
Paket
Manta dan Linda di bawa ke kantor polisi. Alex
tidak mau mengotori tangannya dengan menghukum mereka sendiri. Toh, Rio sudah
menghajar Manta sampai babak belur. Setidaknya pengacara Alex dan pengacara
Jodi sudah bekerja keras.
“Arnold, kau mau pulang sekarang? Atau ke rumah
sakit?”tanya Jodi.
“Aku akan ke rumah sakit melihat mama dan Gadis.
Kamu pulang aja. Katty sama Keira pasti udah nungguin.”
“Ayo, aku antar.”
Mereka berdua tiba di rumah sakit saat Alex dan Mia
baru keluar dari kamar mandi. Alex meletakkan Mia di atas bed yang sudah
ditutup tirai dan membantunya memakai pakaian ganti.
“Pah, habis ngapain sich? Basah-basahan gitu.”tanya
Arnold tanpa dosa.
“Ssstt... Mamamu mau tidur. Papa kelonan dulu.
Jangan berisik.”
Jodi dan Arnold saling pandang melihat dua bed yang
sama-sama di tutup tirai.
“Coba di sofa ini ada tirainya ya.”kata Jodi sambil
nyengir kearah Arnold.
“Emangnya kamu mau ngapain?”tanya Arnold yang mulai
geli sendiri.
“Pijitin sini. Aku kan capek, papih.”
“Okey, tuan muda. Karena kamu sudah bekerja keras,
__ADS_1
aku akan pijitin.”
Arnold menggunakan seluruh tenaganya untuk memijat
bahu Jodi sampai Jodi jerit-jerit kesakitan. Tentu saja itu jadi mengganggu
penghuni kamar yang sebenarnya. Rio dan Alex menyibak masing-masing tirai
mendekati mereka. Keduanya kompak menutup mulut Jodi agar tidak membangunkan
Mia dan Gadis.
“Kalian berisik banget sich, kak.”kata Rio sambil
duduk di samping Arnold.
Mereka duduk bersama untuk membahas masalah Manta
dan Linda.
*****
Beberapa hari kemudian,
Gadis dan Mia sudah keluar dari rumah sakit. Aira
sekaligus pesta ulang tahun Gadis yang ke 22 tahun.
Sejak pagi, Rio tidak mau melepaskan Gadis sebentar
saja. Ia menempel terus dan sangat manja pada wanita itu. Kalau Gadis sedang
duduk Rio akan duduk disampingnya, memeluk pinggangnya sambil terus menatap
wajah Gadis. Kalau Gadis sedang berdiri, Rio memeluknya dari belakang dan
meniup-niup leher Gadis hingga wajahnya merona merah.
“Rio, duduk sana. Aku masih bantu mb Minah.”Gadis
mulai risih karena Rio mengumbar kemesraan di depan semua orang.
“Aku kan kangen.”rengek Rio manja.
”Astaga, kami hampir 24 jam bersama setiap hari
dan dia bilang kangen. Kalau terus gini, dadaku bisa meledak.”
Aira yang memperhatikan mereka berdua, jadi ikutan
__ADS_1
malu.
“Anak muda jaman sekarang lain ya sama kita dulu.”kata
Aira pada Mia dan Alex.
Mia melirik Alex, kasi tau gak ya kalau Alex juga
sebelas duabelas sama Rio dulu. “Iya, mbak. Silakan diminum dulu teh-nya.”
“Saya rasa sebaiknya langsung ke inti pernikahan
saja. Tidak perlu acara tunangan lagi. Waktunya juga semakin mepet.”
Mereka masih sibuk bicara mengenai resepsi dan
banyaknya tamu undangan yang akan mereka undang, ketika seseorang datang membawa
paket. Rio menoleh ketika Mia memanggilnya untuk menerima paket itu.
“Siapa yang ngirim?”tanya Mia kepo.
“Kak Katty. Buat Gadis juga kok.”
Rio membawa paket itu ke ruang keluarga, Gadis yang
kepo juga ikut duduk di sebelah Rio. Tapi bukannya membuka paket itu, Rio malah
duduk di belakang Gadis dan memeluknya dari belakang.
“Rio, buka dulu paketnya.”
“Buka sendiri sana. Aku capek.”Rio menguwel-uwel
punggung Gadis.
Gadis membuka paket itu dan mengeluarkan isinya. Ada
beberapa contoh undangan, katalog bahan kebaya dan modelnya, dan botol obat.
“Rio, coba telpon kak Katty. Paketnya uda nyampe. Ini
obat apa yang dikirim?”
*****
Klik profil author ya, ada novel karya author yang
lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.
__ADS_1