
Gak ada alasan
Gadis : “Kalau kalian mau, kita langsung ke rumahku
untuk mematangkan presentasi kita sekarang. Aku cukup sibuk dengan tugas
lainnya setelah ini.”
Rio dan Luki mengangguk. Mereka bertiga berjalan
menuju parkiran dengan Luki tetap sebagai penyambung lidah Rio dan Gadis. Tiba
di parkiran, Rio melihat mobil Gadis sudah tidak kempes lagi bannya. Gadis
masuk ke mobilnya, sementara Rio satu mobil dengan Luki.
Mereka sampai di rumah Gadis setelah 30 menit
berkendara. Gadis mengajak mereka masuk dan duduk di ruang belajarnya. Suasana
di ruangan itu sangat nyaman dengan pemandangan kolam renang dan semilir angin
yang masuk.
Rio memperhatikan deretan piala yang terpajang
disana.
Luki : “Wah, pialamu banyak sekali, Dis.”
Gadis : “Itu punya kakakku.”
Jelas Gadis berbohong karena Rio melihat nama Gadis
menempel di beberapa piala itu. Gadis terlihat enggan membahas mengenai
pialanya.
Gadis : “Kalian mau minum apa? Panas atau dingin?
Sirup dingin?”
Luki : “Ya, sirup dingin aja.”
Gadis bahkan tidak menunggu jawaban Rio, ia
memanggil pelayan di rumahnya. Seorang wanita paruh baya segera menghampirinya.
Gadis : “Bibik tolong buatin sirup dingin. Bibik
sudah makan?”
Bibik : “Sudah, non. Mau cemilan sekalian?”
Gadis : “Iya, boleh bik.”
Rio memperhatikan Gadis sangat ramah pada
pembantunya tapi saat mereka bertatapan lagi, Gadis justru buang muka padanya. Mereka
segera membahas konsep presentasi sambil menyusunnya. Karena kepintaran Rio dan
Gadis, dalam sekejap, konsep mereka selesai dan perkiraan budget juga sudah
selesai.
Gadis meminta pelayannya duduk bersama mereka dan
mulai bertanya berapa kira-kira harga bahan makanan untuk membuat beberapa
jenis makanan yang mereka lihat di tofood. Pelayan menjawab semua pertanyaan
Gadis, sementara Rio menambahkan beberapa point lagi pada presentasi mereka.
Luki sesekali membantu tapi lebih banyak
menghabiskan cemilan di rumah Gadis. Mereka terus sibuk mengerjakan tugas
sampai sore tiba. Gadis melambaikan tangan pada Luki dan Rio ketika mereka
berpamitan pulang.
Gadis bersandar di pintu depan rumahnya, ia melihat
langit berwarna oranye tanda matahari hampir tenggelam.
Gadis : “Kaori, maaf. Aku akan berusaha sangat
__ADS_1
keras untuk melupakan perasaanku. Tolong bantu aku menjauh dari Rio.”
Sementara itu dalam perjalanan kembali ke kampus,
Luki terus-terusan memanas-manasi Rio,
Luki : “Gadis baik banget ya. Ramah banget sama
pelayan rumahnya, kita juga dikasi makanan banyak.”
Rio : “Perasaan lo aja dech yang ngabisin
makanannya.”
Luki : “Ehe.. habisnya gue lapar. Gimana menurut lo?”
Rio : “Apanya?”
Luki : “Gadis.”
Rio : “Gue gak mau bahas.”
Luki geleng-geleng kepala, ia hanya ingin menghibur
Rio tapi malah hampir membuat mereka bertengkar.
*****
Beberapa hari kemudian, Gadis sedang sibuk membaca
sesuatu di laptopnya. Mereka baru selesai kuliah dan Gadis belum beranjak dari
kelasnya.
Luki : “Serius amat sich. Lagi baca apa?”
Gadis : “Eh, kamu. Ini, aku lagi baca peraturan
perusahaan tempat aku magang nanti.
Luki : “Kamu magang dimana emangnya?”
Gadis memperlihatkan logo dan nama perusahaan Alex.
Luki nyeletuk kalau Rio juga magang disana.
Luki : “Iya. Barusan dia ngasi liat ginian juga. Masa
kamu gak liat tadi?”
Gadis : “Aku harus pindah tempat magang.”
Gadis mengemasi barang-barangnya, ia harus ke tata
usaha untuk meminta surat pembatalan magang di tempat Alex dan bersiap mencari
tempat magang lain.
Luki : “Kenapa?”
Gadis : “Aku gak mau magang di tempat yang sama,
sama Rio.”
Rio : “Kenapa?”
Gadis menghentikan gerakannya mendengar suara Rio,
ia melirik sebal pada Luki yang cengar-cengir karena Luki sengaja melakukan
itu.
Gadis : “Gak ada alasannya.”
Rio : “Kalau gitu magang saja disana. Kenapa harus
pindah kalau gak ada alasannya?”
Gadis lanjut mengemasi barang-barangnya. Ia
berjalan melewati Rio tapi tangan Rio menahan lengannya. Gadis menepis tangan
Rio, ia menatap tajam mata Rio. Rio melihat ada genangan air mata yang hampir
jatuh di mata Gadis dan memilih membiarkannya pergi.
Luki : “Dia suka banget sama lo ya.”
__ADS_1
Rio : “Ngaco.”
Luki : “Gue dah lakuin apa yang lo minta, mana
traktirannya?”
Rio : “Dia gak jawab alasannya, traktiran gak
berlaku.”
Luki : “Kalau gue bisa tau alasannya, lo traktir
gue seminggu penuh ya.”
Rio : “Boleh. Coba aja sana.”
Luki berteriak girang. Ia mulai menguntit Gadis,
selalu muncul di dekat gadis itu untuk menguping apa yang sedang dikatakannya. Luki
bahkan menguntit Gadis sepulang dari kampus. Ia heran ketika melihat Gadis
memberhentikan mobilnya di depan kuburan. Luki tahu kuburan Kaori ada disana.
Luki mengendap-endap mengikuti Gadis dan
bersembunyi di dekat pohon yang ada disana. Luki menghidupkan kameranya, ia
mulai merekam Gadis yang berhenti di depan kuburan Kaori. Ia menyingkirkan
rumput kecil yang mulai tumbuh disana. Setelah menyiram kuburan Kaori, Gadis
meletakkan setangkai mawar putih diatas kuburan Kaori.
Gadis : “Hai, Kaori. Aku datang lagi. Jangan bosen
denger curhatku ya. Kali ini aku mengacau lagi. Aku beneran gak tahu kalau
tempat magangku sama dengan Rio. Harusnya aku cari tempat magang yang lebih
dekat rumahku, bukan lebih deket kampus.”
Gadis mengusap-usap nisan Kaori. Ia membersihkan
nisan itu sampai bersih kembali.
Gadis : “Yang paling menyebalkan, aku gak bisa
membatalkannya atau aku harus mengulang semester depan. Beneran bikin frustasi.
Sekarang aku cuma bisa berharap kami ditaruh di department yang berbeda. Maaf,
Kaori. Aku sudah berjanji akan melupakan cintaku pada Rio. Tapi kamu tenang
saja, tinggal beberapa bulan lagi dan aku akan lulus. Jadi kami tidak perlu
ketemu lagi.”
Gadis menghapus sudut matanya. Ia tersenyum manis
menatap nisan Kaori.
Gadis : “Doakan aku bisa lulus secepatnya ya. Aku
gak mau menderita karena ketemu Rio terus. Kamu mau kan bantu aku, aku sudah
capek memendam rasa cinta kayak gini terus-terusan.”
Gadis beneran sudah menangis sekarang. Ia terus
mengusap air matanya agar tidak jatuh ke kuburan Kaori.
Gadis : “Aku pergi dulu ya. Padahal aku dah bilang
gak mau nangis lagi buat Rio. Ngeselin banget. Sampai ketemu lagi, Kaori.”
Gadis meninggalkan area kuburan dan Luki tersenyum
puas dengan hasil pengintaiannya. Ia mengirim chat pada Rio untuk bisa ketemu
secepatnya.
*****
Klik profil author ya, ada novel karya author yang
lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk).
__ADS_1