LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
84. Awal pengembaraan raja muda Shun land 4


__ADS_3

Ada tamu kehormatan Raja muda datang bertandang perlu di sambut dengan meriah"


Suara panglima Shu khal, sambil menyerang dengan jurus tendangan seribu bayangan.


Raja Shun land tidak mengelak atau pun menahan tapi dia, membuat tameng dengan kekuatan api abadinya.


Tendangan melayang panglima Shu khal, meluncur cepat dengan kaki kanan lurus dan kaki kiri di tekuk, posisi badan sedikit miring.


Sasaran jurus tendangan seribu bayangan, dada raja muda Shun land yang terbuka.


Lapisan es tipis menyelimuti kaki panglima Shu khal.


Dua kekuatan berbeda berbenturan keras. Ledakan kecil terjadi, serpihan es melapisi kaki panglima hancur.


Dengan memajukan dadanya raja Shun land menahan jurus tendangan seribu bayangan.


Panglima Shu khal, terpental enam tombak, terdorong oleh tenaga dalamnya sendiri.


Panglima Shu khal, merasa kalinya bagai di menyentuh baja yang membara, bila tak di tahan tenaga dalam, niscaya kaki itu matang bagai ubi bakar.


Setelah mengatur napas, baru panglima Shu khal, berdiri tegak dalam hatinya berbicara "Ini anak bagai mana dapat kekuatan yang mengerikan ini"


"Terima kasih paman pagi-pagi memberi ponakan mu hawa sejuk, sambutan sangat menyenangkan, aku juga punya hadiah buat Paman panglima"


Tubuh raja Shun Land seakan menghilang, berpindah ke hadapan panglima Shu khal, jari telunjuk raja Shun Land, memberikan kalung perak bermata gigi singa.


"Bagai mana kau menggambil kalung dari leher ku"


Panglima Shu khal keheranan, dalam hati panglima Shu khal, betapa mengerikannya kecepatan ponakan ini.


Itulah kelebihan ilmu saipi angin, bisa bergerak bagaikan angin, tapi bagi yang belum memadai tenaga dalamnya bila memaksakan kecepatan maksimalnya akan mencederai sendi-sendi kakinya.


Raja Shun Land hanya senyum "paman hanya berfokus pada menyerang tapi pertahanan paman sangat rapuh, tenaga dalam paman pusatkan semua pada serangan, tidak di tinggalkan sebagai untuk pertahankan".


Imbuh raja muda Shun land memberi masukan.


Keduanya masuk ke ruang utama kediaman tetua Sri khal.


"Menantu ku yang gagah dan tampan ini, berkunjung tanpa memberi kabar dulu, maaf menantu tidak bisa menyambut seorang Raja dengan baik" tetua Sri khal memberikan hormat sebagai bawahan Raja, tapi raja Shun Land melarangnya.


"Pelayan tolong beri tahu putri Dewi sumayi di dalam kamar pribadinya" sambung tetua Sri khal.


"Tidak bunda mertua paman mertua, biar aku yang ke sana membuat kejutan" raja muda Shun land melarang.

__ADS_1


Raja muda Shun land melangkah ke ruang pribadi permaisuri Dewi sumayi yang terletak di di samping ruang pribadi tetua Sri khal.


Pintu di ketuk tanpa mengeluarkan, sengaja raja muda Shun land, lakukan untuk kejutan.


Pintu terbuka permaisuri Dewi sumayi, terkejut tidak menyangka yang di takutkan datang, tapi dia segera menguasai dirinya.


Dia segera berlutut, menghaturkan sembah bakti seorang istri pada suaminya.


"Salam hormat dan bakti ku haturkan pada paduka raja"


"Jangan begitu ayo bangun, masa menyambut suami seperti, bawahan menyambut atasannya" Raja Shun land meraih dan membangunkan.


"Silahkan masuk kakak Pangeran, maaf kediaman ku tak sebagus istana sang prabu"


Permaisuri Dewi sumayi mempersilahkan masuk pada raja Shun land.


Raja Shun Land sedikit aneh melihat tingkah dan sikap permaisuri Dewi sumayi yang jauh dari biasanya, tapi dia tidak mempertanyakannya.


Mereka duduk berdampingan di kursi hias, yang sedikit panjang memuat untuk duduk berdua.


"Adik Dewi mengapa sikapmu berubah tidak seceria biasanya, katakan padaku ada apa?"


Pangeran Shun Land bertanya penasaran.


Dengan sedikit ragu-ragu permaisuri Dewi sumayi menjawab


Permaisuri Dewi sumayi berterus terang pada sang suami pangeran Shun Land.


"Hahahaha......... Pangeran Shun Land, tertawa


"Sekarang apa keinginan mu pada ku" pangeran Shun Land, balik bertanya


"Aku hanya ingin berduaan saja disini" permaisuri Dewi sumayi bicara sambil menyandarkan kepalanya pada bahu pangeran Shun Land.


"Bagai mana kalau kita bicara di taman atau di ruangan depan" pangeran Shun Land memberi ide


"Tidak aku ingin di sini saja, kalau di luar aku di ledekin terus sama ibu dan ayah panglima"


"Baiklah kita bicara sambil rebahan di tempat tidur aja yaaah"


Mereka berdua melangkah ke tempat peristirahatan, Pangeran Shun land berbaring dan permaisuri Dewi sumayi tengkurap badan atasnya di dada pangeran Shun Land.


"Kakak Pangeran aku ingin sekali tapi aku sedikit takut, bagai mana kakak" permaisuri Dewi sumayi bicara sambil mencium pipi pangeran Shun Land.

__ADS_1


"Kalau kau mengingatkannya biar aku yang membimbing mu percayalah pada suami mu, hilangkan ketakutan mu, anggap ini kita sedang bermain mencari kesenangan"


Tanpa menunggu jawaban pangeran Shun Land membalikkan badannya, permaisuri Dewi sumayi yang tadinya di atas jadi di bawah.


(Setelah itu author tak bisa mengetik lagi, tangannya kaku pikirannya kacau hiiiihiiihiiii)


#perlu di ketahui sudah sejak dulu kebudayaan kita sangat terbuka tentang seksualitas, terbukti dengan relief-relief di beberapa candi, berbagai posisi berhubungan badan di ukir di badan candi, contoh relief-relief di candi Borobudur, yang di sembunyikan, demi melindungi dari pandangan mata di bawah umur# lanjut aaah.


Dua hari berlalu dengan cepat, bagi kedua insan yang sedang bermadu kasih dengan segala kesenangan dan keindahannya, mengukir kenangan yang terpatri di hati sanubari.


Pagi itu pangeran Shun Land menikmati secangkir teh dan umbi-umbian yang direbus,. teh hangat yang di beri air nira terasa manis dan hangat.


Di temani sang istri yang sepertinya tidak mau jauh, rasa takut akan yang satu hilang tanpa jejak di gantikan rasa kangen ingin terus bersama tanpa ada yang melihat.


Datang panglima Shu khal dan tetua Sri khal bergabung duduk bersama di depan ruang pribadi permaisuri Dewi sumayi.


"Selamat pagi ponakan" mereka berdua menyapa.


Dalam kesempatan itu pangeran menceritakan tentang rencananya, panjang lebar tidak ada yang di sembunyikan satupun, hanya masalah tentang mengambil mustika air panca warna, dan pencarian pedang naga bergola yang tidak di ceritakan karena, menurut pangeran Shun Land belum waktunya mereka mengetahui hal besar ini.


Setelah berpamitan pangeran Shun Land langsung pergi menuju ruang penyimpanan warisan leluhur agung Khalma jaya, sebagai pintu masuk menuju lorong panjang ke gua sumur lahar.


Sang naga bumi Sabui, sedang berbaring malas menemani sang Rajawali api yang sedang menyerap hawa murni api alami dari sumur lahar.


Tubuh Rajawali api berkembang pesat sekarang badannya sebesar seekor kambing betina yang sedang hamil.


Matanya terpejam berdiri gagah kakinya kuning kemerahan, bulu dadanya putih bersih bersulam warna merah, bulu punggungnya merah darah kehitaman, bulu di pangkal sayap berwarna merah kehitaman, sedangkan bulu sayapnya putih bersih dengan ujungnya berwarna merah kehitaman.


Bulu ekor panjang menjuntai dengan warna hitam kemerahan, paruhnya kuning kehitaman, melengkung dengan ujung runcing tajam.


Aura api mengelilingi seluruh tubuhnya. Bagaikan kilat-kilat kecil terlintas di bulu-bulu nya.


Pangeran Shun Land, berdiri terpaku melihat perkembangan sang sahabat sejati, yang bila dirinya mati dia pun ikut mati.


"Sekarang sepertinya sang Rajawali api, sudah mampu membawa ku terbang" hatinya bergumam bangga


...****************...


like dan support serta kritik dan saran di kotak komentar


sangat membantu tulisan ini untuk berkembang.


trim's buat para sahabat NOVELTOON yang sudah mendukung

__ADS_1


SALAM NUSANTARA


SALAM GARUDA PERKASA


__ADS_2