
Kencan yang manis
Gadis mengambil lipstik dari dalam tasnya, hanya
memakai lipstik sedikit saja, seharusnya tidak masalah. Ia hampir memakai
lipstik itu ketika seseorang menghentikannya.
Rio : “Kamu mau ngapain?”
Gadis menoleh menatap Rio yang sudah kembali
membawa dua gelas minuman dan mengepit pop corn di salah satu lengannya.
Gadis : “Aku mau pake lipstik.”
Rio : “Katamu gak tahan baunya. Nanti kalau mual
lagi gimana?”
Gadis nyengir lebar, ia meletakkan kembali lipstik
dan kaca kecilnya kembali ke dalam tas. Rio berdiri di samping Gadis dan
menyerahkan milkshake coklat ke tangannya. Ia mengambil botol minuman dingin
yang ia tahan di salah satu lengannya.
Rio : “Dingin.”
Gadis : “Kenapa bawa minuman banyak banget?”
Rio : “Aku gak mau seret ntar di dalem. Kamu duduk
situ aja ya. Biar aku berdiri.”
Gadis membawa milkshake dan popcorn di tangannya.
Kedua cewek yang tadi berdiri di belakang Gadis, mencoba bicara pada Rio. Gadis
memperhatikan Rio yang hanya menoleh dan mengangguk.
Ia terlihat fokus pada ponselnya dan tidak
mempedulikan cewek-cewek centil di belakangnya.
Gadis teringat saat ia mengalami hal serupa saat
Kaori masih hidup. Rio selalu berlari menghampiri Kaori saat Gadis mencoba
menarik perhatiannya, hanya karena Kaori memanggilnya. Apa Rio akan melakukan
hal yang sama kalau Gadis memanggilnya sekarang?
Gadis : “Rio!”
Rio langsung menoleh saat Gadis memanggilnya, Gadis
bisa melihat bibir Rio bertanya ‘apa’. Gadis menggeleng dan tersenyum senang.
Ternyata Rio hanya melakukan itu untuk orang-orang yang penting baginya.
Gadis terkejut melihat Rio berlutut di depannya dan
bertanya kenapa Gadis memanggilnya tadi. Gadis melihat antrian tiket yang
panjang mengular, tinggal dua orang lagi di depan Rio tadi dan pria ini malah
meninggalkan antrian begitu saja dan mendatanginya.
Gadis : “Aku cuma... merasa sedikit mual tadi.”
Rio : “Apa kita pulang saja?”
Gadis : “Nggak, aku masih mau nonton. Tapi kamu
harus antri lagi tuch.”
Rio : “Ya, gak pa-pa. Kamu yakin bisa kuat?”
Gadis mengangguk. Rio kembali mengantri dan
beruntung bagi mereka karena loket khusus untuk pemesan tiket online sudah
dibuka. Security memanggil orang-orang yang sudah memesan tiket online untuk
berbaris di loket itu. Rio langsung memperlihatkan pemesanannya dan mendapat
giliran pertama untuk menukar tiketnya.
Rio membawa Gadis masuk ke dalam bioskop dan
mencari tempat duduk mereka. Setelah Gadis duduk dengan baik, Rio ikut duduk di
sampingnya. Film yang dipilih Rio mulai diputar. Sesekali mereka tertawa dan
baper melihat adegan yang diputar.
Satu hal yang paling membuat Gadis terkesan adalah
__ADS_1
selama 2 jam itu, Rio sama sekali tidak melepaskan tangannya yang terus
menggenggam tangan Gadis. Gadis memegang dadanya yang berdetak lebih cepat dari
normal. Ia ingin menyimpan kenangan manis bersama Rio di dalam sebuah album
berbingkai emas di hatinya. Sampai kapanpun ia tidak akan melupakan kebahagiaan
yang Rio berikan.
Rio : “Ayo, kita makan. Kamu mau makan apa?”
Rio menuntunnya menuruni tangga bioskop setelah
film berakhir. Gadis mengelus perutnya, ia ingin makan sesuatu yang asin.
Mereka berjalan melewati restauran seafood. Gadis melirik udang yang sedang
dibakar, ia menelan salivanya dan ingin makan itu sekarang.
Gadis : “Rio, pengen makan udang.”
Rio : “Ya, ayo.”
Mereka masuk ke restauran itu dan mencari tempat
yang kosong. Saat itu Rio bertatapan dengan Katty. Jodi dan Katty juga sedang
makan di tempat yang sama karena Katty juga ingin makan udang. Gadis yang
melihat Rio tertegun, melihat kearah pandangan mata Rio.
Dirinya terkejut melihat kakak Kaori ada di salah
satu meja yang ada disana, sedang menatap mereka berdua. Katty melihat tangan
mereka berdua saling terkait satu sama lain. Gadis yang melihat Katty menatap
tajam pada dirinya, memilih melepaskan tangan Rio dan berbalik.
Gadis merasa dirinya sedang jadi orang ketiga saat
itu. Kaori baru beberapa bulan pergi, tapi Rio sudah memutuskan untuk
mengejarnya. Gadis keluar dari restauran, ia tidak menoleh ke belakang lagi dan
berjalan ke arah pintu keluar. Seharusnya masih ada taxi online jam segitu.
Gadis duduk disalah satu kursi yang tersedia di
bagian depan mall untuk menunggu taxi online yang sudah dipesannya. Dadanya
online berhenti di depannya Gadis, ia segera mendekat dan menanyakan nama
pengemudi itu. Setelah yakin benar, Gadis masuk ke dalam taxi yang membawanya
pulang ke rumah.
*****
Katty sedang menikmati udang yang dikupas Jodi.
Sejak sore ia ingin makan itu dan harus belinya di restauran yang terletak di
dalam mall itu.
Jodi : “Jangan makan banyak-banyak, sayang. Nanti
kakimu bengkak.”
Katty : “Emang kenapa kalau kakiku bengkak, badanku
bengkak. Inikan ulahmu!”
Jodi : “Iya, aku yang salah. Makan lagi. Mau
kepiting juga?”
Katty : “Aku mau makan udang yang banyak. Kupas
lagi, papi.”
Jodi melakukan apa yang diminta Katty. Sejak hamil,
Katty jadi lebih manja dan galak padanya. Tapi Jodi tidak bisa berbuat apa-apa,
yang penting Katty dan bayinya sehat. Mereka masih sibuk makan ketika Katty
melihat Rio masuk ke restauran bersama seorang perempuan. Mata Katty auto fokus
melihat Rio berjalan sambil menggandeng tangan perempuan itu.
Katty : “Yank, itu Rio kan?”
Jodi : “Mana? Iya. Dia jalan sama siapa?”
Katty : “Kayaknya aku pernah lihat perempuan itu.
Tapi dimana?”
__ADS_1
Jodi : “Mereka kearah sini. Mau diajak gabung?”
Katty : “Cepet banget ya. Rasanya baru kemarin
Kaori meninggal, Rio udah jalan sama perempuan lain.”
Tangan Katty mengepal menahan emosinya. Ia menatap
tajam pada Rio yang akhirnya menyadari keberadaannya disana. Ketika Jodi ingin
memanggil Rio, perempuan itu melepaskan diri dari Rio dan berjalan keluar dari
restauran.
Jodi : “Rio! Sini!”
Rio berjalan mendekat, ia belum sadar kalau Gadis
sudah meninggalkannya. Jodi menyuruh Rio duduk di samping Katty. Rio duduk di
kursi dan kembali menatap Katty. Jelas sekali kakak perempuan Kaori itu
terlihat marah.
Jodi : “Kamu ngapain disini?”
Rio : “Habis nonton, kak. Apa kabar, kak Katty.”
Katty tidak menjawab Rio, ia masih berusaha meredam
emosinya karena merasa Rio sudah mengkhianati Kaori dengan melupakannya secepat
ini.
Jodi : “Siapa perempuan tadi?”
Rio : “Dia, Gadis... Gadis?!”
Rio menoleh ke belakang, mencari sosok Gadis yang
sudah menghilang. Ia berdiri dengan cepat, melihat sekeliling dan hampir
berjalan keluar,
Katty : “Rio! Jawab dulu!”
Rio : “Kak, aku janji, besok aku jelaskan semuanya.
Ini tidak seperti yang kakak pikirkan. Aku harus cari dia dulu.”
Jodi : “Dia keluar restauran tuch, kayaknya ke
lobby.”
Rio : “Makasih, kak. Besok aku ke rumah kakak ya.”
Katty menatap sengit pada Jodi yang membiarkan Rio
pergi sebelum mengatakan apa-apa. Jodi terpaksa membujuk Katty lagi dengan
memesan udang yang lebih banyak.
Rio berjalan cepat kearah lobby mall, ia melihat
Gadis masuk ke dalam mobil yang berhenti di lobby dan berlalu dengan cepat. Rio
terlambat mengejar Gadis.
Rio : “Ach, sial!! Apa yang sudah kulakukan?”
Rio berlari keluar dari mall, ia mencari pangkalan
ojek online terdekat dan meminta diantarkan ke rumah Gadis. Ojek online yang
dipilih Rio, membawanya meluncur dengan cepat melewati jalanan yang cukup
ramai.
Rio terus memaksa pengemudi ojek online itu untuk
mengemudikan motor lebih cepat. Sampai mereka melewati perempatan yang cukup
ramai dan tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di depan mereka padahal
mobil lain sudah berhenti.
Motor yang mereka tumpangi tersenggol badan mobil
hingga motor terjatuh. Rio terlempar jauh ke depan dan jatuh diatas aspal. Lalu
lintas langsung tersendat saat orang-orang mulai kepo dan hanya memperhatikan
Rio yang tergeletak di aspal.
*****
Klik profil author ya, ada novel karya author yang
lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.
__ADS_1