
Zonk dong
Rio : “Trus ngapain kesini bawain makanan?”
Gadis : “Pak Alex yang nyuruh.”
Rio terdiam. Gadis benar-benar berubah jadi sangat
dingin padanya. Tapi anehnya saat mereka bicara tentang pekerjaan atau tugas
kampus, ia berubah menjadi Gadis yang biasanya. Gadis yang ceria, pintar,
antusias, dan selalu menatapnya.
Gadis selesai makan lebih dulu. Ia menghabiskan
minuman di gelas dan membuang bungkusan makanannya ke tempat sampah. Gadis
mencuci gelas dan tangannya di tempat cuci piring.
Gadis : “Aku balik ke kantor ya.”
Rio : “Hmm.”
Gadis : “Kamu uda baikan kan?”
Rio : “Udah. Kenapa? Kuatir?”
Gadis : “Nggak. Ntar aku ditanya Pak Alex, gak bisa
jawab. Bye.”
Gadis mengambil tasnya dan pergi tanpa menoleh
lagi. Rio menatap Kaori sebentar dan lanjut makan sampai habis.
*****
Beberapa waktu kemudian, Mia menatap kedua buah
hatinya yang sedang sibuk bermain dengan kembarannya. Rava seperti biasa selalu
tampak tenang bermain dengan mainannya sendiri. Sementara Reva mulai melirik
mainan milik kakaknya.
Rava terdiam saat Reva mulai mendekatinya,
memiringkan badannya sedemikian rupa dan menatap kakaknya, tepatnya mainan
kakaknya. Reva mengulurkan tangannya menyentuh mainan Rava. Rava masih diam tak
bergeming dengan mata melirik Reva.
Reva semakin memepet Rava, kedua tangannya sudah
memegang mainan Rava. Reva mencoba menarik mainan kakaknya, tapi Rava mempertahankannya.
Mia menahan tawanya melihat kedua putranya tarik-tarikan mainan.
Reva mulai tidak sabaran dan hampir menangis, tapi Rava tetap mempertahankan
mainannya. Tangisan kencang Reva mulai terdengar, Mia mencoba mengalihkan
perhatian Reva pada mainannya sendiri yang sama dengan mainan kakaknya. Tapi
Reva tetap menangis.
Di luar dugaan, Rava menyerahkan mainannya pada
Reva dan menepuk-nepuk kepalanya sampai Reva berhenti menangis. Mia tertawa
melihat Rava gantian menatapnya dan mengulurkan tangannya. Mia mengangkat baby
Rava, mencium pipi gembul putranya itu.
Mia : “Rava memang pintar ya. Kakak yang baik.”
Reva yang melihat saudara kembarnya menghilang dari
sampingnya, sontak menatap keduanya. Bibirnya mulai cemberut dan akhirnya
menangis kembali. Mia meletakkan Rava kembali ke tempat semula, ia mengambil
baby Reva dan menenangkannya.
Mia melihat baby Rava sudah mendapatkan mainannya
__ADS_1
kembali dan sibuk sendiri. Sekali lagi Mia tertawa melihat tingkah kedua
bayinya. Rava sangat pintar mengalihkan perhatian Reva hingga ia bisa mendapatkan
mainannya kembali.
Mia : “Anak mama kok pinter-pinter banget sich. Sayang.”
Sedang asyik menciumi pipi baby Reva, Alex baru pulang
dari kantornya. Ia melihat Mia tertawa senang sambil menciumi putranya.
Alex : “Sayang, lagi seneng ya.”
Mia : “Mas udah pulang. Iya nich, anak kita pinter
banget dech.”
Mia menceritakan apa yang dilakukan baby Rava pada
Alex.
Alex : “Kakak Rava pinter ya. Anak pinternya papa.”
Rava yang mengira Alex mengajaknya bercanda,
tertawa senang. Ia terus tertawa karena melihat wajah bahagia Alex.
Alex : “Aku mandi dulu ya.”
Mia : “Iya, mas.”
Mb Roh keluar dari kamar Rara. Ia baru selesai
membantu Rara memandikan baby Reynold. Mb Roh meletakkan baby Reynold di
boksnya.
Mia : “Rara mana, mb?”
Mb Roh : “Masih mandi, mb.”
Alex segera bergabung dengan mereka, ia menemani
bayinya bermain.
Alex : “Baik-baik aja. Anak itu bekerja seperti
mesin. Dia membuat Romi pusing karena terus minta pekerjaan.”
Mia : “Dia masih magang?”
Alex : “Sudah selesai kan. Mereka hanya magang 1,5
bulan.”
Mia : “Mereka?”
Alex : “Rio dan Gadis. Tapi mereka lanjut kerja
karena perusahaan lagi kekurangan orang. Sekretaris Wanda masih cuti melahirkan
juga. Aku cukup beruntung dapat sekretaris baru seperti Gadis. Dia sama
cekatannya seperti Wanda.”
Mia : “Gimana hubungan mereka? Rio sama Gadis?”
Alex : “Mereka aneh. Bilangnya teman satu angkatan,
tapi kayak orang gak saling kenal.”
Mia : “Loh, kok bisa?”
Alex : “Aku rasa Gadis itu sebenarnya suka sama Rio.
Tapi gak tau deh.”
Mia : “Wah, perlu dicari tahu nich.”
Alex : “Biarin aja mereka. Ntar Rio marah lagi. Dia
masih suka sedih kalau ingat Kaori. Aku sering liat dia nglamun sambil ngliatin
wallpaper HP-nya.”
Mia kembali menatap ketiga bayi di depannya. Rio
__ADS_1
memang banyak sekali berubah. Sudah jarang pulang ke rumah, ia lebih memilih
tinggal di apartment saja. Terakhir kali Mia menelponnya, Rio baru pulang
kerja. Padahal itu sudah hampir jam 9 malam. Mia jarang bisa menengok Rio
karena ada bayi yang harus ia urus.
Arnold baru sampai rumah ketika makan malam hampir
siap. Ia menggoda baby Reynold yang sedang mencoba membalik tubuhnya. Rara
keluar dari dalam kamarnya. Aroma wangi menggoda Arnold untuk menoleh melihat
penampilan istrinya yang seksi dengan piyama tidur.
Arnold : “Wow... mau kemana, sayang?”
Rara : “Hmm? Nggak kemana. Mas, baru pulang?”
Arnold : “Iya.”
Arnold asyik menatap Rara yang terlihat segar
sehabis mandi. Kulit putih mulusnya tampak lembut dan bersinar. Rambut
panjangnya ia biarkan tergerai ke belakang, ditahan dengan jepitan rambut.
Alex menyikut Arnold yang hampir ngeces melihat
penampilan Rara.
Alex : “Mandi sana. Bentar lagi makan malam siap.”
Arnold : “Iya, pah. Ra, sini bentar.”
Rara : “Apa sich, mas? Mandi sana.”
Arnold : “Aku ada kejutan. Sini.”
Rara mengikuti Arnold masuk ke kamar mereka. Alex
menyikut Mia dan menunjuk kamar mereka, tapi Mia melotot galak padanya. Mb Roh
sudah siap-siap jagain 3 baby kalo hal itu sampai terjadi.
Mia : “Bakalan lama dech mereka di dalem sana.”
Perkiraan Mia salah besar. Rara keluar beberapa
menit kemudian, dengan senyuman lebar di bibirnya.
Mia : “Kok cepet?”
Rara : “Hihi... kasian mas Arnold mau ngasi kejutan,
malah dia yang terkejut.”
Mia : “Emang apa kejutannya?”
Rara : “Biasa, mah. Baru juga semangat pemanasan,
tau-tau pas di buka zonk. Hahaha....”
Mia : “Kamu lagi mens?”
Rara : “Iya. Baru tadi.”
Alex : “Kasian amat. Kamu juga nakal, uda tau lagi
mens, bukannya pake piyama tertutup, malah pake yang seksi gitu.”
Rara : “Kirain Rara gak bakalan gitu reaksinya mas
Arnold. Taunya kegoda juga.”
Arnold yang baru keluar dari kamar, sudah berganti
pakaian dan terlihat lesu. Ia duduk di samping Rara dan menoel-noel lengan
istrinya itu sambil pasang tampang imut.
*****
Klik profil author ya, ada novel karya author yang
lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk).
__ADS_1