas bisa tahu tempat kayak gitu? Mas sering nakal ya.” Mia cemberut.
Alex : “Yang kumaksud hotel, sayang. Ada yang bisa kita sewa jam-jaman…” Alex menaik-turunkan alisnya, membuat wajah Mia memerah.
Wajah Mia benar-benar merah sekarang, ia kapok menggoda Alex yang lebih pengalaman darinya. Alex cuma tertawa melihat reaksi Mia.
Alex : “Kita ke rumah ya. Besok aja kita jalan berdua, aku tahu villa yang bagus dan ada kolam renangnya. Kamu bisa pake bikinimu disana.”
Mia : “Gak ach, ntar mas nakal sama aku.”
Alex : “Nakal dikit boleh kan.”
Alex menggenggam tangan Mia dan menciumnya. Alex membawa mobil ke arah rumahnya, dimana keluarganya sudah menunggu kedatangan mereka berdua.
-------
Mia berjalan memasuki mal bersama Rara dan si kembar, Alex menyusul di belakang mereka karena ada client yang menelponnya. Mereka berjalan ke arah bioskop untuk memilih film dulu, baru makan siang.
Tapi saat Mia melirik ke belakang untuk memastikan Alex masih mengikuti mereka atau tidak, ia melihat Alex sedang bicara dengan seorang wanita cantik yang menggelayut manja di lengannya.
Alex terlihat senang sekali bertemu wanita itu, tapi dia siapa?
Mia yang berhenti berjalan, membuat Rara menoleh ke arah tatapan Mia. Rara menyipitkan matanya mengingat siapa wanita itu.
Rara : "Itu tante Santi."
Mia : "Tante Santi? Siapa dia?"
__ADS_1
Rara belum sempat menjawab karena Alex sudah berjalan mendekati mereka dengan wanita yang masih menggelayut manja itu.
Mia merasakan sakit di hatinya melihat betapa serasinya Alex dan Tante Santi. Mereka terlihat sangat nyaman satu sama lain dan sangat cocok.
Entah bagaimana ekspresi Mia saat ini, ia bahkan tidak bisa tersenyum menyambut kedatangan mereka berdua.
Alex : "Rara, Mia, ini Santi. Rara sudah kenal kan? Mia, ini teman SMA-ku."
Rara menyambut uluran tangan tante Santi dan mencium tangannya. Sedangkan Mia agak bengong saat Santi mengulurkan tangannya. Matanya tertuju pada tangan kiri Santi yang masih mengapit lengan Alex.
Santi : "Aduch, temanmu malu-malu gitu. Kalian mau nonton kan?"
Mia : "Aku tunangan Alex!!" teriak Mia dalam hatinya.
Rara : "Iya, tante."
Santi : "Si kembar mana?"
Mia : "Bahkan dia tahu tentang si kembar." gumam Mia parau.
Santi : "Ayo, Lex. Aku mau ketemu si kembar juga."
Alex menuruti Santi yang menarik lengannya menuju bioskop, tempat si kembar sedang mengantri untuk membeli tiket.
Mia melihat dari kejauhan, semua kejadian yang mengakrabkan Santi dan si kembar. Cuma Rara yang tetap setia menemaninya, menggenggam tangannya yang gemetar karena cemburu.
Mia mencoba menenangkan hatinya, dan menganggap hubungan Santi dan Alex hanya sebatas teman biasa.
Mia : "Mereka cuma teman, ini hanya kebetulan ketemu saja. Tapi kenapa harus nemplok terus sich sama Alex." Kata Mia dalam hati.
Mau ngdumel tapi malu karena ada Rara disana.
Mia : "Mas Alex juga kenapa dari tadi nyuekin aku sich?" Mia sedih sekali dengan perlakuan Alex, apa dia benar-benar mencintai Mia.
Akhirnya Tante Santi ikut nonton bersama mereka. Mia yang diapit si kembar, melirik sebal melihat Santi duduk di samping Alex. Sesekali mereka terlihat bisik-bisik. Mia sangat tersiksa melihat pemandangan di sampingnya.
Setelah film yang diputar selesai, Mia merasa kakinya kesemutan karena menyangga lengan si kembar. Ia memilih tetap diam di kursinya, membiarkan yang lain berjalan lebih dulu.
Pelan-pelan Mia bangun dari kursi, hendak berjalan tapi ia tidak merasakan apa-apa pada kakinya yang kesemutan. Saat ia hampir jatuh, sebuah tangan menahan tubuhnya dan menggendongnya.
Mia : "Mas!" Tangan Mia refleks melingkar di leher Alex.
Alex : "Kamu gak pa-pa, sayang."
Kata-kata Alex terdengar seperti suara hujan yang menyejukkan hati Mia yang panas. Ia senang sekali ternyata Alex masih perhatian dengannya.
-------
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
__ADS_1
--------