Duren Manis

Duren Manis
Membaik


__ADS_3

Rara menatap Arnold yang baru keluar dari kamar mandi. Arnold yang menyadari tatapan Rara, balik menatapnya.


Arnold : "Kenapa, Ra?"


Rara : "Kakak..."


Arnold : "Kamu istirahat dulu ya. Nanti malam kamu mau makan apa?"


Arnold mendekati paper bag dan mengambil boxer dari dalam sana. Tiba-tiba Arnold merasakan tubuhnya dipeluk dari belakang.


Arnold : "Ra... Rara!!"


Ia terperanjat saat Rara menarik handuk yang melingkar di pinggangnya. Entah apa yang merasuki Rara, saat ia menarik tubuh Arnold dan mendorongnya jatuh ke atas ranjang.


Arnold : "Ra, kamu kenapa?"


Rara : "Arnold... aku mau kamu..."


Arnold menghindar saat Rara hampir menerjangnya, ia menarik selimut dan menggulung tubuh Rara seperti telur dadar gulung.


Arnold : "Kamu kenapa sich?"


Arnold menyentuh kening Rara dan merasakan badannya panas, sepertinya Rara berhalusinasi. Arnold menahan tubuh Rara yang terus bergerak, sambil mengingat dimana ia meletakkan ponselnya.


Saat dilihatnya ponselnya tergeletak di atas meja makan, Arnold berjalan cepat dan mengambilnya. Ia menelpon dr. Kevin, apa mungkin ia salah memberi obat pada Rara.


Arnold : "Halo, dok? Dokter sibuk?"


dr.Kevin : "Halo Arnold, ada apa?"


Arnold : "Dok, obat apa yang tadi dokter resepkan? Setelah minum obat, Rara jadi aneh. Ia seperti sedang terangsang dan badannya panas."


dr.Kevin : "Tunggu... Astaga, saya lupa bilang kalau badan Rara panas, ia jangan minum obat dulu. Efeknya jadi halusinasi dan bergairah."


Arnold : "Trus saya harus gimana, dok..." Arnold terdiam ketika Rara berjalan mendekatinya, ia menghindar ke dekat sofa dan menarik handuk yang tergeletak di lantai.


dr.Kevin : "Panas badannya harus diturunkan dulu dan banyak minum air putih. Efek obatnya bertahan sekitar 2 jam."


Arnold : "2 jam??!! Tapi, dok..." Rara masih mengejar Arnold.


dr.Kevin : "Tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang, cepat kompres dia." Sambungan telpon dimatikan.


Arnold menatap Rara yang wajahnya sudah merah padam dan jalannya sempoyongan, masih mengejarnya ke sekeliling apartment. Arnold melihat keringat membasahi kening dan tubuh Rara, mungkin ia akan cepat sembuh kalau terus berolahraga seperti ini.


Tapi Rara yang mulai kelelahan, jatuh diatas ranjang dengan nafas ngos-ngosan. Arnold mendekatinya dan menahan kedua tangan Rara agar tidak menyentuh Arnold.


Arnold : "Kamu harus tidur sekarang."


Rara : "Arnold sayang, aku mau kamu..."


Naluri lelaki dalam tubuh Arnold sedang berkelahi dengan logikanya. Disatu sisi ia tidak ingin memanfaatkan kesempatan, disisi lain Arnold juga menginginkan Rara.


Rara terus menggerakkan tubuhnya menggesek tubuh Arnold yang setengah mati menahan dirinya. Sampai akhirnya Arnold tidak bisa melawan lagi...


-------

__ADS_1


Kembali ke kota Y, Alex sibuk mengurus proses hukum yang melibatkan Jodi. Karena dugaan pemakaian obat terlarang, papa Jodi mengajukan rehabilitasi untuk anaknya hingga terbebas dari hukuman penjara. Tapi bukti yang dimiliki Alex sangat kuat, hingga hal itu tidak bisa dikabulkan.


Belum lagi setelah kejadian itu, ada beberapa orang tua mahasiswa datang juga ke kantor polisi untuk melaporkan kasus yang kurang lebih sama dengan yang dialami Rara. Jodi sudah tidak bisa berkutik lagi.


Alex merenggangkan tubuhnya yang pegal, sudah hampir menikah tapi rasanya capek sekali. Alex melihat kalender di atas meja kerjanya, tinggal 3 hari lagi dan Mia akan jadi istri sahnya.


Dan mulai besok, mereka tidak boleh bertemu sampai hari pernikahan. Alex tambah stress memikirkan ia tidak bisa memeluk Mia.


Tiba-tiba Alex memikirkan sesuatu yang menarik, ia browsing di internet dan menemukan apa yang ia cari. Tak lama, Alex tersenyum puas karena reservasinya untuk spa pasangan sudah dikonfirmasi 1 jam lagi. Ia segera menghubungi Mia,


Alex : "Sayang, kita spa yuk. Nanti aku jemput."


Mia : "Spa dimana, mas?"


Alex : "Deket kok. Biar kita bisa rileks, besok kan uda gak boleh ketemu."


Mia : "Iya, mas. Trus Rara sama Arnold gimana? Mereka kan masih di kota J."


Alex : "Mereka baru kembali lusa, itupun kalau Rara sudah cukup tenang. Kata dokternya, terapi pertama berjalan lancar. Tinggal tunggu besok."


Mia : "Syukurlah, mas. Aku siap-siap sekarang ya. Mas mau jemput sekarang?"


Alex : "Iya, aku jalan sekarang."


Alex menutup telponnya, mengambil kunci mobil dan tas kerjanya. Sampai di lift, Alex merasa meninggalkan sesuatu dan ia keluar lagi dari lift menuju ruang kerjanya.


Deg! Langkah Alex terhenti ketika melihat pintu ruang kerjanya sedikit terbuka. Alih-alih memergoki siapa yang masuk ke dalam, Alex membuka aplikasi CCTV dari ponselnya. Ia melihat seorang OB sedang mencari sesuatu diatas meja kerjanya.


Setelah mendapatkan apa yang ia cari, OB itu berjalan keluar dari ruang kerja Alex dan menutupnya kembali. Sekretaris Alex yang baru kembali dari toilet, menabrak OB itu yang langsung panik.


OB yang panik itu menjatuhkan dokumen di tangannya dan berlari ke arah Alex. Dengan mudah Alex menjegalnya sampai jatuh tersungkur. Alex memiting OB itu hingga merayap di lantai.


Alex : "Siapa yang menyuruhmu?!"


OB : "..."


Alex : "Cepat katakan!"


Sekretaris Alex : "Pak, dia mengambil kontrak perusahaan kita dengan Mahkota grup."


Alex : "Mahkota grup? Siapa yang menyuruhmu?"


OB : "Pak Anton, pak. Ampun pak."


Alex : "Panggil polisi, laporkan kasus pencurian. Mahkota grup itu bukannya punya papanya Jodi?"


Sekretaris Alex : "Apa yang mereka inginkan, pak?"


Alex : "Kalau kontrak ini hilang, mereka bisa membatalkan kontrak tanpa perlu membayar pinalty. Astaga, bapak sama anak sama-sama bejat."


Polisi segera datang menangkap OB itu dan mengambil barang bukti kontrak dan rekaman CCTV.


--------


Alex mengirim pesan pada Ronald sambil menunggu Mia di depan rumahnya. Ia menanyakan apa Mahkota grup juga kerja sama dengan Ronald.

__ADS_1


Alex mengirimkan kronologis singkat tentang pencurian kontrak di kantornya dan meminta Ronald berhati-hati. Kasus Jodi membuat Alex menyewa detektif untuk menjaga keluarganya kalau-kalau Anton berbuat sesuatu yang bisa mencelakai mereka.


Mia : "Mas..." Alex terlalu fokus mengetik chat sampai tidak menyadari kalau Mia sudah masuk ke mobilnya.


Alex : "Eh, iya sayang. Sebentar ya, aku masih chat sama Ronald."


Mia : "Ada masalah, mas?"


Alex : "Cuma masalah Jodi, ntar aku cerita. Kita berangkat sekarang?"


Mia mengangguk, Alex segera menjalankan mobilnya menuju tempat spa yang sudah ia pesan. Waktunya cukup mepet sehingga Alex sedikit ngebut.


Beruntung mereka tiba tepat waktu reservasi, Alex menggandeng Mia masuk ke dalam. Mereka segera diantara ke ruangan untuk spa pasangan dan mulai ritual spa.


Setelah melewati satu persatu ritual yang menenangkan dan merilekskan, mereka ditinggal berduaan saja di dalam jacuzzi. Gelembung air hangat menerpa tubuh Mia, membuatnya memejamkan mata.


Tapi lain dengan Alex yang merasakan ketegangan luar biasa pada tubuhnya. Ia menatap tubuh Mia yang terlihat jelas di depannya.


Alex : "Sayang..."


Mia membuka matanya dan melihat Alex sudah mendekatinya,


Mia : "Mas mau ngapain?"


Alex : "Besok kita gak ketemu, lusa juga, 3 hari lagi baru ketemu. Sekali aja yaa..."


Mia tersenyum geli melihat wajah Alex memelas seperti puppy, ia membiarkan saja Alex melakukan apapun yang ia inginkan saat itu.


Alex memeluk tubuh Mia dari belakang, mencium tengkuk dan pundaknya dengan tangan menyusuri lengan Mia yang halus.


Alex : "Sayang, kamu harum banget."


Mia : "Hmm..."


Alex : "Boleh ya..."


Mia : "Nanti ada yang masuk..."


Alex : "Gak ada yang masuk... pintunya uda kukunci."


Mia menggelinjang perlahan tangan Alex mulai menyusuri bagian lain ditubuhnya. Mia memejamkan matanya, sambil membekap mulutnya agar tidak bersuara.


Gerakan air di jacuzzi menyamarkan gerakan mereka di dalam air. Alex melakukannya dengan cepat sebelum staf spa mengetuk pintu karena sesi mereka telah berakhir.


Mia menggosok tubuhnya membersihkan hasil perbuatan Alex sebelum keluar dari jacuzzi. Alex tersenyum manis setelah hasratnya terpenuhi.


Mereka membilas tubuh di dalam shower dan kembali memakai pakaian masing-masing.


-------


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.

__ADS_1


--------


__ADS_2