LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
104. Pertarungan tapak Geni 2


__ADS_3

"Paman Antaka hadapi pendekar tapak Geni tapi jangan di bunuh paman, biar aku yang menghadapi Ki tapak sakti ini". pangeran membagi tugas.


Antaka pendekar syair kematian, setelah mempelajari jurus syair kehidupan dari Nyai Kunti Devanti. pasangan jurus syair kematian.


peningkatannya maju pesat, tenaga dalamnya pun meningkat kini dia telah mencapai sepuluh ribu lebih.


ini suatu peningkatan sangat cepat, hanya beberapa bulan Antaka pendekar syair kematian, meningkat dengan drastis.


Pelayan kedai Paau yang bernama Warti bergegas ke istal, setelah mendengar bahwa ke empat pendekar itu salah satunya, adalah Satria Nusa kencana.


Dia adalah kaki tangan Ki tapak sakti yang di tempatkan di kedai Paau.


kuda di pacu dengan cepat ke arah pedukuhan Santui, dia terus memacu kudanya tidak berhenti, hingga terlihat empat penunggang kuda berpakaian serba hitam.


Warti pelayanan kedai berteriak keras, "tuan Kama Depa tunggu".


Ki Kama Deva menarik tali kekang kudanya, mereka berempat berhenti mendadak.


Warti berhenti, dan mengatur nafas yang ngos-ngosan.


"Ada apa Warti kau menghentikan ku, apa ada sesuatu dari Ki tapak sakti". Kama Deva bertanya penuh selidik.


Setelah tenang Warti menjawab, "Tuan Kama Deva orang yang anda cari adalah orang yang yang.... Warti sulit menjelaskannya.


"Tenang dulu coba bicara perlahan". Kayan anak buah Kama Depa memberikan saran.


"Jadi sebenarnya kuda yang anda beli itu adalah milik pendekar muda Satria Nusa kencana" Warti melanjutkan bicaranya.


Ki Kama deva semakin bingung tidak mengerti apa yang di sampaikan Warti, "coba kau perjelas lagi Warti".


"Tuan orang yang menjual kuda pada tuan, dia itu pendekar Satria Nusa kencana, atau pendekar legenda Rajawali api" Warti memperjelas.


"Dari tadi bilang begitu kita jadi tak bingung". anak buah ki Kama Depa yang bernama Sarkowi menimpali.


Ki Kama Deva mempunyai tiga pengikut 1.Kayan 2.Sarkowi 3.Saprol.


"Kita harus segera kembali, aku takut pendekar muda itu, terbunuh bertarung dengan Ki Tapak Geni, andai dia terbunuh, rencana junjungan agung bisa berantakan, pendekar muda itu mau di manfaatkan, untuk mendapatkan pedang Naga bergola, Warti terima kasih informasinya".


Ki Kama Deva setelah bicara memutar kudanya tanpa menoleh kebelakang lagi.


Kayan dan dua lainnya mengikutinya.

__ADS_1


Warti hanya menghela napas panjang, lega hatinya, dia merasa sebagai mata-mata tidak makan gaji buta.


Ki tapak sakti menyerang pangeran Shun land dengan kekuatan penuh tangannya merah membara.


Di imbangi oleh jurus tapak harimau kumbang, dua kekuatan tenaga dalam sering bentrok menimbulkan debu-debu berterbangan.


sementara itu pendekar tapak Geni, telah di kalahkan oleh Antaka pendekar syair kematian, dengan mudah perbedaan kekuatan sangat jauh.


pendekar tapak Geni hanya mencapai delapan ribu lingkaran tenaga dalam, sedang Antaka pendekar syair kematian telah mencapai sepuluh ribu lebih.


Seluruh bawahan Ki tapak sakti, telah meletakkan senjata tanda menyerah, mereka semua di ikat menjadi satu.


Tersisa satu pertarungan antara pangeran Shun Land melawan Ki tapak sakti.


Pangeran Shun Land sengaja tidak menggunakan kekuatan api abadi, Dia ingin mengukur kekuatannya, dengan menggunakan jurus tapak harimau kumbang dan ilmu saipi angin.


mereka saling menyerang dan menghindar, sesekali bentrok kedua telapak tangan mengeluarkan asap tipis efek kedua tenaga dalam yang berbenturan.


Setiap berbenturan langsung pangeran Shun Land terpundur beberapa langkah, ini membuat Ki tapak sakti merasa di atas angin, merasa kekuatan lawan ada di bawahnya.


"Andai aku terus begini, aku bisa kehabisan tenaga dalam, aku harus segera mengakhiri Pertarungan ini". pangeran Shun Land membatin


perlahan suhu di sekitar itu naik, tubuh pangeran Shun Land di penuhi kilatan-kilatan api merah kekuningan.


Kepulan asap putih keluar dari kedua telapak tangannya, kekuatan tenaga dalam di kerahkan sepenuhnya, sebagai pendekar yang sudah malang melintang di dunia persilatan, instingnya sangat tajam, bahwa dia sedang dalam keadaan bahaya.


Kaki kirinya mundur setengah langkah tubuhnya di condongkan ke depan, kedua tangannya berada di depan samping dadanya dengan telapak yang terbuka.


Dengan sekali hentakan kaki kirinya, Ki tapak sakti melesat kedua tangannya di sodorkan ke depan, kedua tepak tangan itu merah membara di selimuti angin berputar kencang, berwarna keputihan seperti kabut.


Serangan jurus tapak sakti tingkat ke lima meluncur cepat bagai kilat ke arah pangeran Shun Land.


Putri Dian Prameswari dwibuana menahan nafas, ada kekhawatiran di hatinya, tidak seperti Antaka terlihat tenang dia telah mengetahui kekuatan tuannya yang sulit untuk di ukur.


Pangeran Shun Land, melihat serangan ini dia tidak gentar dan gugup, dengan percaya diri menyongsong dengan jurus tapak harimau penghancur Angkara, di gabungkan dengan jurus saipi angin.


Saking cepatnya seolah-olah berpindah tempat ke arah Ki tapak sakti. Dua kekuatan beradu di udara suara dentuman menggema di area itu.


Tubuh Ki tapak sakti terdorong kebelakang efek dari benturan itu, tapi pangeran Shun Land tidak sampai di situ dia menyerang dengan jurus tapak harimau penghancur jiwa.


Gerakan pangeran melesat cepat, tidak bisa di antisipasi Ki tapak sakti, jurus tampak harimau penghancur jiwa bersarang di dada Ki tapak sakti dengan telak. Tubuh meluncur ke bawah menghantam tanah dengan keras.

__ADS_1


Darah menyembur dari mulut Ki tapak sakti, tangan kanannya memegang dada yang terasa hancur, beberapa tulang rusuknya patah, andai Ki Tapak sakti tidak melindungi dadanya dengan tenaga dalam niscaya dadanya hangus terbakar.


Tidak sampai di situ saja pangeran Shun Land, segera menyerang dengan jurus pamungkas dari ilmu tapak singa lodra, dia tidak ingin kehilangan momentum.


Tubuh pangeran Shun land melayang keatas lalu meluncur cepat sulit di ikuti mata biasa. Ke arah Ki tapak sakti yang berusaha bangun memasang kuda-kuda.


Ki tapak sakti hanya bisa menyilang kan kedua tangannya mengerahkan sisa-sisa tenaga dalamnya.


Di saat serangan pangeran Shun Land berjarak satu jengkal dari tubuh Ki tapak sakti.


Waktu seakan berhenti bergerak, satu sosok tubuh berpakaian serba hitam mendorong tubuh Ki tapak sakti dengan tangan kirinya, dan tangan kanannya menahan jurus tapak harimau kumbang pangeran Shun Land.


"Duaaaaaar..... debu-debu berterbangan menutup pandangan ke arah pertarungan.


Tubuh pangeran terpental tiga depa tapi dia tidak mengalami luka sedikitpun, tubuhnya di selimuti kekuatan api abadi sebagai pertahanan.


"Pendekar muda kita bertemu lagi tapi sayang kita berada di pihak bersebrangan". Ki Kama Deva berdiri di samping tubuh Ki tapak sakti, tiga bawahannya datang berdiri di belakang Ki Kama Deva.


Antaka pendekar syair kematian dan pangeran Sanjaya triloka meloncat cepat ke arah pangeran Shun Land dan berdiri di kanan dan di kirinya.


Sementara di udara sang Rajawali api merasakan aura kekuatan yang familiar dari musuh bebuyutannya dia meluncur cepat kebawah.


"Mundur Lah kalian dia bukan tandingan kalian, biar aku yang menghadapinya". Pangeran Shun Land memerintahkan pangeran Sanjaya triloka dan Pendekar syair kematian.


Pangeran Shun Land memperagakan jurus Saipi Geninya membakar jiwa tahap pertama


"Kayan, Saprol, Sarkowi, kita pergi dari sini, pendekar legenda Rajawali api, belum saatnya kita bertarung". Ki Kama Deva memerintahkan ketiga bawahannya pergi.


Sang Rajawali api. Meluncur dengan kecepatan penuh, kedua sayapnya di lapisi api tipis bersiap menyerang dengan kekuatan penuh.


Tapi sayang serangan kepakan sayap sang Rajawali api menghantam tanah, beberapa detik yang lalu Ki Kama Deva dan ketiga bawahannya melesat meninggalkan arena pertarungan, sambil membawa Ki tapak sakti.


Debu berterbangan penuh hawa panas membumbung tinggi.


"Apa yang kau lakukan burung emprit kau mau membunuh kami semua, musuh sudah jauh kau baru datang dasar pahlawan kesiangan". Pangeran Shun Land berkata kesal.


Sang Rajawali api tidak membalas hanya berjalan lalu terbang bertengger di atas gapura padepokan.


...****************...


like and support serta komentar sangat membantu pertumbuhan tulisan ini,

__ADS_1


terima kasih sahabat....


__ADS_2