Duren Manis

Duren Manis
Nasihat Mia


__ADS_3

Riri duduk diantara


Alex dan Mia. Sesekali ia bersandar pada mamanya karena merasa lelah. Setelah


dansa selesai tadi, Riri baru merasa sangat lelah dan ketika ia melihat Mia,


tubuhnya bergerak mendekati mamanya itu dan memeluk Mia sangat erat.


Mia : “Kamu capek,


sayang?”


Riri : “Iya, mah.”


Mia : “Kan ada


suamimu.”


Riri : “Maunya sama


mama.”


Alex mengelus


kepala Riri, dan mengajak anak dan istrinya itu untuk duduk dulu. Mia


menanyakan apa Riri mau makan dan kepala Riri mengangguk. Lili dengan sigap membungkuk


dan mengambilkan makanan untuk Riri. Pak Kim sudah menunjuk tempat makan VVIP


dan membantu Lili.


Riri makan sambil


disuapi oleh Mia. Bergantian dengan Alex yang memberinya minum.


Mia : “Habis ini


gak bisa nyuapin Riri lagi ya. Kan Riri uda ada mas Elo.”


Riri : “Iya, mah.


Tadi makan juga disuapin mas Elo.”


Mia : “Manja banget


sich.”


Alex : “Kamu jaga


diri baik-baik ya. Jangan lupa makan, kalau baca buku jangan lupa sama


suamimu.”


Riri : “Iya, pah.


Takutnya mas Elo yang lupa sama Riri.”


Elo : “Gak akan.


Boleh jewer telinga nich kalo lupa sama kamu, sayang.”


Mia dan Alex


tersenyum mendengar kata-kata Elo. Keduanya berdoa agar Riri selalu bahagia


dimanapun nanti dia berada bersama Elo.


Setelah makanan di


piring habis, beberapa tamu undangan juga mulai berpamitan pada pemilik rumah


sebelumnya. Ada beberapa nyonya yang mendekati Riri dan memuji-muji kecantikan


Riri dengan suara keras. Jelas mau menjilat Riri tuch, semua orang di kota ini


sudah tahu kalau sekarang Riri pemilik rumah besar pak Michael.


Tinggal menunggu


waktu sampai warisan kakek jatuh semuanya ke tangan Elo dan Riri. Mereka harus


menjilat Riri agar bisa berteman dengan Riri. Bahkan sampai ada nyonya yang


sengaja menarik anaknya untuk berkenalan dengan Riri.


Elo menatap tajam


nyonya yang ingin mengenalkan anak laki-lakinya pada Riri. Nyonya itu ngibrit


melarikan diri sebelum Elo sempat berkata apa-apa. Lili dengan sigap memasang


badan untuk menghalangi laki-laki lain menyentuh Riri.


Riri : “Lili, kamu


sudah makan?” bisik Riri saat Lili membantunya duduk kembali.


Lili : “Sudah,


nona.”


Riri : “Jangan


bohong, sejak tadi kau terus mengikuti aku. Makan dulu sana.”


Lili : “Setelah


nona masuk ke kamar pengantin, saya akan makan.”

__ADS_1


Wajah Riri merona


mendengar kata-kata Lili, tangan Riri refleks menepuk lengan Lili. Elo menatap


keheranan pada Lili yang memasang wajah datar sedangkan Riri yang terlihat


malu-malu. Apa yang mereka bicarakan barusan?


Mia, Alex, Rio dan


Kaori juga berpamitan untuk segera pulang ke rumah. Malam semakin larut dan si


kembar sepertinya sudah menunggu untuk disusui Mia. Mia mencium kening Riri dan


berbisik padanya,


Mia : “Jangan


terlalu tegang saat melayani suamimu nanti. Nikmati saja.”


Riri : “Riri takut,


mah.”


Mia : “Bilang sama


dia, ‘pelan-pelan, mas’ gitu.” Kata Mia dengan wajah imut.


Riri : “Gitu ya


mah, ntar Riri bilang gitu dech.” Riri tersenyum melihat tingkah mamanya.


Mia : “Kamu manis


banget sich.”


Riri : “Mama juga.”


Keduanya berpelukan


erat sebelum akhirnya melepaskan diri. Alex juga memeluk Riri dengan erat.


Alex : “Baik-baik


di rumah suamimu ya, sayang. Kalau ada apa-apa, telpon papa ya.”


Riri : “Iya, pah.”


Riri berhadapan


dengan Kaori yang mengucapkan selamat sambil memeluknya.


Kaori : “Pake


kadoku ya. Tadi aku titip sama Lili.”


Riri : “Kamu ngasi


Kaori : “Ada aja.


Besok aku telpon dan kamu harus cerita detail apa yang terjadi. Okey.”


Riri : “Iya, kepo.”


Saat Riri menatap


Rio, kembarannya itu tampak acuh padanya. Rio berjalan sedikit menjauh dari


keluarganya dan pura-pura sibuk dengan ponselnya.


Riri : “Rio...”


Rio pura-pura


budeg. Riri berjalan mendekatinya dan sibuk memutari Rio yang terus saja


berputar. Rio dengan cepat menahan tubuh Riri yang hampir jatuh karena


tersandung gaunnya sendiri.


Rio : “Kau ini!


Masih saja ceroboh. Aku tidak bisa terus menjagamu!”


Riri : “Makasih, Rio.”


Rio : “Berdiri yang


benar. Suamimu sudah nunggu tuch.”


Riri : “Apa kamu


gak mau meluk aku?”


Rio : “Nggak.”


Riri : “Yakin?”


Riri sudah hampir


melepaskan pegangannya dari Rio saat kembarannya itu memeluk Riri dengan erat.


Tangis kedua saudara kembar itu membuat setiap orang yang melihatnya jadi


terharu.


Elo merangkul bahu


Riri yang melambaikan tangan pada keluarganya. Riri masih terisak setelah Rio

__ADS_1


melepaskan pelukannya dengan berat hati.


Elo : “Ayo kita


masuk.”


Riri hanya


mengangguk, mereka melewati beberapa pelayan yang masih sibuk membereskan


rumah. Pelayan-pelayan itu membungkuk pada Riri dan Elo ketika mereka lewat.


Riri : “Apa kalian


sudah makan?”


Pelayan : “Sudah, nyonya


muda.”


Riri : “Jangan lupa


istirahat ya. Saya ke atas dulu.”


Pelayan : “Baik,


nyonya muda. Silakan beristirahat.”


Lili yang melihat


Riri berjalan menaiki tangga bersama Elo, ingin mengikutinya juga. Tapi Riri


berhenti ditengah-tengah dan berbalik menghadap Lili.


Riri : “Lili,


pergilah ke kamarmu.”


Lili : “Apa nona


butuh sesuatu? Saya bisa ambilkan dulu.”


Riri : “Berhentilah


mengikutiku, ini sudah malam. Kembali ke kamarmu.”


Lili : “Saya harus


memastikan nona masuk ke dalam kamar. Silakan.”


Riri : “Lili, kau


sangat menyebalkan.”


Mereka sampai di


lantai 2 dan Dio sudah berdiri di depan kamar pengantin. Giliran Elo yang merasa


kesal.


Elo : “Apa kau


serius?”


Dion : “Apa? Aku


tidak melakukan apa-apa.”


Elo : “Pergi dari


sini! Kalian tidak boleh mengganggu pengantin baru.”


Dion : “Aku hanya


memastikan kalian berdua aman.”


Elo : “Dirumahku


sendiri? Dan ini di depan kamarku.”


Dion : “Aku hanya


melakukan tugasku, tuan muda.”


Lili : “Nona,


sebelum masuk apa nona memerlukan sesuatu?”


Riri : “Sudah


kubilang kembali ke kamarmu.”


Elo : “Cepat


minggir, Dion!”


Dion : “Tidak


sabaran sekali.”


Elo : “Minggir atau...


🌻🌻🌻🌻🌻


Atau author minta


vote lagi sama mas Elo dan Riri...


Klik profil author ya, ada novel karya author yang

__ADS_1


lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk).


__ADS_2