
Dengan begini musuh kerajaan tidak terlihat dan bisa mengetahui kekuatan sejati pasukan kerajaan.
Setelah pembicaraan penting, selesai, di teruskan dengan pesta minuman dan lain lain.
Saat sedang asik-asiknya pesta, datang Dewi lerna dan nyai Sukarti, mereka berdua akhirnya bergabung.
Dalam hal ini tetua Niraya Sura dan kelompoknya, tidak ada pantangan dalam hidup, tidak ada aturan dalam hidup, yang penting menurut mereka, bisa melakukannya dan mampu melakoninya.
Maasiak jadi sedikit lebih mengerti jalan kelompok ini, tapi tujuan asli dari kelompok ini Maasiak tetap tidak mengerti.
Setelah pesta usai, tetua Niraya Sura berbicara dengan murka dewa.
"Besok kita langsung mengunjungi ibu kota kerajaan, kota Nusa kencana, tapi hati-hatilah, sembunyikan ilmu Kanuragan mu, kita akan menyelidiki bocah, yang menurut kabar mempunyai tubuh 4 lintang ke5 pancer itu, apakah dia sudah mendapatkan pedang naga bergola, atau belum.
Pedang naga bergola sangat penting untuk junjungan kita, kalau bocah itu tidak menjadi ancaman buat kelompok kita"
"Baik kakang pantas saja kita tidak boleh membunuhnya, karena junjungan kita ingin memanfaatkannya dirinya" murka dewa mulai mengerti mengapa dulu dia hanya bertugas untuk mengawasi saja.
"Tapi bagai mana dengan burung peliharaannya itu, apa dia bukan suatu ancaman" murka dewa kembali bertanya
"Sudahlah kita jangan ingin mengetahui, di luar kapasitas kemampuan kita, lakukan saja tugas kita dengar cepat dan benar"
Tetua Niraya Sura mengingatkan murka dewa.
"Kakang menurut saya, lebih baik Dewi lerna dan 2 Dewi lainnya, untuk sementara tinggal di sini, membantu Tuan Maasiak" murka dewa mengemukakan pemikirannya
Niraya Sura tertawa senang "baru ini ide yang bagus murka dewa, memang tiga Dewi sang penggoda kematian, akan mempunyai kemampuan mengatasi kesulitan-kesulitan tuan Maasiak"
Di dalam istana sang Ratu SHI khal dan perdana menteri Jhasun, sedang mengadakan pembicaraan dengan panglima Shu khal, pangeran Shun Land serta pendekatan syair kematian ada juga Tian agan dan yu asri haring.
Mereka membicarakan, prihal mundurnya panglima Shu khal, pangeran Shun Land, mengajukan pendekar syair kematian, untuk menggantinya.
Tapi pendekar syair kematian, menolak nya dengan alasan, dia sudah terkenal di jajaran para pendekar di daratan luas Dwipa dan daratan luas Swarna, itu bisa memicu, datang kelompok misterius.
Dia telah bentrok dengan salah satu pembesar kelompok tersebut,
__ADS_1
Untuk mengisi kekosongan ini, pendekar syair kematian, mengusulkan pendekar dari padepokan ot Danum Tian agan dan yu asri haring, menjadi panglima.
Pendekar syair kematian, tetap membantu tetua Mantikai melatih prajurit muda bertalenta, menjadi pasukan khusus sunyi senyap.
Pasukan ini mempunyai sarat mutlak, yang anggotanya harus memiliki ilmu saipi angin di tingkat menengah. Yang di latih langsung pendekar syair kematian, yang tidak lolos menjadi pasukan pengawal utama kerajaan.
Panglima Shu khal, yang rencana menjadi penasehat negara di berhentikan rencana ini oleh pangeran Shun Land, dengan alasan yang tidak di jelaskan.
Pembicara pun berlanjut masalah, persidangan pangeran Khal Shugal, yang sudah berlarut-larut.
Sang Ratu SHI khal, ingin masalah pangeran Khal Shugal, segera selesai, hingga masalah ini tidak di manfaatkan, musuh kerajaan, mengadu domba antara keluarga besar kerajaan.
Pangeran Shun Land berniat untuk mengunjungi pangeran Khal Shugal di penjara bersama putri Sari Tungga Dewi.
Kepala pengawal istana Djata di perintahkan untuk mengundang, putri Sari Tungga Dewi di kediamannya.
Di ruangan tahanan pangeran Khal Shugal, merenungi tindakannya yang menuruti hasutan dari luar.
Sedangkan Ratu SHI khal sendiri, notabene Bibinya sendiri, akibat dari tindakan yang menuruti napsu keserakahan di input hasutan dari pihak luar, yang inginkan kerajaan ini menjadi pecah belah.
Adik sepupu satu-satunya dalam keadaan bahaya, nyawanya pun hampir terenggut, akibat tindakan tersebut.
Pintu tahanan di buka prajurit penjaga, Pangeran Shun land di temani putri Sari Tungga Dewi masuk ke dalam tahanan.
Pangeran Khal Shugal sedikit terkejut, di jenguk adik sepupu yang masih bersedia datang walau telah di celakai nya.
Dengan segera pangeran Khal Shugal, bersimpuh di kaki adik sepupunya satu-satunya itu seraya berkata penyesalan sangat mendalam.
"Adik ku Shun, maafkan kakang, telah berbuat melewati batasan, di karenakan buta pemikiran dan hati karena, keserakahan dan jebakan ucapan orang luar" suara itu penuh penyesalan keluar dari lubuk hatinya yang terdalam.
Pangeran Shun Land membangunkan pangeran Khal Shugal.
Lantas ketiga duduk di ranjang batu di ruang sel tersebut, pangeran Shun Land duduk di tengah tengah, di kanan pangeran Khal Shugal dan di kiri, putri Sari Tungga Dewi.
__ADS_1
"Kakak saya sudah memanfaatkan kakang, saya mengerti tindakan kakang di pengaruhi ilmu gendam merenggut Sukma"
"Lupakan peristiwa itu, karena kita menghadapi musuh yang sebenarnya, di depan kita, menunggu perang besar melawan yang ingin menguasai kerajaan kita ini, yang kita bangun dengan susah payah...
"Saya ingin kakang membantu dan berjuang bersama membesarkan kerajaan ini dengan sepenuh hati, kerajaan ini membutuhkan uluran tangan kakang dengan ikhlas" pangeran Shun Land berhenti sejenak, menarik nafas dalam-dalam, mengeluarkan beban di hatinya.
Mendengar ucapan pangeran Shun Land pangeran Khal Shugal dan putri Sari Tungga Dewi sangat senang dan kagum, ternyata pangeran Shun Land telah mengetahui hal sebenarnya kejadian tersebut terjadi.
"Aku pangeran Khal Shugal bersumpah setia kepada kerajaan Kutai khal dan rakyatnya, serta bersumpah setia kepada siapapun yang menjadi Raja atau pimpinan kerajaan ini" pangeran Khal Shugal mengambil sumpah setia seraya menggigit jarinya, mengucurkan darah ke bumi dan meletakan jempol tangannya, ke darah yang menyentuh tanah, lalu mengoleskan ke keningnya.
Sumpah darah akan setia ke kerajaan dan pemimpin negeri.
Mendengar ini putri Sari Tungga Dewi matanya berkaca-kaca, sangat terharu dan senang kakak kandung satu-satunya telah berubah jadi seorang pendekar yang berjiwa sejati.
Putri Sari Tungga Dewi, memeluk adik sepupunya dengan erat, lantas berbicara.
"Terima kasih adik Shun dengan tubuh dan jiwa ini akan ku tebus kebaikan adik, dengan ikhlas dan tulus hati saya"
Mendapatkan perlakuan ini, pangeran Shun Land hanya diam, dan membelai adik sepupunya dengan lembut
"Aku hanya punya satu kakak perempuan dan satu kakak laki-laki di dunia ini, kalian bagian diri ku'' pangeran Shun Land berujar
Ketiganya berpelukan, di hati mereka berjanji akan saling menjaga walaupun nyawa sebagai taruhannya.
Pangeran Shun Land, berbicara memberi arahan untuk persidangan, pengadilan besok, karena bagaimanapun ada sebagian pembesar kerajaan, yang ingin memanfaatkan, momentum ini untuk menekan pihak keluarga besar istana.
"Kakang dan adik, besok di persidangan jangan banyak berbicara nanti aku dan paman panglima Shu khal yang akan mengatasinya"
...****************...
terima kasih para sahabat 🙏🙏🙏
like end komennya serta support di tunggu
Salam Nusantara 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1