Duren Manis

Duren Manis
Paket


__ADS_3

Paket


Manta dan Linda di bawa ke kantor polisi. Alex


tidak mau mengotori tangannya dengan menghukum mereka sendiri. Toh, Rio sudah


menghajar Manta sampai babak belur. Setidaknya pengacara Alex dan pengacara


Jodi sudah bekerja keras.


“Arnold, kau mau pulang sekarang? Atau ke rumah


sakit?”tanya Jodi.


“Aku akan ke rumah sakit melihat mama dan Gadis.


Kamu pulang aja. Katty sama Keira pasti udah nungguin.”


“Ayo, aku antar.”


Mereka berdua tiba di rumah sakit saat Alex dan Mia


baru keluar dari kamar mandi. Alex meletakkan Mia di atas bed yang sudah


ditutup tirai dan membantunya memakai pakaian ganti.


“Pah, habis ngapain sich? Basah-basahan gitu.”tanya


Arnold tanpa dosa.


“Ssstt... Mamamu mau tidur. Papa kelonan dulu.


Jangan berisik.”


Jodi dan Arnold saling pandang melihat dua bed yang


sama-sama di tutup tirai.


“Coba di sofa ini ada tirainya ya.”kata Jodi sambil


nyengir kearah Arnold.


“Emangnya kamu mau ngapain?”tanya Arnold yang mulai


geli sendiri.


“Pijitin sini. Aku kan capek, papih.”


“Okey, tuan muda. Karena kamu sudah bekerja keras,

__ADS_1


aku akan pijitin.”


Arnold menggunakan seluruh tenaganya untuk memijat


bahu Jodi sampai Jodi jerit-jerit kesakitan. Tentu saja itu jadi mengganggu


penghuni kamar yang sebenarnya. Rio dan Alex menyibak masing-masing tirai


mendekati mereka. Keduanya kompak menutup mulut Jodi agar tidak membangunkan


Mia dan Gadis.


“Kalian berisik banget sich, kak.”kata Rio sambil


duduk di samping Arnold.


Mereka duduk bersama untuk membahas masalah Manta


dan Linda.


*****


Beberapa hari kemudian,


Gadis dan Mia sudah keluar dari rumah sakit. Aira


sekaligus pesta ulang tahun Gadis yang ke 22 tahun.


Sejak pagi, Rio tidak mau melepaskan Gadis sebentar


saja. Ia menempel terus dan sangat manja pada wanita itu. Kalau Gadis sedang


duduk Rio akan duduk disampingnya, memeluk pinggangnya sambil terus menatap


wajah Gadis. Kalau Gadis sedang berdiri, Rio memeluknya dari belakang dan


meniup-niup leher Gadis hingga wajahnya merona merah.


“Rio, duduk sana. Aku masih bantu mb Minah.”Gadis


mulai risih karena Rio mengumbar kemesraan di depan semua orang.


“Aku kan kangen.”rengek Rio manja.


”Astaga, kami hampir 24 jam bersama setiap hari


dan dia bilang kangen. Kalau terus gini, dadaku bisa meledak.”


Aira yang memperhatikan mereka berdua, jadi ikutan

__ADS_1


malu.


“Anak muda jaman sekarang lain ya sama kita dulu.”kata


Aira pada Mia dan Alex.


Mia melirik Alex, kasi tau gak ya kalau Alex juga


sebelas duabelas sama Rio dulu. “Iya, mbak. Silakan diminum dulu teh-nya.”


“Saya rasa sebaiknya langsung ke inti pernikahan


saja. Tidak perlu acara tunangan lagi. Waktunya juga semakin mepet.”


Mereka masih sibuk bicara mengenai resepsi dan


banyaknya tamu undangan yang akan mereka undang, ketika seseorang datang membawa


paket. Rio menoleh ketika Mia memanggilnya untuk menerima paket itu.


“Siapa yang ngirim?”tanya Mia kepo.


“Kak Katty. Buat Gadis juga kok.”


Rio membawa paket itu ke ruang keluarga, Gadis yang


kepo juga ikut duduk di sebelah Rio. Tapi bukannya membuka paket itu, Rio malah


duduk di belakang Gadis dan memeluknya dari belakang.


“Rio, buka dulu paketnya.”


“Buka sendiri sana. Aku capek.”Rio menguwel-uwel


punggung Gadis.


Gadis membuka paket itu dan mengeluarkan isinya. Ada


beberapa contoh undangan, katalog bahan kebaya dan modelnya, dan botol obat.


“Rio, coba telpon kak Katty. Paketnya uda nyampe. Ini


obat apa yang dikirim?”


*****


Klik profil author ya, ada novel karya author yang


lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.

__ADS_1


__ADS_2