Duren Manis

Duren Manis
Ingin apa?


__ADS_3

Rara dan Arnold baru kembali dari rumah Arnold di kota M. Mereka langsung pulang ke rumah Alex karena besok Rara sudah harus kuliah.


Rara melihat Mia sedang duduk di ruang keluarga, disampingnya tampak tumpukan kertas dan juga semangkuk buah-buahan.


Rara : "Mama, kami pulang."


Mia : "Sayang, gimana disana?"


Rara : "Menyenangkan tapi ada juga yang menyebalkan."


Mia : "Oh, ya? Nanti cerita ya. Mau makan dulu?"


Rara : "Kami sudah makan tadi. Mas, istirahat dulu sana. Mau teh?"


Arnold : "Aku mau tidur bentar. Badanku pegal.*


Rara melihat Arnold berjalan masuk ke kamar mereka. Ia ingin tetap duduk bersama Mia sambil menanyakan tugas kuliahnya, tapi Mia memintanya menemani Arnold.


Mia : "Temani dia sana. Pijat badannya."


Rara : "Rara kesana bentar ya, mah."


Mia kembali berkutat dengan kertas-kertas di depannya. Mulutnya tidak berhenti mengunyah buah segar. Mual muntah yang ia rasakan sedikit berkurang setelah makan buah segar dan asam.


Rara masuk ke kamarnya dengan Arnold, saat itu Arnold sedang membuka kemejanya dan meletakkannya di pinggir ranjang.


Rara : "Mau kupijitin, mas?"


Arnold : "Gak usah, sayang. Kamu kan juga capek."


Rara : "Trus mau apa?"


Arnold menatap Rara, entah apa yang merasukinya saat melihat tubuh Rara. Arnold berjalan mendekati pintu kamar dan menguncinya.


Rara masih menatapnya bingung kenapa Arnold mengunci pintu. Arnold kembali mendekati Rara, mulai mencium bibirnya yang merah menggoda.


Rara : "Mmmpp... maass..."


Arnold : "Aku mau itu... Boleh ya..."


Bukannya nunggu jawaban Rara, Arnold menarik kaos yang dipakai Rara hingga lepas. Tangan Arnold meraba punggung Rara melepaskan pengait bra-nya.


Satu persatu pakaian mereka terlempar ke sekitar ranjang. Arnold melumat bibir Rara, tangannya memegang kedua pipi istrinya itu.


Ciuman Arnold perlahan bergeser ke leher Rara, ia mencari titik sensitif Rara, membuat wanita itu menggelinjang.


Rara : "Maass... Geli..."


Arnold menahan tubuh bagian bawah Rara, tangannya merasakan kelembaban dibawah sana. Pelan-pelan Arnold menggeser posisinya agar lebih nyaman dan mulai menyatukan tubuh mereka.


Tubuh Rara berguncang seiring gerakan Arnold. Rara menutup mulutnya agar tidak berteriak karena nikmat yang ia rasakan. Tubuhnya menegang sempurna untuk sesaat dan lemas seketika.


Arnold : "Sayang, sekarang aku ya..."


Rara paham banget maksud Arnold, ia membalik posisi mereka. Kali ini Rara yang pegang kendali sepenuhnya. Tangan Rara meraba otot dada Arnold yang seksi. Ia semakin bersemangat mengguncangkan tubuh Arnold.


Tapi bukan Arnold kalau harus kalah dari Rara, setelah membuat Rara kewalahan, Arnold dengan cepat meraih klimaks-nya. Tubuh Arnold melengkung merasakan kenikmatan menjalari setiap sendi dalam tubuhnya.

__ADS_1


Mereka tidak menyadari kalau Arnold belum memakai pengaman setelah pencapaian mereka. Arnold memeluk tubuh Rara dengan nafas ngos-ngosan. Keduanya mulai memejamkan mata dan mengistirahatkan tubuh mereka.


-----


Mia masih menunggu Rara sampai ia merasa bosan. Ia mulai merenggangkan tubuhnya sambil mengelus perutnya yang terasa kaku. Mia sudah cukup lama duduk di ruang keluarga sambil mengerjakan tugas Rara.


Suasana ruang keluarga yang nyaman dan tenang membuat Mia mengantuk. Ia merebahkan tubuhnya beralaskan karpet empuk dan bantal besar. Tak lama terdengar dengkuran halus Mia.


Nenek yang baru keluar dari kamarnya setelah tidur siang, melihat Mia tertidur pulas. Ia mengambil selimut tipis dan menyelimuti tubuh Mia.


Saat itu Alex masuk ke dalam rumah, ia baru pulang kerja.


Alex : "Bu, kenapa Mia tidur disini?"


Nenek : "Kayaknya ketiduran dech. Cepat bawa Mia ke kamar, ntar masuk angin disini."


Alex menggendong Mia masuk ke kamar mereka di sebelah. Ia membaringkan Mia pelan-pelan di atas ranjang. Saat ia ingin melepaskan tangan Mia dari lehernya,


Mia : "Mmm... Mas, uda pulang?"


Alex : "Iya, sayang. Tidur lagi ya."


Mia : "Temenin bobok..."


Alex : "Yakin?"


Mia membuka sebelah matanya melihat Alex yang sudah menarik dasinya hingga lepas dan membuka satu persatu kancing kemeja kerjanya.


Tangan Alex menyusup masuk ke dalam dress rumahan yang dipakai Mia saat itu. Tangannya langsung mendarat diatas dada Mia, memilinnya lembut sampai membuat Mia mengeluarkan suara yang menggoda iman Alex.


Alex melucuti pakaian mereka dengan cepat, dirinya sudah tidak sabar ingin menyalurkan hasratnya. Tubuh Mia terlihat semakin montok di beberapa bagian yang paling menarik.


Alex mulai mempermainkan tubuh Mia yang terbaring dibawahnya. Posisi mereka sudah pas untuk melakukan penyatuan, tapi Mia menggeser tubuhnya ke samping.


Mia : "Mas... pelan-pelan."


Mia mengubah posisi, hingga ia berada diatas. Alex mendesah saat tubuh mereka menyatu. Gerakan tubuh mereka membuat ranjang bergoyang pelan.


Alex mempercepat gerakannya setelah tubuh Mia menegang untuk kesekian kalinya. Ia memeluk tubuh Alex dengan erat dan keduanya ambruk bersamaan diatas ranjang.


Mia langsung tertidur pulas, tidak peduli dengan keadaan sekitarnya lagi. Alex menatap Mia, ia merapikan rambut dan menutup tubuh Mia dengan selimut.


Setelah mandi dan ganti baju, Alex keluar kamar menuju dapur. Nenek ada disana bersama mb Minah, sedang menyiapkan makan malam. Alex mengambil air minum dari dispenser dan menghabiskan 2 gelas air.


Nenek yang melihat itu menatapnya heran,


Nenek : "Tumben banyak minum, biasanya harus diingetin dulu baru mau minum."


Alex : "Wajarlah, bu. Habis olahraga kan haus."


Nenek : "Kalian sama saja."


Alex : "Maksud ibu?"


Rara baru keluar dari kamar, ia juga mengambil air minum dan menghabiskan porsi yang sama dengan Alex. Ia menatap nenek dan papanya yang sudah menatapnya dengan pandangan penuh arti.


Masalahnya, Rara tidak sadar kalau di lehernya ada bekas ciuman Arnold yang terlihat jelas karena pakaian yang dipakai Rara cukup rendah. Belum lagi keributan di dalam kamar yang tadi sempat di dengar nenek.

__ADS_1


Rara : "Kenapa?"


Nenek : "Kamu habis olahraga juga?"


Wajah Rara memerah digoda neneknya, ia meletakkan gelas di atas meja makan dan pandangannya tak sengaja menatap bayangannya di cermin.


Rara : "Aih...!"


Rara masuk kembali ke kamarnya untuk ganti baju. Bisa gawat kalau si kembar yang lihat, pertanyaannya gak akan putus sampai jawaban Rara bisa membuat mereka puas.


-----


Makan malam hampir siap, si kembar sudah duduk di meja makan. Rara dan Arnold juga sudah duduk bersama mereka. Tinggal menunggu Mia dan Alex yang masih ada di kamar mereka.


Mia susah sekali dibangunkan, Alex sudah memanggil namanya berulang kali. Ia juga mengelus pipi Mia, mencubit hidungnya, bahkan sampai menciumi bibirnya.


Alex melihat tubuh Mia yang hanya berbalut selimut, ia tersenyum lebar dan mulai menyusup masuk ke balik selimut. Mia langsung terbangun karena perbuatan Alex pada daerah sensitifnya.


Mia : "Maass...!! Ganggu aja, aku ngantuk..."


Alex : "Ayo, mandi, trus makan dulu. Ntar tidur lagi."


Mia : "Mandiin..."


Alex semangat sekali  mendengar permintaan Mia. Ia senang karena Mia jadi sangat manja padanya setelah hamil. Alex langsung menuntun Mia masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah memandikan Mia, Alex mengeringkan tubuh istrinya itu dengan handuk. Bahkan sampai memakaikan pakaian untuk Mia.


Alex berpikir anaknya nanti pasti akan sangat manja padanya. Ngidam Mia bukan lari ke makanan tapi dengan tingkah manja pada Alex. Tidak satu haripun Mia bisa lepas dari Alex.


------


 


 


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


 


 


Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.


 


 


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya...


 


 


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


 

__ADS_1


 


--------


__ADS_2