Duren Manis

Duren Manis
Kencan yang manis


__ADS_3

Kencan yang manis


Gadis mengambil lipstik dari dalam tasnya, hanya


memakai lipstik sedikit saja, seharusnya tidak masalah. Ia hampir memakai


lipstik itu ketika seseorang menghentikannya.


Rio : “Kamu mau ngapain?”


Gadis menoleh menatap Rio yang sudah kembali


membawa dua gelas minuman dan mengepit pop corn di salah satu lengannya.


Gadis : “Aku mau pake lipstik.”


Rio : “Katamu gak tahan baunya. Nanti kalau mual


lagi gimana?”


Gadis nyengir lebar, ia meletakkan kembali lipstik


dan kaca kecilnya kembali ke dalam tas. Rio berdiri di samping Gadis dan


menyerahkan milkshake coklat ke tangannya. Ia mengambil botol minuman dingin


yang ia tahan di salah satu lengannya.


Rio : “Dingin.”


Gadis : “Kenapa bawa minuman banyak banget?”


Rio : “Aku gak mau seret ntar di dalem. Kamu duduk


situ aja ya. Biar aku berdiri.”


Gadis membawa milkshake dan popcorn di tangannya.


Kedua cewek yang tadi berdiri di belakang Gadis, mencoba bicara pada Rio. Gadis


memperhatikan Rio yang hanya menoleh dan mengangguk.


Ia terlihat fokus pada ponselnya dan tidak


mempedulikan cewek-cewek centil di belakangnya.


Gadis teringat saat ia mengalami hal serupa saat


Kaori masih hidup. Rio selalu berlari menghampiri Kaori saat Gadis mencoba


menarik perhatiannya, hanya karena Kaori memanggilnya. Apa Rio akan melakukan


hal yang sama kalau Gadis memanggilnya sekarang?


Gadis : “Rio!”


Rio langsung menoleh saat Gadis memanggilnya, Gadis


bisa melihat bibir Rio bertanya ‘apa’. Gadis menggeleng dan tersenyum senang.


Ternyata Rio hanya melakukan itu untuk orang-orang yang penting baginya.


Gadis terkejut melihat Rio berlutut di depannya dan


bertanya kenapa Gadis memanggilnya tadi. Gadis melihat antrian tiket yang


panjang mengular, tinggal dua orang lagi di depan Rio tadi dan pria ini malah


meninggalkan antrian begitu saja dan mendatanginya.


Gadis : “Aku cuma... merasa sedikit mual tadi.”


Rio : “Apa kita pulang saja?”


Gadis : “Nggak, aku masih mau nonton. Tapi kamu


harus antri lagi tuch.”


Rio : “Ya, gak pa-pa. Kamu yakin bisa kuat?”


Gadis mengangguk. Rio kembali mengantri dan


beruntung bagi mereka karena loket khusus untuk pemesan tiket online sudah


dibuka. Security memanggil orang-orang yang sudah memesan tiket online untuk


berbaris di loket itu. Rio langsung memperlihatkan pemesanannya dan mendapat


giliran pertama untuk menukar tiketnya.


Rio membawa Gadis masuk ke dalam bioskop dan


mencari tempat duduk mereka. Setelah Gadis duduk dengan baik, Rio ikut duduk di


sampingnya. Film yang dipilih Rio mulai diputar. Sesekali mereka tertawa dan


baper melihat adegan yang diputar.


Satu hal yang paling membuat Gadis terkesan adalah

__ADS_1


selama 2 jam itu, Rio sama sekali tidak melepaskan tangannya yang terus


menggenggam tangan Gadis. Gadis memegang dadanya yang berdetak lebih cepat dari


normal. Ia ingin menyimpan kenangan manis bersama Rio di dalam sebuah album


berbingkai emas di hatinya. Sampai kapanpun ia tidak akan melupakan kebahagiaan


yang Rio berikan.


Rio : “Ayo, kita makan. Kamu mau makan apa?”


Rio menuntunnya menuruni tangga bioskop setelah


film berakhir. Gadis mengelus perutnya, ia ingin makan sesuatu yang asin.


Mereka berjalan melewati restauran seafood. Gadis melirik udang yang sedang


dibakar, ia menelan salivanya dan ingin makan itu sekarang.


Gadis : “Rio, pengen makan udang.”


Rio : “Ya, ayo.”


Mereka masuk ke restauran itu dan mencari tempat


yang kosong. Saat itu Rio bertatapan dengan Katty. Jodi dan Katty juga sedang


makan di tempat yang sama karena Katty juga ingin makan udang. Gadis yang


melihat Rio tertegun, melihat kearah pandangan mata Rio.


Dirinya terkejut melihat kakak Kaori ada di salah


satu meja yang ada disana, sedang menatap mereka berdua. Katty melihat tangan


mereka berdua saling terkait satu sama lain. Gadis yang melihat Katty menatap


tajam pada dirinya, memilih melepaskan tangan Rio dan berbalik.


Gadis merasa dirinya sedang jadi orang ketiga saat


itu. Kaori baru beberapa bulan pergi, tapi Rio sudah memutuskan untuk


mengejarnya. Gadis keluar dari restauran, ia tidak menoleh ke belakang lagi dan


berjalan ke arah pintu keluar. Seharusnya masih ada taxi online jam segitu.


Gadis duduk disalah satu kursi yang tersedia di


bagian depan mall untuk menunggu taxi online yang sudah dipesannya. Dadanya


online berhenti di depannya Gadis, ia segera mendekat dan menanyakan nama


pengemudi itu. Setelah yakin benar, Gadis masuk ke dalam taxi yang membawanya


pulang ke rumah.


*****


Katty sedang menikmati udang yang dikupas Jodi.


Sejak sore ia ingin makan itu dan harus belinya di restauran yang terletak di


dalam mall itu.


Jodi : “Jangan makan banyak-banyak, sayang. Nanti


kakimu bengkak.”


Katty : “Emang kenapa kalau kakiku bengkak, badanku


bengkak. Inikan ulahmu!”


Jodi : “Iya, aku yang salah. Makan lagi. Mau


kepiting juga?”


Katty : “Aku mau makan udang yang banyak. Kupas


lagi, papi.”


Jodi melakukan apa yang diminta Katty. Sejak hamil,


Katty jadi lebih manja dan galak padanya. Tapi Jodi tidak bisa berbuat apa-apa,


yang penting Katty dan bayinya sehat. Mereka masih sibuk makan ketika Katty


melihat Rio masuk ke restauran bersama seorang perempuan. Mata Katty auto fokus


melihat Rio berjalan sambil menggandeng tangan perempuan itu.


Katty : “Yank, itu Rio kan?”


Jodi : “Mana? Iya. Dia jalan sama siapa?”


Katty : “Kayaknya aku pernah lihat perempuan itu.


Tapi dimana?”

__ADS_1


Jodi : “Mereka kearah sini. Mau diajak gabung?”


Katty : “Cepet banget ya. Rasanya baru kemarin


Kaori meninggal, Rio udah jalan sama perempuan lain.”


Tangan Katty mengepal menahan emosinya. Ia menatap


tajam pada Rio yang akhirnya menyadari keberadaannya disana. Ketika Jodi ingin


memanggil Rio, perempuan itu melepaskan diri dari Rio dan berjalan keluar dari


restauran.


Jodi : “Rio! Sini!”


Rio berjalan mendekat, ia belum sadar kalau Gadis


sudah meninggalkannya. Jodi menyuruh Rio duduk di samping Katty. Rio duduk di


kursi dan kembali menatap Katty. Jelas sekali kakak perempuan Kaori itu


terlihat marah.


Jodi : “Kamu ngapain disini?”


Rio : “Habis nonton, kak. Apa kabar, kak Katty.”


Katty tidak menjawab Rio, ia masih berusaha meredam


emosinya karena merasa Rio sudah mengkhianati Kaori dengan melupakannya secepat


ini.


Jodi : “Siapa perempuan tadi?”


Rio : “Dia, Gadis... Gadis?!”


Rio menoleh ke belakang, mencari sosok Gadis yang


sudah menghilang. Ia berdiri dengan cepat, melihat sekeliling dan hampir


berjalan keluar,


Katty : “Rio! Jawab dulu!”


Rio : “Kak, aku janji, besok aku jelaskan semuanya.


Ini tidak seperti yang kakak pikirkan. Aku harus cari dia dulu.”


Jodi : “Dia keluar restauran tuch, kayaknya ke


lobby.”


Rio : “Makasih, kak. Besok aku ke rumah kakak ya.”


Katty menatap sengit pada Jodi yang membiarkan Rio


pergi sebelum mengatakan apa-apa. Jodi terpaksa membujuk Katty lagi dengan


memesan udang yang lebih banyak.


Rio berjalan cepat kearah lobby mall, ia melihat


Gadis masuk ke dalam mobil yang berhenti di lobby dan berlalu dengan cepat. Rio


terlambat mengejar Gadis.


Rio : “Ach, sial!! Apa yang sudah kulakukan?”


Rio berlari keluar dari mall, ia mencari pangkalan


ojek online terdekat dan meminta diantarkan ke rumah Gadis. Ojek online yang


dipilih Rio, membawanya meluncur dengan cepat melewati jalanan yang cukup


ramai.


Rio terus memaksa pengemudi ojek online itu untuk


mengemudikan motor lebih cepat. Sampai mereka melewati perempatan yang cukup


ramai dan tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di depan mereka padahal


mobil lain sudah berhenti.


Motor yang mereka tumpangi tersenggol badan mobil


hingga motor terjatuh. Rio terlempar jauh ke depan dan jatuh diatas aspal. Lalu


lintas langsung tersendat saat orang-orang mulai kepo dan hanya memperhatikan


Rio yang tergeletak di aspal.


*****


Klik profil author ya, ada novel karya author yang


lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.

__ADS_1


__ADS_2